REMEMBER – Chapter 1

“Remember”

Keyralaws © 2016

Story Of “Remember”

Cho Kyuhyun – Seo Joo Hyun

Sad, Angst

Twoshoot

PG: 15

IG: @mxrcllky

Disclaimer: Remember © Keyralaws

Note: Dont Forget To RCL!

.

Remember, is one time when you can’t out from one memories about one miracle.

.

Remember : Is Hurt

 

.

.

.
Seohyun menatap putri kecilnya yang tengah tertidur. Kemudian tangannya mengelus surai panjang milik putrinya. Gemetar jemari lentiknya begitu terasa, menyayat yang lemah dalam kemurungan yang tak terlihat. Air matanya jatuh, sakit itu datang berkali-kali tanpa henti.

Ini sudah hari ketiga, menuju hari perceraiannya dengan Kyuhyun. Hari dimana semua yang telah mereka rangkai, akan terlepas, dan juga melepas. Melepas semua ikatan yang mereka persatukan sejak dulu. Sejak pertama kali cinta hadir sebagai alasan. Saat pertama kali mereka saling tersenyum dan tertawa bersama cinta. Cinta yang menyatukan mereka.

.
Seohyun ingin sekali bisa mempertahankan semua ini. Jika pun bisa. Pasti seohyun akan melakukannya. Tapi nyatanya, memang tak bisa untuk di pertahankan lagi. Sekeras apapun mencoba, semuanya akan tetap sama. Ini sudah terlalu dalam retak, dan terlalu sulit untuk merekat. Jadi yang tersisa, hanyalah bagaimana caranya agar setelah ini berakhir, jangan membuat jarak terlalu jauh untuk putri kecilnya yang rapuh.

.
Seohyun menatap dalam, ke arah Nara yang tertidur. Nara, sang putri kecilnya yang manis juga pintar. Putri kecilnya yang selalu ia harapkan kehadirannya dalam setiap mimpinya. Nara adalah segala yang di inginkan oleh mereka. Baik bagi Kyuhyun maupun Seohyun. Mereka selalu menantikan kehadiran Nara di awal pernikahan mereka. Seohyun begitu ingat semua rinciannya. Rincian setiap kenangan yang sebentar lagi akan menjadi abu.

.
Seohyun tersenyum. Setidaknya, ia tak harus menyakiti dirinya terus menerus dengan menahan semua luka yang ia rasakam sendiri. Meskipun Nara, mungkin sebenarnya jauh lebih terluka. Gadis kecil yang selalu berlarian ketika sang ayah pulang dan juga gadis kecil yang selalu menyambut kepulangan ayahnya di depan pintu. Mungkin dimasa yang akan datang, semua hal rutin itu takkan ada lagi. Takkan pernah ia lihat lagi. Semua akan hilang.

.
“Eomma menyayangimu, Nara.”
Bahkan sakit yang bertumpuk sekalipun, Seohyun yakin bisa menahannya. Hanya saja, ia tak yakin jika Nara mampu melakukannya di usia sekecil itu. Di usia yang seharusnya ia mendapat kasih sayang yang penuh dan perhatian yang hangat. Seohyun bernar-benar tak bisa membayangkannya sedikit pun.
“Apa yang harus eomma katakan padamu nanti, sayang? Apa yang harus eomma katakan padamu tentang mengapa appa pergi.”
Seohyun dengan cepat menyeka air matanya yang hampir saja terjatuh. rasanya sakit sekali mengingat semuanya bemar-benar akan berakhir. Mengingat apa yang sudah ia bangun akan segera hancur dalam sekejap mata. Seohyun tak bisa mengingatnya lagi. Ia tak ingin menyakiti dirinya sendiri lagi.
“Selamat malam, Nara.”

” R E M E M B E R ”

Seohyun berlarian karena perasaan senangnya. Berlarian dengan tak sabar menuju kamarnya dengan Kyuhyun di lantai dua. Tangannya tampak menggenggam sesuatu yang terlihat tak ingin di lepas sedikitpun. Genggaman itu terlihat sangat kuat.
Piyamanya yang agak kebesaran itu tampak lucu bergoyang mengikuti langkah kaki Seohyun yang terasa begitu cepat. Tapi wanita itu tetap berlari tanpa peduli apa yang ada di hadapannya. Tak peduli bahwa ia akan terjatuh dan terluka.
“Oppa.”
“Ya ampun Hyun. Kau berlarian di rumah?”
Kyuhyun terkadang gemas sendiri dengan tingkah istrinya itu. Terlalu menggemaskan dan terlihat polos. Jadi terkadang ia harus tertawa sendiri atau tersenyum terus menerus seperti orang gila di kantor maupun di rumah.
“Aku hamil, oppa.”
Demi tuhan. Bagi Kyuhyun, itu adalah kalimat terindah yang ia dengar dari Seohyun di banding apapun. Dengan cepat ia rengkuh tubuh kecil istrinya untuk berada dalam pelukannya. Ia sangat bersyukur karena Tuhan mempercayainya untuk memiliki buah hati. Dan ia berjanji akan menjaga dan merawat anak pertamanya itu dengan sepenuh hati. Takkan ia sia-siakan.
“Appa menunggumu, sayang”
.

