DOOPLEGANGER

 

Author             : Akira Cho

Title                 : Doopleganger

Category         :romance

Cast                 :Kyuhyun, Seohyun, etc

Note                : annyeong yeorobun 😀 😀 .. bagaimana kabar kalian? Lama tak berjumpa denganku ey.. ada yang kangen aku nggak? *teriak pakek toa* XD XD.. udah berapa bulan ya aku vakum nulis disini? Uhhh aku aja lupa..

 

            Pertama aku mau minta maaf ya sama kalian yang sudah nunggu ff ku dengan sangat sabar. Meski pada kenyataannya aku ini orang yang nggak peka – peka ditunggu. Wkwkwkw.. banyak masalah dalam reallife aku makanya aku pilih untuk tidak nyentuh blog dulu. Bahkan blog pribadiku juga sama. Maklum yaa,, aku kan hidup ngga Cuma buat nulis aja 😀 :D.

 

            Oya aku dating dengan judul baru. Eumm,, perlu kalian tahu ya.. sejujurnya ini sequel dari ff ku yang ada di blog. Karena udah lama nggak publish disini. Makanya aku post disini aja. Sambil jalan nunggu a pitiful girl selesai di edit. Kalau kalian penasaran sama previous storynya. Cek aja link ini okay..

https://littlechoding987.wordpress.com/2016/09/24/faded/

 

            As always, typo udah menjamur ya.. buat kalian yang baca tapi gak RCl bogem mentah melayang 😀 😀 *bercanda* XD XD

 

            Kebanyakan ngoceh ya.. langsung aja,,

 

HAPPY READING

 

Tuhan tak pernah kehabisan cara untuk membuat umatnya bahagia

 

Paris, Perancis

 

Seorang pria dengan kamera SLR yang menggantung di lehernya menatap dedaunan berwarna kuning yang berhamburan dijalanan dekat menara Eiffel.Ini adalah awal musim gugur namun dedaunan yang rontok seolah mengatakan bahwa musim gugur datang lebih cepat.Senyuman simpul tercetak di bibir tebal pria tampan itu.Ia selalu menyukai musim gugur. Suhunya, anginnya, cuacanya pria itu benar – benar menyukainya.Seolah musim gugur adalah musim kelahirannya. Padahal ia lahir saat musim dingin.

 

Pria itu mendekatkan kamera pada matanya dan siap untuk memotret orang – orang di sekitarnya.Meski terdengar sepele tapi jangan pernah meragukan hasil karya pria ini.karena dengan kedua tangan ajaibnya gambar biasapun terlihat sangat luar biasa.Banyak para gadis perancis yang menaruh perhatian padanya.Tentu saja mata birunya benar – benar membuat siapapun seakan tenggelam hanya karena menatapnya.Pria itu bernama Marcuss Angelo.Pria keturunan setengah Perancis dan setengah Itali ini benar – benar menawan hati para wanita.Tapi sayangnya semua wanita hanya bisa gigit jari.Karena pada kenyataannya seorang Marcuss Angelo adalah gay.

 

Deringan ponsel mengganggu konsentrasinya. Dengan sedikit gerutuan ia merogoh ponselnya dan setelah menekan jawab barulah ia menempelkannya di telinga.

 

“Allo..” kata Marcuss pendek.

 

“baby, kau ada waktu untukku?” pertanyaan manja nan menjijikkan dari seoang gadis yang sudah sangat di kenal Marcuss ini membuatnya menghela nafas kasar. Jika saja gadis ini tidak tahu bahwa dirinya adalah gay pasti Marcuss sudah menendangnya sampai ke Samudra Atlantik dan membiarkannya jadi santapan beruang kutub.

 

“tidak, aku sibuk.” Jawabnya singkat.Gadis itu tidak menyerah.

 

“ayolah baby, kau tidak ingin kan semua orang tahu siapa Marcuss Angelo yang sebenarnya?” ujarnya dengan indikasi ejekan di dalamnya. Pria itu menyerah.

 

“ok, aku akan menjemputmu di flat.” Gadis itu tersenyum senang.

 

“merci beaucoup ma Cherie (terimakasih banyak sayangku).” Katanya sebelum memutus panggilan.Dia benci ini, gadis yang mengganggu ketenangannya ini.Marcuss membencinya setengah mati.dia tahu gadis itu sudah lama menyukainya sejak awal masuk universitas yang sama dengannya. Gadis keturunan Asia selalu menarik dimata Marcuss.Tentu saja budaya Asia sangat jauh berbeda denga budaya Eropa. Dimana semua hal di Eropa bukanlah hal yang tabu atau di permasalahkan lagi. berbeda dengan Asia yang menjunjung tinggi kesopanan dan norma.

 

Gadis itu bernama Victoria Song.Saat pertama kali bertemu dengannya Marcuss sudah dapat menebak bahwa gadis ini adalah gadis Asia.Berkulit putih bersih, mata sipit dan juga hidung mungil.Namun meski keturunan Asia, Marcuss sama sekali tidak menyukainya. Gadis ini aggressive dan Marcuss benci itu.Ia segera memasukan kamera SLR nya ke dalam tas dan bersiap untuk bertemu dengan gadis itu.

 

Doopleganger

 

London, England

 

            Seorang gadis tampak termenung menatap keramaian jalanan dari balkon kamarnya.Meski sudah berulang kali mencoba melupakan kenangan itu.Tapi tampaknya itu bukan hal yang mudah untuknya. Terbukti sudah tiga tahun sejak kematian keka- aniya maksudnya adalah kakak kandungnya yang baru ia ketahui sebentar ia belum bisa move on. Bayangan Kyuhyun menghantuinya kemana – mana. Dadanya sesak seolah ia tidak bisa bernafas. Seolah kehilangan Kyuhyun adalah kematian perlahan baginya.

 

Ia mengusap kasar setetes air mata yang jatuh. Selalu seperti ini, batinnya berteriak.Ia tidak ingin menangis lagi. tapi air mata itu selalu jatuh tanpa izinnya. Seperti yang sudah di rencanakan.Ia memang meninggalkan Korea dan menetap di London bersama Krystal untuk memulai hal baru tanpa kesedihan lagi. oya, wanita cantik yang selalu di katai Seohyun sebagai wanita tua itu sudah menikah dengan Kim Kibum dan bahkan tahun ini anak mereka sudah berusia satu setengah tahun.

