Change Me part 1

Tittle : Change Me

author : Flyyingkiss

Cast : Seohyun , Kyuhyun, donghae

Genre : Fantasy, Romance

WA : 085248200797

Wp : https://flyingkiss88.wordpress.com/

 

 

Hera (bahasa Yunani: Ἥρα atau Ἥρη) adalah dalam mitologi Yunani. Hera merupakan kakak perempuan sekaligus istri Zeus. Hera adalah anak dari Kronos dan Rea, merupakan salah satu dari 12 Dewa Olimpus. Dalam mitologi Romawi, Hera dihubungkan dengan JunoSapi dan merak adalah hewan yang dikeramatkan untuknya. Ia digambarkan sebagai dewi yang penuh keagungan dan penuh hikmat. Hera sering ditahtakan dan dimahkotai dengan polos (mahkota berbentuk lingkaran yang hanya dikenakan oleh beberapa dewi besar).

 

 

Hera dikenal atas sifatnya yang pencemburu dan pendendam.

 

 

terutama pada selingkuhan dan anak-anak Zeus. Hera juga pernah murka pada Pelias karena melakukan pembunuhan di kuil Hera, dan pada Paris yang tidak memilih Hera sebagai dewi tercantik melainkan memilih Afrodit sebagai yang tercantik.

 

 

***

 

 

 

Hera kemungkinan adalah dewi pertama yang didedikasikan dengan altar dalam ruangan yaitu di Samos sekitar 800 SM (altar Yunani biasanya ada di depan kuil di tempat terbuka). Kuil jenis ini kemudian diganti dengan Heraion, salah satu kuil terbesar di Yunani. banyak kuil yang dibangun di sana sehingga tanggal pastinya menjadi tidak jelas. Diketahui bahwa kuilyang dibangun oleh para pengukir dan arsitek Rhoikos hancur antara 570- 60 SM. Kuil ini lalu digantikan oleh kuil Polikrates antara 540-530 SM. Di salah satu kuil dapat terlihat adanya 155 tiang. Tidak adanya genteng pada kuil ini membuat dugaan apakah kuil ini tidak terselesaikan ataukah memang sengaja dibuat terbuka.

 

 

Penggalian di Samos menunjukkan adanya persembahan untuk Hera, banyak di antaranya berasal dari akhir abad ke-8 dan ke-7 SM. Selain itu, banyak persembahan yang datang dari ArmeniaBabiloniaIranAssyria, dan Mesir, yang menunjukkan bahwa Hera bukan hanya dewi lokal tapi sudah dikenal ke berbagai wilayah di sekitarnya. Hera juga memiliki salah satu kuil terawal di Olympia dan dua kuil (dari abad ke-5 dan ke-6) di Paestum.

 

 

Meskipun kuil terawal dan terbesar untuk Hera adalah kuil Heraion di Samos, namun di daratan Yunani Hera dikenal sebagai Hera Argeia(Hera dari Argos) di kuilnya yang terletak antara kota Argos dan Mikenai,[3] tempat digelar festival untuk Hera yang disebut Heraia. Dalam buku iv Iliad, Hera menyebutkan bahwa tiga kota favoritnya adalah ArgosSparta, dan Mikenai.[4]

 

 

Ada kuil untuk Hera di OlympiaKorintusTirynsPerakhora dan pulau suci Delos. Di Yunani Besar, dua kuil Doria untuk Hera dibangun di Paestum, sekitar 550 SM dan 450 SM. Salah satu dari kuil itu pernah disebut Kuil Poseidon sebelum diketahui bahwa itu sebenarnya merupakan kuil Hera.

 

 

 

***

 

 

Pakaian putih yang terkoyak-koyak membuat langkah wanita dengan surai panjang itu semakin berlari cepat. Kepalanya sesekali berputar kesegala arah melihat kondisi sekitar yang bermaksud mengancamnya, lecet yang ada pada seluruh tubuhnya tak dihiraukannya lagi, rasa cemas lebih mendominasi didalam pikirankannya. Kecemasan dengan segala hentakan kaki yang menggema ditelinganya. Teriakan kemarahan yang ada dibelakangnya seperti siulan malaikat maut memanggilnya untuk kembali.

 

 

Langkah lebarnya mengarah masuk kedalam hutan lebat dihadapannya. Dedaunan basah yang tercium didalam rongga hidungnya, masuk kedalam tenggorokan mencekat segala pernafasan putus-putus gadis itu. Jurang curam sudah tak lagi dihiraukannya dia akan lebih panik jika anak buah dari Zeus dan Herakles mencoba menghadangnya seperti saat dia melarikan diri tadi. Menghadang dengan segala peralatan mematikan hanya untuk dirinya. Pedang yang siap memenggal kepalanya, panah yang siap menembus jantungnya dan bom yang siap menghancurkannya.

 

 

 

“bisakah kakiku lebih cepat untuk melarikan diri, dimana seluruh kekuatanku” jeritan hati Hera menggema dikepalanya, sebut saja Dewi Hera dia saat ini. Tapi apakah masih bisa disebut Heerang  Dewi, jika penampilan Hera sangat kacau saat ini? Pakaian compang-camping, wajah penuh keringat dan bau tanah, jangan lupakan luka disekujur tubuhnya. Goresan kecil yang menyakitkan cukup membuat Hera meringis kecil disela pelariannya.

 

Kesalahan yang dilakukan Hera mungkin sangat fatal kali ini membunuh anak dari Heerang Lamia. Memutus pernafasan Heerang anak yang tak berdosa, mengucurkan darah disela jemari lentik miliknya.

