WF_18+

WONDERLAND GROUP STORY

PRESENT

.

.

https://free26211.wordpress.com

Wonderlandstar By website

Wndrlndo6o3 By Instargram

Wonderlandstar By Facebook

Wonderlandstar or Wonderland stars blog By Twitter

(Yuk, Bagi yang ingin menyumbang tulisannya tentang kisah romantis seohyun dan kyuhyun, kami bersedia membantu untuk merepublikasikan cerita anda. Jika berminat, silakan kirim cerita anda berbentuk file dokoment ke @seokyuhyun0603@gmail.com. ditunggu yaa )

.

.

.

18+

IMG-20180114-WA0000.jpg

.

.

.

.

Author

OriginalStory By :Je

Cast

Seo Joo Hyun

Cho Kyuhyun

 

.

.

.

Menurut kalian, apa yang akan terjadi setelah umur kita menginjak angka enam belas tahun ke atas?

***

Orang menyebutnya Seohyun, nama lengkapnya Seo Joohyun. Putri tunggal seorang dokter ahli bedah ternama dengan seorang guru senior high school.

Joohyun, begitu Kyuhyun menyebut. Joohyun memiliki karakter lembut, jarang bisa berbaur akibat sikapnya yang tertutup.

Kyuhyun dan Joohyun merupakan sepasang sahabat. Sejak kecil mereka tumbuh besar bersama. Joohyun lebih sering menghabiskan waktu di rumah sederhana Kyuhyun.

Orang tua Joohyun terlalu sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Hal ini mengakibatkan mereka melupakan keberadaan Joohyun yang mencari tempat teduh di rumah Kyuhyun.

Kyuhyun memiliki kakak perempuan, namanya Ahra. Cantik, ramah, pintar. Sama seperti Kyuhyun. Gen tersebut menurun dari ayah dan almarhum ibu Kyuhyun.

Kakak beradik ini juga terkenal dengan kepandaiannya. Kyuhyun di bidang seni, terutama musik. Semenatara Ahra di bidang akademik, terutama matematika.

Berada diantara mereka merupakan karunia luar biasa besar. Berkat mereka, Joohyun bisa merasakan apa yang disebut kasih sayang dan kebahagiaan.

Karena sejatinya, kebahagiaan tidak datang dari harta benda, melainkan dari keikhlasan hati menerima kondisi dan selalu bersyukur atas berkat dan rahmatnya.

“Jangan lupa dimakan sayurnya, Kyuhyun.” Ahra memperingatkan, hazzle Joohyun menemukan dengusan kecil bibir Kyuhyun, “ayo sayang, tambah lagi sayurnya.”

Sepasang sumpit menghalangi tangan Kyuhyun yang hendak menyisihkan -lagi- sayuran dari nasinya. Kyuhyun menemukan mata Ahra mendelik tajam, “ayo.di.makan.sayurannya.”

“Noona.”

“Hari ini ada pelajaran olahraga, kalau nanti kau jatuh pingsan bagaimana?”

“Joohyun akan membopongku.”

“Kau pikir Joohyun superman?”

“Dia cat women, Noona.”

Mata Ahra mengerling bosan. Kyuhyun dan segala jawabannya. Terkadang Ahra kesal memiliki adik pandai menjawab seperti Kyuhyun, tapi dilain sisi dia sangat bersyukur. Berkat kepandaian Kyuhyun menjawab -entah logis atau tidak- dia berhasil menjadi penyiar radio di sekolahnya.

“Sudah hampir setengah tujuh, Kyuhyun. Ayo berangkat.”

Ahra dan Kyuhyun serempak menatap jam dinding berkat Joohyun. Keduanya menggerutu kecil lalu secara cepat menghabiskan sarapan mereka. Diam-diam Joohyun terkikik.

Ahra dan Kyuhyun memiliki perbandingan usia dua tahun. Kyuhyun masih kelas satu sma sementara Ahra sudah hampir menyelesaikan sekolahnya, tinggal satu tahun dan lembar kehidupan sebagai mahasiswa di mulai.

“Ayo cepat diselesaikan makanannya. Joohyun, Kyuhyun nanti berangkat bersama Abeoji, ya?”

Joohyun mengangguk sementara Kyuhyun bertanya, “wae? Abeoji tidak lupa kan kalau terakhir kali Abeoji mengantar kami, kami harus terkena hukuman karena datang terlambat?”

Tawa Chungjoo terdengar. Ayah dua anak ini mengambil duduk diantara Kyuhyun dan Joohyun. Kedua tangannya sengaja diletakkan di atas kepala mereka.

