My Lovely Army

buku harian copy.jpg

Author             : Akira Cho

Title                 : My Lovely Army

Category         :romance

Cast                 :Kyuhyun, Seohyun, etc

Note                : annyeong yeorobun 😀 😀 .. bagaimana kabar kalian semua. Aku selalu doa semua teman – teman semua selalu sehat. Ini musim hujan selalu hati – hati ya saat mau pergi. Kita gatau hujan kapan kan? 😀 😀 aku datang dengan oneshoot yang yahh udah pasaran banget.

 

Ini sebenarnya udah lama mau aku publish tapi ngaret terus karena lupa. Makanya baru aku publish sekarang. Nggak akan muluk – muluk lagi. Typonya juga udah nyebar tanpa terdeteksi. Aku Cuma berdia semoga uri Seokyu memang real dalam real life mereka. Supaya kita bisa terus doain yang terbaik buat mereka selamanya.

 

Baca nggak RCL barbell sooman melayang 😀 😀

 

 

MY LOVELY ARMY

 

Karena semua akan indah pada waktunya

 

“Seohyun-ssi, kami dengar kau akan menikah dengan seorang pewaris perusahaan ternama.Benarkah seperti itu.”Tanya seorang wartawan pada artis cantik Seo Joohyun.Gadis cantik itu membelalakan matanya karena terkejut. Tapi dengan deheman pelan ia berusaha merubah mimic wajahnya senatural mungkin.

 

130722taeyeonsunnytiffanyyoonaseohyunatincheonairport15

 

“wahh, aku bahkan tidak tahu akan menikahi seorang pewaris perusahaan ternama. Siapa yang memberitahu kalian.Hebat sekali.” Jawab Seohyun sopan meski terselip nada ketidaksukaan dari cara bicara gadis itu.

 

“banyak artikel yang memuat hal itu Seohyun-ssi. Bagaimana dengan calon mempelai priamu?Lalu bagaimana karakter pria yang kau sukai untuk menjadi suamimu Seohyun-ssi?” pertanyaan wartawan justru membuatnya semakin pening.Ia baru saja turun dari pesawat setelah melakukan pemotretan majalah Vogue diLondon. Ia memilih menjawab daripada ditanyai terus.

 

“aku belum tahu calon mempelai priaku seperti apa. Tapi jika dia memang akan menikah denganku. Kuharap dia adalah tentara hebat yang mampu menjaga negaranya sendiri.Kalian bisa bayangkan bukan Negara saja ia jaga apalagi aku hahaha.”Seohyun berusaha bergurau untuk menghilangkan penat karena jetlag.Semua orang yang medengar jawaban dari Seohyun tertawa.Seohyun memang dikenal masyarakat sebagai artis yang sangat humoris. Dia jarang marah atau bersikap kasar pada orang lain. Sebagian orang terutama kaum pria sangat mengidolakan dirinya.Namun sebagian wanita banyak juga yang membecinya dengan alasan bahwa yang dilakukan seorang Seo Joohyun hanyalah bualan semata.

 

“jadi apakah calonmu itu seorang tentara?” tanya wartawan lagi.

 

“ya kuharap dia seorang tentara. Permisi dulu aku sangat lelah sekali.Gomapseumnida yeorobun.”Seohyun beserta assistantnya berusaha keluar dari kerumunan wartawan yang mengerubungi mereka.

 

MY LOVELY ARMY

 

seorang pria dan wanita itu tengah menonton TV yang menyaksikan seorang artis yang baru saja pulang dari luar negri. Pria itu menyesap espressonya pelan.Ia tampak mengamati wajah seorang gadis yang terus ditanyai pertanyaan dari para wartawan. Ia tersenyum dengan jawaban gadis itu. Betapa lucunya gadis itu tak salah jika dirinya jatuh cinta hanya dalam waktu beberapa detik pada gadis itu beberapa bulan yang lalu.

 

Takk,, remot TV menghampiri kepalanya. Ia menoleh sadis pada wanita yang menjadi kakak sekaligus ibunya.

 

“berkediplah bodoh. Matamu bisa keluar jika kau terus seperti itu.”Gumam gadis itu santai seolah tak terjadi apapun diantara mereka.Pria itu menatap kakaknya sengit.

 

“ngomong – ngomong kau benar – benar sudah melamarnya?” pria itu hanya mengangguk, ia membenarkan duduknya.

 

“ya,.”

 

“kau yakin? Dia seorang artis terkenal apa mungkin dia masih bisa disebut gadis baik – baik? Ahh mak..maksudku..

 

“jangan melihatnya dari luar nuna, kau bahkan tak mengenalnya dengan baik. Kau jelas tahu aku paling tidak suka milikku diremehkan seperti itu. Dan lagi, akan kubuktikan jika dia tak seburuk yang terlihat. Kau bisa pegang kata – kataku nuna.”Potong pria itu. Dengan amarah tertahan ia meninggalkan nunanya sendiri.

 

‘mianhae saengie..’ sesal nunanya dalam hati.

 

 

Pria itu pergi ke balkon kamarnya.Ia mengambil ponsel disaku celananya dan menghubungi seseorang. Tak berapa lama seseorang yang ia hubungi telah mengangkat panggilannya.

 

“yoboseyo hyung.”

 

“yoboseyo, waeyo? Aku sedang latihan.”Jawab pria itu.

 

“kau bisa bantu aku hyung?”Tanya Kyuhyun tanpa basa – basi sedikitpun.Pria di seberang tampak menaikkan alisnya.Pria yang sedang berlatih untuk mengembangkan kemampuan menembaknya bertanya.

 

“bantu apa?”

 

“kau tahu aku akan melakukan tugas ke Turki selama dua bulan bukan. Bisa kau mengatur pertemuanku dengan gadisku?” sang pria tertawa kecil. Cho Kyuhyun yang sudah ia anggap adik sendiri menghubunginya hanya untuk dipertemukan dengan gadisnya? Hei, gadis itu bahkan tidak mengenal Kyuhyun sama sekali.

 

“kenapa tidak menemuinya sendiri huh?” Tanya pria itu.

 

“Changmin hyung, kau jelas tahu setelah dia pulang dari luar negeri gadisku tak akan menerima satupun orang yang ingin menemuinya selama dua hari.Dan kau jelas tidak lupakan besok sore aku harus berangkat.”Pria itu Changmin, adalah kakak laki – laki dari gadis yang disukai Kyuhyun kakak dari Seo Joohyun.

 

Changmin terkekeh geli “apakah kau baru saja merengek padaku?”Kyuhyun tersenyum tipis.

 

“anggaplah seperti itu asal kau mau mengatur pertemuanku dengannya.” Sahut Kyuhyun sambil menatap langit.

 

“tampaknya adikku benar – benar membuatmu sangat berubah ya.” Ejek Changmin.

 

“salahkan saja adikmu kenapa dia cantik sekali aku sampai tidak bisa tidur terbayang wajahnya.” Sela Kyuhyun cepat.Changmin tertawa kecil.

 

“kau ingin bertemu sengaja atau tidak sengaja?”

 

“sengaja saja, biar dia tahu siapa calon suaminya yang tampan itu.”

 

“baiklah, datanglah ke rumah malam nanti. Dia pasti pulang malam ini, mengingat dia sudah satu bulan tidak pulang sama sekali.”

 

“arraseo..”

 

MY LOVELY ARMY

 

                “sial, darimana media tahu kalau aku akan menikah. Kekasih saja tidak punya bagaimana aku bisa menikah?” gerutu Seohyun sesampainya di apartemen. Chaeyeon sang assistant tersenyum kecil sambil meletakan barang – barang Seohyun.

 

“eoh, benarkah kau belum punya kekasih?” Tanya Chaeyeon menggoda.Seohyun memutar bola matanya jengah.

 

“astaga unnie, apa kau berpikir aku berbohong padamu?” sahutnya ketus. Chaeyeon mengangkat bahu. Dia menunjukkan satu paperbag berisi tas Louis Vuitton terbaru yang baru beberapa hari keluar. Mata Seohyun membulat senang.

 

“whoahh, aku bahkan memimpikan tas ini sejak dua hari lalu dank au mendapatkannya. Unnie untukku saja ya..” Seohyun menunjukkan bagaimana puppy eyes nya mampu meluluhkan hati assistantnya.

 

“itu memang untukmu.”

 

“yeay, gomapta unnie yeoppo.” Chaeyeon tersenyum kecil.Seohyun adalah boss yang lucu dan humoris meski terkadang gadis itu sangat kekanakan.

 

“tapi bukan dariku.” Seohyun mengernyitkan dahinya.

 

“lalu?”

 

“dari Nam Joohyuk-ssi,” Seohyun meletakan tas itu kembali dengan wajah cemberut. Ugh, kenapa dengan pria satu itu.

 

“kenapa harus dia?” tanyanya dengan wajah muram. Chaeyeon memang tahu jika Seohyun sama sekali tidak suka di dekati dengan Nam Joohyuk. Beberapa waktu lalu dia di serbu fans Nam Joohyuk yang mengira jika dirinya tengah berpacaran dengan idolanya.

 

“terima saja, kan sayang kau sudah memimpikan tas itu bukan?” saran Chaeyeon. Seohyun memandang Chaeyeon polos.Sesungguhnya dia sangat menggilai barang – barang mewah seperti ini. Tapi dia tidak suka menerima pemberian dari seseorang yang tidak ia kenal betul. Seohyun menggeleng.

 

“tidak mau, aku tidak mau menerima barang pemberiannya. Dia akan semakin besar kepala jika aku menerimanya. Simpan lagi dan besok kembalikan kepadanya.Aku lelah aku mau tidur.”Ucap Seohyun sambil berlalu menuju kamarnya. Chaeyeon menghela nafas, Seohyun itu gampang – gampang susah. namun ia bersyukur karena pada kenyataannya Seohyun bukanlah gadis gampangan. Dia kerap kali menolak pemberian dari laki – laki macam Nam Joohyuk.

 

Chaeyeon jelas tahu pasti kenapa Seohyun menolak pemberian pria itu.Nam Joohyuk terlalu muda baginya.Bayangkan saja umurnya selisih tiga tahun.Dan Nam Joohyuk sering di beritakan memiliki hubungan dengan banyak wanita.

 

“padahal aku sangat menginginkannya.” Ucap Chaeyeon sambil memandang sendu tas itu.