 

 

 

Lamia adalah Heerang ratu di Libya, yang dicintai oleh Zeus. Zeus telah berkali-kali bercinta dengan Lamia. Hera yang cemburu kemudian membunuh setiap anak yang dilahirkan oleh Lamia. Terus-menerus kehilangan anak, Lamia akhirnya menjadi gila.

 

 

 

Bukan hanya itu Hera membenci Pelias karena Pelias telah menodai kuil Hera dengan melakukan pembunuhan terhadap Sidero, nenek tirinya, di dalamnya. Hera kemudian menyuruh Iason dan Medeia untuk membunuh Pelias.

 

 

 

Bukankah sudah kukatakan jika Hera adalah Dewi yang memiliki sifat pendendam akut yang sulit dihilangkan, masih banyak lagi tindakan diluar nalar yang pernah dilakukan Hera. Jika  dijabarkan maka ada segudang kesalahan yang dibuat Hera pada semua orang.

 

 

 

Langkah kaki tanpa alas membuat Hera berkali-kali menginjak duri dan ranting kayu tajam yang terus saja menembus kulit kakinya. Tak pelak ranting yang ada diatas pohon juga menggores lengan dan anggota tubuh lainnya.

 

Akar kayu yang siap membuatnya tumbang dan berguling di curamnya jurang The Great Coconino Forest. Satu langkah mematikan Dewi Hera yang siap menenggelamkannya pada dasar curam hutan itu.  Hera berhenti ditepian jurang setelah mendengar teriakan dari pemimpin pasukan Akhahia.

 

 

 

“dia disana cepatlah” suara pemimpin pasukan Akhahia terdengar nyaring ditelinga Hera. Tidak ada lagi yang bisa dia lakukan selain melompat dan jatuh kebawah sana. Dia tidak akan rela jika harus mengalah pada Herakles.

“baiklah ini pasti akan terasa menyakitkan”

 

 

 

Hera bersiap melompat jika saja Akhahia tidak langsung menghujamkan panah tajamnya pada sisi kiri perut Hera. Berteriak kuat saat panah tajam menembus kulitnya dan menolehkan kepala kearah Akhahia.

 

 

“sialan” geram Hera.

 

“tetap disana Hera,  jika kau tidak diam bisa saja aku akan melepaskan kembali panah ini”

 

“lakukan saja” Hera tersenyum mengejek kearah Akhahia, dan setelah itu melompatkan dirinya kedasar curam yang tak terlihat ujungnya.

 

“dia akan mati” pekik Akhahia.

 

Para pasukan mendekat kearah tepian jurang dan melihat kearah bawah. Kerutan diarea dahi terlihat saat melihat tak ada tubuh Hera dibawah sana. Dimana Hera, jika dia mati dimata mayat wanita itu?. Pemimpin Akhahia menggeram marah, kepalan tangannya mengeras sehingga menampakkan urat-urat kekarnya.

 

 

 

“cari Dewi Hera sekarang juga, aku tidak peduli menemukannya sebagai mayat atau sebagai orang” perintah tegas Kangin, pemimpin pasukan Akhahia menggema di seluruh penjuru hutan. Darahnya seakan mendidih karena tidak mendapati tubuh Hera dibawah sana.

 

 

 

***

 

 

Kecepatan supernatural yang dimilikkinya seakan tak pelak jika hanya dilihat sekejab mata, butuh alat khusus jika ingin melihat pria dengan pakaian serba hitam yang dikenakannya.

 

 

 

Mata merah menyala saat mencari mangsa memudahkannya untuk melihat sejauh apapun yang diinginkannya.

 

 

 

Tubuh terbaring tak berdaya membuat si pemilik mata merah itu melesat mendekat dan mencium aroma tubuhnya.

 

 

 

“aroma yang berbeda” gumaman kecil terlontar dari bibir dengan taring di kedua sisinya. Mengangkatnya perlahan dan membawa pergi tubuh terkapar itu.

 

 

 

Seakan tak ada rasa takut pria itu melesat jauh dengan kekuatannya tanpa tahu jika ada sepasang mata kemarahan yang memandang dari atas langit.

 

 

 

***

 

 

Hera membuka kelopak matanya dan tertegun melihat kedua bola mata coklat gelap yang ada diatasnya. Mencoba bangun dan bertanya, namun suara bass itu membuatnya kaku. Sangat merdu, seperti alunan musik yang siap menidurkannya kembali.

 

 

 

“jangan banyak bergerak jika kau tidak ingin mati” Hera mengerutkan keningnya dan mencoba bangkit kembali.

 

“aakkhh” sakit yang ada diarea perut dan betisnya membuat Hera terdiam dan merabanya. Dia ingat luka ini. Luka karena Akhahia melesatkan panah tajamnya itu. Apa tidak ada lagi kekuatan dalam dirinya? Bagaimana bisa?

 

 

Luka goresan yang ada pada tubuhnya menghilang tanpa jejak. Matanya menangkap pria dengan mata coklat gelap itu dan memandang datar kearahnya.

 

 

Dia heran bagaimana bisa pria ini ada bersamanya? Bagaimana bisa seluruh lukanya menghilang?.

 

 

“bukankah sudah kukatakan, jangan bergerak” Pria itu membuka selimut yang membalut tubuh Hera dan menyingkap sedikit pakaian Hera.

 

“a..apa yang kau lakukan” Hera menahan tangan pria itu dengan tatapan tajam, berjaga-jaga apa yang akan dilakukan pria ini pada tubuhnya.

