DOOPLEGANGER ~When I Realize~

Author             : Akira Cho

Title                 : Doopleganger ~ When I Realize~

Category         :romance

Cast                 :Kyuhyun, Seohyun, etc

Note                : annyeong yeorobun 😀 😀 .. aku datang lagi. Maafkeun aku ya.. rencana mau bikin next part cepet malah aku jatuh sakit. Itulah kenapa aku baru selesai menulis part kedua. Makasih sebelumnya dengan respon kalian yang sangat baik itu. Semuanya benar – benar membantu mood untuk menulis. Kalau saja aku nggak sakit mungkin bisa lebih panjang dari ini.

 

Oya kemarin ada yang nyinggung ff one call away ya.. aku sebenarnya tahu banyak yang minat sama ff itu. Bbm, fb, twitter dan blog banyak yang nanya kapan one call away next part lanjut. Aku Cuma bisa jawab nunggu waktu yang tepat ya.. meski belum update aku tetep nulis ff itu kok. Aku nulis sudah sampek 5300an kata.  Tapi mau gimana lagi. Idenya belum benar – benar lancer. Karena aku terlalu banyak masalah reallife. Aku berencana menamatkan ff  itu dan ganti dengan judul baru. Jadi aku mohon maaf sekali lagi.

 

Aku hargai semua jerih payah kalian yang udah komen ff ku. Nggak ada yang nggak aku baca. Meski aku nggak balas sama sekali. Bukan berarti aku nggak tahu kalian. Aku agak sedih juga dengan sifatku yang satu ini. 😥

 

Okay doopleganger kali ini kuharap akan lebih seru dari part kemarin. Untuk saran aja sih. Bayangin Marcuss Angelo itu Kyuhyun versi bonamana tapi matanya biru. Tapi kalau Kyuhyun yang udah mati itu Kyuhyun versi gwaghwamun ya. Biar lebih gampang aja sih menurutku.Typo menjamur dimana – mana. Kayak paparazzi. Baca nggak RCL barbell sooman melayang. XD XD

 

HAPPY READING

 

Meski terlihat serupa, tapi mereka tidaklah sama

 

“ka..ka.. kau gay?” tanyanya dengan wajah yang sangat kaget. Marcuss menatap gadis disampingnya ini dengan malas. Reaksinya sama dengan Victoria. Bedanya gadis ini tidak merengek karena merasa cintanya diabaikan. Yah tentu saja gadis disampingnya ini bahkan baru satu hari mengenalnya.

 

“memangnya kenapa?” Tanya Marcuss ketus. Seohyun berdehem untuk memulihkan diri dari rasa terkejutnya.

 

“aneh saja,” jawabnya singkat. Seohyun menatap Marcuss sekilas lalu bertanya lagi “ kenapa kau mengatakan hal itu padaku? Kau tak takut aku akan membocorkan hal itu pada semua orang?” Marcuss terkekeh geli.

 

“setelah semua yang terjadi diantara kita kau pikir media akan percaya kalau aku gay?” cibir Marcuss. Seohyun mendengus. Benar juga kan baru saja semua orang tahu jika dirinya adalah kekasih pria bermata biru itu.

 

“ini menyebalkan!!” gerutu Seohyun sambil bersedekap. Marcuss tertawa kecil menyahut. “ini sangat menyenangkan. Apalagi kau tidak tinggal disini itu sangat memudahkanku.” Seohyun menatap horror kea rah Marcuss yang sedang asyik menonton berita TV yang sama sekali tidak bermutu. Berita tentang dirinya dan juga Marcuss benar – benar ada di TV.

 

“kau hanya berpikir untuk kebahagiaanmu sendiri eoh? Kenapa aku harus bertemu dengan pria sepertimu. Oh Tuhan.” Seohyun memijat kepalanya yang terasa pening. Yah ia benar, kenapa ia harus bertemu dengan wajah baru yang sama persis dengan Cho Kyuhyun. Wajah baru yang bahkan dengan sikap dan sofat yang sangat bertolak belakang. Kenapa harus?

 

“jangan begitu, kau lupa kau tampak senang sekali saat melihatku untuk pertama kalinya setelah bangun dari pingsan.” Ejek Marcuss.

fb_img_1478604867913

 

“karena ku kira kau orang yang ku kenal,” sahut Seohyun ketus, ia beranjak menuju kamar mandi dengan menyeret gaunnya sedikit keatas karena gaunnya bgitu panjang. Seohyun mengenakan gaun hitam panjang yang begitu indah, dengan rambutyang terkumpul dikepala dan hanya menyisakan poni indah yang tergerai ke samping.

 

Marcuss menatap kepergian Seohyun dengan senyuman simpul. Hari ini terasa begitu cepat dan tidak terduga, sebelumnya ia bahkan tidak pernah bisa begitu dekat dengan wanita. Yah, bukan tidak pernah bisa. Hal itu lebih dikarenakan karena ia tidak pernah mau mencoba. Dan lebih membiarkan Victoria menempel padanya sepanjang waktu bagai parasit karena gadis menyebalkan itu tahu ia adalah gay.

 

Sebenarnya Marcuss tidak begitu takut jika gadis itu akan membeberkan aibnya pada orang lain, toh, ini Prancis. Segala hal sah disini. Hubungan tanpa status, seseorang tanpa agama, atau apapun. Tidak ada yang berani melarang, dan kelainan yang dideritanya juga bukan dirinya saja yang merasakan. Dan ia baru saja sadar betapa ia sangat bodoh selama ini. Sebuah senyum sinis terukir di wajah tampannya. Setidaknya kehadiran ‘kekasih barunya’ benar – benar memperbaiki segalanya.

