HOME 

Author : ©ALMANNIE

cast :

– Seo Joohyun

– Cho Kyuhyun

-Other

Ganre : Romance, sad, angst, find by yourself.

Decslaimer : Permisi, Almannie balik lagi dengan ff baru. gak tahu ini bisa di sebut romance atau enggak.

Home ini aku dapatkan dari lagunya Ailee Home sama Insane. serta Twice 1 to 10.

Okelah, aku terlalu banyak bacod. jangan lupa tinggalkan jejak juseyo,

Recomendasi lagu sebelum membaca ff ini.

1. Ailee-Insane 

2. Ailee-Home

3. Bts-Lost

4. The Ark-Light

Sorry for typo.

And Happy reading.

××××

Seoul, South Korean, 2016.11.20.

Sosok gadis itu mendudukan tubuhnya pada sebuah kursi panjang di Taman. di wajahnya sama sekali tidak ada senyuman. entahlah, mungkin gadis i i sedang berduka, atau mempunya masalah, ata bagaimana… entahlah tak ada yang tahu. kecuali gadis itu sendiri dan tuhan.

Bulan november, dimana musim gugur terjadi. dimana seluruh daun berjatuhan kebawah. bagaikan hujan daun kering yang seolah mengotori jalanan.

Wajah gadis itu menoleh kearah kesamping nya, seolah-olah ia dapat melihat sosok seorang pria tampan yang selalu di tunggu tunggu olehnya selama ini.

“Kau bersedih?” sosok tampan itu seolah berbicara padanya. membuat senyuman gadis itu terbit, walaupun tipis. 

“Kyuhyun~” gumamnya pelan, “Aku merindukanmu.

” sosok itu tertawa kecil, “Aku juga merindukanmu, Seohyunnie.” Kemudian, sosok tampan bernama lengkap Cho Kyuhyun itu memandang kearah sungai Han di depanya.

Gadis itu menghela nafas, tampak gusar dengan wajah cemberutnya. “Aku begitu merindukanmu, hingga aku bisa melihat halusinanimu, Kyuhyunnie.”

Kyuhyun terkekeh kecil, “Akan ada saatnya, sayang.”

Gadis itu berdiri dari tempat duduknya. kemudian berlalu dari sungai han. entah kemana saat ini tujuanya, yang pasti, Seohyun tidak mau berada di kursi panjang itu. ia pasti sudah gila bisa berhalusinasi tentang Kyuhyun.

Matanya mengosong, ia hanya mengikuti kemana langkah kakinya menuntun dirinya. bagaikan kehilangan arah, Seohyun terus berjalan tanpa menoleh kebelakang. ia bagaikan gadis yang kebingungan untuk menemukan jalan pulangnya.

Untuk saat ini, bisakah ia berharap untuk melihat Kyuhyun sekali saja? ia terlalu merindukan sosok pria itu hingga membuatnya gila. ya gila dengan delusi-delusinya akan pria tampan itu.

“Kyuhyun,” gumamnya pelan, “Aku mau pulang, tolong bantu aku.” air matanya mengalir. tidak peduli dengan tatapan heran para pejalan kaki lainya.

Bagi seorang Seo Joohyun, rumah adalah tempat dimana ia bisa kembali, setelah melakukan perjalanan sesat, suka dan duka yang panjang. dan ketika ia lelah serta berbuat sesuatu yang tidak mengenakan, rumah adalah tempat pertama yag akan menjadi penenang dan pembelanya, disaat orang lain menghujam nya.

Rumah, sebuah kata yang sulit untuk di definisikan. berbagai spekulasi banyak tertanam di otak ketika mendengar kata rumah.

Bagi seorang broken home,  rumah adalah tempat neraka yang begitu memuakkan ketika mendengar kata rumah di sebut. bagi seorang yang normal,  rumah adalah tempat segalanya. dimana bisa berbagi bersama keluarga dan bercanda bersama, berbagi kehangatan dan kebersamaan. bagi seorang lonely,  rumah adalah tempat yang menyeramkan. karena rumah begitu sepi.  dan bagi seorang yang dalam tanda kutip lost, rumah adalah segalanya. dimana ia telah melewati perjalanan yang jauh, dan rumah adalah tempat dimana ia kembali.