 

“apa kau akan membiarkan lukamu membusuk?” tanyanya. Hera melepaskan pegangan tangannya dan memalingkan wajahnya. “siapa namamu?” pria itu bersuara kembali. Hera diam, dia tidak mungkin menyebutkan jika dia  Dewi Hera bukan?

 

“Seohyun, panggil aku Seohyun”

 

“baiklah Seohyun, selamat datang di keluarga Cho”

 

 

 

Hera, sebut saja Seohyun memandang wajah itu dengan intens. Beberapa pertanyaan bersarang dihatinya. Apa pria ini benar-benar tidak tahu? Bagaimana bisa?. Jika saja pria ini tahu apa yang akan dilakukannya, pergi dari sini dan menjadi incaran Zeus dan Herakles. Dia tidak mau mendapat panahan dari Akhahia kembali.

 

 

“ada apa?”pria itu menganggkat wajahnya dan menatap Seohyun, Seohyun membulatkan  matanya dan berdehem keras.

 

“tidak” Seohyun membenarkan letak selimutnya dan berucap “terimakasih”

 

“Ne”

 

 

***

 

Hari-hari berlalu begitu cepat, satu minggu setelah kejadian itu Seohyun masih saja bersembunyi dibalik kamar milik keluarga Cho. Dibalik tirai yang menutupi seluruh cahaya masuk, berlindung dari ketahuan Zeus jika saja akan menemukannya.

 

 

 

Pintu terbuka dan menampilkan seorang pria dengan pakaian casual miliknya. Tersenyum kearah Seohyun dan memberikan semangkuk bubur pada Seohyun. Bubur inilah yang menemaninya selama satu minggu, makanan favoritnya sekarang.

 

“makanlah” perintah nya.

 

“setelah ini bisakah aku keluar dari kamar ini?” tanya Seohyun pelan sembari menyuapkan satu sendok bubur kearah mulutnya.

 

“ya, kau akan mendapatkannya”

 

“terimakasih”

 

 

 

Seohyun menghabiskan makanannya dalam diam, ada yang aneh pada Cho akhir-akhir ini dia selalu lebih diam, walaupun sering tersenyum pada Seohyun. Dia bingung jika harus bertanya pada pria itu karena mereka tidak benar-benar dekat seperti kelihatannya. Bahkan sampai sekarang Seohyun tidak tahu seperti apa keluarga Cho dan rupanya. Selama dia ada disini hanya Cho yang selalu masuk dan keluar dengan kehendaknya seakan hanya kami berdua yang hanya ada didalam rumah.

 

 

“ada apa denganmu?”

 

“tidak ada, cepat selesaikan makanmu dan kita keluar” Seohyun mengangguk dan tersenyum kecil kearah Kyu-Hyun, hatinya resah hari ini entah karena apa. Apa karena Cho yang menyembunyikan sesuatu darinya atau hanya perasaannya saja.

 

 

***

 

 

Cho benar-benar menepati janjinya dengan membawa Seohyun keluar. Pasar kecil yang ada ditengah hutan ini memberikan kesan sederhana akan kota ini. Dia dapat melihat seluruh kota hanya dengan sekali putaran saja. Tidak jauh dan tidak berbelit-belit. Banyak anak kecil disini, di pasar ini. Cukup menyenangkan mendengar suara ribut yang diciptakan oleh orang-orang dipasar. Berapa harga ini? Apa bisa lebih murah?.

 

 

“aku akan mengingat jalan Cho” Dia melirik kearah Cho dan tersenyum.

 

“untuk apa?”

“agar tidak tersesat jika kau membutuhkan bantuanku kepasar”

 

“Kyu-Hyun” pria itu berucap, Seohyun kaget dan menoleh kearah pria itu.

 

“apa?”

 

“panggil aku Kyu-Hyun” Seohyun mendengus kesal dan melipatkan kedua tangannya diepan dada.

 

“setelah sekian lama kita satu rumah baru menyebutkan namamu?”

 

“aku sudah menyebutkan margaku”

 

“itu marga Cho Kyu-Hyun” ucap Seohyun geram.  Seohyun melirik Kyu-Hyun yang diam menatap sebuah rumah kecil diujung jalan hutan ini dengan tatapan, entahlah bisa dikatakan sedih dan kacau. “apa yang kau lihat?”

 

“tidak ada” Kyu-Hyun memutar tumitnya menuju rumah kembali pulang.

 

“dimana keluargamu?”

 

“mereka?”

 

“ya.. bukankah saat pertama kali kau bilang selamat datang di keluarga Cho? Bukankah itu tandanya kau ada bersama keluarga mu?”

 

“ya, hanya aku yang tersisa.”

 

“kemana mereka?”

 

“mati”

 

“apa!! Bagaimana bisa?”

 

“Zeus datang dan membawa eomma ku dan kakak perempuanku”

 

“b..bagaimana bisa?”

 

“dia datang dan pergi, begitulah. Appa mati saat melawan Zeus, aku sudah tidak tahu bagaimana kabar eomma dan nuna”

 

“siapa yang kau bawa Zeus” batin Seohyun bertanya. Seohyun masih menatap Kyu-Hyun dengan tatapan sedih, ini yang dia sembunyikan?.

 

 

 

Seohyun diam, namun ada suara aneh yang masuk kedalam pikirannya, . pikirannya memang kacau sejak masuk kedalam pasar. Keahlian membaca fikirannya kembali, namun dia kembali tidak bisa mengendalikannya. Ini sangat tidak beruntung untuknnya. Dia pasti kembali tidak bisa tidur saat malam hari.