 

“ada apa denganmu? Kenapa tersenyum aneh begitu. Kau menakutkan.” Tanya Seohyun memecah keheningan. Marcuss menoleh. Seohyun sudah berganti pakaian santai khas rumahan. Rambutnya yang tadi diikat keatas pun sudah tergerai dibahunya. Sejenak Marcuss tertegun dengan tampilan Seohyun yang sederhana namun mampu memikat hatinya. Seohyun cantik dengan cara sederhana. Dan ia sangat suka dengan segala sesuatu yang sederhana. Karena itu akan mengingatkannya pada pujaan hatinya. Andrew Choi.

 

 

 

“kenapa melihatku seperti itu? Kau mau ini?” Tanya Seohyun sambil menunjuk cangkir yang berisi coklat hangat didalamnya. Marcuss  menggeleng.

 

“aku kelaparan. Tapi tidak ada makanan apapun yang pantas dimakan didapurmu. Beruntung aku menemukan beberapa sachet coklat hangat. Setidaknya aku tidak akan terlalu kelaparan.” Seohyun terus berceloteh sambil sesekali menyesap coklat hangatnya dengan bahagia.

 

“kalau kau makan cari saja sendiri diluar.” Sahut marcuss santai sambil menyesap cocktail perlahan. Seohyun menatapnya sebal.

 

“sialan, jika tidak terpaksa sudah kubakar wajahmu.” Desis Seohyun lirih.

 

“aku bisa mendengarnya bodoh!” jawab Marcuss tak kalah ketus,

 

“ahh sudah malam. Aku mau tidur. Kau… tidur disini. Terserah kau mau tidur dimanapun asal jangan dikamarku.” Ucap Marcuss sebelum pergi. Seohyun hanya memutar bola matanya jengah. Lelaki ini begitu tega padanya. Ini bahkan sudah memasuki musim gugur. Dimana cuaca dingin akan semakin benar – benar menusuk hingga tulang  – tulangnya. Meski apartemen mewah ini memiliki pemanas ruangan tetap saja berbeda saat dia tidur dikamar. Dengan mulut yang tak berhenti menggerutu Seohyun mengambil mantel tebal yang ada dikopernya sambil mencari kaus kaki. Setidaknya benda – benda itu bisa mengurangi dingin yang akan menyerang tubuhnya.

 

 

DOOPLEGANGER

 

            Marcuss menatap jam dinding dikamarnya. Sudah jam setengah tiga. Ia mendesah kesal karena gadis itu. Ia tidak bisa tidur dengan nyenyak seperti biasa. Sebelumnya Marcuss tidak akan pernah peduli pada apapun dan siapapun yang berani mengganggu hidupnya. Namun ia  sadar bahwa karena dirinya juga gadis itu terseret kemari. Terseret kedalam kehidupan menyebalkannya.

 

Cuaca dini hari begitu dingin. Marcuss yang berada dalam kamar dengan penghangat ruangan saja masih kedinginan. Bagaimana dengan gadis itu? Astaga, rasanya seperti ada yang menggerogoti isi kepalanya. Dengan langkah lebar ia membuka pintu menuju ruang tengah. Ia melihat gadis itu tertidur meringkuk seperti janin dengan tubuh yang menggigil. Padahal gadis itu sudah memakai mantel tebal dan juga kaus kaki. Dalam hening malam itu Marcuss bisa mendengar igauan kecil yang tidak begitu jelas yang keluar dari mulut Seohyun.

 

“Kyuhyun-ahh,, bogoshippo.. jeongmal bogoshipposeo..” Marcuss mengernyit heran. Ia tidak mengerti apa yang dikatakan Seohyun dalam igauannya. Ia mengangkat bahu berusaha untuk tidak peduli. Ia mengangkat tubuh ringkih Seohyun ke dalam pelukannya membawanya masuk ke kamarnya dan menyelimutinya. Dalam hati ia mendesah kesal. Kenapa ia harus peduli pada gadis itu? Bahkan Ara kakak perempuannya saja tiak pernah ia ijinkan untuk menginjak kamar yang menjadi kawasan pribadinya. Namun dengan gadis keturunan Asia ini. Semuanya berjalan layaknya air.

 

Marcuss menatap nanar langit hitam dini hari. Tampak kelam dan menakutkan, tidak ada satupun bintang yang bercahaya. Seperti hatinya yang telah mati. Kebencian demi kebencian terkumpul dalam hatinya menjadikan Marcuss begitu menakutkan di mata orang lain. Kekejamannya pada orang lain, Marcuss memang tidak segan – segan untuk menganiaya orang yang mengganggunya. Tapi ia pernah berjanji pada dirinya sendiri. Satu – satunya yang akan ia jaga adalah wanita. Itulah mengapa selama ini Marcuss memilih diam ketika gadis bermarga song itu selalu saja merecokinya.

 

Ia lebih memilih cara pintar untuk membuat gadis itu menjauhinya dengan sendirinya. Dn sepertinya berhasil. Terlihat bagaimana shocknya gadis itu ketika dirinya mengenalkan Seohyun padanya. Tapi ia tidak peduli. Victoria bukanlah hal penting bagi Marcuss. Tidak penting sama sekali.