Lain dengan Kyuhyun yang mendengus, sebaliknya Joohyun tersenyum hangat. Di kening Chungjoo masih terdapat air keringat hasil memangkas tanaman liar di kebun.  Joohyun menarik selembar tisu diatas meja untuk menghapusnya.

Chungjoo tersenyum, “Joohyun-ku yang selalu perhatian, terima kasih sayang.”

“Sama-sama,” selalu ada kecupan hangat di kening. Joohyun suka itu.

“Aku jadi iri, Abeoji,” canda Ahra, “kalau begitu aku berangkat dulu, sudah ditunggu.”

“Siwon sunbae?”

“Anak kecil dilarang tau urusan orang dewasa,” Ahra menjulurkan lidah. “Abeoji, Ahra berangkat dulu. Bye!”

Sepeninggalnya Ahra, Kyuhyun dan Joohyun segera menyelesaikan sarapan mereka. Sementara Chungjoo sibuk mengeluarkan motor dari garasi. Memanaskan mesinnya sebelum siap dipakai.

“Kyuhyun, Joohyun?!”

“Ya,” sahut mereka bersamaan.

***

Setibanya di sekolah, sekolah sudah ramai. Beberapa siswa menatap kedatangan Kyuhyun dan Joohyun. Nyaris seperti ini setiap hari. Rasa kesal jelas ada dalam hati, namun Kyuhyun memilih untuk tetap diam tidak peduli. Dari pada meladeni mereka, coretan note lagu di sebuah kertas lebih berguna.

“Belajar yang rajin, buat Abeoji kalian ini bangga, mengerti?” Nasihat Chungjoo sebelum Kyuhyun dan Joohyun menapaki area sekolah.

“Tentu, Abeoji.”

“Kalau tidak lupa.”

Chungjoo hanya bisa menggeleng. “Jangan berbuat ulah, arra?”

“Pak tua cerewet!” Kemudian Kyuhyun berlari meninggalkan Joohyun dan ayahnya.

“Kyuhyun mau ke mana? Hey, tunggu aku!” Joohyun masih sempat menatap Chungjoo beberapa saat, “Abeoji. Maafkan ucapan Kyuhyun, ya? Mulutnya memang sedikit kurang ajar.”

Chungjoo tersenyum, anggukan kecil menyertai, “jangan khawatir. Sana masuk, jangan sampai terlambat. Semangat untuk hari ini, uri Joohyunnie~”

Joohyun tersenyum dengan kedua tangan mengepal penuh semangat sebagaimana tangan Chungjoo terkepal saat ini. Selanjutnya, gadis berusia menginjak enam belas tahun itu berlari mencari Kyuhyun di dalam kelas.

Joohyun menemukan Kyuhyun sedang berkutat di mejanya. Ah, pantas saja. Minggu lalu Choi songsaenim memberi pekerjaan rumah. Pasti Kyuhyun lupa belum mengerjakannya.

“Harusnya aku tanya pada Ahra Noona semalam,” Gerutunya.

“Makanya jangan menulis lagu terus-terusan. Hobi boleh tapi ingat juga dengan tanggungjawab.”

“Henry~ya, soal nomer lima halaman enam sudah?”

Dengan tanpa menghiraukan nasihat Joohyun, tubuh Kyuhyun menyerong menghadap Henry di mejanya. Lelaki berkacamata keturunan china yang merupakan jenius matematika.

“Sudah.”

“Aku pinjam.”

Henry menatap Kyuhyun, “aku ajari saja ya, hyung? Jangan mencontek?” Tolak Henry halus, sebelum melihat kemarahan Kyuhyun, dia segera menambahkan, “supaya nanti bisa mengerjakan soal ujian sendiri. Pasti akan lebih senang mendapat nilai bagus atas usahanya sendiri.”

Sebenarnya malas, tapi Henry ada benarnya juga. Joohyun tersenyum melihat Kyuhyun bangkit, menyeret kursi kosong ke samping Henry lalu mengerjakan tugas bersama.

Suasana seperti ini jarang Joohyun temui. Kecuali beberapa gerombolan anak sedang duduk melingkar berbagi jawaban. Kyuhyun lebih senang menyontek jawabannya tapi mungkin karena insiden tadi, Kyuhyun berniat mengacuhkan Joohyun.

Joohyun mengangkat bahu, berusaha tidak peduli. Selanjutnya dia kembali menghadap depan. Mengambil buku peralatan tulis lengkap dengan buku paket berserta kacamata minus-nya.