 

“are you daydream?” sebuah suara menyadarkan gadis itu dari lamunannya. Gadis itu menoleh.

 

“No, just see the street..” jawabnya bohong. Krystal maju selangkah mengamati Seohyun dengan seksama. Seohyun tampak rishi namun ia tidak menolak.

 

“Seohyun..there something you have to know.” Krystal tampak aneh dimata Seohyun.

 

“what?”

 

“you have to go to France soon. Karena aku tidak mungkin meninggalkan putraku. Kau tahu kan Dennis masih begitu kecil untuk bepergian?” Seohyun mendesah lelah. Sudah seminggu ini Krystal memintanya pergi ke Prancis Karena disana ada fashion show yang cukup besar. Namun Seohyun belum memberikan jawaban apapun pada Krystal membuat Krystal berang.Tentu saja disini bukan hanya Seohyun yang dipertaruhkan.Namun seluruh asset yang dimiliki mereka berdua.Karena mereka sudah terdaftar sebagai designer yang ikut bergabung untuk memeriahkan acara tersebut.Dan jika mereka menolak untuk hadir maka nama mereka akan di blacklist. Tidak hanya itu mereka juga harus membayar denda yang jumlahnya tidak sedikit.Seketika kepala Seohyun berdenyut.

 

“kau tahu aku bahkan belum menyiapkan satu rancanganpun. Dan aku harus berangkat minggu depan. Why you don’t kill me?” Tanya Seohyun ketus.Krystal tertawa kecil.

 

“calm down baby. Aku masih punya satu.”Krystal mengerling pada Seohyun.Seohyun menaikkan alisnya tanda tak mengerti.

 

“kau kan tidak membuat rancangan lagi sejak Dennis lahir.” Sahut Seohyun cepat.

 

“tidak, aku memang sudah tidak membuatnya lagi. aku membuatnya ketika kandunganku berumur delapan bulan. Dan yaa aku memang tidak memberitahukannya padamu.Karena aku yakin kau pasti akan marah padaku.” Tutur Krystal. Memang Seohyun sering memarahinya ketika Seohyun mendapati Krystal masih bekerja padahal ia sedang hamil. Dan Krystal baru tahu bahwa sifat Jessica benar – benar menurun pada putrinya.

 

“baiklah..tapi hanya sampai fashion show itu saja okay, kau tahu aku tidak begitu suka tempat ramai.” Krystal mengangguk.

 

“of course, tapi aku tidak tahu jika nanti disana aka nada beberapa orang yang menahanmu sementara waktu.”

 

“Krystal Jung!!!” dan Krystal tertawa terbahak – bahak melihat Seohyun yang marah padanya.

 

Doopleganger

 

Marcuss baru saja keluar dari perpustakaan ketika ia mendapati seseorang yang sangat dikagumi sedang bercengkerama dengan seorang gadis. Andrew Choi, yaa pria dengan tubuh tinggi tegap, berbadan atletis dan berlesung pipit itulah yang mampu membuat otak Marcuss bergeser ke samping. Ia sendiri tidak tahu alasan apa yang pantas untuk di jelaskan kenapa ia begitu mengagumi Andrew. Jelas pria itu adalah pria normal.Ia bahkan tahu jika Andrew tengah mendekati gadis Amerika bernama Tiffany.

 

Saat ia hendak melangkah menjauhi perpustakaan ia di kejutkan oleh suara seksi Tiffany yang memanggil namanya. Ia geram setengah mati. Dalam hati Marcuss mengumpat untuk Tiffany yang jelas – jelas ingin memamerkan padanya bahwa Andrew adalah miliknya.

 

“Marcuss, apa yang kau lakukan disini?” tanyanya dengan logat Amerikanya yang begitu mencolok.Tidak seperti dirinya yang jelas lebih fasih mengucapkan bahasa prancis.

 

“aku hanya sedang mencari referensi untuk tugas.” Jawabnya pendek tanpa menatap mereka berdua. Tiffany adalah gadis manis dengan mata yang selalu bisa terlihat seperti sedang tersenyum.

 

“aku dan Andrew akan makan siang di bistro, apa kau mau ikut?” tanyanya ramah. Belum sempat Marcuss menolak Andrew sudah menyelanya.

 

“jangan menolaknya Marcuss, ku perhatikan beberapa hari ini kau tampak sibuk dengan tugas sebelum sidangmu di tambah dengan hobi huntingmu itu. Ku rasa kau pasti selalu lupa untuk menjejalkan nutrisi di tubuhmu.”Marcuss tersenyum tipis. Hatinya berdebar – debar mendengar ucapan Andrew yang begitu memperhatikannya.

 

‘oh, dia begitu memperhatikanku ternyata. Sayangku Andrew..’ batinnya dalam hati.

 

“baiklah aku akan makan bersama kalian.” Putusnya. Dan akhirnya ia ikut bersama Andrew dan Tiffany untuk makan di sebuah bistro.

 

At Bistro

 

“kau tahu Andrew, aku dengar – dengar akan ada Fashion Show besar beberapa hari lagi. dan yang ku tahu Marcuss juga akan kesana. Iya kan Marcuss?”Tiffany mencoba membuat suasana lebih baik.

 

“aku mendengarnya Tiff, tapi aku tidak tahu Marcuss akan datang. Memangnya kenapa kau datang Marcuss?”Tanya Andrew sambil memasukan steak daging sapi ke dalam mulutnya dengan elegan.

 

“aku…

 

“astaga Andrew.. bagaimana kau bisa tidak tahu. Tentu saja karena Marcuss adalah putra dari Alexander Angelo dan juga Marry Dylan. Marry Dylan kan salah satu designer paling hebat.” Sahut Tiffany penuh semangat membuat Andrew tertawa kecil karena tanpa sadar ada makanan yang tersisa di bibir Tiffany.Dengan jantan Andrew mengusap sudut bibir Tiffany dengan tissue.Tiffany memerah dibuatnya.

