It’s Me

Author : LIN

Tittle : It’s Me

Category : NC17, Romance, sad

Cast : Cho Kyuhyun, Seo Joo Hyun , Park Sehun

Wp : https://flyingkissblog.wordpress.com/

WA : 085248200797

 

Recommend lagu sedih aja yaw 😀 KRY : Coangulation , Baek A Yeon : A Lot Like Love , Kyuhyun : Because I Miss You.

 

Hai semuanya aku author penggantung ff kambek heheh.

 

                                                                        ***

 

Ini aku yang selalu berada disampingmu.

Ini aku yang selalu ingin melihatmu tersenyum.

Ingat aku sebagai pelangimu.

 

***

Aku hanya bisa terbaring lemah disini, nuansa putih yang sudah seperti kehidupan bagiku. Wajahku sudah tak secantik wanita yang ada disekitarnya. Apa dia masih mencintaiku?.

Aku memang masih melihat ia tesenyum sekarang, disampingku. Tubuhku belum selemah orang-orang yang biasa aku lihat, tetapi aku yakin. Suatu saat nanti aku akan sulit menggerakkan tubuhku. Tidak perduli sesulit apa pun aku akan bergerak, aku ingin tetap tersenyum untuknya.

“Tersenyumlah” aku mendapati bibirku berujar padanya. Aku menatapnya sayu, dia hanya menekuk bibirnya yang kurasa itu bukanlah senyuman. “Wae?” aku bertanya, aku tidak tahan melihatnya seperti ini.

“Gwenchana, kau harus istirahat” Dia menyelimutiku sebatas dada dan mengecup dahiku. Dia selalu melakukan hal itu sejak dua bulan terakhir. “Seohyun-ah” aku bergumam kembali ingin mendengar kata selanjutnya. “Cepatlah sembuh, aku akan melamarmu”

Terasa seperti ribuan kupu-kupu yang menggelitiki perutku, aku bahagia. Disaat seperti ini, masih ada orang yang mengatakan hal yang membuatku bahagia. Aku hanya menggangguk pasti, aku ingin pulih dan keluar dari tempat ini. Tetapi apakah mungkin?.

“Kyuhyun-ah, jika aku bisa keluar dari sini. Aku ingin kita pergi ketempat pertama kita berkencan” Seohyun menatap langit-langit rumah sakit dengan tatapan kosong. Dia sudah benar-benar bosan di tempat ini.

“Ne, cepatlah sembuh dan kita akan berkencan” Seohyun mengganggguk semangat dan tersenyum kearah Kyuhyun.

***

Suara ombak yang bergulung terdengar indah didalam telinga kedua insan yang menikmati nya. Seohyun tersenyum melihat tautan tangan keduanya yang bergenggaman erat, baginya bersama Kyuhyun adalah hal terindah yang dia alami.

“Kyuhyun-ah..” Kyuhyun menoleh kearah Seohyun. Seohyun dapat melihat wajah yang bersinar dihadapannya. Surai keemasan semakin membuat Kyuhyun lebih menawan. “apa kau ingat kapan pertemuan pertama kita?”

“Tentu saja. Aku ingat saat kau yang jatuh dihadapan ku karena heels mu yang patah. Menggelikan” ujar Kyuhyun. Seohyun tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya.

“Kau salah” Kyuhyun mengerutkan dahinya bingung. Bagaimana bisa dia salah. “Kau banyak berhutang padaku Kyu”

“Apa maksudmu?”

“Kau harus mengingat nya sendiri, uhuk uhuk” Kyuhyun merangkul bahu Seohyun, dia benar-benar khawatir pada gadis yang duduk disampingnya kini.

“Kenapa kau selalu keras kepala eoh? Sudah kubilang jangan pergi seperti ini” Seohyun menatap Kyuhyun sendu. Matanya terasa sangat gatal sekarang. Bahkan hembusan angin lembut yang menyapa wajahnya tak membuatnya merasa tenang.

“Aku ingin menghabiskan waktu bersama mu Kyuhyun. Aku bosan berada disana, aku tidak tahu sampai kapan aku bisa bertahan. Aku ingin membuat setiap detik kita bersama adalah hal manis” setitik air mata jatuh dipipi Seohyun, perasaan nya selalu rapuh jika menyangkut waktu dan kebersamaan mereka.

“Kau harus selalu bersamaku, tidak peduli sesulit apapun nanti aku akan menjagamu Seohyun-ah” Kyuhyun menghapus air mata Seohyun dengan kedua ibu jarinya. Wajah gadis itu sedikit berwarna karena menangis. “Berhentilah menangis, kau sangat jelek”

“Aku tau itu. Dan berhenti tersenyum seperti itu” Kyuhyun tersenyum miring kearah Seohyun, gadis itu akan salah tingkah jika melihat senyuman mematikan milik Kyuhyun.

“Wae?” Kyuhyun memajukan wajahnya Kearah Seohyun, hanya beberapa centi lagi kedua nya akan merasakan hangatnya cinta. “Kau tau? Aku sangat tidak ingin kehilanganmu”

“Tidak bisakah kau bilang mencintaiku?” Kyuhyun menggeleng dan menyatukan kedua material hangat. Seohyun memejam kan matanya merasakan kehangatan yang dibuat Kyuhyun untuknya.