Gadis itu sama sekali tidak sadar kalau Kyuhyun memperhatikannya sedari tadi. Fokusnya pada materi yang Henry beri pecah.

Tau-tau begitu melihat buku yang awalnya putih bersih sudah penuh coretan angka. Kepala Kyuhyun mendadak pening. Dia benci matematika. Sangat.

“Bagaimana? Sudah paham ‘kan, hyung?”

Kepala Kyuhyun mengangguk “anggap saja sudah,” dia bangkit dari kursi, mengembalikan ke tempatnya, “terimakasih Hen, lain kali seperti ini lagi, ya?”

Henry tersenyum, ibu jarinya diacungkan, “siap!”

Beberapa kursi dan meja yang kosong sudah hampir terisi penuh. Bel pelajaran pertama berbunyi. Derap langkah terburu memenuhi rungu. Ketika pintu terbuka, guru Choi datang dengan wajah garang seperti bisanya.

Di balik kacamata minus yang sedikit melorot, dia mengamati kelas. Masih ada dua bangku kosong.

“Silakan kalian berlari keliling lapangan sampai pelajaran berakhir.”

Dua siswa di belakang tubuh guru Choi serempak mendengus dengan berbagai umpatan. Semua mata yang menatap mereka langsung mengalihkan perhatian pada guru Choi begitu deheman menginterupsi. Begitu halnya Joohyun dan Kyuhyun.

“Sekarang buka halaman sebelas, bab pangkat akar dan logaritma,” kata guru Choi sambil membalik lembar buku, “Kyuhyun, tolong bacakan materinya untukku.”

Hening yang mengisi lenyap oleh suara Kyuhyun. Para murid menyimak dengan baik, beda dengan Kyuhyun yang membaca justru tidak paham.

Sebenarnya Kyuhyun itu pintar, masalahnya hanya satu. Dia terlalu malas menyentuh yang bukan kesukaannya.

***

“Ayo cepat ganti pakaianmu sebelum guru Oh datang.”

“Biar saja,” kepala Kyuhyun melesak pada lipatan tangan diatas meja. “Katakan padanya aku sedang sakit.”

“Tapi nanti ada penilaian lompat jauh dan lari untuk nilai rapor kita.”

“Gantikan aku kalau begitu.”

“Kyuhyun,” Joohyun mendengus.

Dalam kelas hanya ada beberapa anak yang sudah ganti seragam dengan kaos olahraga. Yang belum hanya Kyuhyun seorang.

Sekiranya ada empat pasang mata, belum termasuk Kyuhyun dan Joohyun. Salah satunya Henry. Pemuda berdarah china itu menggeleng maklum, Joohyun dan Kyuhyun memang selalu seperti ini. Tapi untuk yang lain tidak.

Menurut mereka tindakan Joohyun terhadap Kyuhyun sedikit berlebihan. Joohyun terlalu mencampuri urusan Kyuhyun terlepas dari apa hubungan mereka selama ini.

“Seohyun~ah, biarkan saja. Nanti juga turun sendiri,” kata Henry.

Joohyun menatapnya sesaat lalu kembali menatap Kyuhyun. Detik berikutnya terdengar hembusan napas panjang tanda jengah milik Joohyun.

Kepalanya mengangguk, “hm,” gumamnya, “aku tunggu di bawah, Kyuhyun.”

Tiada respon berarti. Kyuhyun terlalu menikmati posisinya untuk segera tenggelam dalam dunia mimpi. Semalam dia tidak banyak tidur akibat merangkai not-not lagu terbaru ciptaannya.

Lima menit berlalu, rupanya Joohyun belum benar-benar meninggalkan Kyuhyun. Bersama Henry dia berdiri di ambang pintu. Menunggu pergerakan berarti Kyuhyun sementara suara teriakan guru Oh menggelegar di bawah sana.

Henry panik, tanpa meminta izin dia tarik tangan Joohyun untuk ikut menyusul. Tepat ketika adegan itu terjadi, sepasang obsidian menampakkan wujud.

Kelam nan malas seperti biasa. Mengintai Joohyun dari tempatnya berada.

“Dia itu menyebalkan!”

-o0o-

Tidak ada yang diharapkan dari seorang Seo Joohyun dalam bidang non akademik seperti olahraga lari ataupun yang lain. Joohyun payah. Semua tau itu.

