NEED YOU 2 (REPOST)

NEED YOU

photogrid_1479649213828.jpg

.

.

Ini adalah repost yakk

Jika yang belum baca, monggo baca, yang udah, jangan banyak bacot

Moshie-moshie

.

.

.

.

FLASHBACK

Krystal melangkahkan kakinya menuju apartement tempatnya tinggal bersama sang kakak.Saat dirinya tengah memasuki apartement elit tersebut dirinya mengerutkan dahi saat apartment sangat gelap.

Dengan pelan, dilangkahkan kakinya semakin dalam, dan suara tangisan menyapa gendang telingnya.Segera sesaat setelah mendapakan skalar lampu, wanita itu menghidupknya.

Dan pemandangan menyedihkan itu menyapa dirinya, sang kakak yang berada dipelukan Donghae sedang menangis terisak.

“Eonni kenapa?” tanya Krystal yang segera memeluk Jessica.

“Dia bertengkar hebat dengan Kyuhyun.” jelas Donghae.

“Bertengkar, tapi Kyuhyun oppa tak pernah bisa benar-benar marah dengan Sica eonni.” gumm Krystal bingung.

“Yuri, karena Yuri mereka bertengkar.” kata Donghae yang semakin mengeratkan pelukannya pada Jessica.

“Dia lagi, kapan wanita itu berhenti membuat masalah.” ujar Krystal kesal.

Tatapan lirihnya segera mengarah pada sang kakak yang semakin menenggelamkan wajahnya pada pelukan hangat Donghae.

Tanpa sadar Krystal menghembuskan nafas panjang, sedangkn Donghae hanya dapat tersenyum miris.

FLASHBACK END

*****

“Hmm , maaf bukannya aku ingin ikut campur. Tapi bolehkan saya bertanya. Anda mengenal kakak saya dari mana?” tanya Seohyun pelan. Keduanya saat ini tengah duduk di kursi yang disediakan sambil mengamati Lauren dan Aiden yang bermain.

“Yuri-ssi adalah teman dari istriku Jessica.” jawab Kyuhyun tanpa memandang Seohyun.

“Istri anda…” entah kenapa Seohyun tidak berani meneruska apa yang ingin diucapkan.

“Anda tahu terlalu rumit untuk menjelaskannya. Tetapi memang benar kami, maksudnya saya dan kakak saya menikahi wanita yang sama.” seakan tahu apa yang akan ditanyakan Seohyun, Kyuhyun menjawab terlebih dahulu.Entah kenapa dirinya merasa ringan saat harus menceritkan kisah rumitnya itu, terlebih Seohyun adalah sosok baru dalam hidupny bahkan mereka baru berkelan kemarin tetapi Kyuhyun sudah merasa nyaman dengan saem si kembar itu.

“Apapun yang dilakukan eonniku, kuharap anda mau memaafkannya.” kata Seohyun.

“Kenapa anda meminta maaf.” tanya Kyuhyun heran.

“Entahlah, saya hanya merasa sepertiya eonni telah berbuat sesuatu yang membuat anda kesal.” jelas Seohyun.

“Tidak ada yang perlu dimaafkan.” kata Kyuhyun.

Hening melanda mereka berdua saat tidak tahu lagi apa yang harus dibicarakan sampai Nyonya Cho datang memanggil karena makan malam sudah siap.

Keempat orang itu Kyuhyun,Krystal,Seohyun dan Yuri melewati makan malam yang begitu aneh dan canggung berbeda dengan Ibu dan Ayah mereka yang begitu menikmati acara makan malam itu bahkan Lauren dan Aiden yang duduk di kakan kiri Seohyun meminta saemny itu untuk menyuapi mereka.

****

Yesung menegak cairan beralkohl itu dengan sekali teguk, disampingnya Eunhyuk hanya dapat duduk termenung memikirkan ucapan Yesung tadi.

“Lalu, apa yang kau lakukan pada wanita itu. Dengar Yesung, jangan melakukan hal bodoh. Kau bisa membuat Donghae kecewa dan membuat Sica marah.” ujar Eunhyuk setengah bercanda, meskipun begitu apa yang diucapkanny sangat bertentangan dengan apa isi hatinya.

“Kau tahu sejujurnya, aku sangat ingin menampar wanita itu.” geram Eunhyuk, secara kebetulan keduanya sama-sama tersenyum miris.

“Kalau bukan karenanya aku sudah ingin menamparnya saat bertemu.”ujar Yesung.

“Andai saja Jessica tidak berteman dengannya. Andai saja…” Yesung tidak dapat meneruskan ucapannya saat kenangan menyakitkan itu menyerannya.

“Kau tahu, aku begitu merindukan mereka yang selalu pamer kemesraan pada kita.” ucap Eunhyuk lirih, seakan tahu bahwa matanya terasa panas, lelaki itu mengedipkan matanya agar air mata itu tidak tumpah.

“Kau datang kemarin saat acara memperingati kematiannya yang keenam?” tanya Yesung.

“Ya, aku datang bersama Hyo. Jonghyun dan Changmin juga datang.” jawab Eunhyuk sambil menegak minumannya.

“Aku merasa bersalah karena tidak dapat hadir. Dan sebentar lagi ulang tahun si kembar.” gumam Yesung

“Yah, aku bingung harus memberi mereka apa.” ujar Eunhyuk.

“Kau tahu bukan, Kyuhyun begitu memanjakan mereka. Jadi tidak akan heran apa yang mereka inginkan akan selalu kyuhyun berikan.” jelas Yesun dengan senyum kecilnya.

“hemm, adik kita satu itu memang sudah menjadi ayah yang sempurna.” balas Eunhyuk.

