THE HUNTERS 1

THE HUNTERS.jpg

THE HUNTERS!

©Almannie| Cho Kyuhyun| Seo Joohyun| Shim Changmin| Victoria Song| other| Action, Romance, thiller, etc.| Chaptered| Amazed poster by : MUTIA BACON

Hello everyone, Almannie is here. Well, i think, i should’ve end my story before i leave. Maybe everyone talk that i’m too much talked about my leaving, but well, yeah i should done what i’m made first.

Ini semua adalah revisi dari FF SEOKYU yang judul nya SPY.

SORRY for my TYPO.

And

Happy Reading, guys^^~

“Serahkan alat itu, tuan Seo.” Lelaki paruh baya itu tersenyum sinis, “Alat apa yang kau maksud, eoh?” lelaki di depan nya itu menodongkan pistol hitam pakat nya, “Cepat, aku tahu kau mengerti alat apa yang ku maksud. Atau ku tembak semua yang kau sayangi!” sekali lagi tuan Seo tersenyum mengejek.

“Ayolah, apakah Young gangster sudah lelah mencari ‘alat’ itu hingga mengunjungi tempat ku, ckckck. How pitiful.” Lelaki di depan nya itu menekan sedikit pelatuk pistol, “Cepat, atau pistl ini akan mengarah pada putri dan istrimu,” tuan Seo melirik kearah putri nya yang bersembunyi di balik punggung sang istri. ia melirik istri nya, sebelum kemudian mengangguk.

Ini sudah menjadi resiko, tidak perlu ada yang di takutkan. Ia dan istri nya tahu hal ini akan terjadi, begitu pula dengan sahabat nya yang lain. “Aku tidak akan pernah memberi tahukan ‘alat itu kepadamu. Hanya aku dan teman ku yang tahu di mana tempat aku menyembunyikan ‘alat’ itu.”

“C’mon. Don’t waste my time. Kau membuat alat canggih itu bersama sahabat karib mu kan? Atau kode name nya adalah tuan Cho, bukan begitu kode name tuan Seo?” mata Tuan Seo terbelalak, ia terdiam.

“Oppa, jangan katakan. Itu bahaya!” tuan Seo melirik istri nya, lelaki itu seakan tersadar. “Ah, hallo kode name nyonya Seo. Kau siap mati?” nyonya Seo terkekeh, namun kekehan nya seolah peringatan untuk ajakan perang. Mata lelaki itu menajam, ketika nyonya Seo merentangkan tangan nya. “Take it!” teriak nya tegas. “Take it and just kill me!”

Mata lelaki itu terbelalak sesaat, sebelum kemudian tertawa keras. “Wow, ku acungi keberanian mu dalam mengambil keputusan. Tidak lamban seperti suami mu. Bersiaplah, kode name nyonya Seo!”

BANG!

Tubuh nyonya Seo terkejut sesaat, sebelum kemudian lutut nya membentur lantai ketika peluru panas itu mengenai tepat di ulu hati nya. gadis kecil yang sembunyi di belakang nyonya Seo terbelalak, terkejut.

“Mommy!!” teriak nya. lelaki yang menembak itu tertawa. “Wohoo~ satu mangsa lagi, bukan begitu tuan Seo?” Tuan Seo mengepalkan tangan nya. ia masih terdiam ketika lelaki di depan nya hampir akan menekan kembali pelatuk nya.

“Maafkan aku, Siwon. Aku harus pergi terlebih dahulu, tolong jaga putri ku. Joon Hee, ku serahkan sisa nya padamu.” Batin Tuan Seo, ketika lelaki itu menekan pelatuk nya, ia bergegas berlari. Memeluk putri nya dengan begitu erat.

BANG!

Crat!

“Ugghhh!”

“Daddy!”

Lelaki itu ikut terbelalak, terkejut atas tindakan yang di berikan oleh Tuan Seo. Sebelum kemudian lelaki itu tertawa mengejek, “Whahaha~ kau lucu kode name Tuan Seo. Lebih baik tertembak mati ketimbang menyelamatkan putri mu. Kkke~ how pitiful you are!” lelaki itu memasukan pistol nya ke dalam tempat pistol di samping celana nya, “Well, karena kau sudah memutuskan untuk ‘bunuh diri’, aku akan memerintahkan teman ku untuk meminta keterangan pada kode name tuan Cho.” Kemudian lelaki itu melirik gadis kecil yang menangis tersedu sedu. “Untuk saat ini, aku akan membiarkan putri mu selamat.”

Tuan Seo terbatuk, “Kau—arrgghh”

Lelaki itu tersenyum licik, “Peluru ku tepat mengenai jantung mu kan? Selamat menemui ajalmu, kode name tuan Seo. Well, akan lebih menyenangkan jika aku bisa berhadapan dengan putri mu suatu saat nanti. Hahaha~!”

Brak!

“Daddy,” tuan Seo melirik kearah istri nya. sebelum kemudian ia menatap putri kecil nya. putri kecil nya yang abru berusia 4 tahun. “Seohyunnie~”

“Daddy, hikkss~” tuan Seo tersenyum lembut, lengan nya yang berdarah itu mengusap lembut pipi chubby putri kecil nya. “Jangan menangis, dan jadilah seorang wanita kuat seperti mommy mu.”

“Hikss, Daddy.”

“Mulai saat ini hingga seterus nya, kau akan mendapatkan banyak cobaan yang lebih dari ini. Jadilah kuat dan tersenyumlah untuk menghadapi masalah. Uhuukk!” tuan Seo memuntahkan darah dari mulut nya, ia merasa mata nya mulai berkunang kunang. Sebelah lengan nya yang bebas bergerak perlahan untuk menyentuh lengan istri nya. menggenggam lengan istri nya dengan erat seolah itu adalah kekuatan terakhir nya.

“Ingatlah ini baik baik, kau hanya perlu mengingat kode dengan inisial K dan V, sisa nya mereka yang tahu kode selanjutnya. Kau mengerti nak. Ingatlah kode password itu dengan baik.”

“Daddy, daddy jangan pergi.” Tuan Seo tersenyum, dalam kesengsaraan nya ia mencium pipi putri kecil nya, sekalipun memberikan bekas darah pada pipi lembut putri kecil nya.