Lari berkeliling lapangan yang biasa ditempuh dalam waktu lima menit, Joohyun tempuh paling cepat tujuh menit. Lompat jauh yang teman-temannya lalukan pasti minimal berakhir di angka satu koma lima meter ke atas. Tapi Joohyun, satu koma empat meter sudah merupakan jarak terjauh.

Sudah dibilang, Joohyun payah dalam bidang ini.

“Selanjutnya, Kyuhyun.”

Pemilik nama itu entah berada di mana sekarang. Leher guru Oh harus berputar demi menemukannya.

“Di mana Kyuhyun?”

“Terakhir aku liat dia bersama Seohyun tadi,” seseorang menjawab. Semua mata tertuju pada Joohyun, “Kyuhyun di mana, Seohyun?”

Joohyun diam. Menjawab jujur sama artinya membunuh Kyuhyun tapi berbohong bukanlah gayanya.

“Seo?” Guru Oh menegur.

“K-Kyuhyun–“

“Aku di sini,” sahut suara dari belakang tubuh guru Oh.

Pria berusia nyaris empat puluh tahun itu mendelik sangar, “darimana saja kau, hah?”

“Perutku sakit, saem.”

“Alasan!”

“Kalau tidak percaya ya sudah,” balas Kyuhyun acuh, langkah kakinya semakin mendekat ke garis start lompat jauh, “sekarang giliranku, ‘kan?”

“Caranya bukan begitu, Kyuhyun.”

Leher Kyuhyun menoleh ke arah guru Oh, “intinya lompat, ‘kan?”

“Tapi ada tata caranya, Cho Kyuhyun!” Tegas guru Oh, “kalau tidak dengan cara yang benar, aku tidak akan memberimu nilai.”

Angin berhembus, suasana hening melanda. Hanya terdengar suara decakan dari bibir Kyuhyun. Yang lain diam, meski sebenarnya berbisik sangat pelan menyaingi desau udara.

“Hm.”

Lalu, Kyuhyun mengambil ancang-ancang sebagimana siswa lain lalukan. Diawali dengan lari kecil yang kemudian semakin cepat, begitu menginjak garis start Kyuhyun langsung melompat.

Sesuai prediksi, Kyuhyun selalu tidak sepenuh hati dengan apa yang dia lakukan.

“1,23 meter,” yang diberi tugas mengukur jarak berteriak.

“Uh, bokongku,” keluh Kyuhyun seraya mengusap pantatnya sambil berdiri menghampiri Joohyun yang beristri bersisian dengan Henry, “tadi kau sampai berapa meter?”

Bibir Joohyun sama sekali tidak bergerak, matanya menatap sendu Kyuhyun, “sampai kapan kau mau seperti ini?”

“Seperti ini bagiamana?” Kerutan halus nampak di kening Kyuhyun, “aku lelah, aku kembali ke kelas dulu, ya?”

“Siapa yang memperbolehkan?” Siapa duga kalau guru Oh sejak tadi mendengarkan, “kau belum melalukan penilaian lari. Cepat sana bersiap.”

“Saem–“

“Atau nilai rapormu kosong.”

Ancaman memuakkan seorang guru yang sejatinya tidak akan pernah menjadi kenyataan.

To be continue….

Chap selanjutnya bakal Up setelah DAMN sama BTN di watty end. Makasih udah mau baca.

Semoga suka, yaaaaa.

Salam hangat, Je.

[14/01/2018]

Advertisements

WF_FROM YOU EYES

WONDERLAND GROUP STORY

PRESENT

(WonderlandsFreelance)

.

.

https://free26211.wordpress.com

Wonderlandstar By website

Wndrlndo6o3 By Instargram

Wonderlandstar By Facebook

Wonderlandstar or Wonderland stars blog By Twitter

(Yuk, Bagi yang ingin menyumbang tulisannya tentang kisah romantis seohyun dan kyuhyun, kami bersedia membantu untuk merepublikasikan cerita anda. Jika berminat, yuk kirim cerita anda berbentuk file dokoment ke @seokyuhyun0603@gmail.com. ditunggu yaa )

.

.

.

From Your Eyes

26241548_1755265101204491_221296980_n.jpg

.

.

.

.

 

From Your Eyes

Author

Yuni Septia

Cast

 Seohyun

Kyuhyun

Genre

Sweet

 Romance

.