 

Pria itu berjalan santai menuju meja kerja yang menyatu dengan kamarnya. Mengambil benda kesayangannya yang selalu ia bawa kemanapun. SLR itu sangat berharga baginya. Marcuss tidak pernah mengijinkan siapapun menyentuh SLR itu dengan sengaja. Karena bagi Marcuss privasinya ada didalam benda itu. Ia menyalakan SLR nya dan membuka beberapa foto yang ia ambil belakangan ini. Ia tersenyum kecil seolah bangga dengan hasil jepretannya sendiri. Ketika sedang asik melihat – lihat ia baru saja sadar bahwa ternyata ia memang sudah memotret seohyun sebelum ia pingsan. Gadis itu tampak begitu polos dengan tampilan seadanya. Tidak mengesankan bahwa dirinya adalah seorang designer. Gadis ini lebih terlihat seperti remaja belasan tahun. Tidak bahkan Marcuss mengira jika gadis ini masih anak – anak. Wajah polos nyaris tanpa make up itulah yang membuatnya beranggapan begitu. Remaja Prancis setidaknya sudah mengenal make up ketika menginjak remaja SMP. Itulah yang Marcuss ketahui. Marucss tidak tahu bahwa sebentar lagi takdir besar akan mengubah kehidupannya.

 

DOOPLEGANGER

 

           

Krystal menatap cemas kearah ponselnya. Sudah hamper dua hari Seohyun sama sekali tak mengabarinya sejak ia pergi ke Prancis. Ia merasa bersalah pada gadis itu. Ia tahu betul Seohyun memang enggan berpergian jauh dari London. Karena baginya London adalah kehidupannya. Tapi ia yakin wakty itu Seohyun sudah benar – benar ikhlas ketika ia menyuruhnya pergi ke Prancis untuk mengadakan fashion show itu.

 

Kibum menatap istrinya heran. Sejak kemarin Krystal terlihat begitu gelisah. Ia bahkan hamper lupa menyiapkan sarapan dan juga pakaiannya. Ia yang sedang membenarkan dasinya menghampiri Krystal.

 

“Why? You look so freak baby.” Tanya Kibum. Krystal yang sedang duduk diranjang segera menghampiri suaminya dan meraih dasinya untuk ia kencangkan. Wanita tiga puluhan itu menggeleng pelan. Moodnya hilang hanya untuk berkata tidak.

 

“Seohyun belum menelepon?” kali ini ia mengangguk membenarkan ucapan suaminya. Kibum menghela nafas lelah dan menatap istrinya dalam – dalam.

 

“percayalah dia pasti baik – baik saja. Kau bilang itu Fashion Show internasional. Seharusnya disiarkan di televise bukan?” Kibum berpendapat. Krystal menatap suaminya dalam- dalam. Benarjugaya. Itukan acara internasional.

 

“astaga,kenapa aku sebodoh itu.” Ia memukul kepalanya sendiri sambil tertawa. Kibum memeluknya dan mencium pelipis istrinya dengan sayang.

 

“itu karena kau sangat meyayanginya. Wajar kau bersikap begitu sayang.”

 

“gomawo oppa, kajja kita menonton Tv sekarang.” Krystal menarik tangan suaminya menuju ruang tengah. Ia segera menyambar remote untuk menyalakan tv. Dan benar seperti kata suaminya bahwa berita acara Fashion Show diPrancis memang ditayangkan. Ia tersenyum keci, matanya menelisik melihat satu persatu orang yang ada di Tv. Dan senyumannya semakin berbinar ketika melihat Seohyun terbalut gaun hitam panjang yang terlihat begitu anggun saat ia kenakan. Ia bahkan tidak peduli pada pria yang menggandeng tangan Seohyun kesana – kemari. Dan betapa terkejutnya ia ketika pria itu tiba – tiba mencium Seohyun dengan begitu berani didepan banyak orang. Seketika remote yang dipegangnya terjatuh menimbulkan suara bedebum kecil.

 

“opp..oppa,, bukankah itu.. uri Seohyun?” tanyanya tergagap. Kibum sendiri memlih focus untuk melihat benarkan gadis yang sedang dicium dan dipeluk mesra itu adalah Seohyun mereka. Ketika pria itu melepaskan wajahnya dari wajah Seohyun keterkejutan Krystal dan Kibum semakin parah.

 

“dia.. pria itu.. bukankah dia Cho..Cho Kyuhyun. Bagaimana bisa?” Tanya Krystal dengan mata berkaca – kaca. Inikah sebabnya Seohyun sampai tidak menghubunginya sama sekali? Karena ia bertemu dengan Kyuhyun? Tapi bukankah Kyuhyun sudah meninggal tiga tahu lalu. Astaga kepala wanita beranak satu ini mulai berdenyut membayangkan apa yang sebenarnya sedang terjadi pada Seohyun disana.

 

DOOPLEGANGER

 

            “hoammmm…” suara lenguhan orang bangun tidur terdengar. Marcuss menatap jijik pada gadis yang sedang meniduri ranjangnya. Semalamam ia terjaga karena tak mungkin ia tidur di samping gadis yang tidak dikenalnya. Meski sebenarnya kecil kemungkinan bahwa ia akan melakukan hal buruk pada gadis ini. Seperti melecehkan mungkin, Marcuss kan gay.

 

“dasar pemalas!! Cepat bangun sekarang juga” perintah Marcuss dengan nada sinisnya. Seohyun membuka mata perlahan. Ia terkesiap ketika menyadari bahwa ia ada didalam kamar Marcuss.

 

“kenapa.. kenapa aku bisa ada disini?” tanyanya gugup. Ia melirik ke arah selimut yang membungkus tubuhnya dengan begitu hangat. Syukurlah pakaiannya masih lengkap. Marcuss terkekeh geli melihat kelakuan Seohyun. Memangnya gadis itu piker ia akan melakukan apa.