.

.
” R E M E M B E R ”

Pagi-pagi sekali Seohyun terbangun. Semalam ia mimpi buruk lagi. Mimpi buruk tentang semua serpihan kenangan mereka yang pernah terjadi. Bagi Seohyun, itu adalah mimpi buruk. Karena dengan memimpikan semua itu, hatinya justru semakin sakit dan memberontak meminta untuk jangan pernah mengakhiri yang pernah di awali. Seohyun selalu takut akan mimpi itu. Ia benar-benar takut. Ia akan menangis semalaman setelah memimpikan kenangan mereka. Seohyun tak sanggup berpisah dengan Kyuhyun dan menyakiti Nara. Ia benar-benar tak sanggup menerima kenyataan bahwa sebentar lagi, rumah akan terasa sepi. Tanpa canda tawa mereka. Biasanya, Kyuhyun dan Nara akan selalu berlarian di hari minggu dan Nara akan tertawa ketika Kyuhyun menceritakan hal-hal lucu. Seobyun takut ia akan merindukan semua itu. Seohyun takut bahwa rindu itu akan hanya menumpuk tanpa bisa terbalaskan. Demi apapun Seohyun tak sanggup.
“Eomma.”  Pandangan Seohyun teralihkan ketika mendengar seruan malaikat kecilnya yang rapuh. Ia mendapati putri kecilnya tersenyum secerah matahari di ambang pintu. Ia takut, apakah setelah ini putrinya masih akan tetap bisa tersenyum seperti sekarang? Atau semuanya takkan pernah terjadi lagi?
“Sayang. Kau sudah bangun?”
“Apa Appa belum pulang juga?”
Demi apapun, ini adalah pertanyaan yang selalu ia hindari. Ia tahu, ia takkan sanggup menjawabnya. Tapi putrinya butuh jawaban. Lalu apa yang harus ia katakan untuk menjawabnya?
“Belum, sayang.”
Seohyun mengutuk dirinya yang harus berbohong. Tapi jika berbohong demi kebaikan, apa itu juga sebuah kesalahan?
“Aku rindu Appa”
Hati Seohyun menjerit sakit. Ini bahkan belum dimulai, tapi putrinya sudah sangat merindukan ayahnya. Lalu di masa yang akan datang, apa yang harus ia lakukan untuk mengatakan bahwa ayahnya takkan bisa tinggal bersama mereka lagi. Seohyun harus di hantui dengan ketakutan.
“Appa pasti pulang”
Kalimat itu.

Kalimat yang terasa tabu.

Apakah benar, Kyuhyun akan pulang kembali?

Apakah mungkin Kyuhyun akan tetap pulang seperti dulu?

Apakah mungkin?

Apakah semua hanya akan menjadi halusinasi?

Apakah?

Hanya apakah yang bisa ia ucapkan.
“Appa pasti pulang”

Oh ya tuhan. Ini menyakitkan.

” R E M E M B E R ”
.

.

Suasana haru tengah menyelimuti ruangan no. 112 di salah satu rumah sakit kota Seoul. Terdengar tangis kecil yang menenangkan, juga tangis haru yang menyayat. Bagi Kyuhyun dan Seohyun, kedatangan putri kecil mereka adalah hal yang luar biasa. Mendapat anugerah terindah dari tuhan. Mereka bahkan sangat berterima kasih karena telah di percaya untuk merawat malaikat kecil.
“Kau akan menamainya siapa, oppa?”
“Bagaimana dengan, Cho Nara? Bukankah terdengar sangat lucu?”
“Ah, kau benar , oppa. Hallo Nara, sayang?”
Saat itu mereka bahagia. Mendapatkan putri pertama yang mereka janji akan merawat dan menjaganya dengan baik. Tapi sejujurnya, mereka memang tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

” R E M E M B E R ”