Seohyun melangkah riang di koridor menuju kelasnya. Rok ¾ pahanya ikut bergoyang mengikuti setiap gerakannya. Senyum manisnya senantiasa terselip di setiap ucapan sapanya kepada beberapa siswa yangmelintas didepannya. Walaupun hanya sedikit siswa perempuan yang membalas sapaannya, itu tidak menyurutkan semangatnya. Terlebih lagi dia akan melewati kelas para sunbaenya, tensi semangatnya tentu saja makin tinggi. Wah, ada Changmin oppa dan Yunho oppa. Seohyun mempercepat langkahnya dengan sedikit berlari kecil. Kemudian menyelip di antara tubuh Changmin dan Yunho yang sedang berjalan berdampingan sambil mengobrol. Kedua tangannya masing-masing merangkul lengan kanan dan kiri milik Yunho dan Changmin.

“ annyeong oppadeul..” sapa Seohyun dengan senyum manisnya. Changmin dan Yunho yang semula terkejut pun ikut tersenyum sambil mencubit gemas pipi Seohyun.

“ annyeong seohyunie,,,” balas keduanya semangat.

“ aigoooo,,, kau makin manis saja,,,, berapa kilo gula yang kau konsumsi hari ini sampai kau jadi begitu manis eoh?” ucap Changmin gemas.

“ aish,, oppa-ya,, aku tidak mungkin mengkonsumsi gula sampai berkilo-kilo,, bisa terkena diabetes aku nantinya,,,” ucap seohyun cemberut.

“ haha,,, Seo-ah, bahkan sebelum kau terkena diabetes, kau sudah membuat mereka diabetes duluan,,” ucap Yunho menunjuk para namja yang menatap Seohyun penuh kekaguman.

“ ish,, oppa bisa saja,, Omona! Ada Kyuhyun oppa! Oppadeul, aku duluan yah,,, annyeonggg” Seohyun melambaikan tangannya kearah Changmin dan Yunho yang di balas lambaian juga oleh kedua namja itu. Seohyun berjalan cepat kearah namja yang sedang sibuk di depan lokernya.

“ annyeong oppa!” sapa seohyun riang. Jangan lupakan senyum manisnya yang membuat hati siapapun meleleh. Kyuhyun yang baru saja akan menutup lokernya tersentak namun segera tersenyum kecil saat tahu siapa yang menyapanya.

“ annyeong joohyunie,,,” kyuhyun menoleh sebentar lalu kembali sibuk mengunci lokernya. Seohyun yang melihatnya langsung membrengut kesal.

“ balasan macam apa itu,,,” gerutunya. Kyuhyun yang mendengarnya lantas tersenyum.

“ aigoo,, aigoo,,, baiklah,, selamat pagi joohyunieku sayang” ucap kyuhyun lalu di akhiri dengan kecupan singkat di dahi Seohyun. Hal itu membuat senyum Seohyun yang sempat hilang kembali terbit. Kyuhyun merangkul pundak Seohyun membawa gadis itu menuju kelasnya.

“ hihi,, apa tidur oppa nyenyak?”

“ uhm,,, sangat nyenyak,, lalu bagaimana dengan my princess?”

“ kurang nyenyak,, oppa semalam tidak menyanyikan lagu untuk ku tidur,,, jadi aku sulit tidur,,” ucap Seohyun dengan nada manjanya.

“ aigoo,, mianhae,, oppa sangat lelah semalam,, bahkan oppa lupa untuk menghubungimu,, kenapa tidak menghubungi oppa jika kau sulit tidur, hmm?”

“ karena aku tahu oppa pasti lelah dengan jam belajar tambahan, terlebih lagi oppa banyak kegiatan di sekolah, jadi aku tidak menghubungi oppa,,, semalam oppa pulang jam berapa?”

“ eumm,, oppa pulang pukul 9 malam,, kau sendiri tidur jam berapa?”

“ sekitar jam sebelas lewat mungkin,,” kyuhyun menghembuskan nafasnya menyesal.

“ lain kali jika tidak bisa tidur kau harus menghubungi oppa, arraseo?”

“ umm, ne. ah, oppa. Tadi aku membawakan oppa bekal. Sudah ku titipkan pada jung ahjumma, penjaga kantin. Nanti, sebelum jam pelajaran tambahan di mulai, oppa harus memakannya, ya? Jangan telat”

“ ne,, gomawo,,” kyuhyun usap kepala seohyun.

“ lalu, kau pulang dengan siapa kemarin?” tanya kyuhyun. Karena siswa tingkat akhir harus mengikuti jam pelajaran tambahan, membuat kyuhyun tak bisa mengantar seohyun.