 

“jangan berpikir macam – macam. Aku tidak akan pernah memakan seorang gadis sepertimu.” Ucap Marcuss santai. Ia duduk dikursi kerjanya sambil menatap Seohyun

 

“tentu saja, kau kan gay.” Cibir Seohyun. Bukannya marah Marucss justru tertawa keras. Ia menertawakan sikap gadis itu yang begitu canggung kepadanya

 

“cepat bersihkan dirimu. Aku akan mengajakmu keluar untuk mencari sarapan.” Belum sempat Seohyun mengatakan sesuatu Marcuss sudah menutup pintu dengan suara bedebum yang keras.

 

“astaga, temperamennya buruk sekali.” Sungut Seohyun. Ia bersiap keluar kamar untuk mengambil kopernya. Tapi ternyata ketika ia menoleh ke samping kiri sisi ranjang. Ternyata kopernya ada disitu. Seohyun tersenyum kecil. Mungkin memang seperti itu sifat Marcuss.

 

“dasar raja singa.” Seketika Seohyun tertawa lepas pagi ini membayangkan Marcuss yang menurutnya begitu lucu.

 

~~~

 

“kau sudah siap?” Tanya Marcuss tanpa basa – basi. Seohyun mengangguk kecil. Ia mengenakan sweater kotak – kotak hitam putih dengan topi rajut yang bertengger indah dikepalanya. Marcuss tertegun. Gadis ini kenapa bisa begitu berbeda? Tadi malam ia seperti wanita dewasa yang anggun. Tapi lihat sekarang. Kenapa gadis ini berubah seperti remaja.

 

 

 

“kau seperti bocah. Ternyata.” Ucap Marcuss berusaha menghilangkan kegelisahan yang mulai dirasakan hatinya. Seohyun mendengus sebal.

 

“aku sudah dua puluh empat tahun Monsieur Marcuss Angelo yang terhormat.” Sahut Seohyun ketus. Marcuss tersenyum menyeringai.

 

“ayo cepat. Aku sudah kelaparan.” Tanpa sadar Marcuss menarik tangan Seohyun agar gadis itu cepat berjalan. Tak pernah membayangkan sebelumnya bahwa Marcuss akan menggandengnya seperti ini. Debaran ini, rasa gugup ini.. entah kenapa seperti bukan rasa asing. Ia pernah merasakannya.

 

 

DOOPLEGANGER

 

            Donghae menatap nanar foto keluarga yang ad diruang kerjanya. Fotonya bersama istri dan anaknya. Juga Seohyun dan Jessica. Ia sangat merindukan Jessica. Diatas segalanya ia sangat menyayangi Jessica lebih dari apapun. Jessica sudah seperti pengganti orang tuanya. Merawatnya, menyayanginya dan mencukupi segala kebutuhannya. Sama – sama menghaiskan waktu dipanti asuhan membuat mereka memiliki ikatan batiin yang kuat.

 

Tanpa terasa setetes air mata jatuh membasahi pipinya. Ia sangat merindukan Seohyun juga. Tiga tahun sejak keputusan Seohyun meninggalkan Korea, gadis itu seperti hilang ditelan bumi. Meski pada nyatanya Seohyun tetap menghubunginya. Rasanya berbeda ketika awalnya dia hidup bersama lalu berpisah.

 

Baginya Seohyun juga sudah seperti anaknya sendiri. Rasa yang ia miliki pada Jessica ternyata menurun juga pada Seohyun. Ia sangat menyayangi gadis itu. Begitu menyayanginya hingga sikapnya cenderung possessive.

 

“bogoshippo hyun..” ucap Donghae tulus dari hati. Ia meraih ponsel yang ada di celananya berusaha untuk menghubungi krystal. Setidaknya ia harus tahu kabar gadis kesayangannya itu. Ia melepas kacamata yang membingkai wajahnya dan memfokuskan pikirannya pada telepon yang mulai tersambung.

 

“yoboseyo Krystal-ahh,, bagaimana keadaanmu?” Tanya Donghae basa – basi.

 

“…..”

 

“aku juga baik – baik saja Krystal, bagaimana keadaan gadisku disana? Apakah dia baik – baik saja?” Tanya Donghae lagi. Ia tidak sabar untuk mengetahui keberadaan Seohyun,

 

“…..”

 

“jadi dia tak ada di London sekarang?” Tanya Donghae sedikit cemas.

 

“….”

 

“baiklah kalau begitu. Sampaikan salamku padanya.” Donghae menatap cemas ke arah ponselnya. Seohyun tidak ada diLondon. Padahal ia ingin sekali mendengar suara gadis kesayangannya itu. Tapi tak apa, ia masih bisa berdoa untuk kebahagiaan gadis kesayangannya itu.

 

DOOPLEGANGER

 

            Seohyun tidak tahu kemana pria itu membawanya. Marcuss hanya berkata bahwa mereka akan keluar untuk mencari sarapan. Tapi tidak tahu tepatnya dimana. Seohyun mengernyit  ketika Marcuss membawanya pada salah satu pintu  apartemen yang letaknya tidak jauh dari apartemennya. Setidaknya masih dalam gedung apartemen yang sama itu bisa dikatakan tidak jauh kan?

 

“kenapa kau membawaku kesini?” Tanya Seohyun tak mengerti, Marcuss tidak menjawab dan memilih untuk memasukkan kode apartemen yang sudah lama ia hafal diluar kepalanya.

 

“aku tahu itu kau Marc, kenapa, kau mau menumpang sarapan?” Tanya seorang pria dengan logat yang terkesan seksi seperti wanita. Seksi seperti wanita? Oh astaga, Seohyun merasakan bulu kuduknya merinding seketika. Ia menatap kea rah Marcuss namun pria itu justru asik dengan makanan yang ada di meja.

 

“aku sangat lapar. Bisakah aku makan sekarang Christ?” Tanya Marcus, pria yang dipanggil Marcuss Christ tadi adalah teman Marcuss. Nama lengkapnya adalah Christopher Moreau. Pria keturunan Amerika – Inggris itu juga memiliki kelainan yang sama seperti Marcuss. Hanya saja mereka bukanlah pasangan. Meski diam – diam Christ pun menaruh rasa pada Marcuss.

 

“tentu saja boleh sayang, makanlah yang banyak. Kebetulan sekali aku sedang mencoba resep baru.” Jawab Christ seperti biasa. Seohyu n tertegun dengan panggilan saynag yang ditujukan Christ kea rah Marcuss. Christ belum sadar jika Marcuss membawa seorang teman. Karena pria itu benar – benar sedang focus memasak seekor bebek. Seohyun tidak tahu akan dijadikan menu apa bebek itu.

 

“makanlah.” Titah Marcuss. Seohyun menurut Karena sejujurnya ia sangat lapar.

 

“tidak sayang, kau tidak lihat aku sangat sibuk dengan bebek ini.” Sahut Christ  mau tak mau Seohyun tersenyum kecil karena Christ sudah salah mengira. Christ menoleh kea rah Marcuss dan ia hamper saja menjatuhkan panic yang dipegangnya karena terkejut. Ternyata Marcuss membawa seorang gadis.

 

“astaga, kenapa kau tak bilang kalau kau membawa teman Marc, oh Allo lady, aku Christ, siapa namamu?” Tanya Christ ramah. Seohyun membungkuk kecil dan mengenalkan namanya.

 

“hallo, aku Seohyun..” Christ menatap Marcuss tak mengerti. Mengisyaratkan siapa nama gadis itu? Marcuss memilih asik memakan sarapan tanpa peduli pada Christ.

 

“ahh, namamu susah sekali baby, kalau begitu aku akan memanggilmu baby saja. Bagaimana?” belum sempat Seohyun menjawab Christ sudah berseru kembali.

 

“astaga, bukankah kau gadis yang semalam dicium Marcuss? Kau kekasih Marcuss?” tanyanya dengan nada yang penuh ketidakpercayaan. Dan jangan lupakan volume pria itu saat berbicara. Benar – benar membuat orang harus tutup telinga.

 

“urus dulu bebekmu Christ,” sela Marcuss, Christ menatap pancinya sekilas.

 

“oh bebekku…”

 

 