“Kalian harus memusnahkan alat yang ku buat dengan sahabatku. Ku simpat tempat itu di..uhukk!” tuan Seo menggenggam lengan mungil putri nya, “I love you, honey. Please be save and be healty. We loved you Seohy—un.”

“Daddy!!”

“Kalau kau tidak mau juga memberitahukan di mana alat itu berada, ku jamin kau akan mati, kode name tuan Song!”

“Jangan berharap. Asal kau tahu saja, aku sama sekali tidak tahu password ‘alat’ yang kedua sahabatku buat. Demi tuhan!”

“Oh, ya? Lalu, kau tahu di mana tempat nya, bukan begitu?”

“Jangan bodoh! Kami bahkan tidak tahu apa yang terlah mereka buat.” Perempuan itu menoleh, “Kode name nyonya Song. Tak kusangka kita bertemu lagi setelah misi sebelum nya kita bertemu. Well, itu bukan masalah sekarang. Dan mati saja kalian.”

BANG!

BANG!

“Aaarghhh!”

“Uughhh!

“Hahahaha~ mati saja kalian. Sangat tidak berguna!”

Cklek!

“mama?”

“papa?”

Mereka menoleh kearah sebuah ruangan yang terbuka, “Victoria?”

Perempuan itu terkekeh geli, “Owh~ sungguh malang nasib mu nak, ayo ikut aku.” Tuan Song menggeleng, “Just run Victoria, run!”

“Papa?”

“Nak, cepat uhukk! Lari!” Victoria mendekat, ia mendang keras tulang kering perempuan itu. membuat perempuan itu mengaduh kesakitan. “Apa yang kau lakukan pada mama dan papa ku?!”

“Apa?” detik berikut nya perempuan itu tertawa lebar, “HAHAHA~ sungguh anak yang lugu. Kalian sama sekali tidak memberi tahu info pekerjaan kalian pada putri kalian. Ckckc, sungguh orang tua yang buruk!”

“Victoria, nak.” Nafas nyonya Song tersenggal senggal. “Oh, ajalmu sudah menanti? Selamat tinggal, dah!”

Ketika perempuan itu lari lewat jendela dan memecahkan kaca, Victoria mendekat dengan panik. “Kenapa banyak darah? Aku akan segera memanggil ambulance!”

“Tidak nak, its too late. Just listen” Victoria terpaku, di umurnya yang ke 8 tahun, ia mengerti arti kematian dan itu sungguh buruk.

“Papa~” gumam nya sendu,

“Waktu mommy tidak banyak, sayang. Yang perlu kau tahu adalah kami selalu mencintai mu dan kami selalu berada disini,” gumam nyonya Song sembari menunjuk dada kanan Victoria, ia tersenyum kecil sebelum kemudian menutup mata nya. Victoria mulai mengeluarka air mata nya, ia menggeleng. “No, please. Mama, tidak!!”

“Nak, Victoria sayang.” Victoria berlari menuju ayah nya, ia langsung memangku kepala ayah nya, “Dad, don’t go. How about me?!”

Kepala tuan Song menggeleng, ia tersenyum. “Dengar sayang, semua yang bertemu akan pergi. Hanya saja, kau harus ingat satu hal. Untuk memusnahkan alat itu, kalian harus bersatu. Karena alat itu begitu sulit untuk di hancurkan.”

“Apa yang papa maksud, aku tidak mengerti!”

“Kau akan tahu sendiri… uhukk… nak. Salamat tinggal!”

“PAPA!!!!”

“Lapor boss, ini kode name K19. Kode name tuan Seo dan kode name nyonya Seo memutuskan untuk bunuh diri demi melindungi rahasia ‘alat’ yang mereka buat.”

Pria itu mengetukan jemari nya di meja, “Baik, kau boleh pulang, kode name K19”

“Baik boss,”

Kkrrsss~

Pria itu segera mengambil alat komunikasi nya yang lain, “Kode name C112, bagaimana dengan kode name tuan Song dan nyonya Song?”

“Maaf boss, aku gagal. Kode name tuan Song dan nyonya Song memutuskan untuk ku tembak mati, mereka mengatakan jika ia tidak mengetahui apapun. Dan kalau boleh ku sarankan, agar boss juga menembak mati kode name tuan Shim. Seperti nya kode name tuan Shim dan tuan Song sama sekali tidak mengetahui password atau tempat di mana senjata mematikan itu di simpan.”

Pria itu mengangguk paham, “Aku mengerti. hubungi kode name L214 untuk segera membunuh tuan Shim tanpa banyak bicara.”

“Siap laksanakan, boss.”

“Ayolah appa, jalan mu lelet sekali. Aku ingin menaiki bianglala.” Lelaki kecil itu terus mendumel kesal.

“Sabar Changmin, appa sedang memanaskan mobil. Nanti kau juga sampai di Lotte world.” Changmin mendengus kesal. “Nanti… nanti… terus saja appa berkata seperti itu, appa selalu saja menjanjikan ini dan itu tapi tidak pernah di tepati. Huh, menyebalkan!”

“Ya tuhan Changmin, appa sibuk.”

“Appa menyebalkan! Changmin membenci Appa. Coba saja jika eomma masih hidup, aku ingin sekali bersama eomma.” Tapi sayang nya tuan Shim tidak peduli, ia justru melirik tajam ke sudut lain di sisi rumah besar nya. “Changmin, ayo masuk!” perintahnya dengan tegas.

Changmin langsung memasuki mobil milik ayah nya, “Ada apa, appa? Jangan berteriak. Aku tidak tuli.” Dumel nya sebal. Tuan Shim menatap sendu kearah putra nya. “Changmin sudah kelas berapa?”

“Aku? Kenapa appa menanyakan nya, tumben sekali.” Tuan Shim tercenung, “Kalau umurmu?”

“9 tahun.” Tuan Shim tersenyum, ia mengecup kening putra nya. “Di umur mu yang ke 10, apakah kau berfikir masih bisa bertemu dengan ku?”