Banyak orang yang menyepelekan tentang rumah, namun pada kenyataanya rumah begitu penting bagi seluruh makhluk hidup. entah ‘rumah’ dalam definisi apa. apakah rumah dalam definisi rumah, atau rumah dalam definisi kembali kepada Nya, kembali kepada sosok yang menciptakan bumi dan langit serta seisinya.

“Oppa,” Seohyun mendongak, “Bantu aku.”

×××

One years ago,

Tidak peduli, seberapa intervert orang tersebut, orang tersebut membutuhkan hal yang bernama Cinta.

Cinta. satu kata berjuta makna. yang bisa berujung pada kesedihan atau kebahagiaan. jika ingin bertanya berapa skor yang pantas untuk mendapat kebahagiaan itu, maka jawabanya 50:50. tergantung bagaimana kita menyikapi masalah percintaan itu sendiri. dalam Cinta semua bisa salah dan benar.

Dan sosok Seohyun adalah salah satu dari sekian banyak orang di dunia ini yang tergolong kedalam orang yang intervert..dimana segalanya ia selalu bersikap apatis kepada siapapun dan melakukan semuanya sendiri. karena bagi Seohyun, hidup berkelompok belum tentu bisa menemukan yang terbaik. terkadang karena hidup berkelompoklah kita sering ditusuk dari belakang oleh teman kita. tidak, Seohyun bukan bersikap jika ia tidak ingin ditusuk dari belakang. mengantisipasi itu lebih penting ketimbang bersikap sembrono.

Namun semua pendiriannya berubah ketika seorang pria memasuki kehidupan nya. sosok pria yag bertanggung jawab dan mampu membuatnya terus tersenyum. dan pria itu adalah kakak kelasnya di campus. namanya Cho Kyuhyun, jurusan Hubungan International. tampan dan cerdas. senyuman sosok Cho Kyuhyun mampu membuatnya meleleh hanya dalam sekejap mata.

Seohyun dan Kyuhyun selalu menghabiskan waktu bersama, saling menghormati satu sama lain sebagai kodrat perempuan dan laki-laki yang mempunyai batas. mereka menjalin hubungan dengan begitu suci. Kyuhyun selalu menghormati Seohyun sebagai perempuan, dimana ketika bertemu mereka hanya bergandengan tangan dan ketika berpisah Kyuhyun akan mengecup kening Seohyun.

Karena, ada batas ketika perempuan dan laki-laki bertemu. pacaran pun ada batasnya tersendiri, dan hal itulah yang membuat Kyuhyun menghormati Seohyun.

Begitu pula Seohyun yang menghormati Kyuhyun sebagai seorang pria. dimana kadang kala Kyuhyun harus bekerja sampingan untuk membiayai kehidupannya sendiri dan membayar uang kuliyah dari hasil kerja kerasnya. Seohyun juga menahan rasa cemburunya ketika Kyuhyun selalu mendapatkan banyak teman perempuan ketimbang pria. tapi sekali lagi, Seohyun menghormati Kyuhyun sebagai pria.  dimana semua pria di dunia ini rata-rata ingin bebas tanpa ada kekangan dari gadisnya.  yang terkadang sifat posesif gadislah yang membuat sang pria risih sendiri.

Dan masa-masa itu begitu Indah. sampai pada malam hari, Seohyun menerima telpon dari rumah sakit.  mengatakan padanya bahwa kekasihnya, Cho Kyuhyun masuk rumah sakit. Seohyun yang memang tidak tahu kenapa kekasihnya masuk rumah sakit pun segera mendatangi rumah sakit tersebut. bagaimana pun juga, Kyuhyun dan dia adalah yatim piatu. dimana keduanya sama-sama tidak memiliki orang tua yang akan selalu memperingati mereka akan segala hal.