Kyuhyun menatap datar dokumen dokumen di atas mejanya. Ia sudah tak bisa melakukan apapun jika hatinya tengah kacau begini. Yang ada dalam pikirannya hanyalah hari perceraian yang sudah semakin dekat. Hari perceraiannya dengan Seohyun yang sudah di depan mata. Ia tahu ini semua memang salahnya. Salahnya yang tak bisa menjaga kepercayaan gadis itu. Salah dirinya yang tak bisa menjaga perasaan putri kecil mereka. I i semua memang salah dirinya yang terlalu egois. Ini semua salahnya yang terlalu memikirkan kesenangan untuk dirinya sendiri.
“Arrghhh…sialan!! Maafkan Appa, Nara..”
Kyuhyun ingin sekali berbuat sesuatu agar perceraian ini tak terjadi. Ia takkan pernah sanggup hidup tanpa Seohyun dan Nara. Demi tuhan. Ia takkan sanggup merasakannya. Dan ia memang harus melakukan sesuatu agar semua ini tak terjadi.
Dulu. Ia selalu berharap memiliki keluarga kecil yang harmonis. Yang selalu di penuhi dengan canda dan tawa. Yang selalu menggenggam satu sama lain untuk menguatkan. Tapi nyatanya, setelah semua itu terwujud, justru ia sendiri yang menghancurkannya.
“Aku juga menyayangimu, oppa. Dan juga Nara.”
Hatinya berdenyut mengingat setiap hal yang pernah mereka lalui bersama. Andai saja, ia tak seegois itu, ini pasti takkan terjadi. Iya. Pasti begitu.
[Kyuhyun’s Side]
Aku mengutuk. Mengutuk diriku sendiri yang bodoh. Aku tak tahu mengapa aku bisa melakukan semuanya begitu saja. Aku benar-benar tak tahu. Tapi sekarang, setelah perbuatanku mendapatkan karmanya, justru aku tak siap. Aku tak akan pernah sanggup untuk kehilangan Seohyun. Gadis yang aku cintai dalam hidupku. Gadis yang selalu ada di sampingku ketika aku merasa lelah dan hampir terjatuh. Gadis yang selalu menemani malam-malam ku yang terasa melelahkan. Aku tak bisa kehilangan gadisku. Aku tak bisa kehilangan wanitaku. Ia terlalu berharga untuk kulepaskan
Seo Joo Hyun

Gadis pertama yang mampu menyentuh hatiku bahkan hingga ke dasar. Gadis yang selalu hadir dalam mimpiku dan juga khayalanku. Gadis yang selalu aku ingin untuk menjadi milikku. Gadis yang menjadi pusat hidupku. Gadis yang menjadi segala-galanya untukku.

Dan aku tak sanggup kehilangannya.
Cho Nara

Putri kecilku. Malaikat kecilku yang cantik. Yang menggemaskan. Yang selalu menyambutku di balik pintu setiap malam aku pulang kerja. Malaikat yang selalu ada di sampingku ketika aku terbangun di pagi hari. Malaikat yang selalu mengisi hariku dengan senyum dan tawa.
Jika perceraian ini resmi di lakukan. Dan semua ikatan kami terlepas. Apakah aku sanggup kehilangan dua wanita cantik dalam hidupku. Apakah jika semua ini berakhir, aku akan sanggup hidup tanpa mendengar sua

ra Seohyun yang selalu menenangkanku ketika aku merasa lelah. Apakah aku juga alan sanggup, hidup tanpa tawa riang putri kecilku yang selalu menyambutku di balik pintu setiap malam. Apa benar Aku akan sanggup melakukannya? Apa aku bisa? Apa aku mampu hidup tanpa mereka ? Apa aku sanggup?
“Appa……” Nara berlari dengan riang memelukku di ambang pintu.
“Ingin kubuatkan teh, kopi atau kau ingin langsung beristirahat ,oppa?” Seruan lembut Seohyun membuatku tersenyum. Ia benar-benar gadis impian.
“Appa, Nara rindu Appa.”
“Appa juga merindukan, Nara.”
“Appa, tadi Nara memiliki teman baru. Tapi ia sudah tak memilik Appa. Nara kasihan. Tapi Nara bersyukur, Nara memiliki Appa.”
Demi tuhan aku tak sanggup membuat Nara terluka. Aku tak sanggup membuat Nara kehilangan sosok ayah. Aku tak sanggup membiarkan Seohyun merawat Nara sendirian. Aku tak sanggup membiarkan Seohyun harus menjawab pertanyaan Nara setelah kami berpisah nanti. Dan aku tak sanggup membiarkan mereka hidup tanpaku disisi mereka.
“Maafkan aku, ya tuhan”

” R E M E M B E R ”