Seohyun dapat merasakan gigi Kyuhyun yang menggigit bibinya lembut, hembusan nafas yang menerpa wajahnya terasa begitu hangat. Kedua lidah yang saling membelit membuat stok pernapasan Seohyun mengkerut sekarang. Kyuhyun yang tahu Seohyun sudah kehabisan nafas memiringkan kepalanya membuat Seohyun menghirup nafas sedikit demi sedikit.

“Belum saat nya” ujar Kyuhyun setelah melepas tautan keduanya. Nafas keduanya terengah-engah. “Aku akan mengatakannya disaat yang tepat” lanjut Kyuhyun.

Seohyun membuka matanya perlahan, dia yakin saat ini wajahnya sudah sangat merah sekarang. Dia menatap Kyuhyun yang juga menatapnya tanpa berkedip. Jantungnya bertalu cepat karena sedekat ini dengan Kyuhyun.

“Kenapa kau menatapku seperti itu” Kyuhyun tersenyum sembari mengusap wajah Seohyun lembut.

“Karena kau milikku” Kyuhyun menuntun Seohyun untuk berdiri, mensejajarkan tubuh keduanya. Kyuhyun meraih jemari Seohyundan menggenggamnya erat. “Ayo pulang”

“Jangan bawa aku kerumah sakit eoh?”

“Bagaimana keapartemen ku” Seohyun mengangguk setuju dengan pendapat Kyuhyun. Dia memeluk lengan kekar Kyuhyun  yang menggenggam jemarinya.

***

Kyuhyun memeluk tubuh Seohyun dan meletakkan dagunya diatas kepala Seohyun, Kyuhyun sangat menyukai posisi ini karena dia akan sangat dekat dengan Seohyun.

“Kyu…” Seohyun mengguncang tubuh Kyuhyun kuat, dia sudah berulang kali memanggil Kyuhyun.

“Ah.. ya”

“Ponsel mu terus berdering”

“Chankaman” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan berjalan kearah meja rias. Disana tertera nama pemanggil adalah eomma. Kyuhyun mengangkat panggilan itu dan berjalan keluar kamar.

“Eoh? Wae eomma”

“Kau dimana eoh?”

 

“Apartemen, wae?”

“Sampai kapan lagi eomma harus bersabar eoh? Cepat lamar saja wanita bodoh itu? Kau pasti akan mendapat warisan nya Jika menjadi suaminya bodoh”

 

                “Bersabar lah eomma heum”

“Sampai kapan? Kenapa dia sangat lama mati eoh? Apa kau sudah benar-benar memasukkan obat itu padanya”

 

                “Tentu saja. Aku tidak mungkin lupa, tetapi aku harus menjaga ini baik-baik sedikit tapi tak berjejak eomma”

“Eomma ingin kau melamar nya akhir pekan ini Kyuhyun-ah, eomma akan bersabar sampai saat itu”

 

                “Ne, eomma. Sudah aku harus kembali, dia ada disini”

Kyuhyun menutup panggilan dengan cepat dan melirik kearah sekitar melihat tidak ada yang mendengar perrcakapannya. Langkahnya berjalan menuju kamar dan mendapati Seohyun yang sudah tertidur membelakanginya.

Kyuhyun menatap punggung rapuh Seohyun dalam diam. Jauh dilubuk hatinya, dia sangat amat merasa bersalah. Salah satu alasan dia tidak mengatakan cinta pada Seohyun adalah hal ini. Apa dia pantas untuk mengatakan hal yang suci seperti itu?.

“Mian” ujar Kyuhyun pelan, dia berbaring mendekat kearah Seohyun dan memeluk gadis itu dari belakang. Kyuhyun memejam kan matanya merasakan hangat nya tubuh Seohyun yang ia peluk.

Seohyun POV

 

Aku hanya bisa menahan tangisku, menutup mata dan telinga melihat Kyuhyun yang sebenarnya. Jika saja aku tidak terlalu bodoh mencintai Kyuhyun aku tidak akan tetap disisi nya. Ini sudah kesekian kalinya aku mendengar Kyuhyun membicarakan hal ini. Berulang kali aku berfikir maka semakin tumpul pikiranku menemukan jawaban atas pertanyaan ku.

Apa dia mencintaiku?

Kenapa dia memelukku?

Kenapa dia menciumku?

Berulang kali pula aku merasa seperti wanita bodoh yang merasakan kehangatan Kyuhyun. Tidak bisakah dia merasakan cinta dariku?.

Kulepas pelukan Kyuhyun dan duduk ditepi ranjang. Aku menatap nya seperti wanita bodoh lagi dan lagi. Aku bukan hanya mencintai wajahnya yang membuatku seperti patung tetapi aku mencintai sikap nya sebelum ini. Jauh sebelum dia mengenal ku.

Ini sudah tahun kedua kami bersama, tetapi apa dia tidak merasakan sebesar apa cintaku? Apa dia masih belum mengenalku?. Tetapi, kenapa aku bisa merasakan kehangatan saat bersamanya.

Ku elus wajahnya, dia tak bergerak sedikit pun. Aku mencintainya sampai titik kejahatannya. Aku diam karena aku mencintainya.