Raut wajahnya tampak begitu khawatir. ia menunggu dengan cemas di depan ruangan operasi. ia sendiripun tidak tahu kenapa Kyuhyun bisa memasuki ruang operasi. yang jelas, suster resepsionis membawanya kemari saat ia mengatakan keberadaan kekasihnya, Cho Kyuhyun.

Pintu operasi terbuka, menampilkan raut wajah seorang dokter pria yang tampak begitu pasrah, keringat mengalir dari pelipis nya. seohyun berjalan mendekat.

“Dokter, bagaimana keadaan kekasih saya?” Dokter itu menatap Seohyun dengan intens, “Dimana keluarga tuan Cho?” Seohyun  menundukan kepalanya. “Saya dan kekasih saya yatim piatu, dokter.” gumamnya jujur, apa adanya. dokter itu menghela nafas berat. menepuk bahu Seohyun dengan pelan. wajahnya menunduk, dan tak lama dari dalam ruangan itu keluar suster sambil membawa ranjang rumah sakit, dengan orang yang sudah ditutupi kain putih. perasaan Seohyun mendadak tidak enak, air matanya sudah siap mengalir. matanya menatap dengan penuh harap pada dokter. namun apalah daya ketika dokter tersebut menggeleng.

“Tuan Cho menderita kanker hati yang berkomplukasi ke otaknya. sudah saya ingatkan untuk melakukan operasi sebelum semakin parah, namun dia tidak mau mendengarkan.”

“Aku bekerja untuk memenuhi kehidupanku biaya kuliahku, dan dirimu yang lemah.” tiba-tiba saja ucapan Kyuhyun tergiang di kepalanya. Seohyun merasa kakinya melemas, ia jatuh kelantai dengan air mata yang sudah mengalir. ia menelan ludah dengan kasar. “Tidak, dokter pasti berbohong. hikss.. tolong katakan padaku bahwa semua itu bohong!” dokter itu menggeleng. dan merogoh saku seragam operasinya.

Ia memberikan sebuah kotak kecil kepada Seohyun, “Sebelum di operasi, Kyuhyun menyerahkan ini padaku. katanya, jika ada seorang gadis yang mencarinya dan dia tidak terselamatkan, berikan ini kepadanya. dan kurasa kau lah gadis itu.” Seohyun meraih kotak kecil itu dengan tangan yang bergemetar. “Sebelumnya, Kyuhyun-ssi sudah tahu jika operasi ya hanya memiliki rasio 50:50 untuk hidup. kalau begitu, saya permisi dulu.” dokter itu pergi meninggalkan Seohyun yang sudah sesenggukan.

×××

Seohyun memandang kosong sungai han di depanya. ia baru saja selesai dari pemakaman Kyuhyun.

Dan liquid itu kembali mengalir dari pelupuk matanya. “Oppa~ jahat sekali meninggalkanku.”

“Aku berjanji akan selalu ada di hatimu,” Seohyun tersenyum miris ketika ingatanya kembali merekam ucapan Kyuhyun. “Hanya dihatiku, tidak bisakah oppa berjanji untuk bersamaku selamanya?” gumamnya menatap kosong. tidak ada lagi cahaya di dalam matanya. yang ada hanyalah kegelapan. sosok Kyuhyun begitu berharga bagi Seohyun setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.

Seohyun teringat sesuatu, ia lantas membuka kotak kecil yang di berikan oleh dokter tempo hari.

Hati Seohyun mencelos ketika melihat sebuah kotak beludru merah dengan sebua cincin perak yang Indah. bentuk cincin perak itu begitu rumit, seolah memang dibuat khusus untuknya. di dalam cincin tersebut terukir nama belakang mereka, hyun. dan Seohyun tahu, harga cincin itu pasti begitu mahal. Seohyun mengambil sebuah surat yang terselip.

Hai, Seohyunnie.