 

 

Bagaimana aku bisa hidup

 

 

Tuhan tolong aku

 

 

Apa aku harus mengambil ubi itu

 

 

Seohyun menoleh kebelakang dan tepat saja, dia melihat seorang anak kecil mengambil satu biji ubi ditangan kirinya. Pakaian lumus memberi kesan kesengsaraan pada dirinya. Wajah kumuh dengan beberapa lumpur yang ada diwajah kecilnya. Anak  laki-laki itu sangat membutuhkan makanan.

 

 

“apa yang kau lihat?” Seohyun mengalihkan pandangannya menghadap Kyu-Hyun dan menggeleng pelan.

 

“tidak” ujar Seohyun. Seohyun mengamit lengan Kyu-Hyun dan menyeret Kyu-Hyun pergi dari pasar untuk menuju rumah.

 

 

 

***

 

 

Seohyun mengambil sehelai jaket dan mengikuti tarikan tangan Kyu-Hyun yang menyeretnya keluar rumah.

 

 

Kembali masuk kedalam hutan dengan tarikan kuat dari jemari Kyu-Hyun. Jaket tebal yang menyelimuti tubuhnya seakan tidak mempan jika hanya satu lembar. Rintik hujan deras yang sudah hampir membasahi seluruh tubuhnya dan angin kuat yang menusuk seluruh tulang. Dia pasti akan mati beku jika saja jaket ini tidak ada.

 

 

Apa yang akan pria ini lakukan ditengah malam dan hujan deras ini.

 

 

“kita akan kemana Kyu-Hyun?”

 

“ikuti saja aku” pinta Kyu-Hyun.

 

 

Mereka berjalan dengan cepat menuju rumah yang beberapa jam lalu dilihat oleh Kyu-Hyun siang tadi. Apa lagi sekarang, apa yang akan mereka lakukan disana? Rumah tua dengan lumut didinding kayu reotnya. Ini bahkan sudah tidak layak disebut rumah.

 

 

Kyu-Hyun membuka pintu tua yang berderik itu pelan dan memasukkan kepalanya sedikit. Pancaran kemarahan ada disana. Perubahan mata yang siap terjadi ditepis kuat oleh pikiran Kyu-Hyun.

 

 

“kau sudah datang” suara pria yang sangat tidak ingin Seohyundengar masuk kedalam pendengarannya.

 

“ya”

 

“kau membawanya?”

 

“tentu saja, dan apa kau membawa eomma dan nuna ku?”

 

“aku membawanya” Zeus menyeret dua orang wanita dengan pakaian compang camping kehadapannya. Dan satu wanita dengan tatapan nanar kearah Kyu-Hyun.

 

“Kyu-Hyun-ah” lirih wanita itu.

 

“nuna” Kyu-Hyun menggeram kesal, bisa-bisa nya pria tidak berperasaan ini membuat kedua orang wanita yang disayanginya seperti ini.

 

 

Seohyun diam, tak bergerak. Takut dan marah pada Kyu-Hyun yang bisa-bisanya menukarnya dengan dua wanita miliknya.

 

 

“sejak kapan kau tahu?” geram Seohyun. Kyu-Hyun membalikkan tubuhnya dan menatap Seohyun sendu.

 

“maaf” Kyu-Hyun mengangkat kepalanya menatap Seohyun yang beruraian air mata. “Lamia, dia ibuku. Kau menyakitinya dengan membunuh semua anaknya”

 

“tidak mungkin” Seohyun melepaskan genggaman tangan Kyu-Hyun “berarti kau adalah salah satu anaknya?”

 

“ya” Seohyun menggeleng keras dan berjalan mundur kebelakang. Dan sedetik kemudian Seohyun berlari dengan segala kekuatannya, sudah tidak dipungkiri lagi jika segala kegundahan hatinya sudah terkumpul menjadi satu dalam emosi.

 

 

Ini terulang kedua kalinya. Pertama saat dia melarikan diri dari langit, dari tangan Zeus dan Herakles.

 

 

 

Baju yang  saat pertama kali tergerai indah ditubuhnya sudah bercampur keringat dan lumpur mengering ditepian  bawah roknya.

 

 

 

Kekuatan membaca fikirannya masih sedikit tertinggal didalam tubuhnya. Ini akan menjadi penyelamat hidupnya untuk sementara.

 

 

 

Makin masuk kedalam hutan adalah pilihannya saat ini, gelap dan dingin. Itulah yang bisa dia rasakan. Apa yang Kyu-Hyun lakukan adalah menyakitinya.

 

 

BRUKK..

 

 

Seohyun tersungkur dengan lutut menyentuh tanah terlebih dulu, meringis kecil saat menyadari luka menganga sudah terbingkai indah dilututnya.

 

 

Mata merah pekat dengan taring di kedua sisi bibirnya membuat Seohyun bergindik ngeri, dia takut jika saja pria ini menyakitinya. Tentu saja dia tahu jenis apa yang ada dihadapannya sekarang. Vampir berdarah dingin. Wajah pucat yang mengerikan membuat Seohyun merangkak mundur. Tak mampu berdiri karena luka di bagian lututnya yang cukup lebar saat terjembab tadi.

 

 

 

“jangan lari, aku Donghae. Kau kekasih Kyu-Hyun bukan?” Seohyun terdiam menatap Donghae, dan detik berikutnya Seohyun mendapati dirinya mengangguk pasti. “ikut aku” Seohyun mencoba berdiri namun percuma, dia  kembali terduduk dan meringis keras.