 

MY LOVELY ARMY

 

                Baru saja merebahkan tubuhnya di ranjang Seohyun sudah di kejutkan dengan deringan ponsel. Dengan malas ia meraih ponsel yang baru saja ia lempar di sebelahnya. Dalam hati ia mengutuk si penelepon yang mengganggu ketenangannya.

 

“yoboseyo..” jawabnya ketus. Terdengar suara kekehan pria dan Seohyun jelas tahu dan paham siapa yang menghubunginya.

 

“ketus sekali sih.” Ucap pria itu sambil tersenyum.

 

“oppa kenapa menghubungiku kau tahu kan aku..

 

“paling tidak suka di ganggu jika baru pulang, yayaya oppa tahu.” Sahut Changmin cepat.Seohyun tersenyum kecut.

 

“sudah tahu masih saja mengganggu,,”

 

“kau pulang kan nanti malam?” Seohyun hanya menjawab dengan deheman.

 

“nanti malam calon suamimu akan datang, kau berdandanlah yang cantik, okay..” mata Seohyun membulat sempurna. Calon suami?Jadi yang di beritakan media itu benar? Tiba – tiba saja kepalanya terasa berdenyut membuat ia mendesis sebal.

 

“ada apa?” Tanya Changmin cemas.

 

“aniya, aku hanya heran. Kenapa semua orang membahas tentang calon suami?Kekasih saja aku tidak punya.”Tanya Seohyun dengan wajah cemberut.Gadis muda itu mendudukan dirinya di ranjang.Terdengar Changmin yang tertawa kecil.

 

“kau punya karena kau sudah di lamar secara resmi oleh pria itu dan keluarganya.” Jelas Changmin. Seohyun makin tidak paham arah pembicaraan oppanya.

 

“oppa berhentilah menggodaku aku sudah sangat lelah. Pria apa? Aku sama sekali tidak tahu.”Rengek Seohyun manja.

 

“makanya pulanglah sebelum makan malam. Karena calon suamimu akan datang saat makan malam.”

 

“ck,, arra.”

 

MY LOVELY ARMY

 

                Seperti yang sudah di janjikannya pada oppanya dia akan pulang sebelum jam makan malam. Jika biasanya gadis itu akan tiba tepat saat makan malam. Maka hari ini adalah pengecualian.Seohyun pulang ke rumah pukul empat sore.Dimana semua orang – tidak maksudnya adalah ayah dan ibunya belum pulang dari bekerja.

 

Ngomong – ngomong Seohyun mempunyai seorang kakak laki – laki yang bertubuh jangkung bagai galah untuk mengambil buah. Seo Changmin, yupp dia adalah oppa dari artis cantik ini. Profesi sebagai tentara sudah melekat dari diri pria itu karena ayah mereka adalah seorang jenderal.Bukan sebuah nepotisme seperti kebanyakan orang lainnya. Changmin meraih gelar tentara tanpa bantuan ayahnya sama sekali. Ia berusaha layaknya teman – temannya. Itulah kenapa Seo Changmin sangat di kagumi dan juga di segani banyak orang. Meski ia memang berbanding terbalik dengan adiknya yang berprofesi sebagai artis dan model cantik.

 

“uhh,, dongsaeng kesayanganku sudah pulang. Bagaimana kabarmu sayang?” Tanya Changmin manis ketika mendapati adiknya sudah duduk di ruang tengah sambil menonton televise.

 

“buruk..” jawab gadis itu singkat. Changmin tampak tertarik dengan cerita adiknya. Jika biasanya gadis itu akan bercerita panjang lebar mengenai perjalanannya ke luar negeri maka hari ini berbeda.

 

“ada apa?” Tanya Changmin lembut.Wajah Seohyun terlihat muram.

 

“oppa, aku ingin tas..” pinta Seohyun manja. Tas?

 

“kenapa tidak beli sendiri di mall kan banyak?” saran Changmin.

 
“kau kira tas yang ku inginkan seharga sepuluh ribu won begitu? Oppa kau tahu aku begitu menggilai tas keluaran Louis Vuitton terbaru itu. Carikan untukku ya oppa.Aku pasti mengganti uangmu.Mau ya oppa?” Seohyun keluarkan puppy eyes andalannya untuk merayu oppanya. Oppanya pasti mau.Hihihi.

 

“shirreo..” tolak Changmin tanpa berpikir dua kali. Bayangkan saja dia seorang pria cool dengan gelar tentara haruskah ia berdesakan dengan para gadis untuk membeli sebuah tas? Kalau begitu buang saja kalung tentaranya ke laut. Itu sangat memalukan -_-

 

“wae? Oppa tahu aku lelah sekali dan aku ingin istirahat. Tapi tas itu begitu terbatas. Hikss, seandainya saja bukan pria itu yang memberikannya pasti aku sudah memakainya kemana – mana.”Gerutu Seohyun di akhir kalimat.

 

“pria? Siapa dia?”

 

“seorang artis. Dia begitu menyebalkan.Menyogok dengan barang – barang mewah padaku.Cih, memangnya dia pikir aku gadis murahan.Yah meski tas itu adalah tas impianku.”Seohyun berusaha bersikap biasa saja.Ia memang menggilai barang – barang bermerk dan sejauh ini dia sudah mempunyai tas sebanyak dua lemari belum dengan baju dan juga high heelsnya

 

“yaa… mana boleh calon istriku di ganggu.” Celetuk seseorang yang baru saja tiba.Sontak kedua orang yang tengah asik berbicara itu menoleh.

 

“Kyuhyun, kau sudah tiba?”Changmin segera bangkit untuk menyalami Kyuhyun.Berbeda dengan Seohyun yang masih terpana pada ketampanan pria di depannya ini.Pria yang tidak lebih tinggi dari oppanya ini begitu menawan menggunakan celana jeans berwarna biru tua dan juga kaos putih yang dilapisi kemeja kotak – kotak berwarna hitam merah.Uhh, ada orang setampan dia?>_<

 

 

“ehm, astaga kenapa udara jadi panas begini ya..” sindir Changmin agar Seohyun segera sadar. Ia segera bangkit dan mengikuti oppanya.

 

“annyeonghaseyo Cho Kyuhyun imnida..” Kyuhyun membungkuk mengenalkan diri.

 

“annyeonghaseyo Seo Joohyun imnida, adik dari Changmin oppa..” Kyuhyun tersenyum tipis.Tingkah polos Seohyun benar – benar membuatnya ingin sekali mengikat gadis itu dalam hubungan yang lebih serius.

 

“bagaimana kabarmu Seohyunnie?” Tanya Kyuhyun, Seohyun mendongak menatapnya. Pria ini menanyakan kabarnya dengan cara semanis itu? Sungguhkah?

 

“aishh, lebih baik aku ke kamar saja daripada menjadi obat nyamuk.” Seohyun sama sekali tak peduli dengan gerutuan Changmin. Ia sibuk memandangi wajah tampan Kyuhyun. Kenapa tampan sekali?Pikirnya setengah gila.

 

“Seohyunnie?”Seohyun segera tersadar dari lamunannya.Kyuhyun tersenyum kecil.

 

“aku baik..”

 

“mau berbicara denganku di taman?” Seohyun seolah tersihir dengan ketampanan Kyuhyun dan lebih memilih mengangguk mengiyakan ajakan Kyuhyun.Mereka melangkah berdampingan dengan Seohyun yang menautkan kedua tangannya sambil menunduk. Meski sudah berulang kali ia dipasangkan dengan banyak pria dalam dunia hiburan, tapi ini adalah yang pertama dirinya merasa sedekat itu dengan pria.

 

“duduklah.” Titah Kyuhyun.

 

“ne?” Seohyun yang tidak focus meminta penjelasan dari Kyuhyun melalui matanya. Kyuhyun tersenyum kecil dan menarik tangan Seohyun untuk duduk disampingnya. Namun karena Seohyun yang keseimbangan tubuhnya kurang akhirnya ia oleng dan jatuh dipangkuan Cho Kyuhyun. Keduanya terdiam dengan mata yang saling memandang satu sama lain.

 

“neomu yeppeoda.” Gumam Kyuhyun. Seohyun segera tersadar dan menarik diri dari kyuhyun.

 

“mianhae..” Kyuhyun tersenyum kecil.Mereka berdua kembali diam untuk beberapa saat.Dan kemudian mereka berkata secara bersamaan.

 

“aku/kau..” ucap keduanyan berbarengan, mereka tertawa dengan tingkah konyol mereka. Kyuhyun berdehem sejenak.

 

“kau duluan saja.” Kyuhyun mengalah.

 

“itu, apakah benar yang Changmin oppa bilang bahwa kau sudah .. melamarku?” ucap Seohyun malu – malu. Ia berharap pria itu menjawab tidak karena sejujurnya ia tidak tahu wajahnya akan di taruh dimana. Mengingat dirinya sangat tidak suka di dekati pria.Namun naas, Kyuhyun mengangguk mengiyakan.

 

“kenapa?” Tanya Seohyun pasrah.Kyuhyun menangkap nada bicara yang tidak biasa dari Seohyun.

 

“memangnya kenapa?” Tanya Kyuhyun balik.

 

“aku tidak suka laki – laki aniya – maksudku aku tidak suka bukan bukan aku belum siap memiliki hubungan serius. Ya semacam itulah.” Tutur Seohyun. Memang benar Seohyun masih ingin menikmati masa lajangnya.Itu juga yang membuat Seohyun malas menanggapi banyak pria yang ingin berkencan dengannya.

 

“makanya aku tidak mendekatimu seperti kebanyakan teman priamu.” Sahut Kyuhyun lembut.Seohyun tercengang dengan jawaban tanpa keraguan itu.

 

“aku akan menunggu jawabanmu untuk siap menikah denganku.” Sambung Kyuhyun mantap.

 

“bagaimana jika aku tidak mau menikah denganmu?” tantang Seohyun dengan menatap Kyuhyun. Gadis itu berusaha membohongi perasaannya yang berdebar – debar kencang.

 

“benarkah? Bukankah jantungmu sedang berdetak kencang karena bertemu denganku ya?” goda Kyuhyun sambil tersenyum kecil.Seohyun memalingkan wajahnya sebal. Memangnya terlihat ya jika jantungnya berdebar – debar?

 

“tolak saja aku jika kau sanggup. Aku tidak masalah karena kau akan tetap menikah denganku pada akhirnya.”

 

“dasar egois” cibir Seohyun Kyuhyun menatap Seohyun lucu. Bagaimana gadis itu bersikap benar – benar membuat Cho Kyuhyun kehilangan kewarasannya.