 

“ahh maaf..”

 

“kau bersemangat sekali sih.” Ledek Andrew Tiffany hanya menunduk malu.Sedangkan Marcuss sangat sebal melihatnya.Andai saja Tiffany tidak ada disini. Andai saja ia bisa memiliki Andrew seorang diri pasti sangat menyenangkan.

 

“Pardon, tapi sepertinya aku harus segera pergi.aku harus menjemput keponakan kecilku. Issabel bisa mengamuk dan mengadukannya pada Ara.”Marcuss mencoba mencari alasan yang logis dan beruntung mereka berdua mengangguk.

 

“hati – hati Marcuss..” pesan Tiffany dan Marcuss mengangguk sebelum ia melangkah keluar dari bistro itu.

 

“apa kau merasa jika sikap Marcus situ aneh?” Tanya Tiffany sambil menatap Marcuss yang sudah sampai di depan. Andrew mengerutkan kening.

 

“aneh? Aneh seperti apa?” Tanya Andrew sambil menyedot jus yang di pesannya.

 

“dia selalu focus melihatmu. Padahal aku tengah berbicara padanya.Seolah yang ada disini hanya dirimu.”Jawab Tiffany merengut.Andrew terkekeh.

 

“jangan bilang kau cemburu padanya Ma Cherie..”

 

Doopleganger

 

Seohyun baru saja sampai di bandara Charles de Gaulle.Tubuhnya penat setelah duduk di pesawat selama beberapa jam.Sepertinya daya tahan tubuh gadis itu benar – benar menurun.Terbukti saat ini kepalanya pusing berdenyut hebat.Seperti ada palu tak kasat mata yang terus menghantam kepalanya.Oke itu mulai berlebihan.

 

Dengan langkah gontai ia menggeret kopernya keluar dari bandara dan mencari taksi. Ia harus segera sampai hotel sebelum dirinya limbung dan tidak akan ada seorang pun yang menolongnya. Ini bukan London, tempat dimana Krystal dan Kibum tinggal. Ini Paris, dan dirinya sama sekali tidak mengenal siapapun.

 

Namun sepertinya usaha gadis itu tidak berhasil. Baru saja ia melambai pada taksi hantaman pada kepalanya benar – benar menusuk hingga mau tidak mau dirinya limbung dan terjatuh di tanah. Semuanya terasa gelap dan samar ia mendengar adalah seseorang memanggilnya dengan bahasa yang tidak begitu ia mengerti.