“Appa bicara apa, sih? Jangan ngawur!” tuan Shim tersenyum. “Dengar Changmin, kita tidak tahu kapan akan di panggil oleh tuhan kan?”

“Iya, aku tahu akan hal itu.” tuan Shim tersenyum lagi, “Dengarkan aku baik baik. Di masa depan, mungkin kau akan tahu alasan nya kenapa appa selalu saja menghindari pertanyaan masalah pekerjaan ku, kenapa aku sering jarang pulang, dan selalu tidak peduli padamu. Semua begitu kompleks untuk di jelaskan. Yang jelas, kau harus bertahan dan jangan ceroboh.”

“Appa ini mau bicara apa?”

“Appa mencintaimu,” Changmin membelalakan mata nya, tersentuh akan ucapan sang ayah. Ia menoleh tidak percaya, “Apa?”

“Now, i don’t have any regret, Changmin. Just take care yourselves until that day. Loved you so much, my son.” Tuan Shim tersenyum lebar. Beban seolah lepas di pundak nya, “Selamat tinggal, nak.”

PRANG!

BANG!

“Ughh!” Changmin membulatkan matanya, “Appa?!!!!”

BANG!

“Eomma~ hiks.. eomma~”

“Lihat? Itu karena kau tidak mau memberi tahuku, hingga aku terpaksa membunuh istrimu, kode name tuan Cho.” tuan Cho mengepalkan tangan nya.

“Sekarang, dimana kau menyimpan alat itu dan apa kode passwordnya?”

“Jangan memaksa, sahabatku juga tidak akan memberitahu hal itu.”

“Oho, tentu saja. Karena sahabat mu, kode name tuan Seo sudah mati di tangan kode name K1!” tuan Cho terbelalak, “Apa?”

Tuan Cho bergegas menggendong putranya, “Maaf saja. Tapi aku tidak sudi memberikan semua itu kepada mu.”

Tuan Cho menghela nafas, “Maafkan aku, sisa nya, ku serahkan pada mu. Kami semua mengandalkan mu, Joon Hee. Yesung, ayo kita tebus bersama dosa yang sudah kita perbuat untuk keselamatan dunia manusia. Dan untuk kalian berdua, Shim Donghae, dan Jonghyun Song, aku dan Yesung akan membayar atas kematian kalian.” Batin tuan Cho, detik berikut nya ia segera melompat keluar. Pria itu terkekeh, “Hah, seorang spy hebat seperti mu kabur?! Yang benar saja. Kemanapun kau pergi, aku akan selalu mengerjarmu!”

“Abeoji, tidak! Bagaimana dengan eomma, eomma…hikss..”

“Sshh! Kyunnie tenang, oke? Kyunnie harus ikut Henry samchon ya.” Kyuhyun menggeleng, “Tidak mau! Kyunnie mau bersama abeoji dan eomma!” tuan Cho menahan tangisan nya.

Ia terus berlari, “Diam disana kau, kode name tuan Cho!” teriakan itu membuat tuan Cho semakin cepat berlari, melewati hutan di belakang nya yang cukup lebat,  “Dengar, Kyunnie harus menjadi pria kuat dan tahan banting, oke?”

“Tidak mau!”

“Kyuhyun ingin menjadi anak baik untuk abeoji dan eomma, kan?” Kyuhyun mengangguk, “Iya.”

“Turuti saja ucapan Abeoji, oke?” sekali lagi Kyuhyun mengangguk. Ia mulai mendengarkan dengan baik.

“Kyunnie harus mengingat huruf S dan C dengan baik, oke? Sisa nya, seorang lagi yang akan memberi tahumu. Mulai sekarang dan selanjut nya, kau akan hidup susah. Kurangkan permainan game mu, dan teruslah belajar. Tolong jagalah orang yang akan memberi tahu sisa password nya. percaya pada abeoji, dia akan menjadi yang terbaik dalam hidupmu. Semangat, arra??”

“Abeoji~ hikss… kyunnie, takut.” Tuan Cho menggeleng, “Don’t be afraid, love is the way. Abeoji dan eomma ada disisi Kyunnie. Sekarang, Kyunnie harus menegarkan hati Kyunnie dan jadilah pria kuat yang tahan banting.”

BANG!

“Dimana kau, tuan Cho!” tuan Cho kembali berlari secepat mungkin. Ia langsung menemukan mobil sepupu nya. “Baik baik bersama Henry samchon ya, we both love you, sweetyheart.”

Tuan Cho langsung membuka pintu mobil, ia langsung melirik Henry, “Jaga putraku, Henry”

“Tanang saja hyung, dia aman bersama ku. Tapi, apa tidak apa hyung?”

“Percayalah, jaga dia baik baik.”

“Abeoji..”

“Aha, got you, kode name tuan Cho!”

 Tuan Cho tersenyum, “Nice to see you, my son. Now, Henry. Go!” tuan Cho menutup keras pintu belakang mobil, Kyuhyun menangis keras. Henry dengan sigap lengsung memasukan perseneling mobil nya dan melaju, tepat ketika Henry baru saja menjalankan mobil nya, suara tembakan mulai terdengar.

BANG!

Craatt~

Henry menghentikan sejenak mobil nya, ia melirik kearah spion mobil. Ia menatap ngeri kearah darah yang keluar dari kepala kakak sepupu nya. pekerjaan yang di lakoni kakak sepupu nya memang banyak resiko, namun jangan di tanya soal gaji.

“Sialan! Aku harus cepat sebelum mereka menemukan Kyunnie”

“ABEOJI!!”

BRUMM~

Lelaki itu melihat mobil Henry yang kabur, ia berdecak, “Sial! Satu mangsa lolos. Tapi biarkanlah,” senyum licik tercipta, “Aku ingin melawanya suatu saat nanti.”

Lee Joon Hee, ketua dari OASI (Organisasi Agent SPY International) itu merenung, sudah satu tahun sejak kematian tujuh anggota kepercayaan sekaligus yang memiliki peran penting dalam OASI meninggalkan dunia ini. Bukan karena mereka bertujuh meninggal, yang Lee Jooh Hee pikirkan sekarang, bagaimana keadaan anak-anak mereka saat letujuh sahabat nya tiada?? Ia harus bertindak secepatnya, setidaknya membuat mereka ikut bergabung bersama anggota SPY disini.