“Tahun ini akan sangar ramai ulang tahun si kembar, Ahra noona dan suaminya juga datang bahkan Krystal juga pulang dari New York. Keluarga Choi juga akan ikut serta.”

“Mungkin ahjumma melakukan ini karena dirinya merasa sepi tanpa mereka.” jawaban Eunhyuk itu lagi-lagi membuat keduanya terdiam.Merenungkan apa yang mereka pikirkan.

*****

“Jadi siapa yang kau sukai, Yuri atau Seohyun?” saat ini Kyuhyun ditemani sang eomma sedang duduk diruang keluarga. Menunggu Krystal yang membuatkan mereka teh hangat.

“Apa maksud eomm?” tanya Kyuhyun mencoba mengelak.

“Ayolah oppa kita semua tadi melihatmu bagaimana tidak berkutiknya dirimu didepan Seo saem.” goda Krystal yang tengah membawa minuman hangat itu.

“Ne, eomma tidak menyangka kalau saem si kembar yang dibicarakan Krystal adalah Seohyunnie.Hei Kyunnie ajaklah dia menikah, eomma akan sangat merestui kalian bahkan appamu juga sangat menyukai Seohyun.” cerocos Nyonya Cho membuat Krystal terkikik

“Terlebih oppa, ini bukan hanya tentang hatimu tetapi kau juga harus melihat si kembar. Bukankah mereka merasa nyaman dengan Seo saem.” pendapat Krystal ini mendapat anggukan semangat Nyonya Cho.

“Aigoo, aku merasa memdapatkan ceramah dari dua wanita paruh baya.” gumam Kyuhyun menggoda dan dihadiahi Kryatal cubitan.

Kyuhyun hanya tertawa geli, dipeluknya kedua wanita itu lembut.

“Yah karena kalian memaksa dan sepertinya kaliam begitu menyukai saem si kembar.Aku akan menuruti perkataan kalian.” keputusan Kyuhyun itu membuat kedua wanita beda umur itu senang dan memeluk balik Kyuhyun.

“Ah aku tidak sabar mengabarkan hal ini pada Yurim.” ujar Nyonya Cho.

*****

Yuri memasuki kamar Seohyun dengan wajah datarnya.

“Apa yang tadi kau bicarakan dengan Kyuhyun oppa?” tanya Yuri to the point.

“Apa maksud eonni, kami tidak membicarakan apapun.” ujar Seohyun yang kaget akan kedatangan kakaknya itu.

“Dengar aku tidak peduli bagaimana kau bisa mengenal Kyuhyun oppa, tapi hanya satu yang ingin kubicarakan aku yang akan menikahi Kyuhyun oppa jadi kau tidak perlu repot-repot untuk menerima pejodohan itu.” tanpa menunggu balasan dari sang adik, Yuri segera meninggalkan ruangan itu.

Seohyun hanya dapat menggelengkan kepalanya pelan, begitulah eonninya akan selalu mendapatkan apa yang diinginkan tanpa mau tahu itu menyakiti orang lain atau tidak.

Seohyun sekali lagi menghela nafas panjang.

*****

Pagi ini suasana di kediaman keluarga Cho sedikit berbeda dari biasanya, Kyuhyun yang biasa sudah rapi dengan setelan kerjanya masih menggunakan baju tidurnya. Sedangkan si kembar sendiri masih mencari kesana-kesini peralatan sekolah mereka.

“Jung Soojung, kalau sampai kau belum bangun eomma akan menyirammu dengan air dingin.” seruan itu membuat Krystal terbangun dengan kaget, dilihatnya sang eomma yang berkacak pinggang.

“Aigoo, apa yang terjadi dengan kalian berempat hingga bangun sesiang ini.” omel Nyonya Cho kesal.

“Halmoni,ikatkan rambut Lauren.” dengan membawa dua pita berwarna merah Lauren segera menuju Nyonya Cho untuk mengikat rambut panjangnya.

Aiden sendiri sudah rapi dan sudah duduk sesaat lalu disamping harabojinya di meja makan.

“Hei,Aiden apa yang kalian lakukan semalam?” tanya Tuan Cho kepada cucu lelakinya itu.

“Semalam appa dan aunty bermain game sampai larut malam dan Lauren juga tidak bisa tidur sedangkan Aiden tidur jam 10 malam.” jawab Aiden polos.

“Appamu itu masih suka bermain games huh, sudah berumur masih saja suka bermain sampai tidak tahu waktu.” gumam Nyonya Cho dibalik dapur, setelah sebelumnya mengikat rambut Lauren,dengan lembut Nyonya Cho meletakan masakkannya yang baru matang iti dimeja.

“Jangan contoh appamu itu Aiden, itu sangat tidak baik.” nasehat Nyonya Cho yang dibalas anggukan semangat pria kecil itu.

Tak berapa lama pasangan kakak beradik itu turun, Krystal yang masih santai dengan setelan baju tidurnya dan rambutnya yg diikat acak sangat berbeda dengan Kyuhyun yang dengan terburu-buru mengancingkan kancing kemeja atasnya dan segera mengikat dasinya.

“Tumben sekali kau telat, apa kau lupa bahwa hari ini masih kerja?” tanya Tuan Cho.

“aku keasyikan bermain game appa, lagipula salahkan Krystal yang menantangku bermain.” ucap Kyuhyun kesal.

“Kenapa jadi menyalahkan aku, salah oppa sendiri yang mengiyakan ajakanku.” Krystal hanya meleletkan lidahnya pada Kyuhyun yang membuat Nyonya Cho menggelengkan kepalanya.

“Sudah-sudah ayo cepat sarapan dan segera berangkat ke kantor.”