Kau menerima surat ini, berarti aku sudah tiada.

Seohyun menggertakkan giginya, ia mendongakkan kepalanya. menahan lelehan air mata yang akan mengalir dari pelupuk matanya.

Bagaimana? cincin nya Bagus tidak? kau harus tahu, cincin itu aku buatka khusus untukmu. harganya.. ya kurasa seperempat uang operasiku kugunakan untuk membeli cincin itu. hehe…

Aku berharap kau tidak akan besedih karenaku. hiduplah dengan bahagia bersama pria lain. masih banyak pria diluar sana yang sempurna untumu.  tidak seperti ku yang berpenyakitan. kau pasti marahkan? ah, sudah kuduga. aku bahkan bisa membayangkan dirimu marah padaku karena menyembunyikan penyakit berbahaya ini, hehe..

Tapi setidaknya Seohyunnie, yang harus kau tahu diriku adalah… aku mencintaimu. dan akan ku bawa cintaku hingga akhir nafasku.  terima Kasih karena sudah mau membuat hidupku lebih berwarna, dan terima Kasih juga sudah menjadi pendampingku selama beberapa Bulan. 

Seohyunnie, dikehidupan selanjutnya, aku berjanji akan selalu bersamamu. 

Oh sampai lupa, cincinya jangan lupa di pakai ya? dan tersenyumlah. karena senyuman adalah senyuman terbaik. kalau kau berwajah sedih, aku tidak akan tenang meninggalkanmu. dan jika sudah saatnya nanti, aku akan menjemputmu.

Aku mencintaimu.

“Bulshit!” Seohyun mengerutu kesal, namun air matanya mengalir deras. “Kau pembohong, aku membencimu, cho Kyuhyun!”

××××

Gangnam, South Korean, 2016.11.20.

Hari semakin sore, Seohyun berjalan kosong sambil membawa bunga Mawar putih. dijemari manisnya, ada sebuah cincin yang begitu inda dengan desain yang begitu rumit.

Seohyun memang berencana akan mengunjungi pemakaman Kyuhyun. karena hari ini adalah memperingati haru kematian satu tahun kekasihnya meninggal dunia. Seohyun berlari ketika hujan deras tiba-tiba mengguyur daerah gangnam. banyak pejalan kaki yang menyebrang jalanan dengan tergesa-gesa. dan Seohyun dalah salah satu diantara pejalan kaki yang berjalan dengan terburu-buru.

Ketika ditengah jalan, Seohyun merasa mendengar sebuah siulan. ia menoleh ke kanan dan kekiri dengan bingung. dan yang kembali dilihatnya adalah sosok Kyuhyun yang tersenyum lebar kearahnya,

“Sudah siap?” 

Seohyun mengerjap, “Siap dalam hal apa?” balasnya kecil. tidak ingin disangka orang gila oleh banyak orang. namun yang dilakukan Kyuhyun hanyalah tersenyum kecil,

“Kau akan tahu nanti, sayangku.”

Seohyun mengeryit bingung. tidak menyadari banyaknya pejalan kaki yang meneriaki dirinya untuk segera menyingkir. para pejalan kaki yang ada di trotoar itu berteriak histeris menyuruhnya untuk menyingkir.

“Nona, menyingkirlah! ada truk!” teriakan pria paruh baya itu terdengar oleh Seohyun. membuat Seohyun tersadar. ia menoleh kesamping kirinya, dan cahaya truck yang berjalan kencang itu semakin menyilaukan matanya. naun Seohyun tidak bergerak. ia justru tersenyum lebar. matanya terpejam. sebelum kemudian, suara benda keras terdengar. Seohyun merasa ia terbang sejenak, sebelum kemudian tubuhnya menyentuh aspal. Seohyun merasa raganya begitu sakit, dadanya terasa sesak. darah keluar dari hidung, kening, dan mulutnya.