 

~~~

 

Marcuss baru saja mengantar teman satu kampusnya pergi ke bandara. Hari itu dirinya free dan ia berpikir lebih baik mengantar Jasper ke bandara daripada menunggu Issabel yang menyebalkan seharian karena kakaknya Ciara, atau akrab di panggil Ara sibuk dengan persiapan fashion show.

 

Pria itu baru saja menutup kameranya dan mengalungkan di lehernya ketika ia melihat seorang gadis melambai pada taksi dan tak lama kemudian ia terjatuh. Marcuss segera mendekat dan membawa gadis itu dalam rengkuhannya. Saat ia melihat wajah gadis itu, kata yang pertama kali terlintas di pikirannya adalah gadis itu pucat pasi seperti orang sekarat. Marcuss menepuk pipi gadis itu perlahan.

 

“Madamoiselle, are you okay?” beberapa kali Marcuss mencoba menyadarkan gadis itu namun tidak berhasil akhirnya setelah berdebat dengan hati nuraninya sendiri. Ia meminta supir taksi untuk mengantarkannya ke rumah sakit terdekat. Dengan di bantu sang supir Marcuss membawa satu koper berukuran sedang dan sebuah tas.

 

Dengan langkah cepat Marcuss membawa gadis itu ke ruang emergency dimana para perawat dan salah satu dokter jaga telah bersiap untuk memeriksa gadis itu.Dengan tenang Marcuss mengatakan bahwa gadis itu adalah gadis yang pingsan mungkin karena jetlag.Setelah menunggu beberapa saat akhirnya dokter keluar.

 

“apakah dia baik – baik saja?” Tanya Marcuss pada sang dokter. Dokter dengan nametag Marie mengangguk.

 

“pasien akan sadar dalam waktu dekat tapi dirinya tetap membutuhkan banyak istirahat karena sepertinya sebelum naik pesawat pasien sudah merasa sakit.” Marcuss mengangguk.Ia melirih tas dan juga koper gadis itu. Sebenarnya ia tidak berani membuka barang – barang milik orang lain. Bahkan lemari Issabel bahkan Marcuss tak pernah membukanya. Bukannya ia tidak berani. Ia adalah orang dengan tipikal tidak suka privasinya di sentuh orang lain. Maka dari itu ia tidak suka berbuat lebih pada orang lain. Tapi lain halnya jika ini adalah sesuatu yang mendesak.

 

“pardon mademoiselle.” Ucapnya lirih.Ia membuka tas gadis itu. Mendapati beberapa kertas penting seperi visa dan paspor, kartu identitas, dompet, beberapa make up yang masih dalam tahap normal untuk seorang gadis. Marcuss mengambil sebuah kartus identitas.

 

Name              : Seo Joohyun

Date of Birth   : 28th June 1993

Gender            : female

Address           : Oxford Street no. 119, London

 

‘jadi dia orang London? Kupikir orang Asia’ gumamnya dalam hati.Ia segera melangkahkan kaki mengurus administrasi gadis itu dan menunggu lagi hingga gadis itu sadar. Setelah selesai Marcuss menarik kursi tunggu dan duduk di samping gadis bernama Soe..astaga lidahnya sedikit kesulitan untuk menyebut nama gadis itu. Pokoknya itulah, Marcuss tersenyum ketika menatap betapa gadis itu terlihat manis sekali. Ia mengambil SLR nya dan memotretnya tanpa blitz. Ia tersenyum puas melihat hasilnya. Ia seperti sedang memotret seorang putri tidur.

 

Tiba – tiba senyum Marcuss memudar berganti cemas ketika gadis itu meringis sambil memegangi kepalanya. Marcuss sama sekali tidak tahu apa yang di ucapkan gadis itu. Itu jelas bukan bahasa Inggris, apalagi bahasa Prancis. Itu seperti, ia mencoba mengingat – ngingat dimana ia pernah mendengar bahasa itu. Tapi ia menggeleng. Ia tidak ingat.

 

“are you okay?” Tanya Marcuss lembut.Mata gadis itu terbuka perlahan dan ketika tatapannya bertemu dengan Marcuss tiba – tiba saja matanya membulat sempurna.

 

“KYUHYUN!!!!” teriaknya keras membuat Marcuss hampir saja terjungkal karena terkejut.

 

“what did you said Madam? Ku..yun?” Tanya Marcuss masih dengan bahasa Inggris yang terdengar fasih.

 

“Kyuhyun.. Kyuhyun..kau masih hidup?” gadis itu histeris lagi, kali ini ia bahkan memeluk Marcuss yang ia kira Kyuhyun dengan begitu erat. Membuat Marcuss risih dan mendorongnya menjauh.

 

“I am not Kuyun..” ucapnya tegas. Marcuss tahu dia telah salah mengeja nama yang di sebutkan gadis itu tapi dia tidak peduli. Namanya sulit di ucapkan oleh lidah eropanya.

 

Gadis itu terdiam sebentar meresapi kata per kata yang keluar dari mulut Marcuss.Ia menatap Marcuss dengan tatapan meneliti. Berbeda dengan Marcuss, ia risih di tatap seperti akan di telanjangi.

 

‘benar dia bukan Kyuhyun.’ Ucap Seohyun dalam hati.

 

Kyuhyun tidak berambut coklat gelap. Yang ia ingat Kyuhyun berambut hitam. Seohyun berpindah ke wajahnya. Meskipun tidak sama persis tapi memang ia terlihat mirip dengan Cho Kyuhyun. Dan Seohyun mulai bisa mengidentifikasi dimana perbedaannya.Mereka memiliki tatapan mata yang berbeda dan juga warna mata yang sangat jauh.Mata pria ini begitu biru sebiru samudra pasifik tidak seperti mata Kyuhyun yang begitu hitam yang mampu membuatnya merasa tersedot ke dalamnya. Kemudian ia tertawa keras membuat pria di depannya menatapnya aneh.

 

“I am so sorry, I think I am..”Seohyun tidak bisa melanjutkan perkataannya karena tiba – tiba saja pipinya basah oleh air mata.Ia terisak sambil menutupi kedua wajahnya. Setelah tiga tahun ternyata rasa sakit itu sama sekali tidak berkurang. Malah tambah parah saat ia melihat seseorang yang sangat mirip dengan Cho kyuhyun. Kakak sekaligus cintanya..

 

“No matter, apa kau sudah merasa baikkan?”Tanya Marcuss lembut.Seohyun mendongak menatap pria di depannya sebelum kemudian mengangguk.Ia melihat jam dinding dan tiba – tiba saja ingatannya kembali. Astaga ia harus segera pergi mencari hotel sebelum malam tiba. Tapi baru saja ia bangkit tiba – tiba saja denyutan di kepalanya membuatnya meringis pelan. Rasa pusing itu datang lagi.dengan sigap Marcuss menahan pergerakan Seohyun.

 