Merekapun menyantap sarapan itu dengan lahap termasuk si kembar yang memakan makanan mereka dengan diam, tidak seperti biasanya yang selalu ribut.

“Aku, sudah selesai. Aiden dan Lauren sudah selesai, bekal kalian juga sudah bukan. Ayo berangkat.” tanya Kyuhyun pada kedua anaknya itu yang diangguki Aiden dan teriakan Lauren.

Ketiganya segera berpamitan dengan Tuan dan Nyonya Cho serta Krystal.

*****

Yuri datang ke lokasi pemotretan sedikit lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan, dirinya tak sabar untuk bercerita kepada Taeyeon siapa yang dirinya semalam temui.

Kedua matanya tanpa sadar menangkap sosol manager Taecyeon yang berdiri dibawah pohon sendirian dengan fokus menelpon seseorang.

Jadwal pemotretan hari ini memanglah diruangan terbuka.

Pikirannya melayang kembali pada makan malam semalam, dimana Krystal tak dapat menjawab pertanyaannya dikarenakan makan malam yang sudah siap membuat Krystal mengurungkan niatnya untuk berbicara lebih.

Sebenarnya Yuri ingin percaya ucapan Krystal tentang status Kyuhyun tetapi entah kenapa Yuri juga percaya bahwa apapun yang diucapkan Krystal adalah bohong.

‘bukankah mereka adalah kakak beradik, jadi sangat besar kemungkinan bahwa Krystal adalah seorang pembohong seperti kakaknya’ pikir Yuri.

“Kau sudah datang?” suara Taeyeon menyapa pendengaran Yuri, membuat gadis manis itu sedikit tersentak kaget.

“Eonni mengagetkanku.” ucap Yuri sambil mengelus dadanya.

“Kau keliatan bahagia sekali.” ujar Taeyeon yang dibalas senyum lebar Yuri.

“Eonni tahu, aku bertemu dengan dirinya lagi. Laki-laki yang selalu kuceritakan pada eonni. Dan yang terpenting aku dijodohkan dengan dirinya.” kata Yuri semangat.

” Cinta pertamamu itu?” tebak Taeyeon.

“Iya eonni” Yuri menganggukan kepalanya semangat.

“Chukkae, eonni turut senang mendengarnya.” ucap Taeyeon tulus yang dibalas pelukan Yuri.

Tanpa mereka sadari, Yesung mendengar sebagian percakapan kedua wanita itu. Membuat Yesung tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya.

‘Apa wanita itu akan melakukan hal yang sama seperti dulu?’ batin Yesung dengan menatap benci Yuri.

*****

“Jangan lupa taruhan kita dan lakukan hukuman yang kuberikan, salam sayang penuh cinta Krystal :*”

Kyuhyun mendengus kesal saat dilihat pesan dari Krystal tersebut, semalam setelah dirinya berbincang dengan sang eomma. Krystal memasuki kamarnya dengan mata sembab, yang sangat Kyuhyun tahu bahwa hati wanita itu sedang bergejolak setelah pertemuannya dengan Yuri. Dan sebagai kakak yang begitu menyayanginya Kyuhyun menghibur Krystal dengan duel bermain games ditambah Lauren yang mendukung auntynya itu.

Tapi sial bagi Kyuhyun dirinya dikalahkan telak oleh Krystal dan membuatnya mendapatkan hukuman.

“Besok saat menjemput si kembar, antar pulang sekalian seo saem.”

begitulah hukuman yang didapatnya membuat Krystal tersenyum licik bahkan Lauren bersorak girang.

Dengan hati berdegup, Kyuhyun menjemput si kembar saat dilihatnya waktu sudah menunjukan waktu pulang si kembar.Mengendarai mobil mewah miliknya, tak butuh waktu lama Kyuhyun untuk sampai pada sekolah elit itu, bahkan Kyuhyun datang lebih awal dari biasanya terlihat dari banyaknya anak-anal yang keluar dengan diiringi eomma mereka.

Kyuhyun tidak menunggu lama saat arena sekolah itu mulai terlihat lenggang, dengan pelan dirinya menuju kearah kelas si kembar.

Disana seperti biasa si kembar yang ditemani oleh Seo saem.

“Appa!!” Lauren yang melihat sang appa segera berhambur memeluk tubuh tegap itu.

Dengan lembut Kyuhyun menggendong Lauren dan membawanya pada Seohyun dan Aiden.

“Tuan Cho” sapa Seohyun yang diangguki Kyuhyun.

“Sudah ku bilang bukan semalam, panggil saja aku Kyuhyun.” ujar Kyuhyun.

“Nde, Kyuhyun-ssi.”

“Seo saem ayo ikut kami, appa nanti akan mengantar saem pulang. Benarkan appa?”

pertanyaan Lauren itu membut Kyuhyun kaku seketika yang dibalas kikikan Aiden dan Lauren.

“Kami akan makan ice cream bersama, kalau Seohyun-ssi mau ikut kita tidak keberatan.” tawar Kyuhyun.

“Tapi, bukankah itu mengganggu?” tanya Seohyun

“Tidak!!” jawaban itu Seohyun membuat Seohyun kaget karena bukan hanya Kyuhyun yang menjawabnya tetapi juga si kembar.

“Maksudku, kami tidak keberatan.” ujar Kyuhyun lembut dengan senyumnya yang diangguki Seohyun.

Keempatnya pun memasuki mobil Kyuhyun yang segera melaju menuju ketempat biasa Kyuhyun menghabiskan waktu bersama kedua anaknya di tempat makan ice cream favorite mereka.

*****

“Kau bertemu dengan Yuri?” Tiffanya menatap kaget pada Krystal yang baru saja menceritakan apa yang dilaluinya semalem.