Para pejalan kaki berteriak histeris. “Nona, nona!! sadarlah~” hujan turun dari volume kecil, hingga langsung ke volume yang begitu deras. seolah alam pun turut berduka akan kejadian yang menimpa raganya.

Seohyun merasa matanya semakin berat, dadanya begitu sesak. dan ia tidak mampu menahan rasa sakit pada tubuhnya. dan kemudian, matanya tertutup dengan sempurna.  mengatakan pada Seohyun jika tugasnya di dunia ini sudah berakhir, tuhan telah menyuruh raganya untuk beristirahat dengan abadi.

“Engh~ dimana ini?” Seohyun, dengan dress putignya yang bersih menoleh dengan bingung. “Bukankah aku tertabrak? apakah aku masih hidup?”

Kemudian ia menoleh saat mendengar suara kekehan pria yang begitu di kenalnya, ia menganga. menatap tidak percaya kearah sosok Kyuhyun yang mengenakan pakaian putihnya. “Kyuhyun oppa?” sosok itu mengangguk. mengulurkan tanganya guna membantu Seohyun untuk bangun dari duduknya.

“Sudah saatnya, Seohyunnie. kita akan hidup bahagia dibalik pintu itu.” kemudian Kyuhyun mengecup jemari Seohyun. “Kau masih mengenakan cincin pemberianku?” Seohyun bergidik, “Entahlah. tapi aku merasa cincin itu terlepas di aspal.” Kyuhyun terkekeh, kemudian menggandeng tangan Seohyun menuju sebuah pintu yang ada disana.

“Aku mencintaimu” Seohyun tersenyum lebar, “Begitupun aku, Kyuhyun oppa.” 

Kyuhyun membalas senyuman Seohyun, “Kita akan bertemu eomma dan appa disana. siap?” Seohyun menoleh kebelakang sejenak. disana da sebuah jumbatan yang sudah rapuh. dan kemudian ia menoleh kedepan. Seohyun menatap Kyuhyun dan mengangguk mantap. “AKU SIAP.”

Bunga mawar yang dibawa oleh Seohyun berceceran di jalan raya. para pejalan kaki semakin panik. “Telpon polisi dan telpon 911!” teriak salah satu pejalan kaki.

Darah itu mengalur, membasahi aspal yang terkena hujan deras. bunga mawar yang awalnya putihpun menjadi bercak kemerahan dan merah akibat darah yang keluar dari raga Seohyun. angin berhembus dengan kencang. membawa salah satu kelopak bunga mawar yang terkena ciprata  darah Seohyun melayang diudara.

Angin terus membawa kelopak bunga mawar tersebut, hingga berhenti pada sebuah pemakaman dengan batu nisan yang tertis nama Kyuhyun disana. seolah mengatakan pada pemilik kuburan itu jika sang kekasih pun sudah tiada, mengikuti jejaknya. dan kelopak bunga mawar itu adalah bunga terakhir yang Seohyun persembahkan untuk Kyuhyun.
The End

Rumah, adalah tempat kembali bagi semua orang yang merasa lelah. temoat dimana kau mendapatkan kehangatan, suka dan duka bersama keluarga.

Rumah, satu kata dengan banyak definisi yang tidak terbatas. namun, sebuah kata Rumah lebih cocok ditunjukan kepada kita yang akan ‘pulang kembali’ menuju sang pencipta alam.

😭😭😪😢 huahhh~ Alma nangis ini buat ff yang satu ini. alma tidak tahu apakah kalian pun mendapatkan feelsnya atau tidak. namun satu hal yang pasti, Alma membuat ff ini hanya sebagai hiburan semata. 

Maafkan Alma yang karang update ff di wordpress yang satu ini. karena Alma pun mempunya kesibukan real-live. so, i’m so sorry for that.

And don’t forget to leave some comment, like, and share. ^^~

고맙ㅂ니당~ 여러분~!

©알마. (This ff is under my copyright. so don’t be plagiator) 

Dan bagi siders, go away!!

Advertisements

9 thoughts on “HOME 

leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s