 

“ada yang ingin ku katakan padamu Seohyunnie” meski enggan Seohyun mendengarnya dengan baik.

 

“aku. Mempunyai tugas penting yang mengharuskanku keluar dari Korea untuk waktu yang tidak sebentar.”Kyuhyun terlihat lelah Seohyun bisa menangkap itu dari nada bicaranya.

 

“aku aka nada di Turki untuk dua bulan ke depan. Ada masalah serius disana.Mungkin juga waktunya akan bertambah jika masalah tidak segera selesai.”Kyuhyun menjeda kalimatnya sebelum mengatakannya.Ini sudah saatnya.

 

“bisakah kau menerimaku,? Aku bukan pria dengan banyak waktu senggang yang bisa ku habiskan denganmu.Aku hanya ingin jawabanmu. Besok sore aku akan berangkat. Jika kau mau menerimaku datanglah sebelum pesawatku tiba.”Kyuhyun tersenyum gugup, sedangkan Seohyun? Entahlah, Kyuhyun tidak tahu bagaimana membaca raut wajah gadis itu.

 

“meskipun kau menolak pernikahan ini juga akan tetap berlangsung, tapi aku.. Kyuhyun menyatukan tangannya dengan tangan Seohyun.

 

…ingin memulainya dengan dua hati.Bukan hanya hatiku saja, namun hatimu juga.”Seohyun menundukkan kepalanya karena merasa semua ini terlalu mendadak.Ia sama sekali tidak mengenal pria yang tengah menggenggam tangannya ini.

 

“maaf ini terlalu mendadak bagiku, aku sama sekali tidak mengetahui apapun tentang dirimu.” Seohyun berusaha menyanggah apa yang Kyuhyun inginkan. Pria ini memang tampan dan sangat memukau di tambah dia juga mengenakan kalung asli khas tentara.Karena profesinya memang seorang tentara.Namun semua itu tidaklah cukup untuk gadis ini.ia butuh mengenal pria ini lebih dalam barulah semuanya bisa ia terima.

 

“kau bisa mengenalku, ambillah ini.” Kyuhyun memberikan sebuah buku kecil, layaknya buku harian. Seohyun enggan sebenarnya namun ia tidak menolak.

 

“itu buku tentang diriku, apapun yang ingin kau ketahui ada di situ, kau tahu aku menulisnya khusus untukmu agar kau mengenalku.” Kyuhyun mengerling narsis pada Seohyun membuat pipi Seohyun memerah bak tomat.

 

“apa.. apa kau serius dengan semua ini?” Tanya Seohyun memastikan, Kyuhyun mengangguk mantap.

 

“tinggal menunggu hatimu benar – benar terbuka untukku maka aku akan siap menggandengmu ke altar.”Seohyun trsenyum kemudian sebelum dirinya mengangguk.

 

 

MY LOVELY ARMY

 

                Seohyun dan Kyuhyun melangkah masuk ke dalam rumah setelah membicarakan tentang hal tadi.Meski dirinya tidak sepenuhnya percaya pada Cho Kyuhyun. Tapi Seohyun mendapati dirinya merasakan hal lain saat bersama pria itu. Bukan seperti saat ia menghabiskan banyak waktu dengan beragam pria di depan kamera. Ini jauh berbeda.Perasaan seperti di lindungi dan dicintai.Heol, dirinya terlalu percaya diri ternyata. Eh tapi bukankah pria itu bilang jika dia memang menyukai Seohyun sejak lama?

 

“bagaimana? Apa kalian sudah mencapai kesepakatan?” Tanya Changmin antusias melihat Kyuhyun dan Seohyun berada di ruang makan.Sedang dirinya baru saja meneguk air dingin dari kulkas.

 

“tentu saja.” Jawab Kyuhyun mantap sambil menatap Seohyun yang lebih memilih menunduk.Changmin tersenyum kecil melihat ekspresi adiknya yang terlihat malu – malu.

 

“baiklah berarti kau bisa menikahinya setelah kau pulang dari Turki kan?” kerling Changmin membuat Seohyun protes.

 

“andwe!!! Itu terlalu cepat -,-.” Kedua pria itu terdiam menatap Seohyun tidak mengerti.

 

“aku…aku. maksudku aku bahkan baru akan mengenalnya. Oppa tahu kan selama ini aku tidak pernah terlihat dengan pria manapun. Aku tidak pernah ada dalam suatu hubungan kecuali kerja. Jadi kupikir…

 

“arraseo.. aku paham sayang.” Kyuhyun merangkul Seohyun sayang meski Seohyun ragu dan merasa aneh namun ia mendapati dirinya percaya pada pria bermarga Cho itu.

 

 

MY LOVELY ARMY

 

 

Seohyun terus memandangi arloji yangmelingkari tangan kirinya. Hari ini ia sibuk sekali ia harus syuting untuk pembuatan iklan shampoo bermerk dari China, setelah itu ia harus menemui seorang perancang busana yang gaunnya akan ia gunakan untuk menghadiri sebuah acara TV penting tentang penghargaan. Ia pusing sekali, ini bahkan sudah setengah tiga dan pekerjaannya belum selesai sama sekali. Kyuhyun bilang pria itu akan naik pesawat pada pukul lima. Ia masih memiliki sisa waktu 2,5 jam.

 

Padahal ia belum menemui perancang busana. Ia mengelus kepalanya yang terasa pening. Bagaimana ini, bagaimana jika ternyata ia tidak bisa hadir saat Kyuhyun akan pergi? Pria itu akan pergi selama dua bulan bahkan bisa lebih. Memikirkannya saja kepalanya sudah berdenyut. Seohyun belum pernah mengalami suatu hubungan serius dengan pria manapun. Ini adalah pertamakalinya. Dan untuk pertamakalinya juga ia akan melakukan hubungan jarak jauh.

 

Meski baru bertemu kemarin. Perasaannya memang berbeda pada Cho Kyuhyun. Tentara tampan dengan kepercayaan diri setinggi langit itu memiliki nilai tersendiri di mata Seohyun. Sikap gentle dan sopannya membuatnya merasa begitu di hargai. Semalam ia membandingkan Kyuhyun dengan Nam Joohyuk. Aktor tampan yang sedang naik daun itu.

 

 

Lama terdiam akhirnya Seohyun mengingat jika dirinya di beri sebuah buku oleh Kyuhyun. Kata pria itu semua isinya memang teruntuk Seohyun seorang. Baru membayangkannya saja wajah Seohyun sudah merona. Ia mengambil buku itu di tasnya dan membukanya perlahan.

 

Halaman pertama buku itu adalah poto Cho Kyuhyun yang sedang melakukan penghormatan layaknya seorang tentara. Dimata Seohyun, Kyuhyun terlihat gagah dan berkarisma. Matanya begitu tajam dan menusuk. Tapi begitu berbeda saat kedua mata itu mulai menatap mata Seohyun. Tatapannya berubah menjadi hangat dan menyenangkan.

 

“annyeong,, naneun Cho Kyuhyun imnida.. bangapseumnida.. ahh kau baru saja memandang potoku kan? Apa aku sangat membuatmu terpesona hingga kau memandanginya begitu lama? Hehehehe… oh ya, gadisku.. aku akan memperkenalkan diriku padamu.”Seohyun mendengus membuka kata pembuka dari buku itu. Bagaimana pria itu tahu apa yang baru saja ia lakukan? Apa pria itu memiliki profesi sebagai cenayang? Seohyun tersenyum kecil dan mulai melanjutkan membacanya.

 

“… aku lahir di Nohwon tanggal 3 februari 1988. Kau bisa menghitung sendiri berapa umurku sekarang.”Seohyun merengut sebal. Kenapa pria itu terlihat selalu sok berkuasa bahkan dalam tulisan sekalipun.

 

  “..aku memulai pendidikanku di Nohwon sejak kecil. Tentu saja karena orang tuaku tinggal di Nohwon. Namun seiring perkembangan jaman aku ingin sekolah di Seoul. Tepatnya aku bersekolah di Akademi Kemiliteran. Sejak kecil aku sudah mencita – citakan menjadi seorang tentara. Dan Puji Tuhan aku bisa mewujudkan salah satu keinginan terbesarku.

 

                …oya, kau pasti belum taukan kalau aku punya seorang nunna? Ya aku memang punya seorang nunna. Dan profesinya sama seperti ayah. Nunna adalah seorang dokter. Dokter anak tepatnya. Namanya Cho Ahra. Dia sangat ketus dan ringan tangan. Kepalaku selalu jadi sasaran setiap kali dia marah. Tapi aku tak pernah membalasnya sedikitpun. Aku tidak suka memukul wanita.” Seohyun tersenyum sambil memejamkan mata. Seolah membayangkan bahwa Kyuhyun ada disampingnya dan tersenyum padanya. Astaga, seperti itu saja jantungnya sudah berdebar – debar.

 

“..aku ingin sekali suatu hari nanti bertemu seorang gadis yang bisa menerima keadaanku. Aku tidak akan berbohong padamu gadis cantikku. Aku memang pernah beberapa kali berhubungan dengan gadis. Awalnya kupikir mereka bisa menerimaku apa adanya. Aku kaya dan tampan. Semua gadis dengan sendirinya datang padaku. Tapi,, mereka tidak pernah mau serius denganku..” Seohyun mengernyit ketika membaca sebaris kalimat itu.

 

“mereka tidak pernah mau serius denganku? Memangnya kenapa?” katanya bertanya – tanya

 

   “mereka tidak menerima kesibukanku sebagai seorang tentara yang hanya bisa menemui mereka setidaknya dua minggu sekali. Dari tiga mantan kekasihku ada satu yang masih ku ingat dengan baik saat ini. Dia kekasih dan cinta pertamaku. Namanya Im Yoona, kau pasti tidak asing kan dengan gadis itu.. ya.. dia adalah seorang artis sama sepertimu juga.” Seohyun terdiam beberapa saat. Tiba – tiba saja perasaannya terluka. Entah ia tidak tahu bagaimana menjelaskannya.

 

 

                “..kami saling menyukai sejak SMA, tapi harus putus karena ternyata ia harus ikut ayahnya ke Jepang dan aku ke Seoul untuk melanjutkan pendidikan militerku. Saat aku mengantarnya ke bandara ia mengatakan maaf dan menangis dipelukanku. Saat itu aku benar – benar merasa sedih dan kehilangan. Hingga beberapa tahun kemudian kami bertemu kembali. Dan dia sudah berubah menjadi seorang bidadari. Aku kembali jatuh cinta padanya. Dan untuk pertama kalinya setelah sekian tahun kami menjalin hubungan lagi.