“ oh,, aku pulang dengan jin woon-ssi,, teman sekelasku itu oppa,,,”

“ mwo? Kenapa tidak dengan sookyung? Kan kalian se arah” tanya kyuhyun kesal. Kenapa hrus teman laki-laki nya? Kan banyak teman perempuan yang searah dengan dia? Pikir kyuhyun

“ ck. Aku tidak terlalu dekat dengan dia oppa,,, lagi pula aku sudah kenal jin woon dari Junior High School jadi oppa tidak perlu khawatir,,” oh, sepertinya kyuhyun lupa jika seohyun lebih banyak berteman dengan pria di banding wanita. Dan dia harus menerimanya dengan besar hati.

“ baiklah,, sana masuk ke kelasmu,,,” kyuhyun dengan iseng sedikit mendorong punggung seohyun.

“ ne ne,, annyeong oppa” seohyun lambaikan tangannya. Begitu pun kyuhyun yang membalas lambaian tangan seohyun.

= = = =

Seohyun melangkahkan kakinya ke kantin yang penuh sesak. Wajar, karena sekarang memang waktunya istirahat. Seohyun menghampiri meja yang berisi 4 orang pria.

“ annyeong” sapanya.

“ nadoo” balas ke4 pria tadi.

“ seohyun-ah,, bergabunglah denagn kami,,,” ajak changmin, slah satu dari ke4 pria tadi.

“ baiklah,, tapi oppadeul yang traktir”

“ baiklah,, kau boleh memesan apasaja. Nanti biar leeteuk hyung yang bayar. Hahah” ucapan yunho barusan membuahkan death glare dari leeteuk.

“ yak! Kalau kau mau mentraktir ya traktir saja. Kenapa jadi aku yang membayarnya.” Ucap leeteuk sinis.

“ astaga, kalian ini. Bilang saja jika tidak punya uang. Kau tenang saja seohyunie, pesan apapun nanti aku yang bayar.” Kini siwon yang berucap sombong. Orang kaya.

“ wah,, oppa baik sekali. Oppa harus jadi kekasihku kalu begitu.” Ucap seohyun sambil beraegyo ria.

“ ah, tidak. Biar aku saja yang bayar. Tapi jadikan aku kekasihmu.” Leeteuk berujar semangat. Huh, padahal sebelumnya menolak.

“ aku saja. Leeteuk hyung kan tidak punya uang.” Ejek changmin pada leeteuk. Dan pada akhirnya mereka bertiga, changmin, leeteuk, siwon, berebut untuk mentraktir seohyun.

“ ck. Kalian terlalu bermimpi untuk menjadi kekasih seohyun. Kalian tidak lihat, setan penjaga seohyun sudah murka tuh. Sepertinya kalian harus bersiap untuk segera masuk kedalam neraka. Hah, aneh. Malaikat kok yang jaga setan.” Celetuk yunho. Sontak mereka semua menoleh ke arah tatapan yunho. Dan benar saja. Didepan pintu kantin, kyuhyun menatap mereka dengan datar. Jelas sekali ekspresi kesal di wajahnya. Tapi, itu tak berlangsung lama karena dalam hitungan detik kyuhyun sudah berbalik menjauhi kantin.

“ ah, oppa. Traktirannya besok saja, oke. Aku harus mendinginkan matahariku. Bisa gawat jika dia terlalu lama kesalnya. Annyeong.” Seohyun melesat begitu saja meninggalkan siwon, leeteuk, changmin, dan yunho yang bahkan belum sempat menghilangkan ekspresi terkejutnya karena kedatangan kyuhyuntadi.

= = = =

Seohyun berjalan menuju atap sekolah. Kyuhyun pasti marah padanya saat ini. Tapi dia tidak terlalu memusingkan itu, toh palingan kyuhyun hanya marah sebentar.

“ ck ck. Jika marah seharusnya jangan berada di sini,, sudah hati panas di tambah berdiam diri di tempat panas begini,,,” seohyun mendekati kyuhyun yang tengah berbaring di kursi kayu. Dia angkat kepala kyuhyun lalu meletakkannya di pahanya. Satu tangannya mencoba menghalau sinar matahari yang menerpa wajah kyuhyun. Sedangkan tangan satunya mengusap pipi kyuhyun.

“ aku benar-benar marah” kyuhyun membuka matanya menatap seohyun.

“ benarkah? Tapi tak apa, oppa kan masih mencintaiku”

“ dari mana kau tahu?”

“ dari mata oppa”

Cup. Seohyun kecup sekilas bibir kyuhyun.

“ baiklah. Aku tidak marah. Aku hanya kesal karena kau menggoda teman-temanku. Dan apa tadi? Kau meminta anak orang kaya itu (siwon) untuk menjadi kekasihmu? Lalu aku mau di kemanakan?”