“Kau tahu eonni, bahkan dirinya tak tahu bahwa Oppa dan Eonni sudah meninggal.” lanjut Krystal lirih.

“Dirinya tidak tahu, bagaimana mungkin?” Tiffanya hanya dapat menggelengkan kepalanya heran. Buka rahasia lagi bila dirinya,Jessica dan Yuri adalah teman tapi hanya karena cinta buta Yuri, wanita itu dengan begitu teganya memutuskan persahabatan mereka.

“Apakah dirinya masih mengejar Kyuhyun oppa?” tanya Tiffany.

“Entahlah eon, seperti yang ku katakan oppa akan dijodohkan dengan salah satu diantara mereka tetapi menilik lagi sikap Yuri eonni, kupikir dia yabg akan menerima perjodohan itu.” jawab Krystal muram.

“Kalau begitu, halangi mereka. Kau tahu bukan Kyuhyun oppa tidak pernah memiliki kekasih setelah Jessica meninggal, kau tidak ingin bukan melihat oppamu hidup bersama wanita yang tidak dicintainya?” tanya Tiffany yang membuat Krystal bungkam.

“Apa yang kalian bicarakan?” Minho datang tepat pada waktunya, jujur saja Krystal tak tahu harus menjawab apa untuk pertanyaan Tiffany barusan.

“Kau sudah pulang, kalian akan pergi?” Tiffanya memandang kearah pasangan itu dengan dahi mengkerut.

“Ne, kami mau membeli hadiah untuk si kembar. Noona tahu kan sebentar lagi mereka akan berulang tahun.” jawab Minho pada kakak iparnya begitu.

“Untung kau ingatkan, besok aku juga akan meminta Siwon oppa menemaniku untuk membelikan hadiah si kembar.” ujar Tiffany

“Kalau begitu kami pergi dulu eonni,daah Soora cantik. Aunty pergi dulu.”

“Hati-hati.”

Tiffanya menatap punggung pasangan itu yang semakin jauh sebelum hilang dibalik pintu.Dengan lembut wanita cantik itu membawa serta sang putri yang sibuk memainkan mainannya menuju kamar.

Tiffany memandang sendu potret dirinya dengan Jessica dan Krystal yang sempat diambil dulu, senyum lirih menghiasi bibirnya.

“Sudah enam tahun berlalu, apa kau bahagia diatas sana?” gumam Tiffanya mengelus wajah Jessica.

*****

Kyuhyun dan Seohyun menatap gemas Lauren dan Aiden yang memakan ice cream mereka dengan semangat.

“Apa Anda selalu mengajak mereka kesini setiap pulang sekolah?” tanya Seohyun tanpa menatap Kyuhyun.

“Tidak, saya hanya mengajak mereka saat hari libur atau saat mereka ingin memakan ice cream.” jawab Kyuhyun.

“Oh ya, dua hari lagi adalah ulang tahun sekolah, dan kelas Lauren dan Aiden akan membawakan sebuah lagu.Dapatkan Anda hadir?” tanya Seohyun lembut, tak lupa memandang Kyuhyun yang juga sedang menatapnya.

“Tentu, saya tak pernah melewatkan waktu-waktu terbaik mereka.” jawaban Kyuhyun itu membuat Seohyun mengangguk puas.

“Ehm,saya menerima usul eomma untuk menerima perjodohan itu.” ucap Kyuhyun pelan tanpa berani memandang Seohyun yang tengah terpaku memandangnya.

“Selamat, saya turut bahagia untuk Anda dan eonni.” ucap Seohyun.

“Mwo, apa maksud Seohyunh-ssi.” ujar Kyuhyun gusar.

“Eonni telah menyetujui perjodohan itu bukankah itu berarti Anda akan menikahi eonni?” tanya Seohyun.

“Tidak, bukan Yuri-ssi yang saya maksud tapi Anda.” ucap Kyuhyun tegas membuat Seohyun terpaku.

beberapa saat hanya terjadi keheningan diantara mereka, keheningan yang terasa aneh untuk keduanya.

“Apa maksud Anda?” tanya Seohyun pelan.

“Kau,yang ku maksudkan itu kau.” dengan tatapan tajam, Kyuhyun menatap tepat dimanik mata Seohyun.Membuat wanita itu gugup.

“T-Tapi saya menolaknya” ujar Seohyun terbata bahkan wanita itu tak berani memandang balik manik hitam milik Kyuhyun.

“Oh ya, buktikan. Semakin Kau menolak aku akan semakin semangat untuk membuatmu setuju akan lamaranku.” ucapan Kyuhyun yang non formal dan tegas itu membuat Seohyun terpaku.

Jujur saja Seohyun juga ingin mengiyakan lamaran pria itu tetapi dirinya juga tahu bahwa sang kakak juga menyukai namja itu.Haruskah dirinya bersikap egois hanya untuk kebahagiaannya.

Dilain sisi meskipun kecewa karena ditolak Kyuhyun menyemangati dirinya bahwa dia akan mendapatkan cinta Seohyun. Terlebih benar ucapan Krystal disini bukan hanya tentang dirinya dan perasaannya tetapi juga anak-anaknya dimana mereka juga sudah jatuh cinta kepada Seohyun. Dan itu membuat Kyuhyun lebih mudah untuk mendekati saem itu. Untuk urusan Yuri, akan Kyuhyun urus belakangan karena bagi Kyuhyun entah itu masa lalu, sekarang ataupun masa depan dirinya tidak akan pernah bisa menyukai wanita itu.

******

“T-tapi saya menolaknya.”