“Saranghae”

Seohyun POV end

 

 

                                                                                                ***

 

sinar mentari menembus tirai jendela malu-malu. Wajah yang terpapar sinar mentari terlihat seperti berlian yang berkilauan. Pria itu tak terusik sedikit pun karena hangat nya tempat tidur membuat matanya seperti tertimpa ribuan bantal kecil disana.

“Kyuhyun-ahhhhhhh” Kyuhyun menutup telinganya dengan bantal, Kyuhyun sudah sangat hapal dengan teriakan kencang milik gadis yang satu ini. Seo Joo Hyun. “Ya bangunlah, aku sudah memasak untuk mu” Kyuhyun membuka matanya dengan cepat dan menatap Seohyun horror.

“Kau…memasak?” Seohyun mengangguk polos dengan senyuman tiga jari diwajahnya. Kyuhyun beranjak bangun dari tidur secepat kilat menuju dapur dan meliat sekeliling. Kyuhyun menghembuskan nafasnya lega, kali ini Seohyun tidak menghancurkan dapur miliknya.

“Kau kenapa” tanya Seohyun. Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan mendekat kearah Seohyun.

CHUP

Kyuhyun mengecup kilat bibir Seohyun. Kyuhyun menatap wajah Seohyun sekarang, menatap wajah yang sekarang tanpa warna. Hatinya seperti berkabut jika menatap wajah Seohyun terlalu lama.

“Ayo makan”  Kyuhyun membalik tubuhnya dan duduk di kursi.

Seohyun berjalan mendekati Kyuhyun dan mengambil mangkuk kosong milik Kyuhyun.

“Kau harus makan yang banyak” ujar Seohyun. Seohyun meletakkan mangkuk yang berisi banyak nasi kehadapan Kyuhyun, dan segera duduk berhadapan dengan Kyuhyun. “Kyu.. obat ku” Kyuhyun menatap Seohyun sendu dan menundukkan kepalanya.

“Jangan minum obat itu lagi”

“Wae?”

“Turuti saja perintahku”

“Ne”

Seohyun menatap Kyuhyun yang fokus pada makanannya. Didalam hatinya terasa bergemuruh, apa Kyuhyun mulai mencintainya?. Fikiran bodoh semakin berkeliaran didalam otak Seohyun. Dia sudah kesekian kalinya menatap wajah Kyuhyun yang seperti ini saat memberi obat itu. Seohyun mungkin tidak tahu itu jenis obat apa, tetapi dia tidak bodoh jika obat itu mulai membunuh tubuhnya. Tetapi bagaimana pun juga ini adalah kesalahannya, dia yang meminta obat itu pada Kyuhyun. Bodoh bukan?.

“Kyu…” Kyuhyun bergumam tanpa menoleh kearah Seohyun. “Jika aku tidak berada disisimu apa kau akan mengingatku?” Kyuhyun mengangkat wajahnya kaget dan marah.

“Apa maksudmu” Seohyun tersenyum sembari mengaduk makanan yang ada dihadapannya.

“Aku lebih tau kondisi tubuhku Kyuhyun-ah, aku sangat sadar jika tubuhku semakin melemah”

“Tidak. Kau pasti akan sembuh”

“Aku tidak berfikir begitu”

“BERHENTI BICARA OMONG KOSONG BODOH” Seohyun hanya tersenyum miris. Sekarang dia semakin bingung dengan sikap Kyuhyun.

“Aku bingung”

“Apa maksudmu”

“Aku selalu berada didekatmu, tetapi aku tidak mengenalmu. Aku bingung” Seohyun menahan suaranya agar terdengar sebiasa mungkin. Tetapi hasilnya adalah air mata yang ingin berdesakan keluar. “Aku bahkan tidak bisa bicara apapun” lanjut Seohyun.

Kyuhyun meraih jemari Seohyun dan menggenggam nya erat. Rasa bersalah masuk kedalam relung hati Kyuhyun. Tubuhnya terasa meremang mendengar semua penuturan Seohyun. Kenapa harus wanita ini?.

“Maaf” ujar Kyuhyun. Dia menatap Seohyun lekat, mencoba membaca apa yang ada didalam fikiran Seohyun. Namun, itu percuma hanya ada kekosongan didalam mata Seohyun sekarang.

“Untuk apa?” Seohyun membalas tatapan mata Kyuhyun yang menatapnya bersalah. “Apa kau merasa bersalah padaku?”

“Tidak” balas Kyuhyun pelan. “Aku hanya merasa kau berbeda”

“Aku tidak berbeda, aku hanya menyesuaikan apa yang lawan mainku lakukan.” Seohyun melepas genggaman Kyuhyun dan mengambil sumpit “Selamat makan”.

Kyuhyun hanya menatap Seohyun dalam diam. Dia semakin merasa bersalah pada Seohyun sekarang. Lihatlah wanita ini, hanya ingin mencintai dan dicintai apa kah salah?.

***

Seohyun menatap sepatu yang ia pakai dalam diam. Mengayunkan tubuhnya dan melihat langit yang dipenuhi salju yang berjatuhan. Pikirannya melayang kedalam kenangan selama ia hidup. Tidak ada yang bisa membuatnya benar-benar tersenyum kecuali Kyuhyun.