 

                Aku teramat mencintainya hingga rasanya aku akan mati sesak jika kehilangan dia. Hingga beberapa bulan setelah kami menjalin hubungan. Secara mengejutkan dia mengumumkan ke media bahwa dirinya sedang menjalin hubungan dengan aktor bernama Lee Seunggi. Dan untuk kedua kalinya aku merasa cinta yang ku jaga selama ini sia – sia. Kami berpisah dan aku tidak akan pernah mau berhubungan lagi dengan gadis yang berprofesi sebagai artis. Pacar kedua dan ketiga ku kurang lebih juga seperti itu. Aku benci sekali pada banyak gadis yang memandang semua pria hanya dari penampilan atau kekayaannya saja.” Seohyun baru mengerti sekarang. Ia seperti sedang membaca cerita romansa layaknya novel. Namun ia tahu ini bukanlah novel. Ini adalah kisah nyata dari seorang pria yang akan menjadi suaminya. Tiba – tiba saja ia merasa tersentuh dengan kehidupan Cho Kyuhyun. Ia belum pernah sama sekali menjalin hubungan seperti itu.

 

“Seohyun.. ayo cepat temui Nyonya Lee. Dia sudah menunggu di bawah sana untuk menunjukkan gaunnya padamu.” Teriak Chaeyeon. Seohyun segera menutup buku dan memasukkannya ke dalam tas.

 

“ne unnie..”  ia segera menyusul Chaeyeon ke bawah untuk menemui perancang busana itu.

 

MY LOVELY ARMY

 

                Kyuhyun terus memandangi arloji di tangannya. Sudah setengah lima dan gadisnya belum muncul juga. Ia begitu cemas, apakah Sehyun memang tidak mau mencoba berhubungan dengannya. Tapi menilik kembali reaksi gadis itu kemarin. Ia sangat yakin bahwa Seohyun memiliki perasaan yang sama seperti dirinya. Gadis itu tidak menolak yah meski Seohyun seolah menolaknya di awal. Raut wajahnya begitu terlihat hingga membuat Ahra bingung.

 

“kau menunggu siapa?” tanya Ahra penasaran. Kyuhyun tersenyum kecil.

 

“aku sedang menunggu kedatangan gadisku nunna. Yah, jika dia datang itu artinya dia mau serius denganku.” Ucap Kyuhyun setengah tidak yakin. Ahra mengerutkan keningnya.

 

“bukankah dia sangat sibuk? Aku bahkan membaca beritanya pagi ini jika dia harus syuting hingga sore lalu malam nanti ia akan menghadiri acara televisi.” Sahut Ahra membuat Kyuhyun lesu.

 

“aku tidak tahu nunna. Tapi aku yakin dia pasti datang.” Jawab Kyuhyun lemah.

 

“kau bahkan baru bertemu langsung padanya kemarin tapi kenapa kau seolah akan mengalami patah hati berat seperti itu eoh? Bahkan dengan Yoonapun kau tidak sampai seperti itu.” Teliti Ahra. Kyuhyun tersenyum tipis. Apakah dirinya memang kelihatan seperti itu?

 

“benarkah?” Kyuhyun menyuarakan pikirannya. Ahra mengangguk.

 

“kau bahkan menjalin hubungan dengan Yoona sudah begitu lama. Aku tahu kau terluka dengan Yoona tapi reaksimu tidak terlalu. Kau masih bisa bersikap santai. Tapi dengan Seohyun. Kau baru mengenalnya delapan bulan yang lalu, bagaimana bisa bersikap seperti itu?” tanya Ahra tidak mengerti.

 

“mungkin aku sangat mencintainya nunna.”

 

 

Another place

 

“Seohyun-ahh..” panggil seseorang, Seohyun menoleh dan mendapati Nam Joohyuk sedang menghampirinya. Ia mengernyitkan alis.

 

“ada apa Nam Joohyuk-ssi?” tanya Seohyun sopan.

 

“aku ingin mengajakmu keluar sebelum acara nanti malam. Apa kau ada waktu?” tanya Nam Joohyuk lembut.

 

“tidak, aku tidak punya waktu Nam Joohyuk-ssi, mianhae.” Seohyun membungkuk hormat dan melangkah pergi. Baru langkah ketiga tangannya sudah di cekal oleh Nam Joohyuk.

 

“bukankah kau free setelah ini. Ayolah Seohyun-ahh. Aku sudah menyisihkan waktuku untuk menemuimu.” Seohyun berusaha melepaskan cekalan tangan pria itu masih dengan sikap sopannya.

 

“mianhae Nam Joohyuk-ssi, aku sudah punya janji dan aku hampir terlambat.”

 

“tapi.. Seohyun-ahh.. Seohyun-ahh..” Nam Joohyuk terus berteriak memanggil nama Seohyun. Namun gadis itu berpura – pura tuli tidak mendengar panggilan Nam Joohyuk. Ia melirik arlojinya. Astaga, sudah jam empat lebih dua puluh lima. Dia punya waktu minim sekali untuk sampai ke bandara. Untung saja ia membawa mobil sendiri dan lokasi ia berada sekarang tidak terlalu jauh dari bandara.

 

“semoga kau belum berangkat.” Doanya dalam hati.

 

Setelah ngebut selama lima belas menit akhirnya Seohyun segera sampai di bandara. Ia melirik arlojinya dan mendengus kesal. Ini sudah setengah lima lebih dan dia belum menemukan calon suaminya. Ini semua gara – gara Nam Joohyuk sialan itu. Batinnya menggerutu. Seandainya saja Nam Joohyuk tidak mengganggunya dia pasti bisa sampai lebih cepat. Dengan penyamaran seadanya Seohyun terus berlari ke dalam mencari sosok pria yang akan meninggalkannya selama dua bulan atau mungkin lebih lama dari itu.

 

Back To Kyuhyun

 

                “kau tidak masuk sekarang? Ini sudah hampir jam lima.” Saran Ahra. Kyuhyun hanya menggeleng pelan.

 

416349_348831331800519_152266474790340_1589953_1026794910_o.jpg

“tapi kau bisa terlambat jika tidak segera masuk ke boarding.”

 

“masih ada waktu lima belas menit lagi nunna. Kau tenang saja.” Ahra menghela nafas lelah. Ia menatap Kyuhyun dengan pandangan iba. Kyuhyun bahkan tidak mendengar kata – katanya hanya karena gadis itu. Jika ternyata gadis itu tidak segera datang, maka lihat saja Ahra akan membuat perhitungan dengan artis muda itu. Namun beberapa saat kemudian ia mendengar derap langkah cepat menghampiri ia dan Kyuhyun. Seseorang dengan kaca mata dan juga topi itu menghampiri mereka dan berseru.

 

“Cho Kyuhyun!!! Akhirnya aku menemukanmu!! Huh.. huh…” gadis itu terlihat ngos – ngosan. Gadis tu membuka sedikit kaca matanya untuk menatap pria didepannya yang justru diam saja.

fb_img_1478605082675

 

“Kyuhyun? Kau baik – baik saja?” tanyanya perlahan. Namun pria itu tetap diam saja sambil menatapnya tanpa berkedip.

 

Greppp..

 

Tak diduganya sama sekali Cho Kyuhyun langsung memeluk dirinya dengan begitu erat. Ia dapat mendengar helaan nafas lega yang terdengar dari bibr pria itu. Pria itu menghirup aroma shampoo Seohyun yang beraroma Strawberry. Begitu manis dan menenangkan. Ia pasti akan merindukan aroma ini untuk beberapa bulan ke depan.

 

“akhirnya kau datang gadisku, akhirnya kau datang.” Bisik Kyuhyun lirih namun masih bisa di dengar oleh Seohyun. Gadis itu tersenyum kecil. Padahal baru kemarin ia mengenal pria ini. Tapi kenapa rasanya senyaman ini. Ia bahkan tidak pernah berhubungan dengan laki – laki manapun.

 

“tentu saja aku pasti datang Kyuhyun.” Jawabnya membuat beban yang tadi menghimpit dada Kyuhyun seolah terangkat dan menyisakan kelegaan yang luar biasa.

 

“gomawo sudah datang.” Kyuhyun melepas pelukannya dan menatap mata Seohyun dengan lembut. Seohyun mengangguk tanpa menghilangkan senyumnya. Pria itu mengecup dahi Seohyun dengan tulus.

 

“ehm… ehmmm…” Ahra berdehem keras membuat sepasang kekasih itu menoleh dan menyudahi kegiatan mereka dengan canggung. Kyuhyun menggaruk tengkuknya karena malu.

 

“ah iya Seohyunnie, ini nunnaku. Namanya Ahra. Dia sangat galak.” Ahra memelototkan matanya pada Kyuhyun namun pria itu hanya terkikik.

 

“annyeonghaseyo unnie, naneun Seo Joohyun imnida. Bangapseumnida..” Seohyun membungkuk sopan pada Ahra membuat Ahra tersenyum. Ternyata Kyuhyun benar. Seohyun memang berbeda.

 

“annyeong naneun Cho Ahra. Nunnanya Kyuhyun. Nado bangapseumnida.” Ia tersenyum pada calon adik iparnya itu.

 

“Kyuhyun menunggumu sedari tadi dengan cemas. Kau tidak kunjung datang padahal ini sudah saatnya boarding.” Adu Ahra pada Seohyun. Seohyun melirik arlojinya. Astaga, hampir jam lima.

 

“astaga, kau harus segera masuk kau bisa ketinggalan pesawat.” Ucap Seohyun cemas. Kyuhyun tertawa. Ini adalah sifat Seohyun yang sudah ia ketahui sejak lama. Dan ia selalu suka ekspresi panik gadisnya itu. Dimatanya Seohyun tampak begitu menggemaskan.

 

“arraseo gadis cantikku. Aku akan masuk sekarang. Nunna aku pamit ya, jaga dirimu baik – baik.”Kyuhyun memeluk sayang nunnanya.

 

“tentu saja, kau hati – hati disana. Sejujurnya aku mengkhawatirkanmu.”

 

“tidak perlu khawatir padaku nunna. Aku akan baik – baik saja.” Ahra mengangguk dengan mata berkaca – kaca. Melepas Kyuhyun untuk pergi ke Turki dimana negara itu bahkan sedang dalam kondisi tidak stabil sejujurnya membuatnya sangat ketakutan. Namun melihat Kyuhyun yang terlihat bahagia ia hanya akan berdoa pada Tuhan untuk keselamatan adiknya disana.