“Tn. Lee!” panggilnya dengan tegas, dengan tergepoh-gepoh namja muda berumur 18 tahun itu memasuki ruangan direktur OASI

“Ya, tuan?”

“Cari Seo Joohyun, Cho Kyuhyun, Victoria Song, dan Shim Changmin sekarang. Bawa mereka ke markas kita yang ada di America dan latih mereka agar menjadi SPY yang hebat dan tangguh seperti kedua orang tua mereka” “Maksud anda… anak dari Seo Joongwoon dan Seo Yuri, Cho Siwon dan Tiffany Cho, Song Kangta dan Song BoA, serta Shim Donghae itu??” Lee Joon Hee mengangguk

“Cepat cari mereka. Seo Joohyun berkisaran umur 5 tahun, Cho Kyuhyun 8 tahun, Victoria song 9 tahun, dan Shim Changmin 10 tahun. Oh, dan ini foto mereka” Lee Joon Hee membanting foto empat anak kecil yang cantik dan tampan itu kepada Tn. Lee, Tn. Lee hanya mengangguk dan memasukan foto empat orang anak kecil itu kedalam saku jasnya.

“Aku akan memenuhi permintaan terakhir kalian semua, sahabatku” lirih Lee Joon Hee sambil menatap sebuah bingkai foto dengan ketujuh teman nya yang meninggal dunia

Tn. Lee atau nama aslinya adalah Lee Donghae, pria itu masuki sebuah Elementary School dengan pakaian yang ‘sedikit’ santai. Ia manyapa para ibu-ibu yang dilewatinya dan masuk kedalam sekolah

“Saya mencari Cho Kyuhyun, apa benar dia bersekolah disini??” guru perempuan itu mengangguk, ia dengan segera masuk kedalam kelas dan memanggil anak yang diberi tahu oleh donghae, Cho Kyuhyun.

“Tolong urus surat kepindahan sekolah Cho Kyuhyun, saya akan membawa kyuhyun ke paris” sang guru hanya kembali mengangguk dan mengambil sebuah berkas, dengan cepat di isinya berjas itu. di tandatangini olehnya dan diberikan kepada Donghae, sedangkan kyuhyun hanya memandang aneh kearah Donghae.

“Kau siapa??” Donghae tersenyum “Kau mau ikut dengan hyung kan?? Kita akan memberikan sesuatu untukmu” kyuhyun dengan lugunya mengangguk dan surat yang dibuat oleh guru itupun diterima oleh Donghae.

“Ayo! Kau akan menjadi pria kuat, Cho Kyuhyun”

“Taman kanak-kanak??” Donghae mengangguk

“Iya, kita akan menjemput temanmu dulu. Kau ingin ikut atau tidak??”

“Aku ikut dengan hyung saja” Donghae dan Kyuhyun keluar dari mobil Hyundai santa F.E yang dikemudikan oleh supir pribadi OASI. Mereka berjalan ditengah lapangan dengan santai, Donghae memperhatikan Kyuhyun yang berjalan dengan tegap, dan matanya yang tajam seolah waspada dengan keadaan sekitar dengan sikapnya yang cool namun tenang, ia tersenyum. Seperti siwon, batinya.

“Permisi, apakah ada Seo Joohyun? Saya samchonya”

“Baiklah, anda tunggu sebentar disini” tak beberapa lama kemudian, datang seorang guru dengan membawa gadis kecil yang cantik, Donghae menilai Seohyun.

gadis itu cantik, sangat cantik. Matanya yang bulat, kulitnya putih susu, dan rambut hitamnya yang panjang. Seperti Yuri, batinya kembali

“Ini keponakan anda tuan. Bisakah anda bilang padanya jika dikelas tolong jangan bertindak seperti dia adalah yang berkuasa. Terkadang ia mengintrogasi temanya jika uang jajanya hilang atau menodong pinsil yang runcing kearah leher temanya” Donghae mengangguk sambil tersenyum, perbuatanya seperti Yesung, kke~ batinya.

“Bisakah anda mengurus surat perpindahan Seohyun ke Ausie? Saya akan mengajaknya pindah dan sekolah disana”

“Baiklah, saya akan membuatnya sekarang juga. Tunggu sebentar” mereka mendudukan diri mereka di kursi tunggu, banyak ibu-ibu yang menatap Donghae dengan tatapan penuh minat. Kyuhyun berdiri dari tempat duduk nya, ia berjalan kearah Seohyun yang tengah membaca buku bahasa Inggris nya.

“Eerr—hallo?” gumam nya tidak terbiasa, “Aku.. Cho Kyuhyun. Kau bisa memanggilku Kyuhyun” ucap nya, memperkenalkan diri nya bukanlah gaya seorang Cho Kyuhyun. Di sekolah nya, Kyuhyun selalu saja berkelahi dengan banyak murid, dan tidak ada seorang pun yang berani mendekati nya.

Namun pada kenyataan nya memanglah berbeda. Seohyun justru menutup buku bahasa Inggris nya, wajah dingin nya melembut, senyuman nya terbit. Ia mengulurkan tangan nya, “Seo Joohyun, senang berkenalan dengan oppa” kyuhyun sedikit mengeryit, “Op…pa?” gumam nya agak canggung, tidak ada yang pernah memanggil nya dengan sebutan itu sebelum nya. membuat ia sedikit errr—entahlah.

“Ah~ panggilan yang bagus” kedua nya tampak begitu akrab, seolah sebelum nya mereka talah bertemu.

Kim saem memandang Seohyun dengan aneh. Yeoja itu bahkan sangat pendiam dan dingin dikelas, bahkan saat beberapa temanya dulu mengajaknya berkenalan. Sedangkan Donghae hanya tersenyum memandang keduanya yang tengah asyik mengobrol itu. Ia menghampiri guru kim

“Sudah?”