~~~

 

“jadi apa dia kekasihmu Marc? Ahh kalau benar aku akan benar – benar menjadi patah hati.” Tanya Christ setelah ketiganya selesai sarapan. Seohyun baru akan membukan mulut untuk menyela namun didahului Marcuss.

 

“seperti yang kau lihat. Aku sudah bukan gay lagi.” Jawab Marcuss ringan. Seohyun mendengus. Bukan gay apanya?

 

“ohh aku akan benar – benar patah hati karenamu baby. Kau membuat Marcuss berpaling dariku.”  Ujar Christ dramatis membuat Seohyun merasa bersalah. Tapi gadis itu tidak tahu harus berbicara apa.

 

“sudahlah  Christ. Kau jangan berlebihan kau pasti akan sembuh sepertiku. Tergantung niatmu, iya kan sayang?” Marcuss menatap Seohyun dengan tatapan penuh seringai kejam. Mau tak mau Seohyun hanya bisa mengangguk. Ahh sial sekali dia. Seharusnya dia memang tidak usah pergi ke Prancis.

 

“apa dia tinggal disini? Aku tak pernah melihatnya.” Tanya Christ.

 

“tidak, dia tinggal di London.” Seohyun menatap Marcuss horror. Sebenarnya sudah sedari malam tadi ia heran. Bagaimana pria itu tahu siapa namanya dan juga tempat tinggalnya? Apa pria itu sengaja menggeledah tasnya?

 

“pantas saja aku tak pernah melihatmu baby. Tapi Marcuss, ngomong – ngomong kekasihmu ini cantik sekali.” Marcuss mengiyakan ucapan Christ dalam hati. Gadis ini memang teramat cantik dimata Marcuss meski Marcuss adalah seorang gay. Dan ya setidaknya Marcuss bersyukur sikap gegabahnya benar – benar menguntungkan dia dalam beberapa hal.

 

“baiklah Christ, sepertinya aku harus segera kembali ke apartemen. Kau tahu kan aku sudah lama sekali tak berjumpa dengan kekasihku ini. Aku ingin menikmati waktuku hanya dengannya diranjang. Setidaknya itu… aww… Marcuss mengaduh ketika sebuah tangan memukul kepalanya tanpa ampun. Pria itu menatap tajam kea rah Seohyun. Berani sekali dia memukul kepala berharga seorang Marcuss Angelo.

 

“astaga, jangan kasar begitu baby, aku tahu Marcuss memang seperti itu dan itu hanya terjadi padamu. Percayalah. Baiklah kalian cepat pergi saja. Aku juga harus segera mengunjungi bistro kesayanganku.” Sela Christ cepat.

 

“merci Christ.” Kata Marcuss singkat sambil menarik tangan Seohyun kasar. Seohyun merengut sebal dan menyumpah serapahi Cho Kyuhyun yang berani sekali memperlakukannya sekasar itu.