 

“gadisku.. kau juga jaga dirimu baik – baik ya, ku harap kau tidak melirik pria lain saat aku tak ada. Karena jika tidak, aku akan langsung pulang dan menembak satu persatu pria yang akan mendekati gadisku. Kau milikku dan selamanya hanya akan jadi milikku.” Ucap Kyuhyun sambil memeluk Seohyun dengan erat.

 

“siapa bilang aku milikmu. Cih,” sahut Seohyun ketus membuat Ahra terkekeh.

 

“kau milikku. Awas saja kau berani padaku.”

 

“kenapa aku tidak berani padamu memangnya kau akan ap..

 

Cupp..

 

Kyuhyun mencuri ciuman singkat di bibir Seohyun membuat gadis itu terdiam beberapa saat. Sebelum akhirnya tersadar. Dan memukuli Kyuhyun membabi buta.

 

“yak, kau menodai bibirku. Aku benci padamu Cho Kyuhyun!!!” Cho Kyuhyun tidak membalas perlakuan Seohyun dan justru tertawa dengan keras.

 

“astaga, kau sungguh memalukan sayang.” Cibir Kyuhyun membuat Seohyun merengut.

 

“baiklah, nunna aku pergi ya. Aku pasti merindukanmu. Dan kau gadis cantikku, aku pasti akan mengurungmu jika tahu kau bersama pria lain selama aku pergi.” Ancam Kyuhyun pada Seohyun.

 

“coba saja kalau berani.” Tantang Seohyun.

 

“sudah jangan bertengkar. Berangkatlah. Kami akan pulang sekarang.” Kyuhyun mengangguk dan dia mulai melangkah ke ruang boarding dengan menggeret kopernya. Hatinya senang dan sedih disaat bersamaan. Senang karena Seohyun ternyata mau berhubungan serius dengannya. Sedih karena mereka harus berpisah untuk waktu yang cukup lama padahal mereka baru saja memulainya.

 

“everything will gonna be okay. Fighting.” Kyuhyun menyemangati dirinya sendiri.

 

MY LOVELY ARMY

 

                “apa unnie membawa mobil?” Ahra mengangguk kecil.

 

“yah, padahal aku ingin mengajak unnie makan. Aku sangat kelaparan unnie. Hehehe..” Seohyun tertawa demgan tingkahnya yang masih anak – anak itu. Meski sudah dewasa namun perilaku manja Seohyun tidak juga hilang dari dirinya.

 

“aku juga sangat lapar tadi siang tidak sempat makan. Bagaimana kalau kita makan disekitar sini saja. Ada restaurant yang cukup lezat dan tertutup.” Seohyun mengangguk.

 

“baiklah kajja unnie tunjukkan aku jalannya.” Ucap Seohyun dengan penuh semangat. Membuat Ahra mengulum senyumnya. Mungkin selama ini ia memang salah mengira tentang artis ini. Ia pikir semua artis akan sama seperti mantan kekasih Kyuhyun yang bernama Im Yoona. Namun ternyata Seohyun cukup berbeda. Pantas saja Kyuhyun jatuh cinta padanya.

 

“kau mau pesan apa hyun?” tanya Ahra ketika mereka telah tiba di restaurant dan memegang buku menu. Seohyun tampak melihat – lihat lalu ia tertarik dengan satu menu. Jajangmyeon. Ia melepas kaca matanya.

 

“aku mau jajangmyeon saja unnie. Entah kenapa aku ingin sekali makan itu.” Jawabnya riang. Ahra menatap Seohyun.

 

“apa kau suka Jajangmyeon?” tanyanya

 

“tidak, tapi hari ini aku ingin sekali makan itu. Sudah lama aku tidak makan itu.” Jawaban Seohyun terkesan lugu. Ia tahu Seohyun tidak berpura – pura. Mungkin memang adiknya jodoh dengan gadis muda di depannya ini.

 

“Jajangmyeon itu makanan favorit Kyuhyun.” Kata Ahra.

 

“Nde?” Seohyun menatap Ahra tidak percaya. Ia terlihat kikuk dan menunduk.

 

“sepertinya pilihan Kyuhyun tidak salah.”

 

MY LOVELY ARMY

 

Seohyun merasakan hatinya berdebar – debar. Ia hanya merasa ini terlalu cepat. Tapi ia menikmatinya. Ia menyantap makanan itu dengan sangat lahap seolah tidak akan ada hari esok untuk ia makan. Dan entah kenapa Ahra justru senang dengan hal itu.

 

“sepertinya kau sangat kelaparan ya,” Ahra membuka percakapan. Seohyun mendongak dan tersenyum malu.

 

“ku dengar kau sangat sibuk hari ini.”

 

“darimana unnie tahu?” tanya Seohyun polos. Ahra tertawa kecil.

 

“tentu saja aku tahu. Kau ada dimana – mana. Di televisi, di koran, di internet. Bahkan dikepala adikku. Hahahaa..” Ahra mencoba menggoda Seohyun yang justru menunduk malu. Tapi tiba – tiba perkataan Seohyun mampu membuatnya tertawa keras.

 

“apa aku seterkenal itu ya? Berarti aku sangat pasaran.” Ucap Seohyun polos.

 

“astaga, bagaimana bisa kau sepolos itu sih. Padahal kau artis. Kau lebih terlhat seperti anak kecil kalau begitu hyun.” Seohyun merengut.

 

“oppaku selalu bilang aku seperti anak kecil meski aku sudah dewasa. Lalu aku harus bagaimana supaya terlihat lebih dewasa unnie.” Tanya Seohyun, Ahra tersenyum

 

“tidak, kau tidak perlu berubah seperti itu. Aku suka kau yang apa adanya seperti ini.”

 

MY LOVELY ARMY

 

                Seohyun menghempaskan dirinya di ranjang. Hari ini ia lelah sekali. Banyak sekali hal yang ia lakukan. Selesai makan dengan Ahra tadi dirinya harus menghadiri acara penghargaan yang selesai pada pukul dua dinihari. Ia bangkit lagi dan melepas mantel bersiap ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

 

Tiba – tiba saja ia teringat akan  Kyuhyun. Apakah pria itu sudah sampai Turki ya? Bagaimana keadaan pria itu sekarang. Kenapa pria itu tidak segera menghubunginya? Apakah dia baik – baik saja? Banyak sekali pikiran tentang Kyuhyun dibenaknya. Kalau seperti ini ia merasa seperti  orang bodoh. Dengan gerutuan kecil akhirnya Seohyun memilih untuk menghabiskan waktunya dengan membaca novel. Kemarin ia baru saja membeli sebuah novel bestseller terjemahan. Seohyun sangat suka dengan novel terjemahan apalagi novel romantic. Ia selalu berharap kisahnya selalu berakhir indah seperti sebuah novel.

 

Setelah memilah – milah beberapa novel yang berjejer rapi di rak buku. Pilihan Seohyun jatuh pada novel tetralogy Fifty Shades of Grey. Seohyun belum sempat membacanya. Waktu ia membelinya ia hanya teringat perkataan salah satu temannya tentang novel itu. Tanpa pikir panjang Seohyun membeli semua serinya.

 

“lumayan, aku belum pernah membaca ini.” Gumamnya dalam hati. Seohyun membuka halaman demi halaman sambil duduk bersandar diranjang. Sepertinya novelnya cukup menarik karena Seohyun terus membacanya, bahkan gadis itu tidak peduli saat jam dinding menunjukkan pukul satu dinihari. Seohyun tidak membaca seri pertamanya melainkan seri yang kedua. Untuk sesaat Seohyun memelototkan matanya ketika membaca bagian saat Tuan Grey melakukan sesuatu yang sangat tidak terduga baginya. Ia menelan air ludahnya sendiri.

 

“omo,, omo.. bagaimana bisa, bukankah itu sangat menyakitkan. Astaga, bagaimana bisa.” Seohyun terus menggumam tak jelas membaca setiap kata yang tertulis dalam novel. Menggerutu bagaimana bisa ada pria sekejam itu yang melakukan seks dengan cara menyakiti? Namun ia juga merasa heran kenapa Nona Anna dia saja? Tidak menolak dan membiarkan Tuan Grey menyakitinya begitu kejam? Seohyun sama sekali tak habis pikir.

 

Saat Seohyun tengah menikmati bacaan novel yang ada ditangannya. Suara ponsel bordering mengganggunya. Seohyun bersungut – sungut pada orang gila yang sedang menghubunginya tengah malam begini. Ia melirik jam dinding sudah setengah tiga. Setelah membatasi novelnya ia bangkit dan mengambil ponsel yang tadi ia lempar di sofa dekat ranjangnya.

 

“yoboseyo. Siapa ini?” kata Seohyun ketus. Ia bahkan tidak melihat nomor yang sedang menghubunginya. Terdengar kekekah seorang pria diseberang. Seohyun mengerutkan kening tidak merasa asing dengan kekehan ini tapi ia juga tidak mengingat siapa.

 

“siapa ini?” Tanya Seohyun lagi masih dengan nada ketus yang sama.

 

“kenapa belum tidur gadisku? Kau tahu ini sudah hamper pagi.” Ujar pria itu diseberang. Akhirnya Seohyun dapat mengingat siapa ini. Ia tersenyum kecil melupakan kemarahan tak beralasan yang ia rasakan. Karena semuanya memang hanya pengalihan untuk melupakan Kyuhyun sejenak.

 

“Seohyunnie?” panggil Kyuhyun lagi. Seohyun baru sadar ia sudah terdiam begitu lama.

 

“kenapa menghubungiku jika tahu ini sudah hamper pagi huh?” Tanya Seohyun. Kyuhyun tertawa ringan. Cara gadisnya menanggapinya benar – benar menggemaskan. Membuat Kyuhyun selalu merasa ingin pulang.

 

“karena kau menungguku makanya aku menghubungimu.” Jawab Kyuhyun bohong.

 

“darimana kau tahu aku menunggumu? Aku tidak sedang menunggumu. Aku sedang membaca novelku.” Sela Seohyun cepat.

 

“oh ya, kau sedang membaca apa kalau begitu?” Tanya kyuhyun ingin tahu. Pria itu membaringkan tubuh letihnya diranjang. Tubuhnya sangat lelah setelah naik pesawat biasa selama Sembilan jam penuh. Tapi ia yakin jika mendengar suara Seohyun ia pasti akan baik – baik saja.