 

 

 

Donghae mendengus dan mencoba mendekati Seohyun. Dia menggeram pelan karena mencium bau dan aura tubuh Seohyun.

 

 

“astaga baumu, kau bukan manusia” Seohyun mengangguk dan memeluk erat leher Donghae.

 

“maaf, aku memang bukan manusia” Donghae mengangguk mengerti dan melompat tinggi menjauhi hutan, dan tanah dibawah sana. Menghilang dibalik tingginya gunung dan bersembunyi didalam gua.

 

 

Seohyun melihat kebawah dan seketika membulatkan kedua bola matanya. Ini sangat tinggi. Pegangan tangannya kian menguat setelah melihat kearah bawah, dia takut dan tidak yakin akan hidup jika sudah jatuh kebawah sana.

 

***

 

Donghae membalut luka Seohyunmenggunakan kain dari jubah miliknya, mengendus bau tubuh Seohyunmembuatnya gila dan siap kapan saja menancapkan giginya di kulit mulus milik Seohyun.

 

 

“Donghae-ssi” Donghae menoleh mengangkat wajahnya angkuh.

 

“ada apa” Seohyunbangkit dan duduk bersandar didinding gua.

 

“terimakasih”

 

“jangan bergerak lagi, jika kau tidak ingin darah mu habis aarrgghh” Donghae mengusap kepalanya kasar “bau dan auramu, aku bisa gila. Aku tidak bisa disini” Donghae bangkit dan mencoba pergi menjauh.

 

“jangan pergi” gumam Seohyun.

 

“Kyu-Hyun akan datang, ViMun sepertinya pasti akan cepat datang kesini”

 

“apa maksudmu?” Seohyun heran dengan sikap Donghae yang membuatnya bingung sekarang.

 

“dia adalah keturunan Amun. Amun berarti ‘yang tak terkalahkan’. Dia digambarkan sebagai Heerang pria yang memakai dua bulu di kepala.Amun dianggap sebagai raja dewa. Dia juga dikenal sebagai Amon, Amin, dan Amum.Ketika disebut sebagai Amon, dia digambarkan memiliki seekor domba jantan, angsa, dan banteng sebagai hewan sucinya.Kuil besar Karnak dibangun untuk memuja Amun dalam statusnya sebagai raja para dewa. Dia juga menjadikan dirinya sebagai vampir, aku yang mengigitnya” ujar Donghae

 

Seohyun terdiam dan berfikir. Tidak heran jika Kyu-Hyun tahu. Ini akan menjadi rumit. Seohyun kembali menggeleng dan menatap Donghae meminta penjelasan apa lagi yang harus dia lakukan.

 

 

“bagaimana dengan eomma dan nuna nya?”

 

“mereka sudah ditempat yang aman. Kyu-Hyun membawanya dengan  perpindahan waktu”

 

“baiklah”

 

 

Seohyun tak berkata apa-apa lagi. Dia sangat bersalah, marah dan kesal pada Kyu-Hyun. Sekarang saja, dia mendapat pertolongan dari Kyu-Hyun? Sebut saja perantara Kyu-Hyun. Haruskah dia berterimakasih pada Kyu-Hyun? Atau dia harus marah dan meneriakinya seperti orang gila?.

 

 

“aku harus pergi” Seohyun mengangkat kepalanya setelah melihat Donghae berdiri dihadapannya, tatapan bertanya dilontarkan Seohyunpada Donghae,  Donghae mendengus keras dan berbalik “aku tidak yakin jika harus besamamu dengan waktu yang lama” lanjut Donghae. Seohyunmengangguk mengerti dan tersenyum pada Donghae.

 

“baiklah dan terimakasih” Donghae tersenyum dan detik berikutnya berlari dan melompat, menghilang di ujung gua sana meninggalkan Seohyundalam gelapnya malam dan rintik hujan.

 

 

 

Seohyunterdiam cukup lama, tidak ada orang lain selain dirinya disini. Sisi gelap disebelah kanannya membuat remang seluruh bulunya. Tidak ada yang bisa dia lakukan selain menunggu dan menunggu. Menunggu Kyu-Hyun datang dan menjemputnya.

 

 

“kau baik-baik saja?” Seohyun menoleh dan mendapati Kyu-Hyun ada diujung gua. Bergerak secepat kilat dan menghebuskan nafas terengah didekatnya.

“kau sangat cepat” gumam Seohyun. Kyu-Hyun menyeingai kecil dan memegang pundang kecil Seohyun.

 

“bukankah kau juga bisa secepat aku?” ujar Kyu-Hyun. Seohyun menggeleng dan menghembuskan nafasnya lelah.

 

“tidak untuk sekarang” Kyu-Hyun mengerti, mendudukkan tubuhnya dan memejamkan matanya.

 

“kau sudah tahu aku yang sebenarnya?”

 

“ViMun” gumam Seohyun. “bagaimana bisa?”

 

“ayahku adalah Amun sedangkan eomma manusia biasa, kau pasti sudah mendengarnya dari Donghae bukan?” tanya Kyu-Hyun.

 

“ya, bagaimana bisa kau tahan berada didekatku?”

 

“pengendalian diriku sangat kuat” ucapan sombong Kyu-Hyun membuat Seohyun mau tak mau mendengus kecil tak percaya, bagaimana bisa ada vampir sepertinya.