“I have to go now.” Bisik Seohyun lirih sambil memegangi kepalanya yang masih terasa berdenyut.

 

“kau butuh istirahat madame. Lagi pula apa ada sesuatu yang mendesak yang harus kau lakukan?”Tanya Marcuss ingin tahu. Seohyun enggan memandang Marcuss sebagai gantinya ia memilih mengangguk. Marcuss menghela nafas.

 

‘dasar gadis aneh.’ Batinnya dalam hati.

 

“aku harus pergi ke..

 

“don’t leave me..” seolah tahu apa yang akan di ucapkan pria itu Seohyun sudah menyelanya dan menarik lengan Marcuss dengan tangan yang bergetar. Marcuss bergeming menanti ucapan Seohyun selanjutnya.

 

“I don’t know France, how can you leave me alone.” Lanjut Seohyun dengan suara teramat lirih.Marcuss tertawa terbahak – bahak membuat Seohyun menatapnya heran.

 

“kau pintar sekali membual gadis manis. Jelas – jelas kau datang ke Prancis seorang diri. Itu berarti sedikit banyak kau tahu tentang Prancis.”Ejek Marcuss membuat Seohyun terdiam.Tentu saja Marcuss benar.Ini bukan kunjungan pertamanya ke Negara mode paling terkenal di dunia.Ia adalah salah satu designer yang mewarisi keahlian mendiang ibunya. Dan Prancis adalah Negara yang wajib di kunjunginya.Setidaknya enam bulan sekali.

 

Selesai tertawa Marcuss berdehem sejenak.Ia menatap Seohyun penuh minat. Mata bulat gadis itu begitu lucu hingga rasanya Marcuss ingin membawanya pulang dan memainkannya setiap saat.Bibirnya begitu tipis dan indah meski terlihat pucat.Marcuss tersenyum memandangi perpaduan wajah unik gadis ini.

 

“apa kau orang Asia?” Tanya Marcuss penasaran.Seohyun mengangguk.

 

“Negara mana?”Tanya Marcuss lagi dengan penasaran yang berlipat.

 

“South Korea..”Marcuss terbelalak.Ia tersenyum begitu lebar pada gadis ini. seolah ia sedang membayangkan sosok yang selalu membuat jantungnya berdegup kelewat batas.

 

“seseorang yang ku sukai juga dari Korea Selatan. Kebetulan sekali.”Seohyun mengerutkan kening tidak paham dengan seringai yang ada di wajah pria Eropa di depannya.

 

Doopleganger

 

Apa kau tahu?

Setiap saat aku selalu berdoa bahwa jika suatu saat ada kesempatan

Aku ingin bisa meraihmu sekali lagi

Dan jika itu terjadi

Demi apapun juga

Aku tak akan pernah melepasmu

 

            Sudah menjelang sore ketika Seohyun bangun. Tubuhnya terasa lebih ringan dan juga segar. Sepertinya efek jetlagnya sudah hilang. Ketika ingatannya berputar kembali ia tersentak. Apakah ia baru saja bermimpi? Tapi ia menatap tangan kanannya yang masih di infus. Itu berartiia tidak bermimpi. Tapi bertemu Kyuhyun?Ia sepertinya terlalu sering memikirkan pria itu hingga otaknya sedikit bergeser dan mengira orang lain adalah Kyuhyun.

 

Tapi pria itu begitu mirip. Seohyun yakin minus 1.5 pada mata kanannya tidak akan membuatnya melupakan wajah seseorang. Apalagi itu bukan hanya sekedar seseorang. Dan ketika memandangi kamar tempat ia di rawat tiba – tiba saja ia merasa takut dan sedih. Ia terisak lirih sambil menyebut nama Kyuhyun.

 

“astaga, kau menangis..” ucapan terkejut itu asalnya dari Marcuss. Seohyun menoleh dengan cepat dan menghapus sisa air matanya dengan kasar.

 

“hei, kenapa menangis?” Tanya Marcuss lembut.Pria itu meletakan paper bag yang Seohyun yakini berisi makanan.Tentu saja bau harum itu menguar membuat perutnya keroncongan.

 

“aku tidak menangis.” Elaknya tegas.Marcuss terkekeh.

 

“jelas – jelas kau menangis. Masih saja tidak mau mengaku.Oya, tadi aku membelikanmu makanan. Aku yakin kau belum makan apapun kan. Makanlah.”Seohyun tertegun ketika pria itu menyerahkan paperbag. Hatinya sakit karena cara pria itu berbicara benar – benar mirip dengan Kyuhyun. Suaranya bahkan sama persis.

 

“aku tidak lapar.” Tolak Seohyun sambil melengos.Ia tidak sanggup terus seperti ini. semakin lama hatinya semakin sesak dan ia merasa tidak akan sanggup menahannya.

 

“kau hanya harus makan.” Ucap Marcuss tegas sambil menyuap paksa sepotong croissant ke mulut Seohyun. Gadis itu terkejut ingin menolak namun suapan Marcuss benar – benar cepat dari yang ia duga. Ia memandang Marcuss tajam dan pria itu hanya memberikan cengiran lebarnya.

 

“aku pasti akan dimarahi kakak perempuanku karena tidak segera pulang untuk bersiap menghadiri Fashion Show malam nanti. Tapi bagaimana lagi aku tidak bisa meninggalkan gadis yang tidak tahu apa – apa tentang Prancis kan?” Marcuss menyeringai ketika wajah Seohyun berubah saat ia menyindirnya. Namun sedetik kemudian wajah gadis itu berubah cepat.

 

“kau bilang Fashion Show?” Marcuss mengangguk.

 

“uhm, Fashion Show tahunan.”

 

“astaga, aku harus kesana. Aku salah satu designer yang di undang. Aku..” Seohyun panic dengan berbagai macam pikiran negatifnya. Bagaimana reaksi Krystal ketika ia tidak menghadiri acara itu. Sedangkan Marcuss menatapnya heran.

 

“kau bilang kau tak tahu Prancis sama sekali..” Seohyun hanya tersenyum malu.

 

Doopleganger

 

Akhirnya disinilah Seohyun.Bersama Marcuss dengan sedikit paksaan akhirnya pria itu mau membantunya menghadiri acara besar tersebut.Kondisi fisiknya yang belum terlalu baik memaksa dia harus selalu ada di dekat Marcuss.Dan untung saja pria itu dengan senang hati melakukannya. Sampai sekarangpun Seohyun masih bertanya – Tanya apakah dia memang Cho Kyuhyun yang berubah jadi orang lain atau memang dia benar – benar orang lain?

 