 

“aku sedang membaca novel seri Fifty Shades Of Grey, novelnya  bagus sekali tapi..” Seohyun terdiam, ia tidak tahu haruskah ia melanjutkan perkataannya. Tapi itu terlalu vulgar untuk dikatakan kepada Kyuhyun. Ia menggigit bibir karena tidak tahu harus berkata apa.

 

“tapi Tuan abu – abu kejam pada kekasihnya begitu? Menyetubuhi kekasihnya dengan kasar bahkan menggunakan benda – benda tajam?” Seohyun terperangah ketika Kyuhyun bisa tahu apa yang ada dipikirannya.

 

“bagaimana kau tahu?” Tanya Seohyun tak percaya. Kyuhyun terkekeh.

 

“aku sudah nonton filmnya. Sebenarnya tidak semenyakitkan itu kau tahu. Toh kekasih si abu – abu itu mau – mau saja kan diperlakukan  begitu?” sahut Kyuhyun santai. Wajahnya setengah mengantuk. Ia sangat lelah sekali. Perbedaan waktu antara Korea dan Turki juga salah satu penyebabnya.

 

“tapi tetap saja, memborgol, memukul bahkan menampar. Bagaimana bisa ada kekasih seperti itu?”

 

“tentu saja ada sayang, itu sebuah kelainan yang ada dalam diri manusia. Bisa disebabkan oleh masalalu atau memang bawaan dari kondisi psikis seseorang sejak kecil.” Jelas Kyuhyun pada Seohyun.

 

“kau tentara atau psikolog, bagaimana kau bisa memahami segala hal tanpa belajar?” Seohyun memuji dengan nada seperti mencibir.

 

“segala hal tanpa belajar? Astaga sayang kau tak tahu ya jika kekasihmu ini orang yang sangat hebat. Kemana saja kau selama ini heum?” goda Kyuhyun. Matanya bahkan sudah seperti bulan sabit karena dirinya terlalu lelah.

 

“kau baru muncul kemarin jika kau ingat.” Kata Seohyun mengingatkan. Kyuhyun tersenyum.

 

“nyanyikan aku sebuah lagu sayang, aku sangat lelah tapi aku selalu ingin mendengar suaramu. Bagaimana ini, kenapa kau meracuni otakku heum?” Seohyun merasakan sebuah debaran tak beraturan pada jantungnya. Astaga, pria ini bahkan tidak ada disini bagaimana bisa dia selalu membuat Seohyun salah tingkah seperti ini?

 

“kau ingin lagu apa? Aku suka lagu we don’t talk anymore, atau kau ingin lagu the reason?” Tanya Seohyun polos. Kyuhyun berdecak sebal.

 

“sayang, kau tega menyanyikan lagu tragis seperti itu padaku? Aku ini kekasihmu, tidak aku calon suamimu. Nyanyikan aku lagu romantic.” Perintah Kyuhyun.

 

“baiklah, bagaimana kalau lagu yang ada dalam drama yang kuperankan. Aku suka sekali lagu itu. Kau mau mendengarku? Suaraku tidak begitu bagus.” Ujar Seohyun ragu – ragu.

 

“tidak sayang, selama itu suara dari kekasihku aku tak akan pernah bosan mendengarnya.” Ucap Kyuhyun serius. Sepertinya pria itu benar – benar sudah lelah. Terbukti dari kedua matanya yang sudah terpejam dan tangannya  yang terkulai lemas. Seohyun menarik nafas dalam – dalam sebelum ia mulai bernyanyi.

 

naega geudae gyeote isseoseo haengbokhapnida

naega geudae gyeote isseoseo kkumeul kkupnida

 

Aku senang berada di sisimu
Aku bermimpi karena aku berada di sisimu

 

naega geudae gyeote

isseoseo useul su issseupnida

nae saramigil tto gidohapnida

 

Aku bisa tersenyum karena aku berada di sisimu
Aku kembali berdoa bahwa kau akan menjadi milikku

 

nae mami boyeoseo

nae jinsimi neukkyeojindamyeon

 

Jika kau melihat hatiku
Dan merasakan hatiku yang sesungguhnya

nae mami boyeoseo

naege oneun gil chajneundamyeon

 

Jika kau melihat hatiku
Dan menemukan jalanmu untuk datang padaku

naui modeun maeum jugo sipeo

naui gyeote geudae yeongwontorok issneundamyeon

 

Aku ingin memberikan semua hatiku untukmu
Jika kau bisa tinggal di sisiku selamanya

 


Seohyun berhenti menyanyi saat reff habis. Ia sangat gugup. Ini adalah pertama kalinya ia bernyanyi untuk seorangpria. Seumur hidup Seohyun hanya bernyanyi karna ia juga seorang penyanyi. Tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benaknya untuk menyanyikan seorang pria. Dan entah kenapa Kyuhyun adalah pengecualian.

 

 

“bagaimana? Apa kau suka lagunya?” Tanya Seohyun basa – basi. Ia tak sabar mendengar jawaban Kyuhyun. Sedetik, dua detik, tiga detik, satu menit..

 

 

Seohyun mengerutkan keningnya. Apakah pria ini sedang bergurau dengannya. Dia yang menyuruh menyanyi tapi pria ini justru mengabaikannya. Seohyun berusaha memasang telinganya baik – baik. Mencoba menangkap apa saja yang ia bisa dengar dari pria itu. Setelah beberapa saat Seohyun tahu jika ternyata Cho Kyuhyun tengah tertidur.

 

 

Sebuah senyum simpul tercetak diwajahnya. Hari ini dia merasa menjadi konyol yang begitu konyol. Entah bagaimana bisa ia dengan muda patuh pada perintah pria itu. Sepertinya kata orang tentang jatuh cinta pada pandangan pertama memang benar adanya.

 

 

“kau  pasti sangat lelah Kyuhyun. Tidurlah yang nyenyak calon suamiku..” bisik Seohyun lembut sebelum menutup panggilannya. Dan tanpa Seohyun sadari bahwa diseberang sana dalam tidurnya Cho Kyuhyun sedang tersenyum.

 

 

MY LOVELY ARMY

 

 

            Sudah sebulan sejak Kyuhyun menghubunginya malam itu, Kyuhyun belum sama sekali menghubunginya lagi. Meski gelisah dan cemas  Seohyun selalu menanamkan dalam pikirannya bahwa pria itu pasti baik – baik saja. Buku yang Kyuhyun berikan padanya menjadi teman Seohyun saat tiba – tiba saja ia begitu merindukan Cho Kyuhyun.

 

Semua kalimat dalam buku Cho Kyuhyun terasa seperti  Kyuhyun memang sedang berbicara padanya. Tidak ada istilah seperti Kyuhyun menyebut nama orang lain dalam bukunya. Ia hanya mengatakan gadisku, gadisku, dan gadisku.  Meski sudah sampai setengah dari buku ia baca, masih belum menjelaskan kenapa pria itu bisa jatuh cinta padanya, bagaimana cara mereka bertemu. Namun Seohyun sangat yakin pria itu pasti menulisnya. Tulisan yang sama sekali tidak penting saja ia tulis. -,-

 

 

Hari ini Seohyun free sampai malam. Tidak ada jadwal padat karena drama barunya sudah selesai syuting. Ia bersyukur masih bisa memiliki waktu santai semenyenangkan ini. Ia mulai membuka buku itu  lagi dan membacanya perlahan.

 

 

apa kau penasaran bagaimana aku jatuh cinta padamu?kalimat itu adalah kalimat awal paragraph baru yang ada dibuku Kyuhyun. Tanpa sadar Seohyun mengangguk sambil membaca lagi tulisan Kyuhyun.

 

 

‘bukan suatu pertemuan romantic jika kau berpikir seperti itu..

Aku pertama kali bertemu denganmu dijalan,

Tepatnya saat aku menjalankan tugas ke Jepang tanpa sengaja aku bertemu denganmu

Di Persimpangan Shibuya, pada bulan Januari

Kau dengan pakaian serba misteriusmu itu membuatku tahu jika kau bukan orang biasa

Awalnya aku tidak begitu tertarik denganmu

Kau terlihat aneh dimataku.

 

Tapi kau merubah pandanganku tentangmu hari itu juga..

 

            Seohyun tertegun dengan kalimat itu, apa maksudnya merubah pandangan Kyuhyun tentang dirinya?

 

‘kau, entah kau terlalu baik hati atau kau memang bodoh

Kau mencoba menyelamatkan seseorang yang ingin terjun dari gedung tinggi dengan cara mengikutinya.

Mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal dan terkesan gila..

 

Bagaimana bisa kau merayu wanita tua itu untuk tidak bunuh diri dengan cara membelikan ayam goreng dan juga soju?

Astaga, aku yang seorang tentara saja berusaha keras berpikir menyelamatakn nyawa wanita itu dan kau??

 

Seohyun tersenyum mengingat kejadian itu. Ya hamper sepuluh bulan yang lalu ia memang menyelamatkan seorang wanita tua yang merasa hidupnya sangat kesepian. Tidak punya sanak saudara dan pasangan. Seohyun merasa kasihan karena wanita itu sebaya ibunya. Ia menolong wanita itu karena teringat oleh ibunya. Tak pernah sedikitpun dia berpikir bahwa hal kecil itu mampu membuat seorang Cho Kyuhyun jatuh cinta padanya.

 

 

Saat itu, saat kau berhasil mengajaknya kembali

Saat itu juga aku tahu aku sudah jatuh cinta padamu

Aku tak pernah merasa seperti ini bahkan pada ketiga mantanku

Kau berbeda..

Dan fakta mengejutkan lainnya datang lagi..

 

Apa kau ingat bulan April saat kau mengunjungi camp tentara diBusan?

Kau menabrakku dengan begitu keras hingga beberapa barangku terjatuh.

Bukan meminta maaf kau malah marah – marah padaku

Menyalahkanku karena bekal yang kau buat jatuh

Aku ingin sekali marah dan mencekik lehermu saat itu juga.

Tapi semua berubah saat kau menatapku

 

 

Kau adalah gadis itu,

Si gadis gila yang bisa menyelamatkan seorang wanita dari aksi bunuh dirinya

Kau datang ke Camp mengunjungi oppamu

Bertanya padaku dengan nada ketus karena kau masih marah padaku tentang bekalmu yang tumpah

 

Yaa, Seohyun ingat itu, ia memang marah – marah pada seseorang karena bekal yang seharusnya rapid an indah untuk oppanya jadi berantakan. Padahal Ia membuatnya dengan susah payah. Karena ia tahu oppanya pasti kurang makanan bergizi. Pikirnya

 

 

Aku menunjukkanmu dimana oppamu berada

Hingga aku akhirnya sadar bahwa kau adalah adik Changmin hyung

Dunia sempit sekali ya ternyata, hehehehe

Aku selalu mencuri pandang ke arahmu

Tapi kau terlalu sibuk dengan oppamu

 

Saat itu juga ku tetapkan dalam hatiku bahwa aku harus memilikimu

Bahwa Seo Joohyun harus menikah dengan Cho Kyuhyun

 

Kau tahu kenapa?