Pernyataan itu terus menerus terngiang dikepala Kyuhyun, setelah pernyataan siang tadi mereka berdua tak lagi saling bicara hingga Kyuhyun mengantar guru muda itu.

Keduanya seolah tenggelam dalam pikiran masing-masing.

“Kau melamunkan apa oppa?” Krystal duduk disamping Kyuhyun yang dengan pandangan kosong menatap kearah kolam renang didepannya.

“Seohyun-ssi menolak lamaranku.” ucap Kyuhyun pelan.

“Mwo?!” Krystal tersedak coklat panas yang diminumnya saat mendengar pernyataan sang oppa.

“Seohyun-ssi menolak karena Yuri-ssi yang menerima perjodohan itu.” jelas Kyuhyun yang kali ini menatap sang adik sendu.

“Kenapa oppa jadi lembek begini, kejar Seo saem. Bukankah itu prinsip oppa terlebih dia sudah menarik perhatianmu bukan?” tanya Krystal.

“Aku pesimis untuk mendapatkannya, lagipula bagaimana bila dia sudah memiliki kekasih?” Kyuhyun semakin merasa merana memikirkan Seohyun yang sudah memiliki tambatan hati.

Bukannya bersimpati pada sang oppa, Krystal malah terkikik geli saat melihat sang oppa yang begitu terpuruk. Ini adalah kali pertama Krystal melihat Kyuhyun yang kelimpungan karena menyukai wanita, karena biasanya Kyuhyun hanya kelimpungan karena dikejar-kejar wanita cantik.

“Aigoo, ayolah oppa kemana dirimu yang mempunyai percaya diri yang tinggi. Kudengar dari eomma, sekolah si kembar mempunyai acara kau bawa saja eomma biar nanti eomma yang mengurus si kembar dan kau bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk mengajak Seo saem pergi berkencan.” usul Krystal

“Boleh juga, kalau begitu oppa mau istirahat dulu .Jangan tidur malam-malam dan jangan lupa besok kau menjemput Ahra Noona.” Kyuhyun meninggalkan Krystal sendiri. Membuat Krystal berdecak kesal, mulai merasa bosan karena dirinya sering berdiam diri dirumah karena bangunan tempatnya bekerja belum selesai dibangun.

*****

Hari yang ditunggu-tunggu oleh Aiden dan Lauren pun tiba. Kedua kakak beradik itu dengan setelan seragam rapi berdiri berkumpul dengan teman-teman mereka menanti waktu penampilan mereka.

Seohyun sendiri yang berdiri dibelakang murid-muridnya hanya tertawa melihat antusias murid-muridnya itu.

Didepan sana, yang dipenuhi oleh orang tua para murid duduk dengan rapi menanti penampilan anak-anak mereka.

Kyuhyun,Nyonya Cho dan Krystal yang membawa handycamp begitu antusias menanti penampilan si kembar.

“Baiklah, apa kalian sudah siap?” tanya Seohyun.

“YA SAEM!!” jawaban semangat itu membuat Seohyun tersenyum lebar.

“Kalian tidak lupa liriknya bukan, dan jangan lupa anak perempuan di depan dan yang laki-laki dibelakang.Mengerti?” tanya Seohyun lagi.

“Ne!!”

Saat suara sang pemandu acara menyebutkan kelas Seohyun yang akan tampil, anak-anak itu segera berdiri berjajar dengan rapi diiringi tepukan tangan bahkan Krystal berdiri hanya untuk merekam kedua keponakannya itu.

Seohyun segera berdiri disamping murid-muridnya dan mereka membungkukan badan sebelum memulai penampilan. Saem muda itu memdudukki kuris dibalik piano putih yang tela disediakan setelah meberi aba-aba kepada para muridnya Seohyun menjentikkan jari lentiknya pada piano diiringi suara merdu sang murid.

Twinkle, twinkle, little star

How I wonder what you are.

Up above the world so high

Like a diamond in the sky.

When the blazing sun is gone

When he nothing shines upon

Then you show your little light

Twinkle, twinkle, all the night.

Twinkle,twinkle, little star

How I wonder what you are

Tepukan tangan itu mengakhiri penampilan murid-murid itu tanpa sadar Kyuhyun, sedari tadi tak berkedip menatap Seohyun yang dengan begitu lembutnya memainkan piano itu.

“Oppa…OPPA!!!” Kyuhyun tersentak kaget saat Krystal menatapnya dengan pandangan kesal miliknya.

“Ayo kita menemui si kembar dan Seo saem. Kau tak sadar Seo saem sudah turun dari panggung dan sedang berbicara dengan eomma?” Krystal terkikik geli melihat reaksi Kyuhyun yang begitu terpukau dengn Seohyun.

“Apa pahatan wajahnya begitu memukai dirimu?” goda Krystal dengan mengedipkan salah satu matanya pada Kyuhyun membuat lelaki itu berdecak kesal

“Diamlah,ayo kita susul eomma.” tanpa menghiraukan tawa Krystal, Kyuhyun menuju sang eomma yang tengah berbincang dengan Seohyun.

*****

Yuri memposisikan dirinya pada Taecyeon sesuai arahan sang photografer hingga mendapatkan gambar yang diinginkan.

“Kita istirahat dulu 30 menit.”

Yuri segera duduk ditempatnya dan disuguhi minum oleh Taeyeon. Disusul dengan Taecyeon yang duduk disampingnya, Yesung sendiri sibuk dengan ponsel miliknya tanpa menghiraukan sang sepupu yang menatapnya aneh.

“Hyung, kau ini managerku kenapa begitu cuek” ujar Taeyeon kesal membuat Yuri dan Taeyeon mendengar ucapan lelaki itu.