“Appa? ”  Nara langsung memeluk tubuh Appanya dengan kuat. Seolah mengatakan bahwa rindu itu memang menyiksa dan ia butuh balasannya. Ia merindukan sang Appa. Dan ia butuh pelukan itu untuk menghilangkannya.
“Nara rindu Appa. Kenapa Appa baru pulang?”  Kyuhyun benar-benar sakit saat mendengarnya. Bagaimana jika putrinya tahu, bahwa setelah ini ia bahkan takkan lagi kembali ke rumah. Gadis itu akan sendirian dan terus menerus merindu. Tapi Kyuhyun takkan seegois itu. Ia akan mencoba agar hubungan mereka takkan pernah berakhir.
“Dimana eomma?”  Nara masih betah dalam gendongan Kyuhyun. Gadis itu terus menerus memainkan rambut sang Appa yang terlihat kusut. Dan Kyuhyun, sama sekali tak merasa keberatan akan hal itu. Karena sejujurnya ia pun rindu masa-masa ini.
“Nara sayang, ayo makan.”
Seohyun tak tahu mengapa tangannya menjadi kaku dan sulit untuk di gerakkan. Entah mengapa denyut sakit di hatinya terasa mendebar lagi. Ia tak sanggup menatap wajah itu. Ia tak sanggup melihat sosok yang sebentar lagi bukanlah miliknya. Ia hanta takut takkan bisa melepas selamanya.
“Nara mau makan sama Appa.”
Kyuhyun mengangguk dan membawa putrinya ke meja makan. Rencananya ia akan mengajak Nara makan, bermain bersama Nara, dan tidur bersama Nara. Setelah itu, ia akan mencoba bicara pada Seohyun tentang perceraian mereka yang tinggal menghitung hari. Dan ia harap Seohyun mau mencabutnya. Agar mereka tak harus berpisah dan menyakiti Nara. Ia juga berjanji akan membahagiakan mereka dan takkan mengulang kesalahan yanga sama dengan menyia-nyiakan Seohyun dengan berselingkuh di belakang gadis itu.
“Appa, teman Nara kemarin menangis”
“Kenapa sayang?”
“Ia mengatakan ia merindukan Appa-nya. Ia sedih melihat teman yang lain memiliki Appa.”
Apa benar ini adalah karma untuknya? Karma karena telah berani menghianati cinta yang mereka bangun dengan sangat susah. Apa benar ini Karma karena telah menyakiti wanita yang ia cintai? Apa harus semua Karma untuknya, di rasakan juga oleh putrinya. Apa harus? Putrinya ikut merasakan nantinya.
“Kau sudah menghibur temanmu?”
“Tentu, Appa.”
“Anak pintar.”
Kyuhyun melirik Seohyun di seberang meja. Ia lihat wanita itu hanya terus menunduk. Entah aoa yang tengah di tahan nya. Tapi yang ia tahu, pasti itu adalah hal yang menyakitkan. Yang mungkin saja sama seperti apa yang sedang ia alami saat ini. Sakit karena memikirkan perasaan putrinya yang akan ikut tersakiti dengan semua ini.
“Hari ini Appa akan menghabiskan waktu bersama Nara”
Seohyun tahu itu. Tahu bahwa hari ini, mungkin hari terakhir semua kebahagiaan ini terjadi. Di esok yang akan datang, mungkin semua hanya tinggal kenangan. Harapan juga abu.
Seohyun tahu mungkin pria itu memang datang untuk tanda perpisahan mereka untuk yang terakhir kalinya. Agar suatu hari nanti, Nara akan bisa menerima kenyataan bahwa ayahnya pergi meninggalkan mereka.
“Sakit, tuhan.”

.

.

” R E M E M B E R ”

.

.

.
“Aku tak tahu harus bagaimana ,Hyun. Tapi kumohon hentikan perceraian ini.”
Kyuhyun mencoba mencairkan hati Seohyun yang bersikukuh dengan pendirian nya untuk tetap melanjutkan perceraian ini. Seohyun yang ia kenal dulu, adalah Seohyun yang selalu baik hati dan bersikap lembut pada semua orang. Ia hanya tak percaya gadis itu berubah seperti ini karena dirinya.