 

Karena aku tidak yakin hidupku akan baik – baik saja jika tidak bersamamu

Karena aku tidak yakin bisa melakukan segalanya dengan benar jika tanpamu

Karena tanpa kau sadari kau telah membawa jiwa dan hatiku bersamamu

Dalam genggamanmu..

 

Kau gadis cantikku..

Kau gadis impianku..

Kau calon istriku..

Dan aku..

 

Sangat mencintaimu…

 

 

Seohyun menitikkan air matanya ketika selesai membaca buku itu. Ia tak pernah tahu bahwa ada seseorang yang bisa mencintainya begitu dalam tanpa menemuinya begitu lama. Bagaimana ada seseorang dengan cinta sebesar itu untuknya? Tiba – tiba saat ini Seohyun merasa ingin sekali memeluk Cho Kyuhyun. Mengatakan hal yang sama.

 

 

Mengatakan bahwa dia sangat membutuhkan Cho Kyuhyun. Mengatakan bahwa dia merasakan hal yang sama seperti Cho Kyuhyun. Mengatakan pada Cho Kyuhyun untuk terus mencintainya seperti itu. Karena Seohyun sudah pasti akan membalasnya. Ia memeluk buku itu erat – erat. Seolah ia sedang memeluk pemiliknya.

 

 

“Huwaaa… kau harus segera kembali Kyuhyun, kau harus segera kembali. Aku sangat merindukanmu. Kyuhyun…” Seohyun terus terisak lirih sambil menyebut nama pria itu. Ia baru sadar sekarang. Bahwa Cho Kyuhyun sudah mempengaruhinya begitu besar tanpa pria itu melakukan apapun. Hanya mengenalkan dirinya lewat cerita – cerita yang ia tulis di buku.

 

 

 

MY LOVELY ARMY

 

 

            Sudah memasuki bulan keempat dan Cho Kyuhyun belum mengabarinya dan sudah dua bulan belakangan ini Seohyun merasa kehilangan semangat. Chaeyeon bahkan pusing bagaimana menghadapi Seohyun yang sedang kehilangan mood untuk melakukan apapun. Seperti sekarang ini. Ini sudah ketiga kalinya Seohyun mangkir dari jadwal. Dua kalinya Chaeyeon masih bisa menjelaskan pada atasannya bahwa artisnya sedang sakit hingga membutuhkan banyak istirahat. Namun Seohyun tidak akan selamanya sakit kan? Itu juga hanya akal – akalan Chaeyeon agar Seohyun tidak mendapat teguran. Namun akhir – akhir ini Seohyun benar – benar menguji kesabarannya.

 

 

 

“ayolah Seohyun. Ini tidak akan lama. Kau hanya harus hadir diacara itu. Tidak perlu bicara banyak aku yang akan menanganinya.” Pinta Chaeyeon dengan wajah memelas. Seohyun masih bergelung dalam selimut tebalnya. Ia sendiri tidak mengerti kenapa dirinya tiba – tiba semalas ini. Mungkin rasa rindunya pada pria itu benar – benar sudah dalam taraf yang mengerikan.

 

 

Seohyun membuka selimutnya dengan malas. Chaeyeon harus menahan diri untuk tidak tertawa melihat bagaimana awut – awutannya wajah yang selalu terlihat cantik dan anggun itu.

 

 

“sebenarnya kau ini kenapa eo? Sudah dua bulan kau seperti ini?” Seohyun menggeleng sambil memanyunkan bibirnya. Tiba – tiba saja ia menangis lirih dan lama – kelamaan menjadi keras. Chaeyeon kebingungan.

 

 

“yayaya, kau kenapa eoh.. uljima.. kau sudah besar bagaimana bisa kau menangis histeris seperti ini?” ujar Chaeyeon berusaha membuat Seohyun diam. Kedua wanita itu tidak sadar jika ada seorang pria yang baru saja datang dengan koper dan seragam tentarannya tengah menyaksikan mereka berdua.

 

 

“unnie,, bagaimana ini.. aku sangat merindukannya. Tapi dia tidak datang – datang. Aku harus bagaimana hikss…hiksss aku sangat merindukannya.” Isak Seohyun. Chaeyeon memeluk Seohyun dan menepuk punggung Seohyun agar tenang.

 

 

“siapa? Apakah kau sudah mulai suka pada Nam Joohyuk? Tapi kau kan tahu dia sudah…

Seohyun melepas pelukannya sambil menggerutu.

 

 

“kenapa kau selalu membicarakan Nam Joohyuk? Aku tidak suka padanya. Unnie, bukan Nam Joohyuk.” Seohyun terus menggeleng sambil menangis. Tangisannya benar – benar terlihat seperti anak kecil yang tidak mendapatkan mainan sama sekali. Saat Chaeyeon menoleh ke depan ia terkejut ketika mendapati seorang  pria dengan seragam tentaranya menatap mereka. Pria itu, Kyuhyun mengisyaratkan pada Chaeyeon untuk tetap diam.

 

 

Satu demi satu langkah Kyuhyun berjalan kearah Seohyun yang sedang menangis sambil menyembunyikan wajahnya. Pria itu, setelah melakukan perjalanan yang sangat jauh dan cukup melelahkan merasa seperti dirinya segar kembali hanya melihat gadisnya. Benar – benar segar seolah dirinya baru saja bangun dari tidur nyenyaknya. Pria itu menunduk dan berbisik.

 

 

“kau sangat rindu padaku ya  ternyata, aku terharu.” Seohyun mendongak ketika mendengar suara dari seseorang yang sudah begitu ia nantikan. Untuk sesaat Seohyun terpana melihat wajah pria itu begitu dekat dengan wajahnya. Saking dekatnya mereka bahkan bisa dikatakan hamper berciuman.

 

 

“kenapa diam saja eum? Tidak mau menyapa calon suamimu eum?” sebelum Kyuhyun melanjutkan perkataannya kembali Seohyun segera menerjang dada bidang pria itu dengan cepat. Mungkin jika Kyuhyun pria lemah kedua nya pasti sudah bergulingan dilantai.

 

 

“hikss,,hikksss, kenapa lama sekali? Kau bilang hanya dua bulan saja kenapa lama sekali?” Seohyun terus meracau sambil menyembunyikan wajahnya dicerukan leher milik Kyuhyun. Kyuhyun menenangkan Seohyun dengan mengusap lembut punggungnya. Membiarkan Chaeyeon terbengong karena dirinya tidak tahu apa – apa mengenai hubungan keduanya.

 

 

“maaf.. tiba – tiba saja ada sesuatu yang terjadi mau tidakmau aku harus bertahan dua bulan disana.” Ucap Kyuhyun lembut. Seohyun masih menangis.

 

 

“sudah jangan menangis lagi. Nanti kau tidak cantik lagi aku akan lari.” Canda Kyuhyun, Seohyun segera melepas pelukannya dan menatap Kyuhyun dengan tajam.

 

 

“ya, aku sudah empat bulan menunggumu disini kau mau lari kemana!” Kyuhyun terkekeh. Ia duduk disamping Seohyun dan merangkulnya.

 

 

“kau bau, belum mandi ya?” Tanya Kyuhyun. Belum sempat Seohyun menjawab Chaeyeon sudah mendahului.

 

 

“dia tidak mandi sejak kemarin.”

 

 

“unnie!!!” teriak Seohyun karena malu. Chaeyeon terkekeh menatap wajah sangar Seohyun padanya.

 

 

“baiklah karena sepertinya kalian lebih nyaman berdua saja aku akan pergi. Tuan, tolong suruh kekasihmu itu untuk mandi. Dia sudah seperti singa jantan. Aku akan mengurus pekerjaannya.” Pamit Chaeyeon. Kyuhyun tersenyum mengangguk.

 

 

MY LOVELY ARMY

 

 

            “kau tidak mau mandi? Atau kau mau ku mandikan?” goda Kyuhyun. Seohyun mendengus dan segera pergi ke kamar mandi meninggalkan Kyuhyun sendirian dikamar. Kyuhyun tersenyum simpul. Gadisnya, oh Tuhan.. sepertinya sudah sangat lama ia tidak melihat gadisnya seperti itu. Ia menggenggam sebuah benda yang akan ia berikan pada gadisnya nanti.

 

 

Kyuhyun memilih keluar ke dapur untuk melihat apakah ada makanan untuk sarapan gadisnya atau tidak. Kyuhyun menghela nafas bagaimana bisa dalam kulkas tidak ada satu makananpun? Akhirnya Kyuhyun memilih untuk menelpon makanan delivery. Ia melihat Seohyun sudah keluar kamar masih berbalut kimono dan handuk dikepalanya. Sepertinya gadisnya baru saja keramas.

 

 

“apa kau belum sarapan?” Tanya Seohyun sambil membuka pintu kulkas hendak mengambil minuman dingin.

 

 

“belum.”

 

 

“maaf  aku belum belanja sama sekali sejak dua hari yang lalu.” Sahut Seohyun penuh sesal setelah ia meneguk minumannya.

 

 

“lalu kau makan apa?” Seohyun menggeleng.

 

 

“kau tidak makan?” Tanya Kyuhyun tak percaya.

 

 

“bagaimana bisa aku makan jika aku selalu memikirkanmu yang tidak pernah mengabariku sama sekali.” Kata Seohyun cepat. Kyuhyun terenyuh, sepertinya tidak hanya dirinya yang sangat merindu. Ia tersenyum dan berjalan mendekat memeluk Seohyun dari belakang. Seohyun tersentak namun ia tidak menolak sama sekali.

 

 

“aku sangat merindukanmu disana. Makanya aku tidak menghubungimu. Jika aku menghubungimu aku pasti akan melakukan segala cara untuk segera bertemu denganmu. Dan itu bukan sesuatu yang baik.” Tutur Kyuhyun sambil menghirup aroma tubuh Seohyun yang harum. Harum yang sudah lama tidak ia hela.