“Oh.. ini. Wah~ kenapa Seohyun sepertinya akrab sekali dengan lelaki elementary school itu ya? padahal dia sangat pendiam dan dingin dikelas, bahkan saat teman-temanya ingin berkenalan ia menyibukan dirinya dengan buku bahasa inggris dan matematika” donghae kembali tersenyum, rupanya perpaduan antara sifat Yesung dan Yuri mengalir pada diri yeoja kecil itu

“Appa dan Eommanya juga seperti itu. Kalau begitu saya permisi dulu, annyeong”

“Ayo Kyuhyun, Seohyun. Kita jemput kedua teman kalian terlebih dahulu” sedari tadi Kyuhyun terus menggandeng tangan Seohyun, seolah ia adalah adik perempuanya yang ia sayangi dan Donghae hanya tertawa kecil.

“Benarkah itu, hyung? Siapa lagi??”

“Oppa, nama oppa siapa??” Donghae langsung menghentikan langkah nya, ia mulai berbalik, lalu mengamati keadaan sekitar. Kemudian ia mendekatkan diri kearah mereka berdua.

“Namaku adalah Lee Donghae. Ayo kita masuk mobil.”

“Ayo Seohyunnie,” Kyuhyun membiarkan Seohyun terlibih dulu yang masuk baru dirinya, ia menutup pintu mobil ini dengan rapat. Kyuhyun dan Seohyun lebih memilih duduk di bangku paling belakang. Donghae melirik kearah kaca spion dan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya.

“Kita suda sampai” ucap Donghae sambil memandangai sekolah elemntary school yang tenu saja berbeda dengan sekolah Kyuhyun. Seohyun dan Kyuhyun hanya mengangguk, mereka bergegas turun dari mobil Hyundai santa F.E ini.

Ketiganya kini berjalan masuk menuju sekolah yang lebih besar dari sekolah kyuhyun. Donghae menyapa guru piket yang sedang bertugas,

“Anyeonghaseyo” ucapnya berbasa-basi, guru itu mendongakan kepalanya

“Ya? Anda mencari siapa??”

“Saya kemari untuk mencari Victoria song dan Shim Changmin, saya samchon-nya”

“Baiklah, tunggu sebentar. Saya akan kelantai dua terlebih dahulu untuk menjemput mereka” Donghae mengangguk dan menyuruh Kyuhyun dan Seohyun duduk di kursi tunggu.

“Kalian akan mendapatkan teman baru, mereka berdua adalah sunbae kalian,tapi kalian bisa memanggil mereka noona dan Hyung untuk Kyuhyun dan Eonnie serta Oppa untuk Seohyun. paham?!” keduanya mengangguk polos

“Kami mengerti, oppa/hyung!”

“Maaf tuan, ini mereka berdua” Donghae mengangguk, memandang Victoria dan Changmin secara bergantian. Victoria terlihat lebih licik dari wjaahnya, sedangkan changmin terlihat sangat arrogant dilihat dari wajahnya.

“Bisakah kau mengurus kepindahan mereka berdua? Saya akan mengajak mereka berdua untuk bersekolah di Indonesia” Victoria dan Changmin menoleh secara bersamaan, berfikir bahwa siapa orang yang ada dihadapanya ini.

“Baiklah, saya akan menulisnya terlebih dahulu. Kau bisa menunggu, tuan”

“Baiklah, tapi cepat sedikit ya.” selepas guru piket itu pergi, Donghae segera menyuruh Victoria dan Changmin duduk bersejajar dengan Seohyun dan Kyuhyun

“Hallo, Eonnie. Nama ku Seohyun.” Victoria menatap gadis kecil yang berada disampinya ini, kemudian ia tersenyum. Baru kali ini ada yang berani mengajaknya berkenalan. Terlebih anak kecil seperti seohyun

“Hai, nama eonnie Victoria, senang berkenalan dengan mu” Seohyun segera memeluk Victoria, seolah dia adalah kakaknya

“Hyung, nama ku Kyuhyun.” Changmin mengamati wajah Kyuhyun dengan seksama, ia mulai merangul pundak kyuhyun

“Shim Changmin, senang berkenalan denganmu. Kyuhyunnie”

“Aku juga, hyung.” Donghae tertawa kecil mendengarkan penuturan dari mereka ber-empat. Bukankah mereka sangat akrab? Padahal sebelumnya mereka belum pernah bertemu dan berkenalan.

“Oppa/Hyung kau kenapa??” ucap keempatnya secara bersamaan membuat Donghae semakin melebarkan tawanya

“Hahaha~ kalian ini. Dengarkan aku, mulai sekarang panggil aku oppa untuk para yeoja dan hyung untuk para namja, paham??”

“Iya, paham.” Donghae tersenyum lebar,

“Begini kalian_

“Maaf tuan, ini berkasnya. Kalau boleh tau, kenapa mereka pindah??”

Donghae menghela nafas, pertanyaan yang begitu ingin di hindari nya. “Maaf, saya samchon mereka dan saya berhak untuk mengambil alih hak asuh mereka mengingat orang tua mereka sudah meninggal dunia, satu tahun yang lalu”

“Ya, benar sekali. Victoria dan Changmin tinggal di asrama sejak setahun yang lalu”

“Kalau begitu, kami akan pergi. Annyeong!” Changmin merangkul pundak Kyuhyun dengan senang hati, sedangkan Victoria merangkul seohyun dengan posesif. Guru piket itu menatap Changmin dan Victoria dengan aneh.

“Ayo masuk kedalam mobil” seru Donghae saat sudah sampai di mobil khusus SPY OASI .

Kyuhyun kembali masuk terlebih dahulu dan membantu Seohyun untuk menaiki mobil dan duduk dibangku paling belakang. Sedangkan Changmin dan Victoria memilih duduk dibangku depan.

“Sudah siap semua??”

“Ya,”

“Ayo tuan Park. Kita langsung ke Icheon Airport”

“Oppa kenapa kita ke bandara??” Victoria mengangguki penuturan polos dari Seohyun,

Changmin dan Kyuhyun ikut mengangguk, “Ya, mengapa kemari?”

“Kita akan pergi ke America_

“APA?! Untuk apa kesana, hyung? Jauh sekali” potong Changmin membuat Donghae meringis kesal “Kalian ini! Kita akan ke America untuk melatih kalian menjadi wanita dan pria yang kuat. Seperti appa dan eomma kalian”

“Appa? Eomma??”