“Bahkan selama hidup mereka hanya memikirkan uang. Mereka selalu tidak ada waktu. Lucu sekali jika aku harus menemui mereka sekarang” Seohyun tersenyum miris. Sejak perdebatan kecil dengan Kyuhyun, Seohyun langsung pergi mencari udara. “Aku hanya ingin bahagia. Itu sangat sulit” lirih Seohyun.

“Bahagia setimpal dengan nyawa yang harus ku bayar, benar-benar sulit”

“Seohyun-ah” Seohyun menoleh dan tersenyum kepada pria yang saat ini melambai kearahnya dengan semangat.

“Sehun-ah” Seohyun berdiri dari ayunan dan berjalan menghampiri Sehun. “Sudah lama” Seohyun memeluk Sehun dan menangkupkan kedua tangan nya dipipi Sehun. “Kau sangat tampan” ujar Seohyun.

“Tentu saja” Sehun menuntun Seohyun menuju tempat duduk dan menatap gadis itu lekat. “Kau sangat jelek. Kau kurus dan pucat” gumam Sehun.

“Ahh jangan pikirkan aku” Seohyun menggoyangkan tangannya kekanan dan kekiri. “Sehun-ah bisa kau bantu aku?”

“Tentu saja”

“Kau yang membuat surat warisan bukan? Bisa kau atas namakan Kyuhyun Jika aku mati?” Sehun membulatkan matanya terkejut.

“Apa maksudmu dengan mati eoh? Kau gila?” Seohyun menggelengkan kepalanya dan tersenyum kearah Sehun.

“Dengar, aku hanya tidak mau membuang waktu untuk hal yang tidak penting. Kau paham” Seohyun memegang pundak Sehun dan tersenyum “Bisa kau lakukan untukku heum?”

“Baiklah”

***

Seohyun memasuki rumah dengan pelan, lihatlah bahkan Kyuhyun tidak mencarinya. Seohyun berjalan kearah kamar, dan membuka pintu perlahan.

“Jodoh? Apa maksud eomma?” Seohyun menghentikan gerakannya, dia mundur perlahan dan berdiri di samping dinding.

 

                “Eoh? Dia gadis kaya Kyu, dia juga cantik”

 

“Nugu?” Seohyun menekan dadanya yang berdenyut keras. Kyuhyun tak menolak saran dari eommanya.

“Kim Yeri, dia gadis yang cantik Kyu-ya”

 

                “Terserah” Kyuhyun mematikan sambungannya sepihak. Dia sudah cukup muak dengan perintah eomma nya.

“Eoh Kyuhyun-ah” Seohyun menyapa Kyuhyun dengan senyum tipis. “Ayo makan malam”

“Lupakan makan malam, ada tempat yang harus aku tunjukkan padamu”

Seohyun menatap lilin-lilin yang sudah terjejer rapi dalam diam, dia sudah paham dengan situasi ini. Kyuhyun akan melamarnya? Secepat ini kah Kyuhyun akan menyakitinya?. Bukankah dia gadis yang bodoh, sedih disaat kekasih yang dia cintai melamarnya.

“Ini apa?” Seohyun memutar tubuhnya menghadap Kyuhyun. Tingginya yang sangat jauh dibawah Kyuhyun membuatnya harus mendonggakkan kepala menatap kearah mata Kyuhyun , kedua matanya berlinang air mata, dia senang dan marah secara bersamaan..

Kyuhyun menarik nafas dalam dan menghembuskannya. Perlahan tubuhnya bersimpuh dihadapan Seohyun, dengan kedua lutut yang mengenai tanah. Kyuhyun mengeluarkan cincin yang sudah ia persiapkan sejak lama untuk Seohyun. Berlian kecil yang menghiasi perak indah sangat berkilauan dimata Seohyun.

“Maukah kau menikah denganku?” Seohyunmenggepalkan tangannya menahan marah, dia sudah benar-benar menekan rasa sakit ini terlalu lama, tetapi tidak bisakah Kyuhyun menyadarinya sedikit saja?.

“Apa kau melamarku dengan tulus?” Seohyunmenggumamkan satu kalimat yang berhasil menohok Kyuhyun. “Apa yang harus aku katakan sekarang? Aku mencintaimu, tetapi aku tidak ingin mendapatkan pesakitan seumur hidupku” Kyuhyun membulatkan matanya dan segera bangkit untuk meraih kedua bahu kecil Seohyun.

“Wae? Kau baik-baik saja?” Seohyunmenghapus air mata yang jatuh kepipinya. Haruskah Kyuhyun berbohong sekarang?.

“Aku baik-baik saja sampai rasanya hatiku tercekik”

“Kau kenapa eoh?”

“Bukankah sudah kukatakan aku baik-baik saja” Seohyun menjatuhkan tubuhnya ketanah dan menangis, dia sudah tidak peduli lagi dengan Kyuhyun yang menatapnya bingung. Hatinya lebih sakit dibanding dengan tubuh lemahnya. “Apa kau mencintaiku?” lirih Seohyun.

Kyuhyun mensejajarkan tubuhnya dengan Seohyun dan memeluk gadis itu dengan erat, entah kenapa dia merasa sangat bersalah pada Seohyun sekarang. Dia juga tidak bisa menjawab pertanyaan Seohyun karena dia merasa tidak pantas.