 

“apa kau gila, kenapa berkata seperti itu? Kau bisa membuat Christ berpikiran yang tidak – tidak tentangku.” Semprot Seohyun saat mereka sampai dilift. Marcuss berusaha menulikan telinganya daripada mendengar gerutuan Seohyun yang menyebalkan.

 

“cih, kenapa aku harus bertemu denganmu. Ahh aku ingin pulang ke London.. ingin pulang ke London..” Seohyun merengek sambil berkaca – kaca. Ia tidak tahan dengan sikap Marcuss yang kelewat menyebalkan baginya. Ia harus segera pergi dari sini. Dan sebelum ia merengek lagi Marcuss sudah melingkupi tubuhnya dengan tubuh Marcuss. Seohyun tak bisa menolak karena pelukan Marcuss begitu erat.

 

“no honey, jangan seperti itu. Kau tidak boleh pergi dariku. Aku sangat mencintaimu. Percayalah padaku ya, tidak ada seorangpun yang bisa membuatku seperti dirimu. Percayalah padaku ya” Untuk sesaat Seohyun tertegun ketika menatap mata biru itu. Untuk sesaat ia merasa pasokan oksigen dalam tubuhnya seakan berhenti dan untuk sesaat ia merasa dirinya kembali menjadi Seohyun tiga tahun lalu. Meski Seohyun sangat sadar siapa pria didepannya ini.

 

Pria didepannya ini jelas – jelas Marcuss Angelo, pria Prancis yang tidak sengaja menolongnya saat ia pingsan dan menjeratnya dalam drama bodoh untuk menutupi siapa sebenarnya dirinya, pria gay yang tidak menyukai wanita. Namun Seohyun tak bisa mencegah dirinya untuk menerjang dada bidang Marcuss dan menumpahkan air mata disana. Ia terisak lirih karena rasa sakit yang tidak ia tahu apa penyebabnya. Ia ingin menangis dan hanya  ingin menangis dalam dekapan seorang Marcuss.

 

“maafkan aku honey..” ucap Marcuss terdengar tulus ditelinga seohyun. Marcuss sendiri sebenarnya hanya berakting karena tiba – tiba ada sepasang suami istri yang mengenalinya memasuki lift yang sama dengannya. Namun ia tertegun dengan reaksi gadis itu yang berbeda dari sebelumnya. Gadis itu menatapnya dengan mata yang berkaca – kaca, lalu memeluknya dan terisak dalam dekapannya. Ia tidak bisa melakukan apapun selain menenangkan gadis itu. Yang Marcuss tidak tahu adalah sebagian  dari hatinya mulai tertarik pada gadis itu.

 

“apa kekasihmu masih salah paham denganmu Marc?” Tanya Lousiana. Wanita berumur tiga puluh tahun yang apartemennya berada didepan apartemen Kyuhyun.

 

“iya madame, sepertinya selama ini ia selalu mendengar gossip yang tidak benar tentang diriku. Padahal dia begitu cantik tapi dia meragukan hatiku.” Jawab Marcuss seoah – olah nyata. Membuat pasangan suam istri itu itu tersenyum.

 

“percayalah padanya Madame, Marc tidak pernah membawa seorang gadispun ke dalam apartemennya. Karena aku adalah tetangganya.” Nasehat Mr. Greg. Seohyun mendengus sebal mendengar ucapan suami wanita itu. Ingin sekali ia berteriak tentu saja karena pria ini adalah seorang Gay!! Tapi hal itu sangat tidak mungkin kan, apalagi dia saat ini ada dipelukan Marcuss sebagai kekasihnya. Astaga, ia meringis saat mengingat hal itu.

 

“dengar honey, kau harus lebih percaya padaku.” Marcuss melepas pelukannya dan menatap Seohyun lembut. Persis seperti tatapan seorang kekasih. Seohyun mengangguk.

 

“kekasihmu cantik Marc..”

 

“terimakasih Mr. Greg..”

 

DOOPLEGANGER

 

            “aktingmu bagus sekali. Kenapa tidak menjadi artis saja. Kau lebih cocok jadi artis daripada seorang designer.” Cibir Marcuss pada Seohyun sesampainya di apartemen. Seohyun memutar bola matanya jengah.

 

“lalu kau ingin aku berteriak dan membeberkan tidak, aku bukan kekasih Marcuss Angelo. Marcuss Angelo adalah seorang gay. Begitu?” ejek Seohyun sambil mengobrak – abrik isi tasnya untuk mencari ponselnya.

 

“sudah kubilang tidak aka nada yang percaya jika kau yang mengatakan hal itu hyun. Kau akan dikira gila jika berani mengatai kekasihmu sendiri seperti itu.” Sahut Marcuss enteng. Seohyun tidak memedulikannya. Ia lebih memilih focus mencari ponselnya.

 

“dimana ponselku” tanyanya pada diri sendiri.

 

“kau mencari apa?”

 

“ponselku..” Marcuss tersadar, ia berdehem sejenak lalu mengambil ponsel Seohyun yang sengaja  ia bawa sejak kemarin dalam keadaan mati. Ia melemparkan ponsel itu ke arah Seohyun. Tapi tak sampai mengenai kepala gadis itu.

 

“yah,, ponselku. Kau mencurinya?” tuduh Seohyun.

 

“enak saja, kenapa juga harus mencuri ponselmu. Memangnya kau pikir aku semiskin itu?” sangkal Marcuss.

 

“kenapa mati. Aissshh, dimana chargerku.” Seohyun mencari – cari chargernya namun tidak ada. Marcuss geram karena rasanya ia harus selalu peduli pada gadis ini.