“Mommy, daddy?”

“Papa dan mama?”

“Abeoji dan eomma?”

Donghae mengangguk dengan semangat, “Iyap. Guest what?”

“SPY!?” ucap Kyuhyun dan Seohyun bersamaan membuat Donghae menoleh menatap Kyuhyun dan Seohyun yang sedang menatapnya dengan tatapan polos.

“Apa?! kau tidak berbohongkan Hyunnie/Kyunnie??” keduanya menggelengkan kepala mereka. Donghae menatap takjub pada Seohyun yang masih berumur lima tahun itu. Sepertinya Kyuhyun dan Seohyun akan menjadi orang paling berbahaya dan yang paling diincar oleh YG (Young Gangsters) untuk membunuh mereka berdua, seperti kedua orang tua mereka.

“Tidak, aku yakin. Sebelum samchonku mengikuti jejak appa dan eomma, henry samchon bilang jika appa dan eomma adalah seorang SPY yang snagat hebat dan aku berminat menjadi SPY”

“Ya. tetanggaku yang mengurusku juga bilang seperti itu. mommy dan daddy juga seorang SPY yang sangat hebat”

“Wow, benarkah?!”

“Ya. orang tua kalian berdua juga adalah SPY yang juga sama hebatnya dengan kedua orang tua Kyuhyun dan Seohyun. Itu sebabnya aku mengajak kalian ke America dan dilatih disana” kemudian donghae menatap Seohyun yang dirasanya masih sangat muda untuk mengemban tugas beras ini.

“Kau tidak apa, bukan, Seo Joohyun??” Seohyun mengangguk, tidak masalah. Biarpun ia anak kecil, setidaknya ia berada dilingkungan yang sangat baik dan juga ia bisa menumpas kejahatan didunia. Itulah cita-citanya, tidak ada maksud unsur balas dendam. Toh! Anak seusianya tidak mengerti apa itu balas dendam.

“Lalu bagaimana dengan pakaian kami? Kebutuhan kami, oppa??” cerocos Victoria

“Tenang saja, semua kebutuhan kalian terlengkapi. Sekolah, Apartement, Pakaian, dan semuanya sudah lengkap. Kajja pesawat sebentar lagi akan landing”

“Kyunnie, kau mau duduk bersamaku??”

“Kenapa memang nya, hyung?”

“Aku tidak ingin duduk satu bangku dengan nenek sihir itu” Victoria menoleh tajam pada Changmin. Memang, mereka tidak pernah akur disekolah dan sering adu mulut jika bertemu

“Kau mengejekku Tn. Shim?”

“Kau merasa nona Song?” Seohyun dan Kyuhyun hanya memandang mereka berdua yang kembali beradu mulut. Kyuhyun dan Seohyun hanya terdiam walaupun sejujurnya mereka sangat risih. Kyuhyun segera menghampiri Seohyun. “Ayo, kita pergi saja.” Kedua nya segera meninggalkan Victoria dan Changmin yang masih berdebat.

Kedua nya seolah tersadar ketika Changmin menoleh kearah sekitar nya, “Tunggu dulu! Kyuhyun dan Seohyun kemana?” ia dan Victoria saling menatap.

“Pesawat!” balas Victoria dengan mata yang membulat. Dengan cepat mereka berlari menuju kabin pesawat. Kedua nya mengerang ketika tahu jika kedua orang itu sudah sibuk dengan layar kecil yang ada di depan kursi pesawat mereka, sial, mau tidak mau mereka harus satu bangku.

“Ini semua karena kau, Shim Changmin”

“Enak saja, ini semua karena kau nona Victoria Song” kesal Changmin sambil memalingkan wajahnya menatap Kyuhyun dan Seohyun yang mulai tertidur, padahal pesawat baru saja landing

Seohyun mengucek kedua matanya saat Kyuhyun dan Donghae membangunkan tidurnya, kata mereka, mereka sudah sampai bandara international America. Dengan mata yang setengah mengantuk, keempat anak-anak itu berjalan keluar pesawat–yang memang banyak orang yang akan keluar dari pesawat ini. Tak lama kemudian mereka memasuki dua mobil sport berwarna hitam dan berjalan menuju sebuah rumah elit di kawasan New York

Donghae membuka pintu rumah elit itu. ia memanggil beberapa pelayan. “Perkenalkan. Nama mereka adalah Seo Joohyun, Cho Kyuhyun, Victoria Song, dan Shim Changmin. Mereka anak dari Tn. Seo, Tn. Cho, Tn. Song, dan Tn. Shim. ”

“Ya tuhan, mereka sudah besar. Padahal dulu saat mereka bertemu mereka masih kecil sekali.” Donghae terkekeh “Ya, benar sekali. Bibi Jung. Apakah bibi sudah menyiapkan kamar untuk mereka?”

“Sudah tuan, seperti yang di minta orang tua mereka dulu,”

“Kau bisa kembali dan membawakan kami_

“Aku mau Orange juice”

“eumm~ samakan saja dengan Victoria”

“Aku susu vanilla ya, bibi.”

“Aku juice semangka saja, bibi. Kalau tidak ada, samakan dnegan Seohyun saja”

“Dan aku coffe expresso”

“Siap tuan” Donghae menatap keempat anak yang berbeda usia itu “Dirumah sebesar ini hanya ada tiga kamar” mereka mulai mendengar dengak seksama “Kamarku sendiri”

“Kamar Seohyun dan Kyuhyun disana” tunjuk donghae pada sebuah kamar dilantai dua dengan pintu berwarna abu abu.

“Kamar Victoria dan Changmin disebelah kamar seohyun dan kyuhyun” tunjuk donghae pada kamar dilantai dua dengan warna soft coklat

Victoria terelalak, “Tidak! Oppa pikir aku mau berbagi ruangan dengan lelaki menyebalkan itu? big no! Aku ingin bersama Seohyunnie!” Donghae menghela nafas, tidak pernah terbayangkan di benak nya jika mereka akan bertengkar seperti itu. “Maaf Victoria, tapi aku sudah mendesain kamar nya sesuai keinginan mereka berdua.”