“Maafkan aku” Seohyun menghentikan tangisnya dan melepaskan pelukan Kyuhyun. Gadis itu menatap Kyuhyun dengan tatapan  menyakitkan, taka da lagi senyum yang biasa Seohyun perlihatkan pada Kyuhyun.

“Aku mencintaimu bukan karena keinginanku, aku mencintaimu karena hatiku memilihmu. Kenapa kau menyakitiku disaat aku sudah sangat mencintaimu heum”  suara serak Seohyun memasuki rongga pendengaran Kyuhyun. Seohyun benar tidak ada alasan kenapa gadis ini mencintainya, tetapi kenapa Kyuhyun menyakitinya.

“Apa yang membuatmu seperti ini Seohyun-ah”

“Kau..” Seohyun menatap Kyuhyun lekat, tidak bisakah pria ini membaca pikirannya “Kau yang membuatku seperti ini. Kau tidak pernah mengatakan mencintaiku, kau selalu masuk kedalam hidupku dan kau selalu berada disampingku. Tetapi meskipun kau ada disampingku, aku tidak mengenalmu. Aku tidak bisa menyentuhmu sedikitpun. Wae? Apa kau tidak mencintaiku? Apa kau hanya mencintai yang lebih dari diriku?”

“Apa maksudmu”

“Setiap kali aku bersama mu aku melihat bibirmu tersenyum. Itu membuat otakku berfikir kau mencintaiku. Tetapi setiap kali aku melihat matamu, aku hanya mendapati kesedihan. Itu membuat hatiku merasakan kau tidak mencintaiku. Apa aku salah menilai hal itu? Apa aku salah Jika berfikir aku tidak mengenalmu?” Seohyun meremas lengan Kyuhyun kuat, tubuhnya terasa seperti ditusuk ribuan jarum menyengat sekarang. Batuk yang tak henti membuat Seohyun mengatur nafas lebih banyak dibanding biasanya.

“YA! Gwenchana?”

“Aku hanya menginginkan hatimu Kyuhyun-ah”

BRUK

Seohyun terjungkal kesamping karena tak sadarkan diri. Wajah pucat yang mendominasi membuat kekhawatiran Kyuhyun meningkat sampai keujung kepalanya.

“Seohyun-ah… Seohyun-ah” Kyuhyun mengguncang tubuh Seohyun dan menepuk pelan wajah pucat gadis itu. “Sial” umpat Kyuhyun.

Kyuhyun mengangkat tubuh ringkih Seohyun dalam gendongannya, Kyuhyun baru sadar Jika suhu tubuh Seohyun tidak normal, panas yang berlebihan membuat Seohyun pingsan. Itulah yang ada difikiran Kyuhyun.

***

“Bagaimana keadaan nya?” Kyuhyun bertanya dengan cepat pada Dr.Lee.

“Buruk, ada sesuatu yang ada didalam dirinya yang membuat tubuhnya memburuk. Semua otot-otot tubuhnya melemah. Aku akan mengambil beberapa tes untuk nya”

“Baiklah”

Kyuhyun keluar dari ruangan Dr.Lee dan berjalan  lemas menuju ruangan Seohyun dirawat. Jantungnya terasa akan lepas saat mendengar penuturan Dr.Lee.

“Ini salahku” Gumam Kyuhyun. Kyuhyun menatap pintu yang ada dihadapannya dalam diam. Dia marah pada dirinya sendiri,  tetapi dia hanya bisa diam.

“Aku tahu” Kyuhyun menarik tangannya kembali saat mendengar suara Seohyunberbicara. “Aku memang bodoh tetapi aku mencintainya Sehun-ah”

“….”

“Aku tau dia berusaha membunuhku, tetapi aku bisa apa? Hidupku hanya menghitung hari. Aku sadar dengan tubuhku yang melemah. Lagipula hanya dia yang kupunya”

“…”

“Kau tidak tahu, aku sudah menunggunya sangat lama. 5 tahun bukanlah waktu yang sebentar Sehun-ah”

“…”

“Aku sudah membulatkan keputusanku”

“…”

“Eung”

Kyuhyun menghembuskan nafasnya lelah, satu hal yang tidak dia ketahui tentang Seohyun.

“Lima tahun apa maksudmu” gumam Kyuhyun. Kyuhyun mengusap wajahnya kasar, dia lelah dengan kebohongan yang ia lakukan. Kyuhyun meraih ganggang pintu dan membukanya perlahan. “Seohyun-ah”

Seohyun menyembunyikan ponselnya dan menatap Kyuhyun. Tangannya sedikit bergetar, entah karena Kyuhyun yang datang tiba-tiba atau karena penyakitnya.

“Bagaimana?’’ Seohyun bertanya pada Kyuhyun. Gadis itu membasahi bibirnya sekilas, tak ingin Kyuhyun melihat wajah pucat miliknya.

“Dokter akan mengambil darahmu untuk melakukan tes nanti malam” Seohyun menganggukkan kepalanya dan berbaring kembali. Tubuhnya terasa sangat kaku dan sulit digerakkan sekarang.

“Baiklah”

“Seohyun-ah…” Seohyun bergumam menanggapi panggilan Kyuhyun “Apa maksud dari 5 tahun yang kau katakana tadi” Seohyun tersenyum tipis, dia sudah mengira Kyuhyun mendengar pembicaraannya.