 

“pakai ini saja. Tipe ponselmu sama dengan ponselku kan. Letakkan diatasnya tidak akan lama baterainya akan segera terisi.” Seohyun mengangguk.

 

Marcuss duduk disofa ruang tengah sambil memakan cemilan yang baru saja ia ambil dari lemari. Membiarkan seohyun yang sedari tadi mengawasi ponselnya. Seohyun menatap Marcuss untuk sesaat.

 

“apa kau tidak bekerja?” Tanya Seohyun basa – basi.

 

“aku sudah kaya untuk apa aku bekerja. Hanya membuat lelah saja.” Jawab Marcuss dengan angkuh. Seohyun mencibir.

 

“cih, sombong sekali pria ini.” Umpat Seohyun menggunakan bahasa korea. Setidaknya pria itu tidak akan tahu kan apa yang sedang ia katakan?

 

“apa kau baru saja mengumpatku?” Tanya Marcuss tajam. Seohyun tersenyum kecut.

 

“apa kau tahu aku bicara apa jangan sembarangan menuduh.” Sangkal Seohyun. Marcuss berpaling dan memilih menyalakan televisinya. Ia mendengus sebal ketika gossip dirinya dan gadis itu masih ada. Bahkan lebih panas dari sebelumnya.

 

“astaga, wajahku benar – benar terpampang disana.” Ucap Seohyun tanpa sadar. Ia hanya seorang designer yang baru saja melangkah dalam dunia internasional sejak setahun yang lalu. Itupun dia juga tidak akan masuk televise jika bukan karena fashion show internasional tentu saja gadis itu tidak akan masuk tv. Tapi baru kemarin ia bertemu dengan pria ini wajahnya sudah tersebar kemana – mana.

 

 

“kau bisa kaya kalau kau mau” ujar Marcuss santai. Seohyun meliriknya sebal.

 

“aku sudah bersyukur dengan hidupku yang seperti ini. Tidak perlu kaya dengan skandal murahan dengan pria sepertimu.” Sahut Seohyun ketus. Setelah sepuluh menit berlalu akhirnya Seohyun menghubungi Krystal.

 

“yoboseyo, Krys.. ini aku..”

 

“bagaimana keadaanmu hyun? Kenapa tidak menghubungiku? Kau tahu aku sangat mencemaskanmu?” Tanya Krystal beruntun. Seohyun tersenyum ia sudah pasti tahu bahwa wanita beranak satu itu akan mengkawatirkannya.

 

“aku melupakan ponselku sejak kemarin. Jadi wajar kalau aku baru menghubungimu. Mian ne..”

 

“gwenchana, apa kau baik – baik saja, pria itu..” Seohyun terdiam beberapa saat ketika Krystal menyinggung tentang pria. Pria itu sudah pasti Marcuss. Seoyun tidak heran karena acara fashion show itu adalah acara bergengsi.

 

“Seohyun kau dengar aku..”

 

“aku baik – baik saja Krys, kau percayalah padaku. Aku tau pria itu bukan dia. Dan memang dia bukan dia,” jawab Seohyun yakin.

 

“lalu ada hubungan apa kau.”

 

“aku akan menjelaskannya saat aku pulang.” Potong Seohyun cepat, Krystal menghela nafas perlahan.

 

“kau tahu aku sangat mengkhawatirkanmu Seohyun-ahh”

 

 

“mereka memang serupa Krys, tapi aku tahu kalau mereka orang yang berbeda.” Ucap Seohyun terakhir kalinya sebelum memutus sambungan sepihaknya.

 

 

“kau terlihat kesal ada apa?” Tanya Marcuss heran. Seohyun menggeleng.

 

“aku ingin pulang ke London, kapan aku bisa pulang?” Tanya Seohyun lelah. Marcuss menatap gadis itu sejenak.

 

“kau belum bisa pulang dalam waktu dekat. Akan banyak sekali gossip yang muncul jika tiba – tiba kau menghilang. Setidaknya kita buat satu penjelasan pada media tentang hubungan kita.” Kata Marcuss.

 

“hubungan? Kita tak memiliki hubungan apapun” sahut Seohyun cepat.

 

“terserah apa katamu. Kita tetap akan membuat penjelasan bahwa kau adalah kekasihku. Kekasih yang tidak pernah kutemui karena kita berada dinegara yang berbeda. Bukankah itu semacam cinta jarak jauh ya, terdengar romantic bukan?” ujar Marcuss dengan raut wajah geli. Berbeda dengan Seohyun yang menatap Marcuss seolah Marcuss adalah orang yang pantas dihukum mati.

 

DOOPLEGANGER

 

            Saat Seohyun dan Marcuss sedang duduk santai sambil menonton televise, mereka dikejutkan oleh suara bel pintu. Marcuss berdecak sebal sambil membuka pintu. Seohyun tersenyum kecil melihat bagaimana bossynya tingkah pria itu. Namun ia tak menampik jika pesona Marcuss terlalu kuat sebagai seorang pria. Sangat disayangkan bahwa dia adalah seorang gay.

 

 

“Mama, apa yang mama lakukan disini?” teriak Marcuss tak percaya. Ibunya yang super sibuk mengunjungi apartemennya untuk pertama kali? Memangnya ada apa? Pikir Marcuss dalam hati.

 

“kau tega berteriak seperti itu pada mamamu sendiri Marcuss?” Marcuss tertunduk belum sempat berbicara ibunya sudah nyelonong masuk. Wanita berusia hamper setengah abad itu menoleh kesana kemari dan pandangannya terhenti melihat seorang gadis yang tengah bersantai disofa . senyuman manis terpancar dari wajahnya. Benar kata Ara kekasih Marcuss memang cantik sekali.