Namun jika dia Cho Kyuhyun, jika dia benar Cho Kyuhyun. Lalu pria yang ajalnya ia saksikan tiga tahun lalu siapa? Apakah dia bukan Cho Kyuhyun?Seohyun menggelengkan kepalanya. Pria ini jelas bukan Cho Kyuhyun!

 

 

 

“are you okay?” Tanya Marcuss cemas.Seohyun mendongak kemudian tersenyum mengangguk.Salah satu tangannya yang melingkari lengan Kyuhyun membuatnya sedikit risih.Ia tidak tahu kenapa pria itu memintanya melakukan itu. Tapi hal itu sebagai syarat Marcuss mau membawanya ke tempat ini.jika tidak, mungkin Seohyun lebih memilih berdiam diri di kamar hotel.

 

“aku harus menemui kakakku. Kau ikut.”Ucap Marcuss tegas.Bahkan tak memberikan waktu sedikitpun untuk Seohyun menolak. ‘jelas dia bukan Cho Kyuhyun. Cho Kyuhyun bukan pemaksa!!’ batinnya menggerutu.

 

“Ciara!!” teriak Marcuss memanggil seorang perempuan berambut pirang yang terlihat begitu elegan dengan gaun mewah berwarna gold.Perempuan yang dipanggil Marcuss tersenyum kemudian menghampiri mereka berdua.

 

“oh, apakah dia Victoria?” Tanya Ciara menggoda.Marcuss merengut manja pada kakak perempuannya.

 

“apa matamu buta. Kau jelas tahu dia begitu cantik mana mungkin dia Victoria.Lagipula kau selalu memanggil semua gadis yang bersamaku dengan sebutan Victoria.” Gerutu Marcuss. Ara tersenyum jahil.

 

“Allo, aku Ciara Angelo.Dan ini adikku Marcuss.Kami saudara kandung.”Ara mengulurkan tangannya untuk di jabat.Seohyun menerimanya dengan ramah.

 

“Hello, Aku Seohyun.”

 

“Se..so.. apa? Namamu sulit sekali di ucapkan?” ucap Ara setengah malu.Marcuss mendengus.

 

“panggil saja dia hyun. Aku juga kesulitan mengucapkan namanya.”Sahut Marcuss ringan.Pria itu bahkan tidak peduli pada kedua mata Seohyun yang menatapnya tanpa berkedip.Jantungnya bertalu begitu keras hingga terasa menyakitkan. Sampai rasanya ia ingin menangis sekarang juga.

 

Marcuss punya cara yang sama saat memanggilnya seperti Cho Kyuhyun..

 

            “oh, apakah kau salah satu designer yang bergabung di acara Fashion Show ini? perwakilan dari Blanc Fashion?” Seohyun mengangguk.

 

“oh selamat datang kalau begitu. Aku harus menyapa tamu yang lainnya.”Ara segera pergi meninggalkan mereka berdua.Acara belum di mulai tapi para tamu dan pengunjung sudah banyak berdatangan.

 

“kau ingin minum?” Seohyun menggeleng pelan.

 

“baiklah ayo kita duduk saja.” Marcuss membawa Seohyun ke kursi yang menghadap ke depan. Karena keduanya sama – sama diam dan menciptakan suasana hening Marcuss memilih mengeluarkan ponselnya dan melihat hasil jepretan yang sempat ia pindah dari kamera SLR nya ke ponselnya. Ia tersenyum memandang wajah seseorang yang selalu di intainya.

 

“kau kenapa?” Tanya Seohyun. Marcuss menggeleng.Ia tidak perlu menceritakan hal itu pada gadis yang bahkan baru di kenalnya kurang dari dua puluh empat jam. Toh kemungkinan besar gadis itu akan menertawai dirinya habis – habisan. Siapa yang tidak akan tertawa jika tahu seorang Marcuss Angelo ternyata seorang gay.

 

“omong – omong gaunmu berwarna apa?” Tanya Marcuss mencoba memecah keheningan.

 

“berwarna putih gading.”Jawab Seohyun singkat Kyuhyun mengangguk dan melanjutkan melihat gambar – gambar yang ada di ponselnya.Seohyun memicingkan mata ketika melihat Marcuss tersenyum aneh seorang diri.

 

“apa kau sedang menonton film biru?” tebak Seohyun asal membuat Marcuss menatapnya tajam.

 

“kau pikir aku serendah itu? Tentu saja tidak, aku..kalimatnya terpotong ketika manik matanya menatap sepasang kekasih yang baru saja memasuki ballroom hotel itu. Iamenggeram karena rasa tidak suka yang begitu berlebihan. Bahkan kedua tangan yang ada di bawah meja mengepal.Ia tidak suka pemandangan di depannya. Ia benci.

 

Seohyun mengikuti arah pandang pria itu yang begitu lurus. Ketika ia menoleh ia mendapati sepasang kekasih yang begitu serasi di matanya. Satunya cantik dan satunya tampan. Sang gadis begitu mesra merangkul lengan sang pria. Dan senyum yang menguar dari wajah tampan pria itu dengan lesung pipitnya membuatnya semakin kelihatan sempurna.Lalu Seohyun melihat Marcuss lagi.pria itu, kenapa bersikap seperti itu melihat mereka berdua?

 

“kau suka padanya?” Tanya Seohyun penasaran.Marcuss menoleh menatapnya sesaat.Kemudian menggeleng pelan sambil menyeringai.

 

“gadis seperti dia? Tidak, terimakasih.”Seohyun menaikkan alisnya tanda tak paham.Lalu jika dirinya tidak menyukai gadis itu kenapa menatapnya seperti itu. Jelas – jelas itu tatapan cemburu. Ia tahu itu karena Kyuhyun pernah melakukannya dulu. Degg, Kyuhyun lagi?sepertinya ia sama sekali tidak bisa berhenti membandingkan Kyuhyun dengan pria di depannya ini.

 

“kenapa kau diam?” tanya Marcuss dan Seohyun menggeleng. Ya Tuhan, saat ii ia tengah berada dalam suatu acara penting. Bagaimana bisa otaknya malah terisi dengan Kyuhyun terus?

 

“apa kau tidak punya seseorang yang kau kenal disini?” tanya Marcuss lagi.

 

“tidak,”

 

“oh.” Marcuss sama sekali tidak tahu harus membicarakan apa pada gadis ini. Ia sama sekali tidak tahu dan ia juga merasa gadis di depannya ini sungguh berbeda. Ia mengenal dua gadis Asia dalam hidupnya. Victoria dan juga Tiffany. Meski Tiffany adalah blasteran Amerika. Tapi tetap saja darah Asia ada dalam dirinya. Dan kedua gadis yang di kenal Marcuss terlihat manja semua. Terutama Victoria.

 

Ngomong – ngomong tentang gadis itu, Marcuss menolak ajakan gadis itu untuk datang bersama di acaraFashion Show ini sebagai pasangannya. Meski ia juga tidak begitu suka ada gadis lain yang menempel padanya. Tapi Marcuss rasa itu lebih baik. Gadis disampingnya ini cukup pendiam dan cantik. Meski sejujurnya ada yang mengganjal dalam benaknya.

 