“Bukan apa-apa” Seohyun memejamkan matanya, dia belum mempersiapkan sepatah kata pun untuk Kyuhyun. “Kyuhyun-ah”

“Ya”

“Jika aku pergi kau bisa mendengar suaraku di ponsel. Arraseo” Kyuhyun membulatkan matanya, dia sangat membenci pembicaraann ini.

“Kau tidak akan mati” Seohyun tersenyum miris. Apa Kyuhyun benar-benar menginginkannya mati?.

“Aku tidak bilang akan mati, aku hanya bilang akan pergi” Kyuhyun terdiam tak bergeming, apa yang dia fikirkan selalu salah.

“Mian”

“Apa kau merasa bersalah padaku?” Kyuhyun memejamkan matanya sejenak menenangkan emosi yang akhir-akhir ini tak stabil. Dia berjalan perlahan mendekati Seohyun yang hanya memandangnya sembari berbaring lemah. Tangannya terulur meraih jemari halus milik Seohyun. Mengelusnya perlahan dan menatap kearah mata Seohyun.

“Kau ingat? Kita harus selalu bersama?” Seohyun membalas genggaman Kyuhyun dan tersenyum tipis.

“Aku selalu disini” Seohyun mengarahkan genggaman tangannya menuju jantung Kyuhyun. “Aku selalu ada Jika jantungmu berdetak. Bukankah aku hidupmu?” Seohyun membalas tatapan Kyuhyun yang sendu.

Seohyun POV

 

Sejujurnya aku tak mengerti apa yang dia fikirkan. Dia tak bisa ku tebak, banyak yang ingin kukatakan tetapi semua hanya tersangkut didalam otakku. Aku tidak akan ingin mendengar jawaban dari bibirnya. Karena aku terlalu mencintainya.

Dia terus saja menggenggam tanganku, aku tidak mungkin mengabaikan kehangatan yang selalu ingin kurasakan. Meski, ini hanya kebohongan yang ia buat.

“Aku tahu” aku dapat mendengar dia bergumam. Tak terlalu jelas, tetapi masih bisa kudengar. Aku selalu ingin dia menatapku dengan cinta. Satu kali saja.

Tetapi keraguanku membuatku hanya bisa diam dan menghentikan semua perkataannya. Apakah aku egois? Bisakah disaat terakhir aku tetap bersama nya?.

Apa karena obat yang dia berikan padaku tubuhku melemah? Apa karena obat itu aku sulit bergerak? Atau karena kebodohanku mencintainya?.

Aku tidak bisa menemukan jawabannya.

Seohyun POV end

 

CKLEK

DR.Lee masuk senyum ramahnya adalah salah satu aset terpenting untuk pekerjaan nya.

“Sudah lebih baik Nona Seohyun?” Seohyun mengangguk pelan, tubuhnya terasa kaku. Sulit sekali bergerak ataupun bangun dari tidur. “Aku akan mengambil sedikit darahmu. Ne?”

“Ne Dr.Lee” Dr.Lee mulai mempersiapkan segala perlatannya. Satu buah suntik yang paling aku benci sudah bertengger di tanganku, rasanya seperti rasa sakit yang disedot paksa.

“Aku akan memberi tahu hasilnya besok siang. Selamat malam Nona Seohyun”

“Dr.Lee..” Seohyun memanggil Dr.Lee pelan “Bisa kau beritahu aku secara langsung Jika sudah mendapatkan hasilnya”

“Tentu saja” Seohyun tersenyum kearah Dr.Lee dan menunduk sekilas.

“Aku bisa menyampaikannya padamu” ujar Kyuhyun.

“Aku ingin mendengarnya sendiri” Seohyun mengatur selimut sebatas dada dan memejamkan mata nya. “Kau bisa pulang untuk istirahat Kyuhyun-ah”

“Tidak, aku akan menemanimu”

“Setidaknya uruslah dirimu sendiri. Kau belum makan apapun, dan mandilah” Kyuhyun menundukkan kepalanya lemah. Tubuh Kyuhyun memang terasa lelah, tetapi rasa khawatirnya lebih mendominasi sekarang.

“Baiklah. Aku akan kembali”

“Heum” Kyuhyun berdiri dari duduknya dan mengecup sekilas dahi Seohyun.

***

Seohyun membuka matanya perlahan, ini sudah lima menit setelah Kyuhyun pergi. Dai berusaha bangun dari tidurnya dan mengeluarkan ponsel yang ia pegang sedari tadi.

“Ini satu-satunya cara bukan?” Ujar Seohyun lirih. Hatinya bahkan sakit sekarang, apa dia harus merangkai kata-kata menyakitkan pada Kyuhyun. Dia harus melakukan ini, dia akan memberikan kenangan penuh cinta disetiap kata-katanya. Dia akan memberitahu Kyuhyun sebesar apa dia mencintai pria itu seperti orang bodoh. Seperti apa dia rela di bohongi demi tetap bersama Kyuhyun.

Lagi air mata itu menetes berdesakan, dia tidak ingin meninggalkan Kyuhyun dengan cara seperti ini. Tetapi, ini adalah takdirnya.