 

 

“aku merindukanmu hingga nyaris gila. Ingin sekali menemui gadisku dan membawanya dalam pelukanku setiap waktu. Aku ingin bisa melakukannya. Maaf sayang membuatmu menunggu begitu lama.” Bisik Kyuhyun. Seohyun mengangguk dan membalikkan badan untuk menatap Cho Kyuhyun.

 

 

Wajah kusam Cho Kyuhyun sama sekali tak mempengaruhi ketampanannya dimata Seohyun. Hamper setiap malam ia memimpikan pria ini. Ia usap rahang tegas Kyuhyun dan tersenyum.

 

 

“apa sekarang kau sudah mencintaiku?” Tanya Kyuhyun to the point. Seohyun tersenyum lalu memagut bibir Kyuhyun seolah bibir itu adalah sesuatu yang bisa membuatnya hidup selamanya, begitu panas dan dalam. Kyuhyun tidak menolak karena ia memang sudah menantikan hal ini.

 

 

“aku sangat mencintaimu Kyuhyun. Begitu dalam hingga rasanya nyaris gila saat kau pergi.”

 

 

“aku tidak akan meninggalkanmu sayang, never..” dan Kyuhyun memulai sesuatu yang sama sekali tak terpikir oleh mereka berdua. Hingga beberapa jam kemudian keduanya terkapar di ranjang tanpa pakaian.

 

 

“astaga, aku tak menyangka kita akan bertindak sejauh ini. Bagaimana jika oppa tahu? Aku benar – benar bisa dibunuh.” Kata Seohyun takut – takut. Kyuhyun terkekeh sambil mencium hidung Seohyun.

 

 

“kenapa, kita kan akan segera menikah.” Jawab Kyuhyun santai. Seohyun melotot tajam. Kyuhyun mengeratkan pelukannya. Saat Seohyun mengusap bahu pria itu ia tertegun ketika merasa permukaan kulit Kyuhyun ada yang berbeda. Ia mencoba melihatnya. Sebuah sayatan panjang hingga punggung.

 

 

“kau takut ya?” Tanya Kyuhyun sambil tersenyum, Seohyun menggeleng.

 

 

“kau dapat darimana luka ini Kyu? Kenapa panjang sekali?” Tanya Seohyun heran. Kyuhyun memejamkan mata sejenak untuk mengingat.

 

 

“aku mendapatnya ketika perang diperbatasan. Saat itu aku tidak merasa sakit sama sekali. Tapi ternyata luka itu justru membekas.” Jawab Kyuhyun ringan. Tiba – tiba saja sedikit rasa takut muncul dihatinya. Ia memeluk Kyuhyun lebih erat lagi.

 

 

“aku takut..”

 

 

“wae?”

 

 

“aku takut sat kau pergi kau akan mendapat luka baru lagi. Aku takut. Aku tidak mau kau terluka Kyuhyun. Berhenti jadi tentara saja ya. Kau hanya perlu jadi suamiku nanti. Ya ya yaa..” pinta Seohyun polos. Kyuhyun tak bisa menahan tawanya ketika melihat kedua mata Seohyun seperti anak kecil.

 

 

“lalu apa yang harus kulakukan jika menjadi suamimu?” Tanya Kyuhyun.

 

 

“kau hanya perlu menghamiliku ada disampingku dan aku sudah sangat bahagia,” jawaban polos Seohyun lebih dari sekedar mengundang tawa Kyuhyun. Pria itu bahkan hamper menangis karenanya.

 

 

“astaga sayang, saat ini bahkan aku sudah berusaha menghamilimu eum. Kau lupa?” kata  Kyuhyun geli. Seohyun merengut.

 

 

“aku khawatir padamu” ucap Seohyun pelan.

 

 

“bukankah kau yang bilang. Aku ingin punya suami seorang tentara. Negara saja ia jaga apalagi aku.” Kyuhyun menirukan ucapan Seohyun saat wawancara dulu.

 

“itu karena Song Joongki terlihat keren, maka ku bilang suka seorang tentara.”  Sela Seohyun cepat. Kyuhyun berbalik ke samping.

 

 

“ah aku kecewa..” ujar Kyuhyun. Seohyun kalang kabut ketika Kyuhyun bahkan enggan melihatnya.

 

 

“yaa.. jangan marah padaku. Kyuhyun aku jujur padamu. “

 

 

“yaa,, dengarkan aku.. kau dan Song Joongki itu berbeda. Kau benar – benar tentara dan dia bukan. Aihh,, bagaimana ini. Aku hanya suka padamu Kyuhyun. Sungguh.” Kyuhyun tidak sungguh – sungguh marah pada Seohyun. Pria itu hanya mencoba mengerjai kekasihnya saja.

 

 

“Kyuhyun, aku janji tidak akan membicarakan pria lain lagi dihadapanmu. Kau tidak tahu ya selama empat bulan ini aku bahkan sudah menolak ratusan pria yang mengajakku berkencan? Dan kau malah mengabaikanku kau jahat sekali.” Gerutu Seohyun mau tidak mau Kyuhyun berbalik menatap gadisnya yang menunduk. Ia tahu Seohyun pasti berkaca – kaca.

 

 

“janji tidak membicarakan pria lain lagi?” Tanya Kyuhyun, Seohyun mendongak menatapnya dan mengangguk dengan yakin.

 

 

“aku janji.” Gumam Seohyun. Kyuhyun tersenyum dan memeluk Seohyun lembut.

 

 

“itu baru gadisku, I love you my lovely girl.”

 

 

“I love you too my lovely army..”

 

 

 

EPILOG

 

 

“sayang, kau dimana?” Tanya Kyuhyun sambil membuka sepatunya. Ia baru saja tiba di apartemen Seohyun.

 

 

“aku ganti baju. Tunggu sebentar.” Tak lama kemudian Seohyun muncul dihadapan Cho Kyuhyun dengan kemeja putih transparan milik Kyuhyun yang tertinggal.

 

 

“ku kira kau datang besok. Ada apa?” Tanya Seohyun sambil duduk.

 

 

“duduk sini.” Kyuhyun menunjuk kedua pahanya untuk Seohyun duduki, tak butuh waktu lama Seohyun sudah duduk dipangkuan Cho Kyuhyun dengan kedua tangan yang mengalung dileher pria itu.

 

 

“sekarang kau mau bicara apa eum?” Tanya Seohyun menatap kedalam mata Kyuhyun begitu dalam. Kyuhyun tersenyum sambil mengecup bibir Seohyun berulangkali.

 

 

“merindukanmu sangat..” Seohyun memeluknya dengan erat,

 

 

“nado..”

 

 

“aku punya sesuatu untukmu sayang,” Seohyun  tertarik dengan ucapan  Kyuhyun. Gadis itu terkejut ketika pria itu menunjukkan sebuah kalung berlian berwarna putih dengan liontin berbentuk bintang.

Mode-Sederhana-Bintang-Choker-925-Sterling-Perhiasan-Perak-Cubic-Zirconia-Berlian-Kalung-Liontin-Untuk-Wanita-Collier.jpg

 

“indah sekali Kyuhyun..”

 

 

“seindah dirimu sayang.” Kyuhyun memakaikan kalung berlian itu pada leher Seohyun. Keduanya tersenyum dan berciuman untuk waktu yang lama.

Advertisements

39 thoughts on “My Lovely Army

  1. Daebakk so sweet pkai bangeett.. oh ya ampuunnn seokyu.. bikin sequel dong eonn.. smpai mereka mnikah + pnya aegi .cerita.y baguss..kerennn kk..

    Like

  2. kyuhyun so sweet bnget deh sama seo. pngen deh pnya suami klak yg kya kyuhyun. kisah ini bener” aku suka bnget………

    semngat trus mnulis ff nya chingu 🙂

    Like

  3. oh my god is this daebak.

    jujur selera baca ff seokyu ku menurun derastis tapi baca ff ini oh my… gua suka bgt. manis. ampek kayak kebanyakan makan si yoongi wkkwks…

    eonni neomu saranghae. di tunggu ff oneshoot lainnya. soalnya gk janji baca ff chapter wkwkwk…

    Like

  4. Romantiss bngett sih kyu
    Ff nya puanjang tpi gk bikin boring ..seru ceritanya super duper manis deh ..next bikin yg bgini lagi yaa
    Pertanyaannya gmna itu tkg delivery nya ??gk jadi antar makanan kah ??wkwkwk kyu curi start dluan wkwkwkwkss

    Like

  5. so sweet~ ^_^
    kyuppa sweet banget sih, seonni juga manja banget 😀 tpi, kyuppa gk sabar banget pengen nikah sama seonni sampai ngelakuin hal sejauh itu :v
    next buat ff yg gini lgi ya kak 🙂 Fighting!!! 😉

    Like

  6. Ya ampun seo eonnie malu2 tapi mau. Seneng banget bacanya. Kyu sweet banget ya sampek buat buku harian gitu. Ini udah gak ada lanjutannya lagi. Ff nya keren banget
    Nice

    Like

  7. Aduhhhhh ni sweet bgt bkn readersnya diabetes yg da….ah speechless deh gw….hmmmm kirain bkln mpe nikh eh trnyta bluman tp udah nglakuin itu wwwkkkkkwwekkk….berhrp da sequel y author hiiiii…..

    Like

  8. Haaaa sweet nya.
    Itu baru laki2 ga hanya sekedar suka, tapi emg btul2 di perjuangkan. Bahkan uda di lamar tanpa spengetahuan seo, kyu romnatis bgt. Awal emg blum ada pohon2 cinta nya, tapi stlah baca bku nya kyu, akhirnya pohon2 cinta uda berbuah. Sma2 slg cinta… sequel donk sampai mrka nikah dan punya baby cho. Heheheheh

    Like

  9. Ya ampun mereka sweet banget
    Hahahaha
    Seo polos banget sih
    Wuih bileh la si kyu pulang dari turki malah dapat jatah dari seo meskipun mereka belum terikat secara sah
    Hmmm
    Tapi kisahnya manis banget
    Ditunggu karya lainnya

    Like

  10. Uugh.. so sweet banget,, kenapa kyuhyun bisa seromantis itu sih..
    Greget banget dah sama ceritanya apalagi skm nya
    Ini udah end kah??? Bisa dilanjut gak?? Laaanjuuuutin dong,, Fighting!

    Like

  11. Kyu sosweet bget degdegan sendiri bacanya terus juga si seo polos amat ,ciyee yg udah nanaena #plakk
    ,ahh ini kurang panjang garela kalo end sequel please

    Like

leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s