“Tidak masalah” sahut Victoria sebal

“Dikamar Seohyun banyak sekali game dan sudah diatur khusus untuk  mereka berdua. Sedangkan kamar kalian juga sama saja, jadi mungkin akan berbeda suasanya”

“Haishh~hyung menyebalkan!” gerutu Changmin.

Keesokan harinya, Donghae mengajak mereka ke sebuah gudang tersembunyi. Membuat Victoria dan Changmin mengeryit heran,

“Kenapa kita kemari, oppa?” Donghae mengangguk, kemudian mensejajarkan tubuhnya pada seohyun

“Kalian akan kami latih untuk menjadi Spy yang hebat, seperti kedua orang tua kalian”

“Benarkah?” ucap mereka berempat dengan semangat, Donghae mengangguk

“Kalian lihat lapangan hijau itu?” mereka berempat menoleh dan mengangguk,

“Disana, kita akan latihan, aku akan memberikan kalian waktu”

“Waktu?” Tanya Kyuhyun dengan heran, Donghae mengangguk dan tersenyum

“Kalian bisa mengambil semua barang yang kalian inginkan disini. Seperti Pistol dan senjata tajam lainya. Waktu dimulai dari sekarang, aku akan menunggu kalian di tempat lapangan itu”

Victoria, Changmin, Kyuhyun, dan Seohyun mulai berpencar. Kyuhyun menengok kearah bawah sofa yang sudah lusuh itu, kemudian kembali mencari, matanya menatap sebuah meja yang cukup tinggi. Sepertinya tempat senjata di buat cukup tinggi agar tidak ada orang yang menyadarinya. Kyuhyun mengambil tangga dan mengambil dua buah pistol yang disampingnya terdapat sebuah PSP berwarna hitam pekat lelaki kecil itu tersenyum dan menghampiri Changmin yang memegang sebuah pistol.

“Bagaimana hyung? Ketemu?” Changmin mengangguk, ia mengangkat pistol nya dan tersenyum

“Kau?”

“Hanya ini yang aku temukan” ucapnya sambil menunjukan dua buah pistol dan sebuah PSP

“Waw, punyamu keren juga ya? Ayo kita ke Donghae hyung, Dia sudah menunggu kita”

“Aku akan cari Seohyun dulu, hyung.”

“Yasudah, aku kesana duluan, oke.” Kyuhyun mengangguk, kemudian berjalan untuk mencari gadis kecil itu,

 

Victoria melewati Seohyun, membuat gadis itu terhenti sejenak

“Ada masalah Hyunnie? Mau ku bantu?” Seohyun menoleh dan menggelengkan kepalanya

“tidak usah Victoria eonnie, terima kasih.”

“Oke, eonnie tertarik dengan barang itu, eonnie akan kesana” Kemudian Victoria menghampiri sebuah sofa hitam yang lusuh, mengambil tali tambang, sebuah cambuk, jepit, dan sebuah pistol. Victoria tersenyum kecil

“Dapat juga”

Seohyun terhenti saat melihat sebuah box kaca di rak paling atas, kening nya mengerut. Ia tampak tertarik dengan box kaca yang indah itu.

Diambilnya sebuah kursi kayu yang tingginya mencapai satu meter itu, tanpa memikirkan bagaimana caranya untuk turun, gadis itu memanjat melalui tangga yang ada di kursi itu, kemudian mengambil box kaca yang berisikan sebuah pistol dan sebuah pisau lipat. Gadis itu tersenyum manis dengan apa yang sudah di dapatnya

“Hihihi, pisau lipat” Gadis itu terkikik sebentar, merasa senang mendapatkan pisau lipat. Pisau lipat berarna perak itu tampak mengkilap karena terkena sinar matahari.

“Seohyunnie, ayo turun. Vict noona dan Changmin Hyung serta Donghae Hyung sudah menunggumu”

“Eo, oppa? ini, bagaimana aku turun??” Kyuhyun meringis sebal, ia mendongak.

“Kau itu bagaimana? Bisa naik tetapi tidak bisa turun. Cepat loncat, akan oppa tangkap”

“Benarkah? Tapi ini tinggi sekali”

“Cepat” Seohyun memejamkan matanya, gadis kecil itu loncat dari atas kursi kayu yang tingginya mencapai satu meter itu

Brugh

Awwh”

“Oppa, are you alright?” Seohyun dengan cepat berdiri, mengambil pistol bewarna putihnya dan pisau lipat peraknya, Kyuhyun membersihkan debu yang ada di pakaian nya. “Sudah jangan dipikirkan. Ayo cepat”

“Jadi, apa yang kalian dapat?”

“Aku hanya mendapatkan ini” Donghae menatap Changmin dan mengangguk

“Aku ini” Donghae mengeryit,

“Tambang, Cambuk, pistol, jepit rambut hitam dan Tetoskop?” Victoria mengangguk, Donghae tersenyum

“Pilihan yang bagus nona Song, kau sama seperti ibumu”

“Dan.. kalian berdua?”

“Maaf hyung, aku hanya menemukan ini dan PSP” Kyuhyun menunjukan barang bawaan nya,

“Wow, PSP ini sudah di modofikasi oleh Appamu, Kyuhyun-ah” Kyuhyun terbelalak, “Wow, benarkah?” Donghae tersenyum, kemudian menatap Seohyun yang bermain dengan pisau lipatnya

“Pisau ini milik ibumu, Seohyun-ah, Dan pistol itu milik Appamu”

“Oppa serius?” Donghae kembali mengangguk. Kalau di pikir pikir ulang, itu semua adalah barang barang milik kedua orang tua mereka. Donghae tersenyum miring, jadi mereka sudah tahu jika anak anak mereka akan menjadi Spy, pengganti mereka, atau bahkan lebih hebat dari mereka?

“Baiklah, Victoria tunggu disini. Kalian ikut aku” Victoria menurut, ia hanya melihat mereka yang sedang di beri intruksi oleh Donghae

“Kalian lihat Apel hijau itu?” Changmin, Seohyun, dan Kyuhyun mengangguk

“Kalian harus menembak tepat di tengah tengah apel itu. dan Seohyun-ah, oppa tahu kau masih sangat kecil untuk memegang senjata. Tapi, oppa yakin kau bisa melakukanya”

“Tenang saja, Seohyun pasti bisa” ucap gadis kecil itu, yang ditanggapi jempol oleh Donghae

“Sekarang focus, dan Tembak”

BANG!