***

Kyuhyun melangkahkan kakinya secepat yang ia bisa, panggilan dari Dr.Lee membuatnya harus tergopoh-gopoh menuju rumah sakit. Berlari meninggalkan kencan buta yang dipersiapkan eommanya secara mendadak.

“Dr.Lee bagaimana?” ujar Kyuhyun cepat, nafasnya memburu setelah sampai di ruang inap Seohyun.

“Kondisinya sangat buruk Tuan Cho, aku sudah mendapatkan hasilnya. Didalam tubuhnya terdapat racun mematikan yang sangat sulit untuk dideteksi. arsenik sebenarnya tidak berbahaya. Akan tetapi, Jika dalam bentuk senyawa oksidanya, arsen dioksida (As2O3), unsur ini bersifat racun. Senyawa arsen oksida berbentuk serbuk putih yang larut dalam air, tidak berasa, dan sukar dideteksi Jika telah lama diminum. Karena racun inilah yang membuat otot-otot Nona Seohyun tidak bekerja. Dari yang aku periksa racun ini sudah lama tertanam ditubuhnya dan itu bisa membahayakan nyawanya”

“Tidak adakah cara menyelamatkannya?”

“Maaf Tuan Cho” Kyuhyun merasa nyawanya terhempas kebumi dengan cepat. Ini semua kesalahannya karena racun bodoh yang ia terima dari eomma nya.

Kyuhyun berjalan mendekat kearah Seohyun dan menggenggam jemari Seohyun yang pucat pasi seperti wajah gadis itu.

“Mianhe” Lirih Kyuhyun. Kyuhyun merasakan jari-jari Seohyun bergerak, Kyuhyun tersadar dan menatap Seohyun sendu. “Seohyun-ah”

“Enngghh Kyuhyun-ah” Kyuhyun bergumam menanggapi panggilan Seohyun yang lemah. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. “Kyu..”

“Wae?”

“Ayo kita menikah” Ujar Seohyun lemah.

“Apa maksudmu”

“Ayo kita menikah sekarang, bukankah kau melamarku saat itu” Seohyun memejamkan matanya sejenak merasakan denyutan yang menggila dikepalanya. “Kyu.. aku sangat ingin selalu bersamamu, aku sangat ingin menjadi pendampingmu. Karena itu aku akan melakukannya sekarang atau tidak sama sekali. Mungkin aku gadis bodoh yang mengajak pria menikah dirumah sakit kan? Tetapi..”

“Ya.. Ayo kita menikah” Seohyun tersenyum kearah Kyuhyun. Hatinya sedikit tenang karena Kyuhyun menerima permintaan nya.

***

“Tuan Cho apa anda menerima Seo Joo Hyun sebagai pasangan hidup anda baik susah, sedih, kaya atau pun miskin”

“Ya saya bersedia”

“Nona Seohyun apa anda menerima Cho Kyuhyun sebagai pasangan hidup anda baik susah, sedih, kaya atau pun miskin”

“Ne”

“Silahkan bertukar cincin” Kyuhyun memasukkan cincin perak kejari manis Seohyun dengan pelan. Seohyun menatap wajah Kyuhyun yang sendu sekarang. Dia dapat merasakan kesedihan Kyuhyun.

“Giliranmu Seohyun-ha” Seohyun mencoba bangun dari tidur dengan susah payah, tubuhnya benar-benar lemah sekarang. “Tetap berbaring” Kyuhyun berjongkok ditepi ranjang dan memberikan cincin kepada Seohyun.

“Gomawo Kyuhyun-ah” Ujar Seohyun pelan.

“Silahkan mencium pasangan anda” Kyuhyun mendekat kearah Seohyun menatap kearah bola mata hitam milik gadis itu.

“Saranghae” Seohyun membulatkan matanya setelah mendengar Kyuhyun mengatakan cinta padanya. Bibir keduanya beradu dengan segala emosi yang terpendam. Tubuh lemah Seohyun yang tak bisa bertahan lama membuat Kyuhyun menghentikan ciuman mereka.

“Nado saranghae Kyuhyun-ah nnggg” Kyuhyun memegang pundak Seohyunyang bergetar menahan sakit, air mata yang sedari tadi ditahan oleh Seohyun mengalir deras karena menahan sakit.

“Seohyun-ah..ya… Seohyun” Kyuhyun mengguncang tubuh Seohyun yang bergerak tak beraturan diatas ranjang “Seohyun-ah…” Lirih Kyuhyun.

“Ky..Kyuhyun-ah..” Kyuhyun menahan air matanya untuk tak menangis dihadapan Seohyun yang saat ini melawan maut “Kau bisa mendengar suara ku di ponsel.. ka..kau ingat eoh?” Kyuhyun mengangguk pasti, hatinya sakit melihat Seohyun yang sekarat ditangan nya sendiri “Aku mencintaimu Kyuhyun-ah” jemari yang sedari tadi bertengger dilengan Kyuhyun kini merosot jatuh kebawah seiring jatuhnya air mata terakhir Seohyun. Wajah pucat yang tak berwarna itu kini tanpa ekspresi, tertidur dalam kedamaian dan tenang. Kyuhyun hanya menatap tubuh tak bernyawa Seohyun dengan rasa sakit yang menyerang hatinya.ini semua kesalahannya yang membuat Seohyunharus tertidur lebih cepat.