Hyun, cara Marcuss menyebut gadis itu. Dia terlihat terluka dan bahagia disaat yang bersamaan saat melihatnya. Saat pertama kali melihatnya untuk sesaat jantungnya berdegup begitu kencang melihat wajah cantik gadis ini. Namun hanya sesaat karena pada kenyataannya ia masih mengingat kekasih hatinya yang bermarga Choi itu.

 

Saat ia sedang menyesap segelas anggur. Tiba – tiba saja pandangan matanya bertemu dengan orang yang paling ingin di hindarinya. Ia mendengus sebal dan meletakkan kembali gelasnya dengan kasar. Membuat gadis disampingnya menatapnya heran.

 

“kenapa?” tanya Seohyun. Marcuss menggelengkan kepalanya perlahan. Seohyun mengangkat bahunya dengan acuh. Sebelum Victoria datang Marcuss sudah menarik lengan Seohyun.

“maaf, tapi aku harus melakukan ini.” Gumamnya sebelum akhirnya bibirnya dihabisi Marcuss. Seohyun terdiam seperti orang idiot dan membiarkan Marcuss menguasai bibirnya dengan rakus. Astaga, ia tidak pernah berciuman seperti ini. Tidak bahkan dengan Kyuhyun pun tidak pernah. Dengan kesadaran yang sudah mulai terkumpul akhirnya Seohyun berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri namun naas, tenaga pria itu jauh diatasnya. Ia hanya bisa meronta kecil yang bisa ditangani Marcuss dengan kedua tangannya.

 

Sesaat kemudian Marcus menyudahi acara ciuman itu dan menatap Seohyun dengan raut wajah geli. Bibir gadis itu berubah menjadi kemerahan dan sedikit bengkak. Itu karena dirinya. Keinginan membuat Victoria menjauhi hidupnya membuatnya melakukan hal gila itu. Ia bahkan tidak sadar bahwa banyak camera wartawan yang mengabadikan kejadian itu.

 

“kau gila.” Bisik Seohyun penuh kemarahan. Marcuss tersenyum dan menariknya dalam pelukannya dengan sedikit paksaan.

 

“diamlah, kau hanya akan membuat dirimu malu jika meronta seperti itu. Berpura – puralah menjadi kekasih yang baik. Aku sedang membutuhkan jasamu.” Bisik Marcuss dengan senyuman. Seohyun mendengus sebal ketika banyak orang yang bersorak gembira atas sikap Marcuss itu. Astaga, kenapa dia bisa berurusan dengan pria aneh seperti ini.

 

“I am sorry honey, kau hanya perlu percaya padaku bahwa aku tak pernah berselingkuh dengan siapapun selama kau tak ada disini. Can you trust me?” kata Marcuss sedikit keras. Membuat perhatian banyak orang hanya tertuju pada mereka.

 

“Marcuss, kau..” ucap Victoria tak percaya. Ia melihat gadis didepan Marcuss ini dengan seksama. Ia belum pernah melihat gadis ini sebelumnya. Siapa dia? Kenapa Marcuss menciumnya didepan banyak umum, bahkan diacara sepenting ini? Begitu banyak pertanyaan yang ada dikepala Victoria saat ini. Marcuss tersenyum menatap Victoria sok polos.

 

“allo Vict, kau pasti belum mengenalnya kan. Dia kekasihku, namanya Hyun.” Ucap Kyuhyun berbinar dengan merangkul bahu Seohyun seolah menunjukkan padanya siapa gadis itu.

 

“tidak mungkin Marcuss. Bukankah kau..” Victoria menggeleng pelan. Matanya berkaca – kaca. Ini tidak mungkin, setahunya Marcuss itu gay, dan ia yakin karena pada kenyataannya Marcuss memang tidak pernah melirik gadis manapun. Namun saat ini..

 

“astaga Vict, apakah semuanya harus kau ketahui. Tentu saja kau tak pernah bertemu dengan kekasihku dia tinggal di Inggris. Iya kan honey?” tanya Marcuss pada Seohyun untuk membuat Victoria percaya. Dan see, Seohyun mengangguk tanpa berkata apapun.

 

“ahh, acara sudah dimulai, ayo duduk honey..” ucap Marcuss mengabaikan tatapan tajam Victoria padanya.

 

 

Doopleganger

 

Seohyun melampiaskan kemarahannya yang tertunda dengan membanting tas selempangnya ke sofa. Hatinya panas setengah mati dengan sikap pria yang baru ditemuinya beberapa jam yang lalu. Mau tidak mau ia harus ikut pria itu. Semua orang percaya bahwa mereka adalah sepasang kekasih yang baru saja bertemu setelah sekian lama. Astaga drama apa yang sedang ia lakoni sekarang.

 

“ahh kepalaku..” ucap Seohyun dalam bahasa Korea. Tiba – tiba saja Marcuss tertarik dan duduk disebelah Seohyun.

 

“apa itu tadi bahasa Korea?” tanyanya berbinar. Seohyun mengangguk tanpa menatap mata Marcuss.

 

“kenapa kau harus membuat drama seperti ini Monsieur? Kau benar – benar membuatku pusing.” Tanya Seohyun dengan nada lelah yang begitu kentara. Sedngkan pria itu biasa saja. Sejujurnya Marcuss senang bisa melakukan hal ini. Terlebih Victoria akan segera mnyingkir dari hidupnya. Ia memejamkan mata sejenak. Tubuhnya penat sekali.

 

“apa kau akan tidur disini?” tanya Seohyun tegas, Marcuss membuka matanya yang terpejam menatap gadis itu dengan tatapan singa.

 

“lalu kau ingin aku keluar dari apartemenku sendiri begitu?” sahut Marcuss sinis membuat nyali Seohyun menciut. Ia bingung, haruskah ia bermalam dengan pria yang tidak dikenalnya? Tidak dikenalnya? Tidak, maksudnya ia memang tidak kenal dengan pria ini meski wajahnya benar – benar khas seseorang. Ia menghela nafas lelah.

 

“disini hanya ada satu kamar. Dan itu kamarku. Kau bisa tidur disofa ini. Kalau ingin tertutup tidur saja ditoilet.” Ucapan Marcuss benar – benar membuat bola mata Seohyun yang sipit membulat sempurna.

 

‘ini gila!!’ batinnya dalam hati. Ia tidak pernah menyangka bahwa ia akan bertemu dengan pria tidak punya hati seperti ini. Wajah boleh sama tapi kelakuannya tiga ratus enam puluh derajat benar – benar bertolak belakang. Seohyun mendengus.

 

“lebih baik aku cari hotel saja daripada aku disini.” Sahut Seohyun ketus, pria itu justru tertawa.

 