BANG!

BANG!

Victoria menutup telinganya, suara tembakan itu sedikit membuat telinganya berdenging. Donghae tersenyum saat bidikan itu tepat, namun mantanya menyipit pada sebuah apel hijau, “Changmin, coba dalam radius 50 m, dan tembak ulang” Changmin melakukan hal yang di instruksikan oleh Donghae. Ia memfokuskan pandangan matanya dan

BANG!

“Yup! Bagus. Kau sama seperti tn. Shim, kau penembak jarak dekat, Changmin. Sepertinya bakat orang tua kalian mengalir pada tubuh kalian”

“Baiklah, latihan sendiri dulu. Oppa akan mengajarkan Victoria” seseorang kembali mengganti apel hijau itu dengan apel hijau yang lain, Kyuhyun, Seohyun, dan Changmin mulai kembali memfocuskan pikiran mereka.

BANG!

BANG!

BANG!

Suara tembakan yang begitu memekak kan telinga itu kembali terdengar, namun banyak yang tidak peduli. Diantara nya ada yang sudah biasa mendengar suara tembakan itu atau mungkin kembali memusatkan pada pekerjaan mereka,

“Victoria ayo ikut aku!” teriak Donghae, kemudian membawa Victoria menuju sebuah tempat “Dengarkan aku baik baik” Victoria mengangguk, Donghae mengeluarkan satu persatu benda yang di bawa oleh Victoria

“Jepit ini bisa digunakan untuk membuka gembok”

“Tetoskop ini bisa digunakan untuk membuka kunci brangkas, bahkan brangkas bank pun bisa di buka”

“Tambang ini, bisa kau gunakan saat keadaan genting”

“Kalau masalah cambuk, kau harus menggunakanya seperti ini dan cobalah untuk mengikat kaki penjahat itu dan jatuhkan dia dan pistolmu, kau bisa menembak dia jika kau mau”

“Kau mengerti? Coba kau buka gembok ini, brangkas ini dan jatuhkan tuan Han” Victoria berkonsentrasi pada gemboknya dan tersenyum saat gembok itu terbuka, Donghae tersenyum puas.

Di berikanya sebuah kotak berangkas, Victoria mulai memutar, mengotak atik kode brangkas itu, terdengar suara –Klik pada tetoskopnya. Donghae mengangguk, kemudian menyuruh tuan Han menghadapnya, Pria berbadan kekar itu membuat Victoria terkejut, bisakah ia?

“Lakukan,” ucap pria besar itu, mata nya menatap dengan penuh keyakinan.

“Hyap!” setelah dirasa kaki tuan Han terikat sempurna dengan cambuknya, Victoria menarik dengan sangat kuat cambuknya, hingga membuat pria itu terjatuh, diambil pistolnya dan mengarahkan pistol itu pada tuan Han

“Victoria, jangan!”

BANG!

Tuan Han memejamkan matanya, Donghae menghela nafasnya lega

“Hampir saja” ia menatap peluru yang tertancap dalam, disamping leher tuan Han

“Kau hampir mengenainya, Victoria”

“Hehe, maaf tuan Han, aku tidak sengaja.” tuan Han hanya mengangguk dan segera beranjak pergi. Donghae terkekeh

“Kau membuatnya takut, Vict”

“Ckck, badanya kekar tapi takut? Yang benar saja.”

“Hmm. Dan sekarang, latihan sendiri”

“Baik”

Kim Young Hee mengeram kesal, ia menggebrak mejanya

“Kenapa kalian tidak bisa menemukan anak dari Spy terhebat itu, eo? apakah begitu sulit?!” Sehun, Luhan, Chanyeol, dan Kai yang disuruh untuk mengambil tugas ini hanya menunduk, Sehun tersenyum miring saat melihat tuan Kim, pimpinan dari YG ini berkoar marah.

“Maaf tuan Kim. Setelah kami periksa ke France, Ausie, dan Indonesia. Tapi, mereka tidak ada, tuan Kim” Tuan Kim mendesah berat, diusapnya wajahnya dnegan kasar

“Ingat! Spy Seo, Spy Cho, Spy Song, dan Spy Shim menyembunyikan ‘alat’ diminta oleh mentri militer Amerika.Kita harus mendapatkanya dan jika perdana mentri militer menginginkanya, perdana mentri militer itu berniat menjadi penguasa dunia. Jadi, cari mereka sampai ketemu, mengerti?”

“Baik tuan Kim”

Advertisements

24 thoughts on “THE HUNTERS 1

  1. Suka deh sama genre cerita SPY kayak gini. Seeu banget ceritanya.
    Masih kecil udah diajarkan jd spy. Nanti gedenya pasti jd orang hebat mereka. Sma kayak ortu mereka
    Nice
    Ditunggu kelanjutannya

    Like

  2. ceritanya keren bngt. tapi mereka masih kecil2. nexxxxxttt…suka bngt sama fv yang genrenya beginian. btw salpok sama klimat ini : Don’t be afraid, love is the way, kok kaya lirik lagu exo monster ya. haha

    Like

  3. Ff pertama yang aku suka yg genre nya begini. Duh langsung suka deh padahal baru pertama bac yuhuuuuu. Terus berjuang buat little cho,seo,shim,song kkkk. Cepet di next yaaaaa

    Like

  4. Aigoo mash pd kcil udh dilath jd spy…sekolh formal dl….wah2 nnti kl dah pd gede jd spy trs ntr terlibat cinta segi 4 nih agaknya wakwaw…(sok tw y eyke)..ydah deh kl gt ditnggu next chapter nya y…

    Like

  5. Woah, ternyata ff ini di post di sini dulu yah?
    Remake spy yah, pantes aja mirip. Tp tetep bagus kok. Karena aq juga berharap ff itu dilanjut, tp sekarang dah ada remakenya, syukur deh.
    Next chap ditunggu, fighting!

    Like

leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s