“Memangnya aku berniat jadi managermu, kau kan yang memaksaku.” kata Yesung tenang yang membuat Taecyeon berdecak kesal.

“Oh ya minggu depan, aku tidak akan ikut kau pemotretan. Aku harus menghadiri ulang tahun si kembar” ujar Yesung yang kali ini menatap Taecyeon.

“Kalau begitu aku titip hadiah saja untuk si kembar.” ucap Taecyeon.

“Si kembar itu anak-anakmu Yesung-ssi?” tanya Taeyeon.

“Oh bukan, mereka keponakanku” jawab Yesung.

“Aku kira kau sudah menikah Yesung-ssi.” ujar Yuri lembut yang tidak dibalas balik oleh Yesung.

“Ehem,hyung berencana akan menikah diusia yang matang, sangat sangat matang maksudku.”

“Aku hanya sedang mencari yang tepat, bukan yang tercepat.” ujar Yesung tenang tanpa peduli dengan sindiran sepupunya itu.

Membuay kedua wanita didepan mereka tersenyum geli.

*****

“Maaf, gara-gara eomma kau harus menemaniku.” ujat Kyuhyun melirik sedikit pada Seohyun yang duduk disampingnya didalam mobil yang dikendarai lelaki itu.

“Tidak masalah, tapi kenapa Lauren dan Aiden tidak ikut kita?” tanya Seohyun heran.

“Hari ini noonaku pulang dari Jepang dan si kembar ingin ikut Krystal untuk menjemput mereka.” jelas Kyuhyun yang diangguki Seohyun.

Setelah itu hanya keheningan yang melanda, membuat kedua orang itu semakin canggung dan gugup.

“Tentang kemarin, aku sudah memikirkannya.” ujar Kyuhyun memecah keheningan itu.

“Memikirkan tentang apa?” tanya Seohyun pelan.

“Ucapanku kemarin.” dengan pelan Kyuhyun memakirkan mobilnya ditempat yang sudah disediakan saat dirinya sudah sampai pada tempat tujuan.

Dengan tegas Kyuhyun menghadap Seohyun yang tak berani menatapnya.

“Aku berpikir, kedua anakku membutuhkan sosok eomma yang mencintainya dan dapat membimbing mereka. Bukan sosok eomma yang bekerja dengan dikelilingi banyak pria ataupun kepopularitas saja. Anak-anak ku membutuhkan eomma yang selalu ada untuk mereka, karena mereka tidak pernah mendapatkan perhatian itu sejak mereka lahir. Bila aku harus memilih Yuri-ssi bukankah aku hanya seperti memilihkan mereka eomma yang tidak akan pernah mereka gapai?” jelas Kyuhyun pada Seohyun yang hanya dapat terdiam.

“Apakah hanya itu, aku yakin bila eonni mau berusaha jadi eomma terbaik dia akan dapat meluluhkan hati Aiden dan Lauren” ucap Seohyun pelan.

“Bukan hanya itu, bukankah aku sudah pernah bilang. Bahwa aku tertarik padamu. Mungkin saat ini belum ada kata cinta diantara kita maka dari itu ijinkan aku untuk mengenalmu lebih jauh.”

Dengan perlahan Kyuhyun membuka seatbelt miliknya dan mencondongan tubuhnya pada Seohyun yang terpaku menatap lelaki itu dan tanpa peringatan Kyuhyun mengecup lembut bibir Seohyun yang masih menatap Kyuhyun kaku bahkan saat merasakan bibir lembut lelaki itu Seohyun hanya dapat mengedipkan matanya bingung.

Kyuhyun melepaskan tautan itu dan memandang Seohyun lembut.

“Kau mau bukan memberiku kesempatan.”

*****

Krystal menatap kedua keponakannya itu dengan senyum geli saat melihat mereka menyantap burger dengan lahap. Setelah acara sekolah si kembar selesai Nyonya Cho meminta Seo saem untuk menemani sang oppa sedangkan Nyonya Cho sendiri pergi menuju rumah Seo saem untuk membicarakan peejodohan lebih lanjut antara Kyuhyun dan Seohyun.

Dan saat ini dirinya dan kedua keponakannya itu sedang menanti Ahra dan keluarganya, yang memang sudah berencana akan di Korea untuk acara ulang tahun si kembar dan memperingatin kematian kakak satu-satunya itu.

“KRYSTAL AUNTY, AIDEN, LAUREN!!!” Seruan itu mengalihakan perhatian Krystal dan si kembar pada Ken, anak Ahra dan Sasaki yang berlari menuju kearah mereka.

Ken, lelaki berusia 9 tahun itu memeluk kedua adiknya dengan erat dan segera memeluk Krystal.

Dibelakangnya Ahra dan Sasaki menghampiri mereka dengan mendorong koper mereka

“Oh Lauren kau semakin cantik dan Aiden semakin tampan.” dengan gemas Ahra memeluk kedua keponakannya itu.

“Imo benar-benar merindukan kalian.” ujar Ahra.

Setelah acara saling peluk itu berakhir, mereka menuju supir keluarga Cho yang sudah menunggu, Krystal sendiri berjalan dibelakang dengan Ahra.

“Jadi kemana eomma dan adikku itu?” tanya Ahra heran karena tidak biasanya Kyuhyun dan Nyonya Cho tidak menjemputnya terlebih Ken yang ikut ke Korea.

“Oh iya eonni belum tahu ya, Kyuhyun oppa menerima perjodohan yang eomma atur dan saat ini oppa sedang pergi dengan calon istrinya itu.” kata Krystal semangat membuat Ahra tak percaya.

“Adikku yang memandang berkas kantor layaknya wanita sexy itu akhirnya luluh dengan perjodohan?” tanya Ahra tak percaya.