“Seohyun-ah..” Kyuhyun mengguncang tubuh Seohyun kuat mencoba membangunkan gadis itu dari tidur tenangnya “Kau bercanda? Kita baru saja menikah eoh? Banyak yan harus kita lakukan baboya” Kyuhyun mengumpat karena Seohyun tak kunjung bangun. “Jangan gila.. cepatlah bangun, setelah merebut hatiku kau pergi dengan cepat, kau sangat lucu”

“SEOHYUN-AH!!” pekik Kyuhyun.

***

Kyuhyun menatap figura Seohyun dalam diam, digenggaman tangannya sudah ada ponsel milik Seohyun yang akan dia dengar kan kalimat terakhir dari gadis itu.

“Kenapa sangat cepat” Lirih Kyuhyun. Kyuhyun membuka pola password ponsel Seohyun yang selali ia ketahui. Dan hal pertama yang ia lihat adalah foto mereka yang saling tersenyum menghadap kamera. “Kau masih bisa tersenyum? Kau gadis bodoh”

Kyuhyun membuka rekaman suara yang Seohyun rekam dan hanya ada satu. Rasa ragu menghinggapi hati Kyuhyun. Dia sangat merindukan gadis itu sekarang.

                “Kyu…” Kyuhyun dapat mendengar suara lemah Seohyun yang memanggilnya, terasa sangat nyata bagi Kyuhyun sekarang.

“Jika kau mendengar suaraku sekarang pasti aku sudah pergi hehe. Maaf.. maaf karena sudah banyak membuat beban untukmu. Saat terakhirku sangat bahagia karena bersama mu Kyuhyun-ah, kau tahu, aku menanti sangat lama untuk kata cinta mu padaku. Semoga aku dapat mendengarnya sebelum pergi. Dan Jika aku bisa mendengarnya aku adalah gadis yang paling bahagia saat itu. Kau tahu aku sangat mencintaimu, kau tahu aku sangat merindukanmu. Meskipun kita selalu bertemu tetapi aku selalu merindukanmu. Aku selalu seperti orang bodoh Jika mengutarakan cintaku padamu Kyuhyun-ah.”  Kyuhyun mendengar hembusan nafas Seohyun yang berat, rasa bersalah menyerubung masuk kedalam hatinya. Pahit yang ia dapat kan sebanding dengan dosa yang ia buat saat ini.

“Kyu… aku sudah memaafkanmu. Aku memaafkanmu karena aku mencintaimu. Aku tahu rencana mu dan eommonim. Jangan khawatir aku tidak akan menuntut mu, aku tidak akan pernah bisa. Aku hanya sedikit kecewa. Kenapa kau melakukan hal itu? Kau bisa saja belajar mencintaiku dan mendapatkan apa yang kau mau. Aku pasti akan memberikannya karena kau hidupku. Aku memaafkanmu Kyu. Aku tidak mungkin membawa mati harta itu kan? Gunakanlah untuk hidupmu, carilah pendamping sempurna untukmu dan berikan aku kebahagiaanmu. Aku hanya ingin kebahagiaanmu bisa kulihat dari sana. Kau pasti mengerti maksudku kan? Ingat lah aku sebagai pelangimu. Aku akan selalu ada dihatimu Kyuhyun-ah saranghae” rekaman berhenti. Kyuhyun hanya meneteskan air matanya dalam diam, gadis yang selama ini dia rasa adalah gadis polos mengetahui segala kebohongannya tetapi tetap mencintainya.

“Apa kau bodoh?” Lirih Kyuhyun. “Mianhe..mianhe”…

END

FF gaje weh -,- sorry kalo awkawkwkwkrd heheh. Silahkan komen yaaaaa :* ff ini udah di post di dua tempat ya ^^

Advertisements

8 thoughts on “It’s Me

  1. Sedihh kaliii . Aku readers baru dan aku suka genre ff yg kayak gini huu 😭😭😭 sukses meneteskan air mata kasih 4 jempol ahh buat author nya

    Like

  2. Kyu emang bener2 gila ya,, apa coba maksudnya
    Kalo emng cinta ya gak mungkin tega ngelakuin itu
    Sekarang nyesel kan?? Bikin emosi aje😈

    Like

  3. Nyesek bngt 😥 😥 kyuhyun jahat bngt deh ny.cho juga bisa2nya punya pikiran picik kek gtu dpt karma bru tau rasa lohh…
    Saking cintanya seohyun mau aja di bodohi kyuhyun ya ampun aku gak kuat rasanya pen nangis mulu sepanjang bca nie ff nyeseeeek!!

    Like

  4. Tisu mna tisu…huwaaaaaaa…kyuppa tega nian mcem gt ma seonni…aigoo jd baper…nyesel kan km kyuppa…pnyesaln sll dtng trakhir..hmmm…

    Like

  5. Huaaaa, gak perlu pake lagu yg sedih pun udah banjir air mata..
    Kasihan Seonnie! Ibunya Kyu jahat bangettttt.
    Feelnya bener* terasa..
    “Change me” kapan dilanjut? Udah nunggu lama ini
    Fighting, Author!!

    Like

leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s