“ itu bukan kesal. Kau hanya cemburu. Lagi pula tadi aku hanya bercanda dengan mereka. Aku sudah punya oppa, kenapa harus melirik orang lain.” Cup. Seohyun kecup lagi bibir kyuhyun.

“ siapa yang cemburu? Aku hanya tidak suka kau dekat denagn mereka, berangkulan, bergandengan tangan apalagi sampai yang kau katakan pada siwon tadi,, kau selalu seperti itu,,, aku tidak menyukainya”

“ itu berarti kau cemburu padaku oppa,,” cup. Lagi. Seohyun kecup bibir kyuhyun namun kali ini berkali-kali

“ dari mana kau tahu jika aku cemburu padamu? Percaya diri sekali. Dan berhentilah menciumku terus” kyuhyun menahan dahi seohyun dengan telunjuknya saat seohyun akan mengecup bibirnya untuk kesekian kalinya.

“ kan aku sudah bilang,, aku tahu dari matamu, oppaa,,,” seohyun terkekeh kecil. sambil mengecup kyuhyun lagi. Sepertinya ucapan kyuhyun tak di dengarkan dnegan baik.

“ bagaimana kau tahu dari mataku?” kyuhyun heran. Seohyun selalu mengatakan tahu dari matanya. Memangnya matanya bisa bicara?

“ karena mata oppa mengatakannya”

“ kau pikir mataku bisa bicara?”

“ mungkin kita tidak bisa mendengarnya denagn langsung,, tapi kita akan tahu jika kita melihatnya dengan hati,,, karena itu aku tahu ketika oppa sedih, menyesal, marah, kesal, cemburu, rindu,,, sekarang coba oppa tatap mataku,,” kyuhyun pun menuruti seohyun. Ia tatap mata bulat gadisnya dengan dalam seolah mencoba menyelami iris cokelat itu.

“ bagaimana? Apa yang oppa lihat dari mataku saat menatapmu?”

“ eum,,, tenang, damai, dan,,,” kyuhyun menjeda sebentar. Kemudian dia lanjutkan,,,

“ penuh cinta. Ah, matamu juga indah. Bening. Aku suka” seohyun tersenyum.

“ jadi oppa sudah tahu kan,, dari mata lah kita tahu apa yang orang lain rasakan,,”

“ ne kau benar,, tapi,, tadi sebelum kau menyuruhku untuk menatap matamu, kau bilang jika kau bisa tahu jika aku sedih, menyesal, marah, kesal, cemburu, rindu,, hanya dari mataku,, tapi kau tidak bilang jika kau bisa melihat tatapan cintaku,, apa cintaku tidak cukup untuk dilihat dari mata? Apa ia terlalu kecil?” kyuhyun tatap seohyun yang balas menatapnya dengan tersenyum.

“ aku tidak perlu mengatakannya, karena,,, saat oppa sedih, menyesal, rindu, kesal, cemburu atau bahkan marah pun yang kulihat tatapan penuh cinta lah yang paling mendominasi,,, oppa selalu menatapku penuh cinta, bukankah begitu?” kyuhyun tersenyum kemudian bangkit untuk memeluk seohyun yang dibalas pelukan erat oleh seohyun.

“ kau tahu,, aku sangat mencintaimu,,, bunga matahariku”

“ aku tahu,, sangat tahu dan akan selalu tahu,, bahwa matahariku selalu mencintaiku more than anything” seohyun cium bibir kyuhyun yang dibalas juga oleh kyuhyun.

“ eumh,,,  oppa, besok kan kita libur. Bagaimana jika besok kita kencan?” tanya seohyun sesaat setelah melepaskan pagutan mereka.

“ memang kau mau kemana?” tanya kyuhyun.

“ bagaimana jika ke bioskop?”

“ baiklah. Besok oppa akan menjemputmu.” Kyuhyun usap sebentar pipi seohyun lalu mencubitnya.

“ awwhhh. Sakit.” Seohyun elus pipinya yang sedikit memerah.

“ hahaha. Pipimu tembam sekali.”

“ apa oppa tidak sadar jika pipi oppa juga tembam?” seohyun kerucutkan bibirnya.

“ ah, iya. Kitakan chubby couple,,,” kyuhyun tertawa kecil.

“ oppa”

“ eumm”

“ bagaimana jika siwon oppa ku jadikan pacar kedua ku?”