“kau mau cari hotel jam segini? Coba cek arlojimu Madame.” Tanpa sadar Seohyun melirik arlojnya sekilas. Jam dua dinihari, tidak mungkin ia akan berkeliaran diluar kan? Tapi..

 

“tidak masalah. Aku berani melakukannya.” Tantang Seohyun berani. Gadis itu baru saja mengangkat pantatnya hendak mengambil barang – barangnya sebelum sebelah tangan marcuss menariknya hingga ia jatuh ke dalam pelukan pria itu. Marcuss menatapnya begitu intes.

 

“wajahmu sudah terpampang di media sosial kau berani meninggalkan tempat ini sendiri tanpaku? Apa kau yakin?” ucap Marcuss begitu datar dan menusuk. Dan jangan lupakan tatapan matanya yang tajam.

 

“itu tidak mungkin.” Sanggah Seohyun memalingkan wajahnya. Dengan santai Marcuss mengambil remote tv yang tergeletak di atas meja dengan Seohyun yang masih duduk dipangkuannya. Pria itu dengan santai menyalakan tv dan Seohyun harus menganga karena ternyata Marcuss benar. Bukan inti dari fashion show yang ditampilkan di tv, melainkan adegan romantis saat dirinya dicium Marcuss di depan umum.

 

“bagaimana… astaga, kenapa seperti ini?” tanya Seohyun cemas. Marcuss tersenyum dan tanpa belas kasih ia mendorong tubuh Seohyun ke sebelahnya dengan kasar hingga Seohyun mengaduh.

 

“duduk sendiri.” Ucap Marcuss memerintah. Seohyun menatapnya sebal.

 

“kau pikir siapa yang mau duduk dipangkuanmu heh? Dasar pria gila.” Umpat Seohyun kesal. Marcuss tidak menggubris sama sekali. Ia memilih bangkit menuju kulkas untuk mengambil minuman dingin. Ia melempar satu botol softdrink pada Seohyun. Untung saja gadis itu dapat menangkapnya dengan cepat. Kalau tidak mungkin kepalanya akan mengalami benjolan.

 

“kau tidak akan bisa kemanapun tanpaku.” Ucap Marcuss datar. Seohyun mengerutkan kening.

 

“seluruh Penjuru Prancis tau kau kekasihku. Bahkan mungkin daratan Eropa.” Seohyun mendengus sebal dengan ucapan Marcuss yang sangat pongah itu. Api ia tida bisa memungkiri bahwa kejadian kemarin pun menjadi bukti betapa terkenalnya Marcuss.

 

“lalu aku harus bagaimana? Kau pikir aku mau menjadi kekasihmu. Cih, kenal saja tidak.” Cibir Seohyun, Marcuss tertawa.

 

“kau tidak perlu khawatir. Aku juga tidak suka padamu. Sedikitpun tidak.” Kata Marcuss meyakinkan.

 

“lalu kenapa kau menciumku tadi. Dasar brengsek.” Gerutu Seohyun.

 

“karena aku benci pada gadis – gadis yang ku temui di Fashion Show tadi. Lagipula aku gay.” Sahut Marcuss santai saat membeberkan aibnya sendiri. Berbeda dengan Seohyun yang tampak shock dengan jawaban Marcuss yang frontal itu.

 

“ka..ka.. kau gay?” tanyanya dengan wajah yang sangat kaget.

 

TBC

Advertisements

30 thoughts on “DOOPLEGANGER

  1. Marcus sbnarnya kyu atw hnya mirip saja. Tpi knpa sepertinya simarcus Kwek ad prsaannya yg mengganjal gtu saat berpandangan dngn SEO. Aih trnyta stelah skian lma SEO blm bsa move on jga yah dri kyu. Seru jga nih sma skap Marcus yg frontal. Ya ampun msa iya sih dy gay… Mgkn dngn adanya SEO bsa membuat Marcus yg gay jdi normal kembali… 😂😂😂.

    Like

  2. Sumpah pas kyuhyun ngungkapin apa yg dia rasain ketika pujaan hati perhatian gua geli tpi fine2 aja :v
    Seohyun pasti nyesel bng tuh di cium cowo gay :v

    Next

    Like

  3. waduh kyuhyun kembali,
    entah karena keseringan baca ff kyuhyun dgn nama marcus kali ya, walaupun di sini marcus bukan kyuhyun cuma sama wajahnya doang, tp pas baca ikhlas2 aja gitu kalau jadi couplenya seohyun,
    kekekeke, ^_^
    next ya,,

    Like

  4. untung ada sequelnya 😭 gak tega banget beneran deh sm seohyun.
    setidaknya cerita ini akan beelanjut hehehe apalagi marcus yg bikin seohyun jd sorotan dgn bilang dia itu pacarnya 😄 semoga kehidupan seohyun bisa sedikit demi sedikit lepas dr bayang2 kyuhyun dan semoga marcus sembuh dr penyakitnya yg suka cowo itu -.-

    Like

  5. aku suka banget ff kamu. tapi tiap ada judul baru, ngerasa sedikit kecewa. jujur aja aku sangat berharap one call away sama hiden love cepet lanjut. penasaran sama gimana kelanjutan n happy endingnya, terkhusus buat one call away feelnya selalu dapet. jujur kalo dari semua ff kamu, udah ga ada yg perlu dikomen buruk. dari segi bahasa sama alur dapet banget. mohon segera dilanjut, terimakasih

    Like

  6. Aigoo…itu secra gamblang bgt ngakuin kl dia gay…itu kyuppa udh mninggal..mninghl npa..ko g dicrtain y….trs marcus ntuh sapa..sebnerya mash agk bngung sih heee…tp sk crtanya…semga ntr marcus sdar y stelh ktemu seonni…jatuh cnta dan g jd gay lg….heeee…part slnjutya ditunggu y…hwaiting author…

    Like

  7. Gimana itu reaksi seo eonnie kalau tau kyu itu gay. Masak iya dia dicium sama laki2 gay.
    Argh… mimpi apa seo eonnie semalam.
    Semiga dengan ketemunya mereka sei eonnie bisa move on dr kyu tru si marchus bisa jadi laki2 normal.
    Nice2

    Like

  8. Astaga!! :O :O gak tau apa yang ada dipikiran marcuss sampe2 aibnya sendiri di beberin duh duh duh jadi gak sbr sama reaksinya seohyun apa dia bkl ngejauh atau gak ke marcuss…

    Smga karena adanya seohyun marcuss bisa jadi lelaki normal lagi :-* :-*

    Like

  9. Seo belum bisa move on
    Eh malah muncul si marcus yang mirip kyu
    Malah gay pula
    Hmmm gak sabar dengan kelanjutannya 😊😁😁😁😁😁

    Like

  10. Akhirnya eonnie kembali jua sudah lama sekali saya menunggu…jadi watak kyupa ditukar namanya menjadi marcuss angelo lelaki bermata biru and gay…aigooo x bisa membayangi gimana…semoga mereka cepat jatuh cinta antara satu sama lain

    Like

leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s