“Sampai dirumah, aku akan menceritakan semuanya eonni.” janji Krystal

“Tentu saja kau harus menceritakan itu, kalau tidak aku tidak segan-segan menendangmu dari rumah” ujar Ahra bercanda yang dibalas pelukan Krystal.

*****

Kedua orang itu tidak dapat menyembunyikan raut bahagia di wajah mereka, setelah pernyataan Kyuhyun tadi Seohyun akhirnya mau memberikan kesempatan untuk Kyuhyun.

Dengan langkah pelan dan tangan yang saling menggenggam, keduanya menyusuri sebuah mall besar yang berada dipusat kota Seoul. Dengan teliti Kyuhyun menatap berjejer boneka yang terpajang di Mall itu.

“Kau tahu, kemarin Lauren bilang dia ingin mempunyai sebuah boneka Teddy Bear yang sangat besar.” ujar Seohyun lembut.

“Benarkah, kalau begitu ayo kita cari.” Sekali lagi tanpa protes, Seohyun membiarkan Kyuhyun menariknya menuju kearah boneka-boneka yang berukuran Big itu terpampang.

“Tunggu, kau ingin membelikan hadiah apa pada si kembar?” tanya Kyuhyun menatap Seohyun.

“Tadinya aku ingin membelikan Lauren Teddy Bear itu tapi akan sangat aneh bila aku yang membelikan apa yang paling diinginkannya dan bukanlah sang appa yang memberikannya.” ujar Seohyun gugup membuat Kyuhyun tersenyum geli.

“Kalau begitu kau saja yang membelikan Lauren Teddy Bear ini, biar aku memberikan dia yang lain.” ujar Kyuhyun dengan segera meminta penjaga toko untuk membungkus boneka Teddy Bear itu.

“Tapi…”

“Tidak apa, aku punya hadiah lain untuk mereka dan pasti tidak akan mengecewakan.” kata Kyuhyun menenangkan yang membuat Seohyun mengangguk setuju.

“Lalu, apa yang Aiden suka?” Keduanya meneruskan perjalanan mereka untuk melihat-lihat hadiah untuk Aiden.

“PS…P?” ujar Kyuhyun ragu.

“Nde, PSP?” ucap Seohyun tak percaya yang diangguki Kyuhyun. Seohyun hanya dapat menggelengkan kepalanya.

“Apa kau yang mengajarkannya?” tanya Seohyun.

“Hmm, kau tahu saat aku menidurkan keduanya dan menjaga mereka. Aku selalu bermain PSP diantara mereka dan Aiden sering terbangung karena suaraku tetapi pada akhirnya dia penasaran dan memintaku untuk mengajarkan dia.” cerita Kyuhyun.

“Baiklah, aku akan membelikan itu tetapi dengan games yang tidak berat untuk anak-anak” kata Seohyun yang disetujui Kyuhyun.

*****

“Jadi Kyuhyun menerima perjodohan ini?” ujar Yerim, eomma Seohyun dan Yuri senang.

“Nde, bahkan ternyata Seohyunnie sudah menarik perhatian Kyuhyun sejak pertama kali bertemu.” cerita Nyonya Cho dengan senyum bahagianya.

“Kalau begitu bukankah ini juga mempermudah mereka, terlebih Seohyunni sangat begitu mencintai anak-anak.” kata Nyonya Seo yang diangguki Nyonya Cho.

“Aku dapat melihat itu, Seohyunnie benar-benar lembut kepada Lauren dan Aiden bahkan kedua cucuku itu juga sudah menyukainya sejak awal Seohyunnie mengajar di kelas si kembar.” ucap Nyonya Cho menerawang kedua cucunya yang selalu bercerita tentang Seohyun dan sekolah mereka dengan semangat.

“Kalau begitu, bukankah tidak baik untuk menunda-nunda lagi eonni. Kyuhyun dan Seohyun pasti dapat menjadi pasangan yang cocok dan dapat mengurus si kembar dengan baik.” usul Nyonya Seo.

“Iya, aku akan membicarakan ini dengan suamiku dan akan melamar secara resmi putrimu itu.”kata Nyonya Cho.

Tidak dapat dipungkiri keduanya sama-sama bahagia dengan apa yang mereka putuskan untuk anak-anak mereka itu tanpa mengetahui akan ada hati yang terluka.

*****

“Tidak adakah yang sedikit ringan, karna usinya baru menginjak 6 tahun. Aku tidak ingin dia terlalu keras berpikir dan mencontoh apa yang dilihatnya bila mainannya terlalu brutal dan menguras otak.” ujar Seohyun pada penjaga toko yang sedang memilihkannya sebuah PSP yang Seohyun inginkan. Dibelakangnya Kyuhyun hanya dapat terkekeh, belum menjadi istrinya saja Seohyun sudah memikirkan secara detail apa yang terbaik untuk sang anak apalagi nanti saat sudah menikah.

Memikirkan Seohyun memberikannya kesempatan membuatnya dirinya seperti diawan-awan.

“Bagaiman dengan ini Nyonya, fitur games di PSP ini lebih ringan dan cocok untuk anak anda.” ujar penjaga toko itu membuat Seohyun salah tingkah

.

“Hmm, tapi ini ada games saling menyerang” gumam Seohyun pelan yang masih dapat didengar penjaga toko itu.

“Tenang saja Nyonya, selama anda atau suami anda mengawasi pasti tidak akan terjadi hal yang tidak diinginkan.” ucapan sang penjaga toko itu lagi-lagi membuat Seohyun salah tingkah, memang tidak salah penjaga toko itu yang mengira dirinya adalah istri Kyuhyun tetapi meskipun begitu dirinya tetap merasa malu terlebih Kyuhyun yang tidak membantah pernyataan itu.