Apakah memang sesakit itu rasanya? Apa memang tak ada lagi kesempatan kedua untuk memperbaiki semuanya? Ia sangat ingin melakukannya demi Nara, demi Seohyun, dan juga demi dirinya.
“Kau pikir aku mau melakukannya? Jika bukan karena dirimu, aku tak harus melakukannya seperti ini, oppa. Aku tak harus merasa bersalah akan menyakiti Nara. Dan aku tak harus menyakiti diriku sendiri.”
Seohyun benar. Semua memang berawal karena dirinya. Jika ia tak melakukan apapun, jika ia tak menghianati apa yang telah gadis itu berikan. Semua tak harus sepeti ini. Semua tak harus berakhir seperti ia yang menyesal. Tak harus membiarkan Nara terluka, dan membiarkan Seohyun tersiksa akan pilihannya. Tidak. Ia tak seharusnya membuat Seohyun berubah menjadi jahat yang lebih mementingkan dirinya sendiri.
“Aku janji akan berubah, Hyun. Tapi kumohon ,aku hanya tak ingin Nara terluka”
“Nara akan lebih terluka jika mengetahui ayahnya sudah tidak lagi mencintai ibunya.”
“Maka dari itu kita buat seolah tak pernah terjadi apapun disini.”
Seohyun meringis sakit, apa semudah itu menganggap semuanya tak pernah terjadi dan kembali menjalani semua hal yang dulu pernah mereka lakukan? Jika memang semudah itu, ia pasti akan dengan senang hati melakukannya. Hanya demi Nara, ia rela jika ia harus menahan dirinya untuk sakit lebih lama. Seohyun tak mengapa, asalkan Nara bahagia, itu sudah cukup. Tapi kenyataannya, ia juga manusia yang tak bisa menerima bahwa suami yang dulu sangat mencintaimu kini telah berpaling
“Kau pikir mudah, oppa? Setelah semua sakit ini?”
“Kumohon Hyun, demi Nara.”

“Appa, Eomma…bercerai itu apa?”

.

.

.

.

~To Be Continue~
Hai wiresss? Rasanya udah lama banget ya gak post ff. Tugas menumpuk sih, kemarin abis study tour juga, jadi pusing nya bertumpukan. Padahal niatnya sih may di bikin oneshoot aja ff ini, tapi takut kelamaan kelar kalau oneshoot. Okelah, mungkin chapter depan juga end yah~ yang penasaran, silahkan di baca.

Advertisements

27 thoughts on “REMEMBER – Chapter 1

  1. ihh.
    nyesek aq bacanya.😢😢
    ampe mewek saya. 😭😭
    problem apa sih yng mreka hadapi.
    trus kslahan apa emangnya yng kyu perbuat ampe seo minta cerai.??
    next thor.
    dtunggu partnya.

    Liked by 1 person

  2. Kyu gak sanar napa klo omongannya itu masih menyakiti perasaannya seo.”gak jadi bercerai hanya karna gak mau nara sedih”lah di pikir seo gak punya perasaan…????gak jadi bercerai gak apa2 chingu yang penting beri pelajaran aja ama kyu sapek nyesel.karena selingkuh itu perbuatan yang gak bisa di anggap remeh……#edisigemes#

    Liked by 1 person

  3. Kenapa kyu bisa selingkuh ?. Kenapa dia jahat sekali. Apa masih kurang seo eonnie selama itu bersamanya. Memang nya sebaik apa sih wanitanya. Sampai kyu tega selingkuh dan mengakibatkan perceraian dan akhirnya menyakiti banyak pihak. Berharap yang terbaik buat seo kyu
    Nice

    Liked by 1 person

  4. Tisu mn tisu…aigooo sdih loh…jgn mpe mreka brcerai y…kesian nara…seokyu jgn egois gt y fikirin prsaan nara jg…hmmmm btw sapa ce yg brani ngrebut kyuppa dr seonni sapa author mw dijmbak wwwkkkkwwkkk..y nara dengr y omngan seokyu..y ampun kesian…part endingya ditunggu sangt y aurhor..

    Liked by 1 person

  5. aduhh, jangan sampai seokyu beneran cerai. Kasihan nara, dia masih kecil dan butuh kasih sayang kedua orangtua nya. Kyuppa selingkuh sama siapa sih? Kok jahat banget hianati Seonni

    next saeng 😉

    Liked by 1 person

  6. aku menangis membacanya
    wkwkwk

    ayo, lanjutkan. tak sabar diriku menanti apa yang sedang terjadi di antara rumah tanggga mereka. kenapa bisa bercerai? siapa wanita yang membuat kyuhyun menjadi err seperti ini?? huhu,

    nexxxtttt

    Liked by 1 person

  7. aiggo jahatnya kyu oppa,,,jadi mereka mau bercerai karena kyu oppa selingkuh. kasihan seo dan nara,,,
    jadi penasaran siapa perempuan yang selingkuh dengan kyu ???

    Liked by 1 person

leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s