 

“allo Ma Cherie, kau pasti kekasih putraku yang tampan bukan?” Seohyun langsung menatap ibu Marcuss dengan tatapan bingung. Namun ia segera bangkit dan membungkuk sopan.

 

“Allo Nyonya..” ibu Marcuss langsung menggeleng pelan sambil berkata

 

“nei, nei, nei… jangan panggil aku Nyonya Ma Cherie. Panggil aku mama. Bukankah kau akan menjadi menantuku? Marcuss, darimana kau dapatkan gadis mata boneka ini?”

 

“mama pikir dia boneka?” Tanya Marcuss ketus. Pria itu segera membuka pintu kulkas mencari minuman untuk ibunya.

 

“bukankah seperti itu, siapa namamu cantik?” Tanya Ibu Marcuss.

 

“Seo Joohyun.”

 

“kau orang  Asia?” Seohyun mengangguk. Ibu Marcuss tersenyum senang.

 

“kau salah satu designer juga kan?” Seohyun mengangguk lagi. Ia kehabisan kata untuk berbicara pada wanita paruh baya itu. Marcuss menyadarinya dan berusaha mengambil alih pembicaraan.

 

“jadi mama merestui kami kan?” Tanya Marcuss basa – basi. Meski dari tatapan mata Seohyun melarangnya bertanya hal itu. Marcuss menyeringai.

 

“tentu saja. Apapun asal kau bahagia Marcuss. Gadis mata boneka ini benar – benar memikat ya. Aku saja sangat menyukai kedua matanya.” Seohyun tersenyum sopan menanggapi perkataan berlebihan dari orang tua Marcuss.

 

“tentu saja ma, kalau tidak memikat mana mungkin aku jatuh cinta padanya. Iyakan sayang.” Marcuss mengedipkan sebelah matanya membuat pipi Seohyun memerah. Jika saja semuanya nyata. Jika saja pria itu memang mengatakan hal yang sebenarnya. Mungkin saja, mungkin saja Seohyun akan benar – benar jatuh cinta padanya. Namun kenyataan adalah kenyataan bukan? Marcuss hanya memanfaatkan situasi ini untuk menghilangkan jati dirinya yang sebenarnya.

Kenyataan bahwa dia adalah pria gay dan dia menyukai Andrew Choi.

 

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

30 thoughts on “DOOPLEGANGER ~When I Realize~

  1. semoga seo bisa mrubah marcus jd normal lg.. seneng deh lihat marcus prhtian sm seo wlaupun cm boongan.. hemm tmbh seru ajha ceritanya..

    Like

  2. Marcuss pinter amat ya aktingnya. Keren…keren.. akting marcuss. Semoga aja dengan skandal itu bisa buat kyu normal. Semoga dengan adanya seo eonnie disitu buat marcuss jatuh hati trus jadi pria nirmal. Lucu sih liat seo eonnie yang nurut.
    Nice
    Ditunggu kelanjutannya

    Like

  3. semoga kyuppa bisa menghilangkan penyakit gay nya selama seonni tinggal bersama nya, dan semoga seokyu saling jatuh cinta 🙂
    next kak 😉 mian, baru komen sekarang ^_^

    Like

  4. Bukan seohyun yang pinter akting tapi marcuss hihihi omongannya bener2 kaya emang terjadi aja wkwk semaunya

    semua orang pada setuju kalo seohyun sama marcuss apalagi ibunya marcuss yg udah ngasih restu, tinggal gmana marcuss aja sih…

    Kayanya penyakit (gay) marcuss gak bnr2 parah deh soalnya dia agak tertarik sama seohyun ya walaupun mungkin cma dikit tapi gak pha2 mungkin aja ini awal marcuss sembuh dari penyakitnya itu, amiiin…

    Next ka, keep fighting!!

    Like

  5. Gak sabar nunggu monent kyu jadi normal dan mulai benar benar menyukai seo wkwk, si donghae perannya kek gimana sih? Bikin penasarann

    Like

  6. dari gelagatnya marcus udah mulai beda nih sama seohyun. bentar lagi bakalan ada benih benih cinta ciee. marcus aktingnya ke okean sampe pada.ngga ngerti kalo dia gay. next next

    Like

  7. ni coment deh soal si ku gay…. aku percaya si seo bisa nyembuhin dia…. tp si marcus itu cuman suka kan sama si andrew belom jadian kan?? SKMnya bikin greget ya disini….. gak sabar nunggu kelanjutannya….. nextnya masih ditunggu ya author… SEMANGAT….

    Like

  8. kok lucu ya christ jadi gay juga, wkwkwkwk

    apa nanti seohyun juga bisa menyembuhkan christ? oh andwe, biarkan seohyun hanya bersama marcus,,

    next..

    Like

  9. marcus so sweet, semoga seohyun bisa merubah marcus menjadi normal,,,
    next chingu,,,jangan lama-lama yah ^^,,
    dan semoga sehat selalu,,

    Like

  10. heollll~ marcus pinter banget aktingnya ckckck kenapa gak dia aja yg jadi aktor -.-
    kasian seohyun sampe nangis beneran pas di lift tp dikira akting hemmm
    ditunggu part selanjutnya semoga bisa cepet update ^^

    Like

  11. Sebenernya, aku gak baca chapt.1, tapi kurang lebihnya aku ngerti. Awalnya aku pikir, ini semacam fantasy? tapi ternyata bukan. Maafkan aku yg jarang komen, kak. hapeku gak memadai sih. Tapi keren. Idenya bagus, kak. gak ngebosenin lg.

    Like

leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s