 

“sekarang apa” gumam Seohyun. Kepalanya menoleh kearah kiri dan menatap Kyu-Hyun “kenapa kau tidak menarik paksa aku, dan membwaku pada Zeus?”

 

“aku tidak akan membiarkan kau berada didekatnya” Seohyun membulatkan mataya, apa maksud pria ini. “setelah eomma dan nuna sepeti itu, aku tidak yakin menyerahkanmu pada Zeus” Kyu-Hyun membuka matanya dan menatap Seohyun. “percaya padaku, dan tetap disisiku” Seohyun mengangguk kan kepalanya dan memejamkan mata sebentar.

 

“aku percaya padamu”

 

 

 

***

 

 

 

Seohyun membuka matanya saat tak sengaja mendengar suara mengeram parah didekatnya. Bahkan ini masih malam untuk bangun tetapi kenapa pria yang ada disebelahnya seperti orang kelaparan. Tunggu, apa kelaparan?

 

 

 

Seohyun membulatkan matanya setelah melihat mata Kyu-Hyun berubah merah dengan taring yang keluar, ditambah ada sedikit bulu putih disekitar bahunya.

 

 

“apa yang terjadi padamu” tanya Seohyun panik. Seohyun mencoba menyentuh pundak Kyu-Hyun, namun ditepis kuat olehnya “berbicaralah, aku sangat takut”

 

“apa aku bisa meminta darahmu” ucap Kyu-Hyun sembari mengerang kuat “tubuhku serasa terbakar sekarang” lanjut Kyu-Hyun lirih. Seohyun merangkak mendekat kearah Kyu-Hyun dan menyeahkan tangannya pada bibir Kyu-Hyun.

 

“aku percaya padamu” Kyu-Hyun menggigit kasar tangan Seohyun dan menghisap keluar darah milik Seohyun. Manis.

 

Sedangkan Seohyun, nyawanya seakan terangkat dengan adanya bayangan-bayangan seperti klise film yang terputar diotaknya.

 

 

“kau bukan manusia menjauh dari kami, pergi” manusia dengan segala ego mengusir dan mendoong kuat lengan Heerang anak kecil. Rasa geram bersarang diwajahnya, benci dan marah. Meninggalkan taman itu dan berjalan masuk kedalam hutan, mengambil kayu dan melemparkannya kearah seekor rusa. Menembus jantung hewan itu, mati tak berdaya dengan daah mengucur keluar.

 

 

Inilah dia bukan manusia seutuhnya.

 

 

“gigit aku” ucap anak kecil itu.

 

“apa maksudmu” lawan bicaranya mengerutkan kening dan mendekat kearah laki-laki kecil itu.

 

“gigit aku” ulangnya.

 

“kau tahu, kau akan menyesal” gigi taring yang menancap di kerongkongan anak kecil itu mengeluarkan darah, cairan bening berganti masuk kedalam tubuhnya. Mengejang dan berteriak kuat. Kesakitan dan merintih di dalam pelukan vampire kecil itu.

 

“aku hanya mengikuti perintahmu Kyu”

 

 

 

Seohyun mengerjabkan matanya, kepalanya menoleh kesamping dan tidak mendapati Kyu-Hyun ditempatnya. Pandangannya beralih pada tangan yang berbalut kain hitam. Rasa nyeri tertinggal disana. Ingatan yang berputar, mengingat jelas bayangan hidup seorang Cho Kyu-Hyun.

 

 

Tubuhnya mencoba bangkit jika saja Kyu-Hyun tidak menahannya untuk kembali berbaring. Kecepatan yang tidak Seohyunragukan lagi.

 

 

“berbaringlah” Seohyun mengangguk. Mencoba berbaring dan memejamkan mata.

 

“Kyu..”

 

“hemm” Kyu-Hyun bergumam pelan

 

“kembalikan saja aku pada Zeus” elusan tangan Kyu-Hyun berhenti, tatapan tajam terlontar pada Seohyun, Seohyunsadari itu. “jika aku tetap bersama mu kau akan celaka, Zeus bisa saja kembali mengambil Lamia dan nuna mu” jelas Seohyun.

 

“tidak” bantah Kyu-Hyun. “aku tidak akan membiarkanmu maupun keluarga ku kembali pada pria brengsek sepertinya” Seohyun menghembuskan nafas lelah. Dia lelah dengan semua ini, dia sadar dengan melihat kehidupan Kyu-Hyun dimasa lalu. Ini salah. Pria yang mengejek Kyu-Hyun adalah Zeus.

 

“kau tahu..” Kyu-Hyun mengangkat kepalanya dan mengelus lengan Seohyundengan lembut “pria kecil yang mengejekmu dimasa lalu? Kau tahu pria itu?”

 

“bagaimana bisa kau tahu?”

 

“banyak yang  tidak kau ketahui tentang diriku Kyu, bahkan aku lebih tua darimu 700 tahun”

 

“itu bukan masalah, katakan padaku bagaimana kau bisa tahu?”

 

“apa kau lupa bahwa aku Dewi Hera?” Seohyun melepaskan tangan Kyu-Hyun dan menatapnya serius.

 

“dia shim changmin” ujar Kyu-Hyun.

 

“dia Zeus” Kyu-Hyun mengangkat kepalanya dan menatap Seohyundengan tatapan bertanya “Zeus adalah changmin, dia adalah suamiku” Kyu-Hyun tersentak dan melepaskan tangannya dari tubuh Seohyun. Kaget memang. Namun inilah kenyataannya.

 

“bagaimana bisa?”