“ jika itu terjadi, aku akan membunuhnya”

“ aish, oppa kejam sekali. Kalau begitu aku pacaran denagn changmin oppa saja, bagaimana?” seohyun menerawang seolah membayangkan jika dia pacaran dengan changmin.

“ seohyunieeee. Jika kau mengatakannya lagi akan ku cium bibirmu sampai bengkak” ancam kyuhyun yang mulai kesal.

“ ne, ne, ne. begitu saja marah.” Seohyun cubit kedua pipi kyuhyun dengan kuat.

“ wyak. Wepaskwan. Swakit twawu( yak. Lepaskan. Sakit tau)” ucap kyuhyun tidak jelas. Seohyun pun langsung melepaskan cubitannya.

“ hahaha”

Dan sisa waktu istirahat siang hari itu,, di bawah teriknya sinar mentari,,, sepasang kekasih yang saling mencintai itu menggunakan waktunya dengan sebaik mungkin untuk berdua,,, karena hari-hari kedepannya akan lebih sedikit waktu untuk mereka bertemu karena kyuhyun yang akan segera melaksanakan ujian akhirnya.

“ mata adalah tempat yang tepat untuk mu mengetahui segala kebenaran karena dari matalah kau akan mengetahui isi hati”

‘~From The Eyes Down To The Heart~’

.

.

.

END

SUNFLOWER PROLOG

WELCOME TO OUR STORY HOME

.

.

.

 

 (WONDERLANDSTARS BY TWITTER)

(WONDERLANDSTARS BY WATTPAD)

(WONDERLANDS BY IS INSTAGRAM)

.

.

.

 

WONDERLAND GROUP

PRESENT THE STORY

(bagi yang ingin partisipasi untuk sebuah cerita dan dapat meramaikan pengunjung blog’s, yuk kirim story milik kalian semua, maka wonderlands group akan membantu untuk mempublikasikan tulisan anda)

.

.

.

SUNFLOWER

11917979_547394548742031_635433103_n

AUTHOR :

@RH

CAST:

SeoJoo Hyun and Cho Kyuhyun

GENRE :

Sad, romance

COVER

@Google.co.id

SUMMARY

“sepertibungamatahari yang hanyamenghadappadasatuarah, sepertiitulah rasa yang kupunyaterhadapmu~”

 

.

.

.

Seohyuntakpernahmenyangkabahwaapa yang dilakukannyauntukmendekatkan Nana danKyuhyunjustrumembuatnya dilemma. Awalperasaansemu yang iasimpanuntukkyuhyunperlahanmulainampak. Disisilain, KyuhyunbegitumenggilaitemanSeohyun –Nana– seorangjanda yang di ceraihidupolehsuaminya yang seorang actor film. Sisi polos Kyuhyunmengundang Nana menyambutkembalisepotongcinta yang baru.

Hinggawaktumembawapenghianatan Nana padaKyuhyun. Mantansuaminyamenawarkankembalicinta lama danbersambutoleh Nana. Soalhatikyuhyun yang patah Nana seolahmenutuptelinga. Lain haldenganSeohyun yang berusahamembangunkepercayaandiriKyuhyunlagiuntuktidakmenyerahpadacinta.

Kala itu, semua orang menyalahkanSeohyunkarenatelahmengenalkan Nana padaKyuhyun. Bukanapa, Kyuhyuntidakpernahjatuhcintasebelumnyadaninicintapertamasekaliguscinta yang menyakitkanbagiKyuhyun.

Rasa marahmenguasaidirinya.

AkankahseohyunmampumelunakkankembalihatiKyuhyun yang beku?

Saat Nana kembalimemohoncintadariKyuhyun. BisakahSeohyunbertahanmembuktikanbahwacintanyajauhlebihberhargadibandingpenghianatan

How? Hehe ditunggukomentarnyaa ^^

DALAM DIAM ~JOOHYUN VERS~

Dalam diam.

(Joohyun ver)

.

.

.

.

.

Heol, ini masih tetep ff SeoKyu kok by the way. Cuma mau nyelipin pesan moral-nya aja, entah nyampe apa enggak 😂

Jangan salahin Joohyun ya teman-teman. Cerita ini diambil dari sudut pandang Joohyun yang bakal jelasin semuanya. Terus baru ntar ada seq.nya 😂 tapi masih otw terus panjangnya juga kayak kereta, dijamin males baca deh pokoknya 😅😅

.

.

.

.

.

.

.

Hepiriding

Dalam diam.

“Joohyun ayo bangun, ini hari pertamamu sekolah nak.” Tubuhku diguncang.Read More »