“Kita pilih ini saja, aku yakin Aiden pasti suka.” entah sejak kapan Kyuhyun sudah berdiri disampingnya dengan begitu dekat.

“Tap-“

“Bila kau mengkhawatirkan Aiden yang melihat kekerasan, maka aku yang akan mengawasinya. Bagaimana?” tawar Kyuhyun dengan menatap lembut Seohyun hingga membuat wanita itu luluh dan menganggukan kepalanya.

“Bagus. Tolong bungkus yang ini.”

Tanpa menunggu lama keduanya sudah mendapatkan apa yang mereka cari, meskipun awalnya Kyuhyun yang meminta ditemani untuk mencari kado si kembar berakhir dengan Seohyun yang membeli itu semua sedangkan Kyuhyun sendiri sudah memikirkan kado apa yang cocok untuk si kembar.

Setelah puas, keduanya memilih pulang karena hari yang mulai gelap.

Mobil Kyuhyun berhenti didepan rumah keluarga Seo, dengan segera Kyuhyung mengeluarkan kardus besar yang berisi boneka itu dan meletakkannya tepat disamping pintu masuk.

Dan disaat yang sama mobil Yuri memasuki perkarangan rumahnya, berhenti tepat disamping mobil Kyuhyun.

Wanita itu keluar dari mobil dan menatap Kyuhyun dan Seohyun dengan raut wajah yang tak terbaca.

“Kalian sudah pulang?” Nyonya Seo menyapa kedua anaknya dan Kyuhyun yang berada di depan pintu

“Ayo nak masuk dulu, sekalian makan malam.” tawar Nyonya Seo lembut.

“Tidak perlu repot-repot Ajhumma, si kembar akan mencariku karena aku sudah pergi terlalu lama.” ujar Kyuhyun sopan

“Sayang sekali, tadi eommamu keseini menyampaikan bahwa kau menerima perjodohan ini dengan Seohyun sebagai calonnya.” kata Nyonya Seo yang diangguki Kyuhyun.

“Mwo, apa maksudnya eomma?” sela Yuri tak percaya apa yang didengrnya.

“Kyuhyun dan Seohyun menerima perjo-“

“Dia menolaknya!” kata Yuri tajam,tatapannya tak ia lepas dari sang adik yang tak berani menatapnya.

“Apa maksudmu Yuri-ah?” tanya Nyonya Seo bingung

“Seohyun mengatakan padaku semalam bahwa dia menolaknya dan aku menerimanya!” kata Yuri gusar.

“Nde.Apa itu benar Seohyun?” Tanya Nyonya Seo yang kali ini memandang Seohyun untuk mendapatkan jawaban tetapi Seohyun hanya menunduk tak berani menatap siapapun.

“Eomma lihat, dia tak menjawab berarti itu benar dan karena Seohyun menolaknya jadi aku yang akan mene-“

“Ahjumma, Seohyun memang menolakku tetapi aku sudah meyakinkannya untuk memberiku kesempatan. Dan dia telah memberiku kesempatan itu jadi, saya mohon berikanlah juga saya kesempatan untuk membuat putri anda menerima saya.” Kyuhyun membungkukkan badannya didepan Nyonya Seo yang memandangnya lembut, tak diharaukanna Yuri yang memandang kosong Kyuhyun dengan perasaan panas.

“Tentu saja nak, kau mendapatkan restuku.” ujar Nyonya Seo yang membuat Kyuhyun senang.

“Terima kasih Ahjumma.”

Panas mendengar semuanya, Yuri dengan langkah lebarnya meninggalkan ketiga orang itu yang menatap dirinya dengan perasaan berbeda.

“Kalau begitu, lebih baik saya permisi Ahjumma. Selamat malam.”

Kedua wanita itu menatap kepergian Kyuhyun , setelah mobil Kyuhyun hilang dibalik pagar yang menjulag Seohyun melangkahkan kakinya untuk memasuki rumah.

“Tunggu Hyun.” seruan sang eomma membuat Seohyun harus mengurungkan niatnya untuk beranjak dari sana.

Dengan lembut, sang eomma meminta Seohyun duduk pada kursi yang tersedia di pekarangan halaman yang luas itu.

“Kenapa kau menolak perjodohan itu?” tanya Nyonya Seo

“Eomma, Eonni mencintai Kyuhyun-ssi. Bahkan mereka sudah lama saling mengenal, dan aku dapat melihat betapa besarnya eonni mencintai Kyuhyun-ssi.” ujar Seohyun sendu.

“Bagaimana mungkin aku menerima Kyuhyun-ssi diatas penderitaan eonni yang mencinta lelaki itu?” sambung Seohyun yang membuat Nyonya Seo tertegun.

Dapat dilihatnya, putrinya itu juga tengah menyukai lelaki yang sama. Diriny tidak pernah membedakan Yuri ataupun Seohyun, dia selalu membebaskan kedua putrinya itu untuk melalukan apa yang mereka suka dan disaat kedua menyukai lelaki yang sama. Dirinya bingung harus melakulan apa.

Tanpa tahu jawaban apa yang harus diberikannya, Nyonya Seo hanya dapat memeluk lembut putrinya itu berharap bahwa besok, mereka akan mendapatkan jawabannya tanpa harus melukai hati salah satu putrinya itu.

TBC

Advertisements

5 thoughts on “NEED YOU 2 (REPOST)

  1. akhirnya muncul juga ff ini,,,masih bingung sama ayah sikembar sebenarnya donghae atau kyu ???
    figthing chingu untuk lanjutan ffnya,,

    Like

leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s