 

“sudah kukatakan banyak yang tidak kau ketahui” Seohyun bangkit dan mencoba tersenyum kearah Kyu-Hyun “terimakasih untuk segalanya Kyu, kau merubahku menjadi lebih baik” berjalan dengan tertatih menuju keluar gua dan melompat kebawah.

 

 

 

Kyu-Hyun masih dalam posisinya, terdiam pikirannya berkecamuk bukan karena fakta Changmin adalah Zeus namun fakta Changmin adalah suami Seohyun, ini agak tidak mungkin. Karena dari aura Seohyun, yang tercium dia adalah seorang gadis bukan seoerang wanita. Ada apa dengan penciumannya?.

 

***

 

 

 

Seohyun menolehkan kepalanya kesegala arah, kini yang menemaninya adalah ranting yang membentuk wajah menakutkan didalam kedua bola matanya. Setelah melompat dari dalam gua kakinya terasa sedikit nyeri , membentur sebongkah kayu yang ada diujung bawah gua sebelumnya.

 

 

“apa yang kau lakukan disini” Seohyun menghentikan langkahnya dan memejamkan matanya. Apa yang akan dia katakan pada pria ini, pria yang ada dibelakangnya. “wae? Kenapa kau diam saja” Seohyun membalik tubuhnya untuk menghadap Donghae dan tersenyum lemah.

 

“apa lagi yang bisa kulakukan selain lari sejauh mungkin dari sisi Kyu-Hyun, aku tidak bisa tetap bersamanya. Aku akan membahayakan untuknya dan keluarganya” bagaikan angin yang berhembus Donghae mendekat kearah Seohyundan mencengkram kedua bahunya. Selain tak tahan dengan aura tubuh Seohyun, Donghae juga tak habis fikir dengan apa yang dilakukan Seohyunsekarang.

“apa yang kau fikirkan eoh? Kau bisa saja di tangkap pasukan Akhahia dan Herakles. Apa kau masih berfikir untuk tetap bersama Zeus” bentak Donghae. Seohyun menatap Donghae lekat. Bahkan dia tidak tahu apa yang dia lakukan sekarang ini. Menyerahkan diri pada Zeus dan akan berakhir di penjara bawah tanah, itu akan membuatnya gila.

 

“aku tidak tahu apa yang ku fikirkan” lirih Seohyun. Seohyun menatap Donghae dengan tatapan harapan yang besar, sedangkan Donghae tak tahu apa yang di fikirkan gadis yang ada dihadapannya ini “bukankah kau vampire, kau pasti bisa melihat masa depan bukan? Beri tahu aku, apa yang harus ku lakukan” Donghae melebarkan matanya dan melepas genggaman tangannya di bahu Seohyun.

 

 

“aku tidak bisa” ujar Donghae sembari menggeleng keras.

 

“wae? Bukankah kau vampire? Beritahu aku. Aku bahkan tidak bisa berfikir sekarang. Aku tidak ingin kembali pada Zeus dan tidak ingin membuat Kyu-Hyun hancur” Seohyun meraih tangan Donghae dengan tatapan memohon. Memohon agar Donghae memberi tahu apa yang harus dia lakukan untuk masa depannya.

 

“aku tidak bisa…” Donghae melepas genggaman tangannya dan menggeleng “bukan aku, tidak semua vampire bisa melakukan hal itu. Kyu-Hyun. Dia bisa” Seohyunmundur selangkah dan menggeleng.

 

“tidak”

 

“dengar. Kyu-Hyun, dia akan menemukanmu cepat atau lambat. Dengan aura tubuhmu yang kuat aku yakin vampire sepertinya sangat mudah untuk menemukanmu”

 

“bawa aku pergi” lirih Seohyun. “jebal”.

 

 

***

 

 

Donghae menatap wajah lelap Seohyun dalam diam, apa yang di fikirkannya saat ini. Membawa kabur seorang Dewi yang di incar? Dia akan mati jika sampai tertangkap.

 

 

Menatap kedua mata Seohyun membuat diri Donghae merasa aneh. Rasa ingin melindungi dan tetap ada disisinya lebih mendominasi, itulah kenapa Donghae bisa menemukan Seohyun yang baru saja lari dari tangan Kyu-Hyun.

 

“apa ini benar?” gumam Donghae. Dia bisa saja menyerahkan Seohyun pada Zeus dan mendapatkan bayaran setimpal untuk ini. Tetapi, dia seakan tidak rela.

 

Mungkin untuk beberapa saat para pasukan Akhahia dan Herakles tidak akan menemukannya di dalam rumah kecil miliknya ini. Tetapi dia tidak yakin jika Kyu-Hyun tidak akan menemukannya.

 

“gomawo” Donghae tersadar dan mengalihkan perhatian nya pada Seohyun yang kini sudah berusaha bangkit dari tidurnya.

 

“aku tidak tahu kapan tepat nya Akhahia akan menemukan rumah ini, tetapi aku yakin Kyu-Hyun akan menemukan rumah ini dengan cepat” Seohyunmenundukkan kepalanya dan memijit pelipisnya pelan.

 

“apa yang harus ku katakan jika Kyu-Hyun ada disini”

 

“kau cukup mengatakan kau tidak ingin dia berada disini” jawab Dongahe asal.

 

“apa dia akan menerimanya”

 

“mungkin saja” Donghae beranjak meninggalkan Seohyun yang termenung menatap lantai. Fikiran kosong yang membuatnya melayang entah kemana.

 

“kau mau kemana?” tanya Seohyun spontan. Donghae membalikkan tubuhnya menghadap Seohyun dan tersenyum kecut.

 

Apa dia harus bilang jika dia harus pergi dari rumah ini sebelum dia menerkam dan menghabiskan seluruh tetes darah Seohyun. Donghae bukanlah tipe orang yang suka berbohong dia akan mengatakan yang sebenarnya, sekalipun itu adalah hal yang mengerikan. Dia tetap mengatakannya.

 

 

Selain harus keluar dan menghindari Seohyun dengan aura tubuh yang membuatnya gila, Dongahe juga harus melakukan sesuatu yang satu orang pun tidak tahu.

 

 

“apa kau akan membiarkan aku tetap disini dan menghabiskan setiap tetes darah yang ada dalam tubuh manis mu itu?” Donghae mengeluarkan lidah dan menjilat sisi bibirnya pelan dihadapan Seohyun.

 

Seohyun bergindik ngeri melihat tingkah Donghae yang menuru nya aneh, seperti ingin menghisap habis seluruh darah manisnya ini. Tetapi itu mungkin tidak akan terjadi, Kyu-Hyun akan membunuhnya.

 

 

“jika kau menghisap darahku, Kyu-Hyun akan membunuhmu” protes Seohyun. Donghae dengan secepat kilat mendekat kearah Seohyun, seperti angin yang berhembus, Donghae sekarang sudah berada lima senti depan wajahnya.

 

“dan jika aku menghisap darahmu maka kau akan menjadi seperti aku” Donghae memalingkan wajahnya pada ceruk leher Seohyun yang menggoda. Menjilat nya sekilas dan tersenyum miring.

 

Seohyun memalingkan wajahnya dan mendorong keras tubuh Donghae yang ada dihadapannya. Ada banyak pertanyaan yang terselip di dalam hati Seohyunsekarang, kenapa Donghae mau menolongnya dan menyembunyikannya didalam rumah ini.

 

 

“pergilah” usir Seohyun. Donghae membulatkan mata dan segera menegakkan tubuhnya.

 

“jika kau bukan pacar Kyu-Hyun, kau pasti sudah mati sekarang. Baiklah, aku pergi” Donghae berlari kencang keluar dari rumah kecil itu dan menghilang dari pandangan mata Seohyun.

 

“dan jika aku bukan pacar dari seorang Kyu-Hyun sudah dipastikan aku sudah mati ditangan Zeus sekarang”

 

 

Seohyun merebahkan tubuhnya dilantai kayu lumus yang diselimuti sedikit lumut itu.air matanya menetes perlahan jika mengingat masalah yang ada dipundaknya sekarang. Dia bagaikan “Kayu rapuk yang siap ditebang”. Dia bahkan sangat rapuh sekarang, apa dia bisa tetap bersembunyi dari Zeus yang  status nya adalah suami sah nya?.

 

 

***

 

 

Matahari menembus retina cokelat milik Seohyun, silau nya bahkan membuat nya kembali memejamkan mata. Seohyun memutar kepalanya mencari pria yang sudah menyelamat kan nya kemarin. Dimana, apa dia tidak pulang? Itulah yang ada didalam fikirannya sekarang.

 

 

“berhentilah membuatku gila, kembalilah padaku”

 

 

Seohyun menggelengkan kepalanya, tangannya terangkat untuk menyentuh kepalanya yang sakit sekarang. Apa mungkin dia bisa membaca fikiran hingga jarak sejauh ini? Tentu tidak mungkin, lalu apa yang dia dengar tadi. Dia jelas hapal dengan suara bass itu. Itu Kyu-Hyun.

 

 

Seohyun menegakkan tubuhnya dan berjalan sempoyongan keluar rumah. Pandangannya menyipit melihat pemandangan luar rumah ini. Sangat gelap dan sangat banyak pohon yang menjulang tinggi. Meskipun beberapa sinar matahari masuk disela celah ranting daun dari pohon tinggi itu, tak membuat kesan mengerikan menghilang begitu saja.

 

 

Jika saja Seohyun masih ada dilingkaran istana dia pasti masih duduk berselunjur kaki dibawah pohon persik indah yang ada disamping kamarnya.

 

 

TBC >>

Hahaha ini adalah FF fantasy pertama aku -,- jadi maklum aja ya wkwk :v

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Change Me part 1

  1. Gilaa thorr, keren bgt ff fantasy nyaa. Konfliknya keren parah, suka banget sama genre2 beginian. Duh author berbakat bgt bikin ff fantasy. Next thor, ditunggu banget banget kelanjutannya~

    Like

  2. Ceritanya bagus kok.
    Kayaknya donghae punya perasaan sama seohyun deh. Tapi semoga gak jadi orang ketiga di hub seokyu.
    Btw seohyun kok kejam amat yaa disini sampe membunuh anaknya lami. Semoga kyu bisa ngerubah seohyun biar gak jadi dewi pendendam.
    Nextttnya jangan lama2 kak

    Like

  3. wahh, greek myth! Suka suka. Bagus bgt. Cara penulisannya juga suka, rapi.
    Itu Seo beneran langsung jadi kekasihnya Kyu? Kok bisa Donghae bilang gitu?
    Waktu tahu Zeus suaminya Seo kok Kyu langsung shock? Uwaahhh, jangan* suka ya?
    Kyu semoga bisa melindungi Seonni dari Zeus.
    Ahh, pengen baca lanjutannya. Nexttt, ya. Fightinggg!

    Like

leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s